Putri Yang Dibuang Kekasih Sang Kaisar Dewa

Putri Yang Dibuang Kekasih Sang Kaisar Dewa
Bab. 37 Menjadi Hantu Gentayangan


__ADS_3

Itu justru membuat suasana di dalam ruangan tersebut terasa menjadi jauh lebih menyeramkan dan juga membuat Selir Agung Han semakin percaya dengan keberadaan hantu gentayangan yang menghuni tempat itu.


Karena Selir Agung Han masih belum dapat menemukan dan juga melihat seseorang yang menjadi asal suara anak kecil itu. Itu semakin membuat Selir Agung Han menjadi lebih tidak bisa tenang.


"Ka...Kau siapa? Di mana? cepat tunjukan dirimu. Jangan coba coba kau menakuti diriku. Karena itu tidak akan pernah terjadi. jadi tunjukan wujudmu sekarang juga di hadapan Yang Mulia ini," sombong Sang Selir Agung, Namun dari sudut lain Yun Yi Jia bahkan dapat melihat dengan sangat jelas jika saat ini seluruh tubuh dari Selir Agung Han itu telah gemetaran dan bergetar dengan hebatnya akibat rasa takutnya.


"Yang Mulia, Apakah kau benar-benar telah melupakan diriku? Yah meskipun kita sudah sangat lama tidak berjumpa, tapi aku kira Yang Mulia Selir selalu mengingat dan juga memikirkan ku setiap waktu. Harusnya kau akan dapat dengan mudah untuk mengenali diri ku, bukan? Tapi aku sangat kecewa, bahkan Yang Mulia Selir Agung Han yang terhormat ini benar-benar tidak bisa mengenali ku. Bukankah kau yang selalu mengirimkan orang-orang kuat itu untuk mengincar ku dan membuat ku menjadi seperti saat ini?" tanya Yun Yi Jia yang tiba-tiba muncul di hadapan Selir Agung dan dengan ekspresi wajah yang sedih dan tertekan. Seolah dirinya sangat kecewa karena Sang Selir Agung tidak dapat mengenali dirinya.


"Aarhhh... kau.... siapa sebenarnya kau ini? Mengapa kau mengganggu ku? Bukankah aku tidak pernah melakukan kesalahan apapun terhadap dirimu?" tanya Sang Selir Agung Han yang saat ini benar-benar sangat ketakutan.


"Apakah Yang Mulia Selir Agung benar-benar tidak dapat mengenali diriku lagi? Cobalah sekali lagi Yang Mulia melihat diriku ini. Aku bahkan juga sudah bersusah payah dengan menunjukan wajah ku yang seperti ini agar dirimu segera ingat dan mengenali diri ku ini. Yah meskipun saat ini aku sudah tidak seperti diriku yang dahulu lagi. Tapi setidaknya aku juga pernah hidup menjadi seseorang yang paling kau pikirkan dan juga khawatirkan selama ini. Bahkan semenjak diriku dan juga saudara kembar ku lahir di dunia ini dan masih tinggal di dalam Istana Kekaisaran Bulan Perak bukankah kau yang selalu saja memikirkan dan menghawatirkan keberadaan diriku dan juga Gege ku yang akan menjadi penghalang bagi keturunan mu itu? Apakah kau benar-benar bisa begitu saja melupakan diriku yang sudah mendarah daging dalam hatimu yang gelap dan juga busuk itu. Dan bukankah kau yang selalu berpikir dan berusaha dengan sangat keras untuk menyingkirkan ku dari dunia ini?" ucap Yun Yi Jia dengan sangat santai dan juga datar. Namun aura yang dipancarkan olehnya itu bahkan telah membekukan Sang Selir Agung Han.


"K..kk...kkau..kau... Yun Yi Jia?!" gumam Selir Agung Han dengan tercekat dan perasaan yang runyam.


