Putri Yang Dibuang Kekasih Sang Kaisar Dewa

Putri Yang Dibuang Kekasih Sang Kaisar Dewa
Bab. 61 Pria Pilihan Ying Ning Xue


__ADS_3

"Hei, apa yang kau katakan Nak? Tentu saja kita semua adalah keluarga. Jadi tidak ada hal-hal yang sungkan seperti berterima kasih. Kau Adalah Putri ku, Putri kediaman kami semua. Jadi jangan Bebani dirimu dengan pikiran yang semacam itu." ucap Hua Yun Qi tulus pada Putri angkatnya itu.


"Ya, apa yang dikatakan kakak pertama ku benar. kami semua disini sangat menghargai dan juga menyayangi mu sama seperti rasa sayang kami terhadap saudara dan saudari mu yang lain. Yah... meskipun kami ini kadang tampak begitu sibuk dengan urusan masing-masing. Tapi dalam hati kami kau juga merupakan generasi muda di keluarga kami, dan akan selalu menjadi seperti itu apapun yang terjadi. Kau tau itu Mei'er," seru Hua Zhu Min dengan serius. Yang disetujui oleh seluruh keluarga.


"Aku tahu Ayah, Paman. Aku juga sangat mengormati dan juga menyayangi kalian semua. Aku berjanji akan sebisa mungkin memperlakukan kalian dengan sangat baik dan tidak akan menjadi beban bagi kalian semua," ucap Ying Ning Xue dengan mantap dan tulus.


Bahkan Ying Ning Xue bersumpah dalam hatinya jika dirinya akan membalas Budi dan kebaikan hati seluruh Keluarga Hua terhadap dirinya selama ini.


Sebab selama ini seluruh keluarga besar Hua memang sangat menyayangi Hua Lian Mei dengan sangat tulus, selayaknya dia adalah putri kandung mereka sendiri.


Bahkan para sepupu, baik perempuan maupun pria, selama ini juga selalu rukun dan juga sangat menghargai Hua Lian Mei selayaknya pada saudaranya sendiri. Begitu pula Hua Lian Mei yang selalu bersikap baik serta tulus pada semuanya. Dia juga selalu bersikap rendah hati dan menyenangkan sehingga tidak ada seorang pun yang merasa iri atau tidak senang dengan keberadaan Hua Lian Mei di Kediaman Hua mereka.


Akan tetapi ada seseorang yang kini tengah menatap Hua Lian Mei dengan sorot mata penuh arti. Dan orang itu adalah ibu angkatnya sendiri. Dalam benak Dong Ping Yue bahkan timbul semacam ambisi dan juga kebencian di dalam hatinya terhadap gadis kecil yang kini menyalahgunakan identitas Putri kandungnya itu.


"Baiklah. untuk saat ini aku masih bisa melihatmu untuk tersenyum dan merasakan kenyamanan dan kasih sayang di dalam keluarga ini. Tapi apabila suatu hari nanti kau benar-benar menentang ku dan juga tidak memberikan keuntungan kepada kami setelah segala hak milik Putri ku kau rampas, maka jangan harap kau akan masih bisa hidup dengan aman dan nyaman di dunia ini. Apalagi kau hanyalah seorang gadis pecundang, jadi tidak akan sulit bagi ku untuk melenyapkan mu," batin Dong Ping Yue yang yang telah dipenuhi kedengkian.


Hingga akhirnya acara sarapan dan juga diskusi padi itu selesai begitu saja dengan hasil yang memuaskan. karena semua orang telah menyetujui jika keluarga Hua akan menyerahkan segalanya mengenai masalah masa depan Ying Ning Xue pada dirinya sendiri.


Dan itu juga sangat diterima dan disambut dengan sangat baik oleh semua orang di kediaman keluarga Hua.


Namun sayangnya, tidak semua orang dari keluarga Hua benar-benar mengindahkan janji tersebut. Karena tanpa sepengetahuan siapapun Dong Ping Yue, Sang Ibu angkat dari Ying Ning Xue itu diam-diam mengatur perjodohan bagi Hua Lian Mei dengan Sang Kaisar Yun Hao Yan.


