
"Ampun Yang Mulia, itu memang kesalahan hamba yang terlalu menganggap remeh Nona itu. Hamba bahkan tidak menyangka jika dengan tubuh fana nya Nona itu mampu menahan segala penderitaan yang sangat berat itu. Sedangkan kami yang merupakan seorang Dewa saja masih harus mempersiapkan diri dengan sangat baik sebelum kami bisa mendapatkan penyiksaan Petir Surgawi itu. Hanya saja hamba masih tidak mengerti mengapa Yang Mulia masih ingin membuat gadis itu agar segera melanjutkan pelatihan di tempat itu dalam waktu dekat ini? Bukankah itu akan sangat mengganggu kestabilan dan juga pondasi tubuhnya. Hal itu bukan hanya akan mengguncang struktur dan juga konstitusi tubuhnya, rapi juga mampu membuatnya meledak jika dia tidak dapat mengatur dan mengendalikan kekuatan yang dirinya dapatkan nantinya. Dan lagi tempat itu tidak dapat didatangi ataupun dimasuki oleh seorang manusia bisa dari Dunia Fana kan?" ucap Sang pengawal kepercayaan Sang Kaisar Dewa itu dengan panjang lebar
Karena sebenarnya dirinya masih tidak bisa memahami pemikiran dari majikannya itu, meski sudah sangat lama mengabdi dan juga melayani Sang Kaisar Dewa.
Namun dari semua orang kepercayaan Sang Kaisar Dewa hanya Zu Chu seorang yang memiliki keberanian dan juga suka sekali bicara dan juga mempertanyakan keputusan yang diambil oleh Sang Kaisar Dewa Di Zhao Ren.
Oleh karenanya Zu Chu seringkali mendapatkan sebuah hukuman dari Sang majikan. Akan tetapi masih belum ada seseorang yang mampu menandingi kekuatannya.
Karena dari seluruh pengawal kepercayaan dan juga gabungan pengawal bayangan yang dididik oleh Sang Kaisar Dewa, hanya Zu Chu lah orang yang memiliki keterampilan dan juga terkuat diantara semuanya. Zu Chu juga sangat cakap dan juga tangkas saat ada masalah yang mendadak.
"Apa yang kau tahu? Dan bisakah jika mulutmu itu diam dalam satu hari saja? Lagi pula tidak ada orang yang menganggap mu bisu meski dirimu diam saja," tegur Sang Kaisar Dewa Di Zhao Ren yang sudah merasa sangat penting mendengarkan ocehan dari pengawal setianya itu.
"Baiklah Yang Mulia, hamba mengerti. Ahh, tapi Yang Mulia tempat itu sangat berbahaya, tidakkah Anda merasa...." ucapan Zu Chu seketika terhenti. Ketika dirinya mendapatkan tatapan tajam dari Sang Kaisar Dewa.
"Tanpa harus kau peringatkan, diriku juga bisa memperkirakan sendiri mengenai keputusan ku. Jadi kau hanya perlu diam saja. Lagi pula aku tahu jika dia bilang lah seseorang yang selemah itu," timpal Sang Kaisar Dewa Di Zhao Ren tanpa membiarkan Zu Chu menyelesaikan kata-katanya.
"Selain itu aku tahu jika wanita ku itu memiliki tubuh dan juga dantian yang sangat istimewa. Bahkan secara samar aku juga merasakan jika dia memiliki jiwa dan juga mental yang sangat kuat, handal dan terlatih.Dan hal itu benar-benar sangat mengesankan bagiku. Sehingga membuatku semakin penasaran dan ingin segera menjumpai dirinya. Hanya saja aku tidak boleh gegabah, ini juga belum saatnya kami bertemu," batin Sang Kaisar Dewa Di Zhao Ren.