"Yah bukankah kau juga yang membuat diriku menjadi seperti ini? Apakah kau tidak mengingat dengan tiga puluh orang pembunuh bayaran yang kau kirimkan untuk membunuhku di tengah perjalanan kembali ke Istana Kekaisaran Bulan Perak ini? Jadi apakah kau benar-benar tidak mengenali diriku ini. Lalu bagaimana dengan begini? Apakah kau akan bisa mengenali diriku setelah menjadi seperti ini?" cecar Yun Yi Jia dengan nada dingin dan dirinya juga segera mengubah penampilannya menjadi persis sama dengan keadaan Yun Yi Jia yang asli ketika dirinya mengalami kematian yang sangat tragis, dengan menderita banyak luka sayatan dan juga luka tusukan yang sangat mengerikan dan bahkan tampak sebuah pedang panjang yang menghunus tepat di jantungnya.


"Aarghhh.... tidak mungkin, itu bukan aku, bukan aku... tidak aku hanya... aaahh bukan Aku!" Pergi... Pergi kau dari sini dasar kau hantu sialan!" teriak Selir Agung Han mulai meracau tak karuan karena merasa sangat takut dan juga sedikit rasa bersalah yang membuatnya gila, dan merasa sangat dihantui dan di teror.


"Mengapa? Apakah kau tidak mau mengakuinya? Tapi tidak mengapa, dan itu tidak masalah bagi ku. Karena semua bukti dan juga pelaku sudah cukup membuktikan jika dirimu lah yang paling bersalah atas semua hal buruk yang menimpa ku. Jadi apa? Apakah menurut mu akan dengan mudah bagimu untuk menyingkirkan dan melenyapkan diriku dari dunia ini? Jawabannya tentu saja adalah tidak. Kau tidak akan pernah bisa mengusik diriku atau bahkan melenyapkan ku. Jika kau mungkin saja pernah membunuh ku sekali, tapi itu tidak akan berarti aku benar-benar akan pergi meninggalkan dendam ku, terhadap dirimu," tekan Yun Yi Jia dengan sedikit aura intimidasi yang sudah terasa sangat kuat yang hanya di tujukan terhadap Sang Selir Agung Han saja.


Yang saat ini merasa terhimpit oleh sebuah batu yang sangat besar dan melukai seluruh organ dalamnya. Hingga dirinya memuntahkan beberapa teguk darah segar sebanyak beberapa kali.


Namun Setelah itu Yun Yi Jia segera menarik kembali seluruh aura intimidasinya itu karena dirinya tidak ingin Selir Agung Han mati secepat ini tanpa merasakan penderitaan terlebih dahulu.


Meskipun ketakutan dan juga menahan rasa sakit yang teramat sangat pada tubuhnya itu, yang sesungguhnya membuat Sang Selir Agung Han berasa ingin segera pingsan.


Namun dirinya berusaha untuk menahannya. Apalagi setelah melihat penampilan Yun Yi Jia yang dirinya anggap sebagai hantu gentayangan itu, begitu tragis dan juga memilukan.

__ADS_1


Tiba-tiba terbersit rasa senang, puas dan juga bangga karena dengan rencananya selama ini. Dirinya akhirnya dapat memastikan dan melihat bahwa Yun Yi Jia telah mati.


Tanpa berpikir menggunakan logikanya, saat ini Sang Selir Agung Han justru seperti mendapatkan kembali keberaniannya secara bertahap.


Sehingga dirinya tidak lagi sibuk memikirkan Apakah yang ada di hadapanya saat ini adalah seorang manusia atau hantu. Dia benar-benar melupakannya dan tidak mau peduli lagi.


Yang sepertinya Selir Agung Han ini sebenarnya memang telah gila, akibat obsesinya pada kekuasaan dan juga rasa bencinya yang ingin melenyapkan kedua saudara kembar keturunan Yang Mulia Permaisuri Hua dan juga Sang Kaisar itu selama ini.


Akan tetapi saat ini, karena dirinya telah mendengar ucapan hantu Yun Yi Jia yang berada di hadapannya itu membuat Sang Selir Agung Han sedikit tidak dapat mengerti apa maksudnya.


Namun secara garis besar dia bisa memahaminya. Dan yang lebih penting baginya, adalah kenyataan mengenai Yun Yi Jia yang dikabarkan telah mati di tangan pembunuh suruhannya Itu benar adanya.


Bahkan karena begitu pusa dan juga bahagianya, Selir Agung Han saat ini juga telah melupakan mengenai kasus yang melibatkan dirinya dengan teror dengan menggunakan tiga puluh kepala para pembunuh bayaran yang disusun menjadi tumpukan kepala di dalam kamar nya pagi ini.


