Putri Yang Dibuang Kekasih Sang Kaisar Dewa

Putri Yang Dibuang Kekasih Sang Kaisar Dewa
Bab. 24 Rahasia Selir Kehormatan Shu


__ADS_3

"Gege sudah banyak hal yang terjadi dalam tujuh tahun terakhir ini. Dan semenjak Gege pergi saat itu Aku juga tidak dapat hidup dengan tenang. Apalagi banyak pembunuh bayaran dan juga para suruhan dari orang-orang itu untuk membunuh ku. Namun semua gagal karena tanpa sepengetahuan ku ternyata ada seseorang yang selalu melindungi ku dari dalam bayang-bayang. Namun aku tidak tahu siapa orang itu. Tapi aku mulai sadar saat itu, jika aku harus bisa menjadi lebih kuat. Agar aku bisa bertahan hidup dan juga aku juga ingin membalaskan dendam pada orang-orang yang tak tahu diri itu. Hingga akhirnya aku bertemu dengan seseorang Master yang tersedia membimbing dan mengangkatku sebagai muridnya beberapa waktu lalu. Yang membuat diriku seperti saat ini, yang Gege lihat saat ini. Dan cincin spasial ini adalah kenang-kenangan terakhir dari Guru sebelum dirinya pergi jauh entah ke mana. Namun sesuai pesan Guru selama ini aku memang tak pernah sekalipun menampakan sisi diriku yang kuat. Karena akan banyak bahaya jika diketahui oleh orang-orang itu. Hingga akhirnya aku terdampar disini dan mau tidak mau Aku harus mencari cara agar mereka semua mengira bahwa aku telah mati," ucap Yun Yi Jia tampak sangat serius dan meyakinkan. Bahkan tidak tampak seperti dirinya sedang berbohong.


"Emn, Aku mengerti. Lagi pula bagus bagi mu untuk terus menyembunyikan kekuatan mu, agar tidak ada orang yang curiga dan juga tidak mrmbuat mereka semua menjadi semakin waspada," ucap Yun Yi Juan dengan serius dan dirinya bahkan tidak meragukan ucapan Yun Yi Jia sama sekali.


Bahkan jika apa yang dikatakan oleh adiknya itu sebuah kebohongan sekali pun, Yun Yi Juan tidak akan merasa keberatan. Karena yang terpenting baginya, bahwa adiknya itu akan aman dengan kemampuan yang dia miliki saat ini.


Apalagi apa yang dikatakan oleh Yun Yi Jia mengenai seseorang yang melindunginya dalam bayangan itu memang benar adanya.


Karena orang itu adalah orang suruhan dari Guru nya sendiri. Jadi Yun Yi Juan mengetahuinya dengan jelas.


Namun sejak kapan Adiknya itu bisa berkultivasi dan belajar ilmu bela diri, dirinya tidak ingin tahu sama sekali.


"Syukurlah, Gege ku ini tidak se merepotkan seperti yang aku bayangkan selama ini. Dia memang pria yang pengertian. Dan dia juga tidak banyak tanya, atau hanya sekedar ingin tahu sedetail mungkin mengenai dirinya. Ternyata Juan'er sangat menghargai privasi ku. Benar-benar pria idaman para gadis. Jika saja dia bukan kakak ku, boleh juga ku jadiin gebetan, hehehe....." seloroh Yun Yi Jia dalam hati.


Karena dirinya merasa lega karena memiliki seorang Kakak laki-laki yang tidak mementingkan penjelasan yang tidak penting itu. Dan percaya sepenuhnya pada dirinya tanpa syarat apapun.


Namun detik berikutnya Yun Yi Jia kini sadar jika dirinya harus bersiap untuk kembali ke Ibukota Kekaisaran.


Jadi dirinya harus segera menyimpan kedua mayat serigala magis yang masih utuh itu kedalam Ruang Dimensi miliknya.