"Chu, pergilah dan cari keberadaan Sang pelindung takdir saat ini! Dan pastikan kau dapat menemukan informasi tentang orang itu dengan sedetail mungkin, karena selama beberapa waktu ini aku juga dapat merasakan sebuah aura asing telah muncul. Bahkan hal ini terjadi jauh sebelum kebangkitan Sang Takdir," perintah Sang Kaisar Dewa Di Zhao Ren pada Sang pengawal tercerewet yang dirinya miliki itu.
"Baik, Yang Mulia. Hamba mohon undur diri. Pamit Sang pengawal Zu Chu dengan sangat sigap.
Setelah kepergian sang pengawal Zu Chu, saat ini Sang Kaisar Di Zhao Ren hanya sendiri di dalam ruang kerjanya. Namun di dalam kegelapan masih ada beberapa orang pengawal bayangan yang senantiasa selalu mengikuti keberadaan Sang Kaisar Dewa itu.
"Yun Yi Jia, nama yang indah. Begitu juga dengan parasnya yang menawan. Hanya saja kaisar ini masih ingin mengetahui kepribadian mu lebih jauh terlebih dahulu, sebelum kita berjumpa di masa depan," gumam Sang Kaisar Dewa Di Zhao Ren itu sambil pandangannya menerawang ke tempat yang sangat jauh.
"Tapi sepertinya saat ini hatimu, juga begitu dingin dan seolah tersegel akan sebuah perasaan kebencian dan juga dendam yang membuatmu tak bisa membuka hatimu begitu saja untuk orang lain. Hanya saja aku tak menyangka jika kau akan begitu mudah untuk menerima pemuda itu sebagai kakak kandung mu sendiri." ucap Sang Kaisar Dewa Di Zhao Ren yang bermonolog seorang diri.
"Tapi apapun itu, bagaimana pun karakter mu aku akan mencoba untuk mengenal mu. Dan apa boleh buat jika kaulah sosok yang ditakdirkan oleh surga, untuk Kaisar Ini. Jadi entah bagaimana jalan hidup yang akan kita lalui di masa depan, aku hanya berharap jika semua itu tidak bertentangan dengan hukum langit yang ada. Karena dengan ambisi dan juga dendam yang menyelimuti hatimu, itu juga akan mempengaruhi laju perkembangan kekuatan mu kelak Nona Yun Yi Jia," ucap Sang Kaisar Dewa itu sambil melihat sosok gadis cantik melalui transmisi visual yang dirinya dapatkan ketika dirinya memfokuskan pikirannya pada objek yang di inginkan.
Dan kemampuan seperti itu hanya dapat di kuasai oleh Sang Kaisar Dewa Di Zhao Ren seorang.
__ADS_1
Karena dirinya sendiri lah yang menciptakan terobosan baru dalam alam ilmu bela diri dan juga kultivasi spiritualnya.
Dan hal itu belum banyak orang yang mengetahui nya. Bahkan para bawahan kepercayaan nya pun tak ada yang tahu akan kelebihannya itu.
Para pengawal bayangan yang berada di dalam Kegelapan, kembali dibuat tercengang dengan tindakan Sang Kaisar Dewa.
Yang mana akhir-akhir ini mereka rasa jika majikannya itu, semakin memikirkan dan juga mementingkan masalah gadis yang dikatakan sebagai Sang Wanita Takdir tersebut.
Namun hal itu juga cukup bagus bagi mereka semua, yang selalu berada di sisi Sang Kaisar Dewa, yang selama ini dikenal sebagai seorang yang kejam dan berdarah dingin, serta memiliki aura yang suram yang membuatnya seakan tak tersentuh.
Dan kini Sang Kaisar Dewa itu tampak lebih manusiawi dan juga tidak berkeras hati seperti biasanya.
Bahkan saat ini majikan mereka Sang Kaisar Dewa itu memiliki semacam sifat protektif dan juga peduli, bahkan terkesan membanggakan wanita yang digadang sebagai calon Permaisuri takdir nya itu.
Beralih dari keadaan yang terjadi di istana Kekaisaran Dewata Yang Agung.
Saat ini di Dunia Fana waktu berjalan terasa begitu cepat. Hingga tanpa disadari hari sudah gelap dan tandanya malam telah menghampiri.