Karena pada dasarnya Dong Ping Yue sangat mengetahui latarbelakang dan seluk beluk Keluarga Hua mereka dengan sangat baik.


Bahkan dirinya juga mengetahui jika, Sang Ayah mertuanya itu sangat berjasa pada Sang Kaisar. Sehingga Sang Kaisar terdahulu pernah menurunkan sebuah dekrit pernikahan bagi Putri dari Kediaman Hua terhadap Sang Kaisar saat ini.


Namun tentu saja hal itu tidak ditentukan Putri yang mana yang akan menjadi istri resmi dari Sang Kaisar.


Itu semua bisa di tentukan oleh Sang Tabib Hua secara pribadi. Akan tetapi semua itu sudah sangat lama tidak ada yang membahasnya.


Dan bahkan seluruh keluarga Hua hampir saja melupakannya. Hanya saja entah bagaimana caranya Dong Ping Yue bisa mendapatkan barang berharga semacam Dekrit Kekaisaran seperti itu.


Apalagi selama ini tidak ada seorang pun dari seluruh Keluarga Besar Hua yang membahas mengenai Dekrit yang didapatkan oleh Sang Tabib Hua itu. Apalagi Dekrit tersebut diturunkan jauh sebelum Putra sulung nya Hua Yun Qi menikahi Dong Ping Yue sebagai istrinya.


Namun yang jelas pada saat itu Sang Ibu angkat dari Ying Ning Xue itu telah mengambil keputusan secara pribadi mengenai masa depan Putri angkatnya itu. Dan tanpa melakukan perundingan terlebih dahulu dengan suaminya atau bahkan Sang Patriark Keluarga Hua sendiri yang jauh lebih berhak atas Dekrit Kekaisaran tersebut.


Karena menurutnya Dong Ping Yue, Dirinya juga memiliki hak atas kehidupan dan masa depan Yun Ning Xue. Karena selama ini dia telah bersusah payah merawat dan membesarkannya dengan menggunakan identitas Putri kandung nya yang telah lama meninggal dunia.


Dong Ping Yue sama sekali tidak pernah mempertimbangkan perasaan Ying Ning Xue. bahkan dirinya juga melupakan bahwa dirinya bisa bertahan hidup dalam keadaan sehat dan waras itu juga berkat adanya Ying Ning Xue yang membebaskannya dari kegilaan dan depresi yang hampir membelenggu hidupnya akibat kematian Hua Lian Mei yang asli.

__ADS_1


Sehingga Dong Ping Yue kini telah dibutakan dengan ambisinya dan juga keserakahannya yang ingin menyandang gelar sebagai Ibu mertua dari Sang Penguasa Kekaisaran Bulan Perak ini.


Apalagi dengan sebuah fakta bahwa hingga saat ini Sang Kaisar masih belum memiliki seorang Istri resmi.


Karena selama ini posisi Permaisuri masih belum ada orang yang menyandang gelar tersebut. Yang entah mengapa tidak ada seorang pun tahu dengan apa yang dipikirkan oleh Sang Kaisar Yun Hao Yan dengan mengosongkan posisi Permaisuri dengan waktu yang begitu lama.


Meskipun Sang Kaisar Yun Hao Yan telah memiliki banyak selir, semenjak dirinya menjadi seorang Putra Mahkota.


Namun sayangnya Sang Kaisar Yun bahkan sama sekali tidak berniat mengangkat salah satu selir yang dimilikinya menjadi Penguasa Harem yang sesungguhnya.


Jadi karena hal ini pula lah Dong Ping Yue berani dan juga berusaha keras untuk melakukan perjodohan untuk Putri angkatnya terhadap Sang Kaisar Yun Hao Yan.


Apalagi ada Dekrit Kekaisaran dari Kaisar terdahulu berada di tangannya. Jadi Dong Ping Yue menjadi semakin besar kepala dan juga tidak takut jika Sang Kaisar menolak perjodohan ini.