Selesai melakukan tugasnya itu Yun Yi Jia pun bisa tenang karena tidak ada yang menyadari bahwa kedua binatang buas tadi menghilang bukan karena masuk dalam cincin spasial nya. Akan tetapi dirinya masukan dalam Dimensi Mawar Legendaris miliknya.


Selepasnya Yun Yi Jia pun terpikir akan suatu hal yang membuatnya memunculkan senyum licik khas miliknya.


"Hehehhhh.... Kaisar durjana dan juga kalian para wanita ular, bersiaplah Aku akan segera kembali," gumam Yun Yi Jia dengan seringaian muncul di sudut bibirnya yang mungil itu.


Sedangkan Yun Yi Juan yang melihat seringaian adiknya itu pun dapat menebak, jika adiknya itu memiliki rencana yang menarik untuk para pembuat onar itu.


Dan setelah itu Yun Yi Juan pun segera memutuskan untuk segera kembali ke penginapan yang mereka tinggali selama ini di Ibukota Kekaisaran.


Bersama adiknya dan juga para pengawal bayangan yang mengikutinya dengan tenang dan bahagia. Karena orang yang telah mereka cari selama beberapa waktu ini telah ditemukan dalam keadaan yang baik.


Namun suasana yang begitu indah dirasakan oleh Yun Yi Juan dan kelompoknya rasakan saat ini.


Sangat berbanding terbalik dengan suasana yang ada di suatu tempat yang begitu megah namun tidak terasa menyenangkan sama sekali.


Kini justru tempat yang seharusnya seindah dan senyaman sebuah Istana Kekaisaran yang biasanya tampak begitu makmur dan juga penuh dengan keindahan.


Saat ini malah terasa sepi seperti gedung tua yang berhantu. Sebab tidak ada seorang pun yang berani berkeliaran di sana kecuali beberapa orang yang melakukan tugasnya.

__ADS_1


Dan mereka pun tampak sedang terburu-buru karena di kejar oleh hantu yang menyeramkan.


Karena tidak hanya susananya saja yang tampak mengerikan namun juga muka orang-orang yang mendiami tempat itu juga tampak sangat suram dan muram saat ini.


Bahkan saat ini para pemilik kediaman dan juga Tuan dari beberapa Paviliun megah disana juga tak terlihat. Selain itu para pelayan pribadi mereka pun tak tampak satu orang pun berjalan di halaman yang dipenuhi dengan hamparan pemandangan yang elok dan menawan serta memanjakan mata itu.


Padaha semua orang mengetahui jika dalam waktu dekat ini bahwa Istana yang megah itu akan menyelenggarakan sebuah pesta yang besar untuk merayakan penobatan Sang Pangeran Mahkota Kekaisaran Bulan Perak ini dengan sangat meriah.


Akan tetapi apa yang terjadi bahkan tidak menunjukan jika akan segera terselenggara acara penting di sana. Karena sampai saat ini waktu hampir siang hari tak ada satupun keramaian para pelayan yang mempersiapkan tempat acara yang akan digunakan dalam penyelenggaraan ritual besar tersebut.


Bahkan sampai saat ini para utusan dari Kekaisaran tetangga pun masih senantiasa tinggal di sebuah pondok khusus tamu penting dari luar Kekaisaran.


Dan belum ada tanda-tanda kedatangan utusan Kaisar Yun untuk melakukan acara penyambutan dan mengundang para tamu dari Kekaisaran tetangga itu untuk memasuki kediaman di dalam Istana Kekaisaran.


Padahal para tamu Kehormatan itu telah tiba setidaknya selama sehari sebelumnya. bahkan ada beberap yang bahkan telah tiba beberapa hari yang lalu di Ibukota Kekaisaran Bulan Perak ini


Namun apa yang terjadi pagi tadi benar-benar suatu berita besar yang menghebohkan. Seisi dan penghuni Istana Kekaisaran Bulan Perak.


Yang membuat mereka dan juga Sang Kaisar Yun Hao Yan sendiri untuk menunda sementara segala agenda yang telah di susun sebelumnya.