Dan saat ini, Yun Yi Jia dan juga Gege nya Yun Yi Juan kini tengah berada di sebuah restoran yang paling terkenal di seluruh Ibukota Kekaisaran.
Karrna kedatangan mereka ke restoran ini tentu saja bukan serta merta untuk mengusi perut saja.
Akan tetapi tujuan utama krdua Kakak beradik itu datang adalah untuk mendapatkan informasi terbaru yang akhir ini terjadi di kota Kekaisaran Bulan Perak ini.
Apalagi ketika mereka berdua sedang berjalan-jalan di tengah keramaian pasar tadi, mereka berdua tanpa sengaja mendengar jika dalam salah satu tamu dari Negara tetangga itu terdapat seorang utusan diplomasi dari kekaisaran Awan dari Daerah Selatan Daratan Yuan Ying ini.
Yang mana utusan diplomasi itu bertujuan untuk meminang salah satu Putri Kekaisaran Bulan Perak untuk melalukan pernikahan perdamaian antara Kekaisaran Bulan Perak dan juga Kekaisaran Awan.
Hanya saja Yun Yi Jia dan juga Yun Yi juan masihbbelum tahu Putri bermarga Yun mana yang di inginkan oleh pihak Kekaisaran Awan. Selain itu siapa yang akan melakukan perhodohan diplomatik dengan Kekaisaran Bulan Perak ini,
"Bukankah para Putra dari Kekaisaran Awan semuanya sudah menikah dan memiliki Selir pangeran masing- masing? Jadi tidak mungkinkan jika mereka menginginkan seorang Putri Kekaisaran Bulan Perak hanya untuk di jadikan Selir kediaman saja?" tanya Yun Yi Juan yang merasa heran.
__ADS_1
"Apakah Gege harus seserius itu memikirkan hal itu? Sudah jelas kan jika mereka ingin meminang seorang Putri Kekaisaran Bulan Perak ini untuk Kaisar mereka yang bajingan itu? Lagi pula siapa yang tidak mengetahui mengenai rumor buruk dari Sang Kaisar Kekaisaran Awan yang sangat gemar bermain dengan para wanita. Entah itu gadis muda umyang masih singgel atau bahkan seorang istri yang bersuami. Selama itu bisa membangkitkan gairah dan juga keinginan Sang Kaisar bermarga Rong itu, tentu saja mereka akan menjadi salah satu mainan Sang Kaisar bejat itu," sinis Yun Yi Jia dengan suara yang sangat rendah yang hanya dapat didengar oleh mereka berdua saja.
"Jia'er... kau tahu semua itu? Jadi apakah kau selama ini sudah melakukan pengamatan pada dunia luar?" tanya Yun Yi Juan yang merasa jika adiknya ini banyak mengetahui hal-hal yang tidak diketahui olehnya.
"Tidak, Hanya saja Guru ku pernah menceritakan beberapa hal mengenai beberapa penguasa yang berada di Daratan Yuan Ying ini secara singkat. Namun hal itu cukup bagi diriku untuk menganalisis situasi di daratan ini saat ini. Apalagi Guru juga sering mengatakan pada ku jika kita harus bisa mengenali segalanya, baik itu kawan, lawan ataupun tempat di mana kita berpijak saat ini. Jika tidak itu hanya akan menjadi kerugian besar bagi kita. karena bisa saja kita akan terjebak dan dikendalikan dalam permainan orang lain," terang Yun Yi Jia pada Gege nya itu.
Yang mana sebenarnya semua itu adalah penjelasan yangbdi berikan oleh Rosse pada dirinya ketika berada di dalam Ruang Dimensi Mawar Legendaris. Dan selain itu saran yang di katakan oleh Yun Yi Jia itu juga merupakan hasil dari pengalaman hidupnya di Dunia nya yang terdahulu.