Hingga suatu ketika pada acara peringatan meninggalnya Sang Ibu Suri Kekaisaran Bulan Perak, atau Ibu kandung dari Yang Mulia Kaisar Yun Hao Yan yang akan diadakan di Kuil Kekaisaran Yangsun. Dong Ping Yue bersikeras mengirim putrinya Hua Lian Mei untuk turut serta dalam acara tersebut bersama Ayahnya Hua Yun Qi yang merupakan salah satu Menteri Pertahanan dan ahli strategi yang paling di percayai oleh Sang Kaisar Yun Hao Yan masa itu.


Sehingga tidak heran jika Sang Kaisar Yun Hao Yan selalu membawa serta Ajudannya itu kemanapun Ia pergi.


Namun apa yang direncanakan oleh Dong Ping Yue untuk menggunakan Hua Lian Mei untuk menjerat Sang Kaisar Yun Hao Yan itu dapat digagalkan.


Karena tepat pada waktunya Ying Ning Xue bertemu dengan seseorang pengembara yang sering disebut sebagai Tuan Ji.


Dan mulai pada saat itu Ying Ning Xue merasa sangat bersyukur telah dipertemukan dengan pria seperti Tuan Muda Ji itu.


Ying Ning Xue pun sangat berterima kasih dengan Tuan Muda itu dengan tulus. Dan akhirnya mereka pun berteman dan seringkali melakukan pertemuan dan juga petualangan bersama.


Bahkan secara rahasia dan sembunyi-sembunyi mereka berdua Ying Ning Xue dan juga Tuan Muda Ji juga sering melakukan perburuan dan juga berlatih ilmu beladiri bersama. Dan hal itu dilakukan tanpa sepengetahuan dari Keluarga Hua.


Begitu juga dengan Ying Ning Xue yang juga belum mengetahui seluruh rencana Ibu angkat nya Dong Ping Yue yang masih kekeh untuk menjodohkannya kepada Sang Kaisar Negeri Bulan Perak ini.


Selain itu setelah saling mengenal sosok Tuan Muda Ji selama kurang lebih satu bulan ini. Tidak dapat dipungkiri jika di dalam hati Ying Ning Xue kini telah menumbuhkan perasaan yang nyaman dan juga bahkan perasaan suka selayaknya seorang gadis pada seorang pemuda tampan yang menjadi pujaan hatinya.


Sedangkan Sang Tuan Muda Ji sendiri yang selama ini hingga hampir seribu tahun usianya dirinya tidak pernah dekat dengan seorang gadis manapun juga bisa merasakan perasaan yang berbeda terhadap gadis yang berasal dari Klan Ying yang selama ini dirinya cari dan juga lindungi ini.


Yang Luan Ji juga tak bisa menampik perasaannya sendiri, bahwa dirinya kini benar-benar telah jatuh hati pada sosok gadis muda yang selama sebulan ini melalui sebagian besar waktunya untuk bersamanya.


Dan singkat ceritanya, akhirnya Yang Luan Ji pun memutuskan untuk mendatangi Kediaman Keluarga Hua. Dan mengungkapkan keinginannya dan juga keseriusan hatinya untuk mempersunting Ying Ning Xue untuk menjadi Istrinya.


"Salam Tuan Tua dan juga Tuan Hua, Perkenalkan Nama ku adalah. Luan Ji, dan maksud kedatangan ku ke kediaman Keluarga Hua ini sebenarnya hanya dengan satu tujuan. Yaitu untuk melamar Putri pertama Kediaman Hua ini untuk menjadi istri sah dan satu-satunya bagi ku," lugas Yang Luan Ji dengan tegas dan penuh keyakinan.

__ADS_1


"Maaf Nak, kami semua tidak bisa mengambil keputusan apapun mengenai niatan hati mu ini. Hanya Putri kami sendiri lah yang akan mengambil keputusan. Namun sebelum itu bisakah kami mengetahui dari mana Tuan Muda Ji ini berasal?" ucap Sang Patriark Keluarga Hua dengan sangat bijak sana.


"Saya adalah ....."