Guna untuk mencari dan menuntaskan akar masalah dari seseirang yang telah berhasil menyusup dalam Istana Kekaisaran Bulan Perak ini tanpa jejak, bahkan para penyusup tersebut dapat membawa begitu banyak kepala manusia.


Bahkan Para petugas dari Yamen yang telah di kerahkan untuk menyelidiki masalah itu juga tak dapat menemukan jejak sedikitpun dari pelaku yang telah membuat sebuah gunungan dari kepala para pembunuh bayaran yang sangat terkenal itu.


Bahkan karena masalah itu Sang Kaisar Yun Hao Yan sendiri juga harus mengerahkan pasukan elit kebanggaannya untuk membantu menyelidiki masalah ini.


Namun hasil yang di dapatkan mereka semua sama saja, Nihil. Dan tidak ada satupun yang berhasil memberikan jawaban yang memuaskan bagi Sang Kaisar.


Yang mana hal itu membuat Sang Kaisar Yun Hao Yan sangat murka. Apalagi ketika dirinya mengetahui hasil interogasi yang dilakukan pada Sang Selir Agung Han, itu membuatnya semakin ingin membunuh orang untuk melampiaskan amarahnya.


Karena Selir Agung Han sama sekali tidak memberikan jawaban yang menuaskan sama sekali. Dan dia justru sering pingsan karena masih merasa sangat ketakutan dan juga trauma akan banyak kepal manusia yang kini menghantuinya.


Hingga Akhirnya Sang Selir Agung Han saat ini di kirim ke Istana dingin yang terdapat di ujung barat Istana Kekaisaran yang sangat terpencil dan tak terawat seperti bagunan yang lainnya. Yang selalu terawat dan juga tampak megah.


Dan tidak bobrok seperti beberapa Paviliun kecil yang ada di sana. Yang jika seseorang melihatnya saja akan merasa merinding dang gemetaran. Dengan Aura yang terpancar dari tempat itu yang begitu horror dan juga menakutkan.


Karena tempat itu memang dikhususkan bagi orang-orang yang melakukan kejahatan untuk melakukan intropeksi diri dalam waktu yang tak ditentukan. Bahkan bisa jadi orang yang menghuni tempat itu akan mati dan membusuk disana, tanpa ada seorang pun yang tahu.


Berbeda dengan nasib yang di alami oleh Sang Selir Agung Han dan kedua anaknya yang telah mendapatkan hukuman dari Sang Kaisar Yun Hao Yan.

__ADS_1


Saat ini di sebuah ruangan yang cukup megah di salah satu Istana Harem. Tampak dua orang perempuan yang berbeda usia tengah berbincang.


"Menurut Ibu, kira-kira siapa yang telah Selir Agung Han singgung, sehingga membuatnya mengalami balasan yang begitu mengejutkan sepeti itu?" tanya gadis muda itu yang tak lain adalah Yun Mu Lan, yang sedang bertanya pada ibundanya Sang Selir Kehormatan Shu.


"Mana mungkin aku tahu hal itu. Aku bukan cacing dalam perutnya, yang bisa swlalu tahu apa yang iblis wanita itu lakukan. Tapi ada bagusnya juga hal ini terjadi. Apalagi di waktu yang sangat tepat seperti ini. Setidaknya adanya hal ini juga akan membuat Sang Kaisar mempertimbangkan kembali keputusan nya yang ingin mengangkat Yun Shao Meng sebagai Pangeran Mahkota. Bahkan aku berharap hal ini bisa membatalkan rencana Kaisar untuk menobatkan Putra dan Putri dari wanita iblis itu sebagai Putra dan Putri Mahkota. Yang seharusnya dimiliki oleh keturunan resmi yang di lahirkan Sang Permaisuri," kata Sang Selir Kehormatan Shu.


"Aiya kau berkata seperti itu, apakah kau tidak takut ada yang mebdengar ucapan mu itu?" tegur Yun Mu Lan Sang Putri yang merasa bahwa hari ini ibunya itu terlalu santai tidak seperti hari-hari biasanya yang selalu waspada.