"Aku merasa jika Guru mu vrgutu peduli dan menyayangi mu, meimei. Syukurlah jika begitu. Setidaknya selama ini kau benar-benar berhasil dan juga berguru pada orang yang sangat tepat. Bahkan kemampuandan juga kekuatan mu juga jauh meningkat kebih cepat dari Gege mu ini. Aku benar-benar senang dan juga lega sekarang. Karena dengan demikian kau tidak akan mudah untuk di gertak oleh mereka lagi. Justru sebaliknya, kau yang akan membuat mereka seperti irang bodoh karena berani mengusik dan juga membuat masalah pada dirimu, ucap Yun Yi Juan sambil mengelus pucuk kepala adiknya itu dengan kasih sayang yang sepenuhnya tercurah hanya pada gadis kecil yang ada di hadapannya itu.
" Kau benar Gege, aku pasti akan bermain sampai puas dengan orang-orang bodoh itu, sebelum aku melenyapkan mereka semua." guman Yun Yi Jia dengan senyum yang mekar di bibir merahnya itu.
Bahkan tidak ada ketegangan sama sekali, meski dirinya mengatakan sesuatu hal yang sangat membuat orang yang mendengarnya merasa bergidik ngeri.
"Apapun itu, Gege akan menuruti mu. Selama kaku merasa bahagia, Gege akan betusaha menwujudkannya," timpal Yun Yi Juan dengan penuh kesungguhan.
Setelah pembicaraan itu, kini terdengar suara ketukan pada pintu di ruang pribadi yang mereka tempati saat ini. Dan itu merupakan seorang pelayan yang membawakan mrnu yang telah mereka pesan sebelumnya.
"Semuanya sudah siap, silakan Tuan Muda dan juga Nona Muda kecil yang cantik menikmati hidangannya. Jika ada hal yang ingin di tambahkan Tuan dan Nona betdua dapat menghubungi kami. Saya permisi," ucap Sang pelayan restoran itu dengan sopan dan ramah.
Apalagi ketika dirinya melihat dan memperlakukan Yun Yi Jia yang saat ini dalam penyamarannya dalam wujud gadis kecil seusia empat atau lima tahun.
Dan itu semua berkat Gege nya yang tampan itu, yang memintanya mengubah penampilannya menjadi anak kecil. Karena Yun Yi Juan berkata jika dirinya ingin melihat dan merasakan menjaga adiknya yang masih kecil untuk menebus kesalahannya di masa lalu yang harus pergi meninggalkan adiknya itu untuk menuruti perintah Sang Kaisar yang katanya ingin mengirimnya untuk belajar di akademi atau Sekte ternama. namun nyatanya semua hanya tipu daya dari Ayah kandungnya yang picik itu.
"Terima kasih Bibu pelayan yang baik hati. Kalau begitu nanti akan mencarimu lagi jika aku menginginkan sesuatu yang lain." balas Yun Yi Jia dengan sikap yang menggemaskan dan juga lucu, sambil mengukurkan tangannya untuk menyerahkan sekantong kecil perak, kepada sang pelayan wanita itu.
"Nona muda kecil, semua makanan di sini semuanya telah di bayar oleh pengawal Tuan Muda tadi. Jadi Anda tidak..." ucapan lelaya. itu terhenti oleh Yun Yi Jia.
"Tidak, bibi ini untuk mu? Karena kamu begitu baik padaku, maka aku juga rela membagi perak ku ini pada mu. Ini adalah pemberianku untuk dirimu dan juga keluarga mu. Semoga kanu mau menerimanya," ucap Yun Yi Jia yang bersungguh-sungguh, namun tampak begitu imut di mata bibi pelayan itu dan juga Gege nya yang ada di hadapannya.
"Ini.... Nona...." pelayan wanita itu binggung, terkejut dan juga tidak bisa berkata-kata untuk sesaat.
__ADS_1
Karena dirinya sungguh merasa terharu akan kebaikan gadis kecil dihadapannya itu.
Sedangkan Yun Yi Juan yang melihat pelayan wanita itu, yang justru hanya terdiam. Yun Yi Juan pun segera angkat bicara.