Yang Luan Ji pun menebalkan dirinya sesuai dengan identitas yang dirinya gunakan selama di Dunia Fana ini. Dan itu juga sesuai kesepakatannya dengan Ying Ning Xue.


Karena mereka berdua sama-sama tidak ingin mengungkap identitas mereka yang sebenarnya pada siapapun.


Jadi hadapan seluruh Keluarga Besar Hua Yang Luan Ji sama sekali tidak merasa gugup ataupun takut. Ketika dirinya mengatakan apa adanya mengenai dirinya.


Karena sejujurnya dirinya dan juga Ying Ning Xue sebenarnya telah merencanakan hal ini. Untuk melihat bagaimana watak asli dari orang-orang dari keluarga Hua.


Selain itu alasan lainnya yang membuatnya sangat yakin adalah. Karena mereka berdua juga telah melakukan pernikahan darah.


Yang mana itu artinya mereka telah bersumpah sebagai sepasang suami dan istri dengan ikrar perjanjian darah yang akan saling mengikat mereka berdua, Tanpa diketahui oleh siapapun.


Mengapa Ying Ning Xue berani melakukan hal itu? Dan merahasiakannya dari Keluarga Besar Hua?


Tentu saja semua itu karena hubungan mereka berdua telah mendapatkan restu dari kedua orang tua kandung Ying Ning Xue, yang selama ini sering berkomunikasi dengan transmisi suara jarak jauh dengan menggunakan kemampuan istimewa yang dimiliki seluruh Klan Ying yang merupakan anugerah dari leluhur mereka Sang Dewa Alam Semesta.


Selain itu hal lain yang membuat Ying Ning Xue membulatkan tekadnya untuk melakukan pernikahan darah ini karena mereka berdua memang saling mencintai.


Bahkan untuk menunjukan ketulusan nya pada Ying Ning Xue. Yang Luan Ji bahkan tidak ragu untuk mengeluarkan inti ruang jiwanya sendiri untuk dipersembahkan untuk istri tercintanya.


Karena dengan begitu Ying Ning Xue akan selalu mengetahui keadaan dan juga keberadaan Yang Luan Ji selama tubuh sang pemiliknya masih hidup.


Jadi ketika mereka berhadapan dengan Keluarga Besar Hua mereka pun sudah tidak memiliki keraguan mengenai apapun lagi.


Bahkan jika akhirnya hubungan mereka ditentang oleh mereka sekalipun, hal itu tentu saja tidak akan berpengaruh apapun pada keduanya.


Dan benar saja dugaan mereka berdua memang tepat sasaran. Karena Dong Ping Yue sang Ibu angkat yang sedari awal meskipun tampak diam saja. Namun tampak begitu keresahan dalam mata dan sikapnya yang gelisah. Sudah sangat menunjukan gelagat tidak baik bagi Ying Ning Xue


Bahkan ketika Ying Ning Xue pun juga telah memutuskan untuk menerima lamaran dari Yang Luan Ji.


Begitu juga para tetua keluarga Hua yang selama ini selalu menepati janji mereka pada kedua orang tua kandung Ying Ning Xue, sehingga tanpa ragu sedikitpun dengan orang yang menjadi pilihan Ying Ning Xue.


Akan tetapi tidak untuk Dong Ping Yue yang sangat menentang keras keputusan Putri angkatnya itu.


"Tidak...!!! Aku sama sekali tidak setuju dengan pria muda ini! Lihatlah dia yang berpenampilan sangat miskin itu. Dia benar-benar tidak cocok untuk Putri ku. Aku kira dia juga sangat tidak sebanding dengan kedudukan Keluarga Hua kita yang merupakan keluarga setengah bangsawan yang menduduki peringkat dua.

__ADS_1


"Dong Ping Yue!!!! Apa yang kau lakukan? Kau sama sekali tidak memiliki hak untuk mempengaruhi keputusan yang diambil Mei'er. Apalagi untuk menentukan masa depan Putri ku. Benar-benar kamu tidak memiliki hak apapun," seru Hua Yun Qi yang kini sangat geram dengan kelakuan wanita yang kini menjadi istrinya itu.


__ADS_2