
"Masalah utamanya saat ini bukan hanya itu Gege, Sang Peramal Agung menyatakan bahwa calon takdir yang akan menjadi pendamping Ren'er ini bukanlah sosok biasa. dia berasal dari keturunan Klan Ying, yang merupakan garis keturunan istimewa dari Dewa Semesta Alam. Dan juga merupakan Klan yang sama dengan Klan yang diburu oleh Klan Liang beberapa abad silam. Dan menurut penyelidikan ku selama ini mereka masih saja terus berusaha untuk mendapatkan sosok gadis keturunan Klan Ying, yang digadang akan menjadi masa depan Ren'er kita." ucap Sang Pangeran Kedua mengungkapkan inti dari permasalahan yang dirinya khawatirkan.
"Apa....?! Jadi maksud mu, Orang yang selama ini di incar oleh para manusia terkutuk itu adalah calon menantu ku yang di pilihkan surga untuk putra ku? Ini benar-benar masalah besar. Kita tidak bisa berdiam diri dan membiarkan Klan Liang itu bisa mencapai tujuannya itu," ucap Sang Permaisuri Jin Hua Yin yang sontak membuat seluruh ketegangan semakin bertambah.
"Ibunda jangan khawatir masalah itu. Karena aku juga pasti tidak akan membiarkan semuanya akan berjalan lancar bagi Klan Liang. Dan aku juga akan pastikan jika Klan busuk itu akan segera menerima karmanya sesegera mungkin. Hanya saja saat ini yang aku khawatirkan adalah, ketika orang-orang dari Klan Liang terkutuk itu juga mengetahui ramalan takdir dari gadis yang telah terhubung dengan Ren'er. Maka aku sangat yakin jika Mereka akan membuat keributan dan juga masalah besar bagi Ren'er. Dan aku juga sangat yakin jika Mereka akan menjadikan Ren'er menjadi target utama mereka selain mendapatkan sosok gadis yang akan terlahir sebagai gadis pembawa takdir itu." Pangeran Kedua menjabarkan seluruh garis besar dari situasi yang kemungkinan besar akan segera terjadi.
"Yah, kau memang benar Juan'er. Mereka pasti tidak akan tinggal diam setelah mengetahui situasi yang sebenarnya. Dan mereka pasti akan membuat keributan besar demi melenyapkan Ren'er yang merupakan musuh dan saingan utama bagi mereka untuk mendapatkan sosok gadis pembawa takdir itu. Tapi itu tidak akan ku biarkan terjadi begitu saja. Dengarlah, selama Ibunda mu ini masih hidup, maka jangan pernah mengharap atau bahkan sekedar bermimpi untuk membuat sedikit saja goresan pada putra ku. Karena aku pasti akan sangat bersedia menukar hidup ku ini demi adik mu yang masih belum bisa diketahui kapan dirinya akan bangun dari kultivasinya itu," tegas Sang Permaisuri Jin Hua Yin yang merasa sangat tidak terima jika ada satu masalah pun yang akan menimpa putra-putranya.
Dan pembahasan pun terus berlanjut, hingga akhirnya mereka juga memastikan untuk memperketat penjagaan di kediaman Pangeran Ketiga. Dan mereka bahkan membersihkan orang-orang serta pelayan yang mencurigakan yang berada di kediaman Sang Pangeran Ketiga Di Zhao Ren itu. Dan hanya menyisakan orang-orang kepercayaannya.
Dan hingga akhirnya tiba dimasa Sang Pangeran Kedua Di Zhao Juan pergi meninggalkan Dunia Atas dan membumi dengan masyarakat di dunia fana, guna untuk menjalankan misinya, yakni melindungi sosok calon Wanita Takdir yang telah diramalkan.