"Haih... begitu membosankan ketika hidup harus selaku berhati-hati. Lagi pula saat ini harus nya kau juga tahu jika Ayahanda Kaisar mu itu saat inu sedang tidak ada waktu dan tenaga untuk disia-siakan dengan masalah sepele seperti masalah asal bicara yang ku lakukan saat ini." balas Selir Kehormatan Shu yang sebenarnya sudah sangat jenuh dengan kehidupannya yang terkurung di dalam istana untuk melayani seorang pria yang bahkan tidak pernah dirinya cintai. Untuk seumur hidupnya.


Dan kini Sang Selir Kehormatan Shu tampak jatuh dalam renungannya sendiri.


"Jika saja diri ku tidak mengingat dan memegang teguh janji itu pada penyelamat hidupnya. Untuk selalu memastikan terbukanya jalan bagi kedua putra dan putri dari meniang Permaisuri Hua untuk bisa kembali dan mendapatkan sesuatu yang seharusnya menjadi hak mereka agar tidak di renggut oleh orang lain." batin Selir Kehormatan Shu dengan perasaan yang tak menentu.


"Tentu saja diri ku ini sudah pasti telah lama kabur membawa putri semata wayang ku untuk pergi jauh dari Istana Kekaisaran Bulan Perak ini dan kembali ke tempat asal kami." pikir Sang Selir Kehormatan Shu yang semakin terjerat dengan pikirannya di masa lalu.


Karena bahkan selama ini Selir Kehormatan Shu selalu saja merindukan orang tuanya dan juga kampung halamannya yang sangat jauh. dan tidak pernah ia jumpai.


Sedangkan statusnya yang sesungguhnya di Kediaman Perdana Menteri, Hanya beberapa orang saja yang tahu jika dirinya merupakan Tuan yang sesyngguhnya dari kediaman Perdana Menteri itu.


Karena selama ini dirinya terlalu jauh dalam persembunyiannya yang membuat semua orang tak dapat menyadari atau mendapatkan kejanggalan akan statusnya.


Dan mengapa dirinya bisa terjebak dalam istana dan menjadi penghuni harem yang dimiliki Kaisar Yun Hao Yan ini juga merupakan sebuah taktik yang telah lama dirinya rencanakan dalam pelariannya.


Karena sesungguhnya Putri nya Yun Mu Lan itu sebenarnya juga bukan keturunan Sang Kaisar Yun Hao Yan.


Dan kenapa dirinya bisa berhutang budi pada Sang Permaisuri Hua, itu karena beliau membantu dirinya untuk menutupi fakta jika janin yang dirinya kandung saat itu bukanlah benih dari Sang Kaisar.


Melainkan dari suaminya yang sesungguhnya yang keberadaanya sangat jauh dari tempat Dirinya berada saat ini.


Selain itu Sang Permaisuri Hua juga telah memberinya sebuah metode agar Sang Kaisar tak pernah menyentuh dan melampiaskan hasratnya pada dirinya sekalipun itu. Bahkan sampai saat ini hal itu masih sangat membantu dirinya untuk mengatasi Sang Kaisar agar tidak mencemari tubuhnya.


Karena dirinya hanya akan menyerahkan segenap jiwa dan raganya hanya untuk suaminya dan ayah dari Yun Mu Lan yang sesungguhnya.


Jadi hadapannya saat ini hanyalah mengharap dua keturunan Permaisuri Hua itu agar segera kembali. Dan dirinya akan betusaha sebisa mungkin untuk mendukung mereka hingga mencapai apa yang menjadi tujuan mereka.


Sesuai dengan apa yang dirinya janjikan pada Sang Permaisuri Hua ketika dirinya masih hidup.


Baru setelah itu dirinya dan Putri nya itu bisa pergi meninggalkan tempat terkutuk ini untuk selamanya.

__ADS_1


Namun, tiba-tiba saja Sang Selir Kehormatan Shu yang tengah melamun itu dikejutkan oleh suara yang menginterupsinya.


__ADS_2