Sehingga selama bertahun-tahun lamanya, akhirnya Sang Pangeran Kedua Di Zhao Juan yang saat itu menggunakan identitas samarannya untuk bisa hidup di dunia fana yang selalu dikenal sebagai seorang kultivator pengembara yang bernama Pendekar Ji itu akhirnya bertemu dengan seorang gadis yang bernama Hua Luan Mei ketika dirinya singgah di sebuah Kuil.
Yang mana Sang Pangeran Kedua Di Zhao Juan itu mengetahui jika gadis itu merupakan sosok keturunan Klan Ying yang dirinya cari selama ini.
Hanya saja nasib gadis itu terpaksa harus hidup dalam persembunyian yang begitu dalam.
Dirinya bahkan harus hidup di dalam keluarga yang sama sekali tidak memiliki keterikatan apapun dengannya. Yakni dirinya harus hidup dan tinggal bersama dengan sebuah keluarga tabib yang bermarga Hua.
Dan gadis itu bahkan harus menyandang nama dari orang lain yakni Hua Lian Mei yang merupakan Putri pertama keluarga tersebut yang telah meninggal sejak masih kecil.
Jadi gadis Klan Ying, yang memiliki nama Asli sebagai Ying Ning Xue itu terpaksa harus menggunakan identitas orang lain untuk dapat terhindar dari segala musibah yang selalu menjadi momok keluarganya selama ini.
Dan alasan mengapa Ying Ning Xue dapat menempati dan memiliki identitas tersebut adalah karena, suatu ketika keluarga tabib kekaisaran Hua, itu mengalami suatu musibah besar yang membuat beberapa orang anggota keluarga mereka mati karena kawanan perampok gurun.
Namun beruntung mereka mendapatkan sebuah bantuan yang tak terduga dari orang dari Klan Ying yang kala itu juga dalam pelarian dari pengejaran Klan Liang.
Dimasa yang begitu genting sepasang suami istri yang merupakan salah seorang keturunan Klan Ying yakni Cucu Laki-laki dari Ying Shi Lan yang merupakan Putri bungsu dari Patriark Klan Ying.
__ADS_1
Yang mana Cucu Laki-laki itu terpaksa harus pergi dari kediaman keluarga mereka selama di Dunia fana ini. Yang Mo Huan bersama Putri dan juga istri tercintanya itu berupaya sekuat tenaga mereka demi melindungi Putri mereka satu-satunya.
Yang mereka ketahui melalui dari ramalan leluhur mereka. Bahwa Putri semata wayang mereka yang bernama Ying Ning Xue itu merupakan sosok yang diramalkan akan memiliki berkah sebagai calon Ibunda dari dua sosok yang sangat di tunggu kehadirannya di seluruh alam semesta ini.
Karena menurut penerawangan dari para tuan Kuil ataupun para peramal mengatakan bahwa suatu saat Putri mereka akan bertemu dengan sosok yang memiliki jiwa murni dan memiliki martabat yang Agung.
Sehingga mereka akan dikaruniai dua sosok keturunan yang akan membuat seluruh daratan dan dunia Atas ikut bergembira akan kelahiran keduanya.
Jadi setelah mengetahui semua itu. dan tanpa mereka sadari ternyata dalam kurun waktu yang begitu dekat keluarga mereka telah di hadapkan kembali pada orang-orang dari Klan Liang.
Yang akhirnya hal tersebut membuat keluarga mereka kembali terpecah belah ke seluruh penjuru Daratan Yuan Ying yang selama ini mereka singgahi.
Hingga akhirnya Ying Mo Huan bertemu dengan keluarga Hua yang kala itu tengah di serang oleh sekawanan bandit gunung. Yang menghadang perjalanan mereka dari Kuil untuk memberikan persembahan pada leluhur yang telah tiada.
Namun naas, nasib mereka yang tidak begitu beruntung sehingga mereka disergap dan bahkan beberapa pengawal dan anggota keluarga mereka banyak yang terluka parah bahkan meninggal dunia.
Bahkan yang lebih tragis lagi adalah salah satu putri dari kediaman mereka yang kala itu baru berusia sekitar empat atau lima tahun pun ikut menjadi korban keganasan dari para bandit gurun tersebut.
Tiba-tiba datanglah Ying Mo Huan yang akhirnya mengambil tindakan untuk membantu keluarga Hua untuk mengalahkan seluruh bandit yang ada di sana.
Jangan heran jika hanya seorang dari Klan Ying saja mempu memusnahkan para bandit yang kejam itu. Karena tentu saja seluruh garis keturunan Klan Ying memiliki kemampuan dan juga kekuatan yang jauh di atas para kultivator di Alam Fana ini.
Namun meskipun begitu, kekuatan mereka masih tidak dapat dibandingkan dengan orang-orang yang berasal dari Dunia Atas seperti halnya Klan Liang. yang selama ini menargetkan Klan Ying mereka selama berabad-abad lamanya.
"Terima kasih ya Dewa kau telah mengabulkan permohonan kami semua. Sehingga kau mengirimkan seorang pahlawan untuk membantu menyelamatkan kami semua," teriak ricuh namun ada sedikit kebahagiaan dalam hati mereka karena merasa telah terhindar dari malapetaka besar itu dan membuat nyawa mereka hampir saja lenyap.
Namun meskipun begitu mereka juga tetap diliputi oleh kesedihan akibat kehilangan beberapa anggota keluarga mereka. Terutama Putra sulung keluarga Hua dan juga istrinya yang saat itu merasakan duka yang mendalam karena mereka telah kehilangan Putri pertama mereka yang telah lama mereka nantikan kelahirannya.
Namun kini mereka berdua harus kembali merasa kehilangan Putri cantik nya itu akibat keganasan para bandit itu.
__ADS_1
Yang kini membuat Sang istri dari Hua Yun Qi itu menjadi histeris dan depresi. Bahkan sang Patriark Keluarga Hua yang merupakan sosok Wakil Kepala Tabib Kekaisaran Hua Zhong An itu pun merasa sangat sedih ketika melihat cucu pertamanya menjadi korban keganasan dari para bandit itu.
Namun dirinya masih bisa bersikap dan berfikir lebih jernih dan tenang dibandingkan dengan anggota keluarga lainnya.
Bagaimanapun Hua Zhong An sudah sangat terbiasa menghadapi berbagi masalah dan trik licik di dalam Istana Bulan Perak yang selalu diwarnai dengan pertempuran tak kasat mata dari seluruh penghuninya.
"Terima kasih banyak Tuan muda, Anda telah berbesar hati menyelamatkan nyawa kami semua, dari para bandit itu. Anda benar-benar adalah pahlawan bagi keluarga Hua kami. Sekiranya ada yang Tuan Muda inginkan ataupun butuhkan dimasa depan jangan sungkan untuk mengeruk pintu rumah kami di Ibukota Kekaisaran. Kami semua berasal dari kediaman Hua Pasti akan sangat senang menyambut Tuan Muda. Namun maafkan kami jika saat ini kami kurang sopan karena masih belum bisa memberikan imbalan yang selayaknya bagi pahlawan hidup kami semua. Karena Anda..." ucapan Sang Patriark Keluarga Hua pun terhenti ketika Ying Mo Huan tiba-tiba menyelanya.
"Tuan, Ini bukanlah masalah besar. Hanya saja saat ini Aku juga dalam keadaan yang sangat terdesak. Apakah sekiranya tuan dapat membatu kami untuk sementara waktu tolong jaga dan rawat kan Putri kami ini, karena saat ini kami benar-benar dalam keadaan yang sangat tidak baik. Dan saat ini harapan kami berdua hanyalah untuk bisa menyelamatkan kehidupan Putri kecil kami ini. Karena kami berdua benar-benar tidak bisa membawanya bersama kami untuk saat ini," ucap Ying Mo Huan yang seketika mengejutkan bagi Sang Patriark Keluarga Hua dan seluruh keluarga yang menyaksikan kejadian itu.
Apalagi saat ini mereka justru melihat pria yang awalnya adalah pahlawan bagi keluarga mereka itu tiba-tiba saja saat ini tengah berlutut dengan seorang wanita yang mereka pikir adalah istrinya dengan seorang gadis kecil di dalam gendongannya.
"Tuan Hua, tolong bantu kami untuk sementara waktu ini saja, sampai keadaan kami kembali membaik dan tidak dalam bahaya lagi, kami berjanji akan segera menjemput Putri kami ini kembali...hiks... hiks... Tuan Hua tolong..,"
"Tuan muda dan nyonya muda apa yang Anda berdua lakukan. Jangan buat kami semua malu dengan tindakan ini. Kami benar-benar tidak pentas mendapatkan permohonan kalian. Hanya saja kami ...," disaat Sang Patriark Keluarga Hua tengah ragu-ragu untuk memberikan jawaban.
Bukan karena dirinya tidak ingin membatu orang yang telah berjasa pada dirinya dan seluruh keluarga besar Hua miliknya. Namun dirinya merasa jika tindakan kedua pahlawannya itu agak terlalu berlebihan sehingga membuatnya kikuk dan merasa sangat tidak enak hati.
Namun saat itu lah, tiba-tiba saja terdengar sebuah suara dari seorang perempuan dengan sangat histeris.
"Ahhh... Mei'er, kau masih hidup nak? kau.. benar -benar masih bernapas. Kau Mei'er ku masih hidup... yah Hua Lian Mei ibu masih baik-baik saja. Bagus...bagus ..ini sangat bagus. Ahahahahaa... Mei'er ku baik-baik saja dia hidup dia sama sekali tidak mati oleh para bandit brengsek itu..Anak ku... tenanglah nak, Ibu pasti akan selalu menjaga dan melindungi mu lebih baik lagi di masa depan. Ibunda berjanji pada Mei'er, bahwa Ibunda tidak akan pernah sekalipun meninggalkan atau bahkan mengalihkan perhatian sedikitpun dari mu lagi sayang. Ibunda tidak akan pernah Langi membiarkan dirimu direnggut dari pelukan Ibu lagi... Oh... anak ku... kau aman sekarang sayang. Hua Lian Mei cantik dan kesayangan ibu. Berjanjilah jangan pernah sekalipun meninggalkan Ibunda mu ini lagi sayang. hiks... hiksss..," seru Dong Ping Yue istri dari putra sulung Patriark Keluarga Hua, yang baru saja kehilangan Putri pertama nya akibat dibunuh oleh para bandit.
Bahkan saat ini sosok gadis kecil yang merupakan Ying Ning Xue itu tengah menangis dan meronta meronta untuk dilepaskan dari dekapan dan juga perlakuan yang diberikan oleh Dong Ping Yue.
Namun keadaan itu dapat segera diatasi. Hingga setelah banyak perundingan. Akhirnya terjadi kesepakatan antara keluarga Hua dan juga suami istri Ying Mo Huan
Mereka setuju jika Ying Ning Xue akan di asuh oleh keluarga Hua menggunakan identitas Putri pertama di keluarga mereka yakni dengan nama Han Lian Mei.
Hanya saja Klan Hua tidak memiliki hak untuk menentukan nasib dan juga kehidupan Putri mereka itu dengan dalih apapun.
__ADS_1
Bahkan Ying Mo Huan pun telah menceritakan mengenai ramalan terkait dengan putrinya itu. Hanya saja mereka tidak menjelaskannya secara menyeluruh.
Dan keluarga Hua pun menyetujuinya, jika mereka tidak akan memaksakan sebuah perjodohan apapun terhadap Ying Ning Xue yang kini telah mereka akui sebagai Hua Lian Mei.