Bahkan seolah tidak membekas sedikitpun di dalam hati dan juga pikirannya yang telah di bingungkan oleh kegilaannya sendiri.


Karena sebenarnya dirinya tertawa juga sambil merintih akibat rasa sakit yang mendera seluruh tubuhnya. Bahkan seluruh organ dalamnya pun terasa sangat sakit ketika dirinya bergerak dan mengeluarkan tenaga meskipun itu sedikit saja.


Yun Yi Jia yang menyaksikan wanita bodoh di hadapannya itu benar-benar hanya bisa memutar matanya dengan malas.


Namun dengan begitu juga bagus, dan itu tandanya tujuannya kali ini sudah tercapai. Karena dengan membuat Sang Selir Agung Han tahu bahwa Yun Yi Jia sesungguhnya telah mati maka hal itu akan membuat Selir Agung Han merasakan euforia yang selama ini dirinya idam-idamkan dan akhirnya tercapai.


Dengan begitu dengan sifatnya Sang Selir Agung yang selalu menganggap bahwa dirinya itu seorang yang bermartabat dan berkuasa itu pasti dirinya akan melakukan sebuah perayaan besar akan kemenangan yang dirinya rasakan itu.


"Akan tetapi saat ini dengan kondisinya yang berada dalam tahanan ini pasti akan membuatnya sedikit menahan diri. Tapi itu tidak masalah bagi ku. Karena ketika wanita bodoh ini harus menahan rasa kebahagiaannya yang meledak-ledak dalam hatinya itu. Tentu saja akan membuatnya menjadi lebih bersemangat dan akan mengatakan apa saja mengenai suasana hatinya. Dan kemungkinan besar Sang Kaisar Yun Hao Yan juga akan segera mengetahui seluk beluk masalah yang terjadi saat ini. Dan itu hanya butuh sentuhan akhir, pada saat kami berdua kembali memasuki Istana Kekaisaran Bulan Perak ini, beberapa hari ke depan. Dan hal itu juga akan sekaligus dengan memberikan pukulan telak pada Kaisar durjana yang telah tega membuang mereka adik dan kakak kembar bagaikan seonggok sampah," batin Yun Yi Jia sambil menyeringai tajam, ketika menyaksikan betapa gilanya wanita tua yang ada di hadapannya saat ini.


Dan ketika semua rencana itu tercapai. Maka tepat mulai saat itulah Selir Agung Han akan dikenal dan di sebut sebagai orang gila oleh orang-orang.

__ADS_1


Apalagi jika wanita Kaisar yang beracun ini tanpa sadar mengatakan bahwa pemilik kepala yang di susun di dalam kamarnya pagi itu merupakan kepala dari tiga puluh orang yang dirinya utus untuk melenyapkan Sang Putri ketiga dari Kekaisaran Bulan Perak ini, tentu saja hal itu akan sangat memalukan, tidak hanya untuk dirinya sendiri namun juga Sang Kaisar Yun Hao Yan dan seluruh penghuni Istana Kekaisaran Bulan Perak ini di mata dunia.


Apalagi di waktu ini juga sudah terdapat banyak tamu undangan maupun para perwakilan dari Kekaisaran tetangga di daratan Yuan Ying ini telah berkunjung dan berad di wilayah Ibukota Kekaisaran Bulan Perak yang akan segera memasuki Istana Kekaisaran Bulan Perak ini esok hari seperti apa yang telah Sang Kaisar Yun Hao Yan jadwalkan.


"Haihh....Selir tua yang buruk rupa. Apakah kau sekarang sudah gila, hah? Apa yang sebenarnya kau lakukan? Kau ini sedang tertawa atau menangis? Mengapa jelek sekali?" cibir Yun Yi Jia dengan santainya dirinya tiduran dan melayang-layang di udara.


Tentu saja Yun Yi Jia dapat melakukannya, karena dengan kemampuannya saat ini dalam mengendalikan angin dan juga udara yang ada di sekitar. Itu akan menjadi batas yang tak ditentukan lagi.


Dan dalam artian kata lain, dirinya bebas terbang, mengapung atau apapun di udara terbuka. Jadi itu adalah hal lumrah bagi Yun Yi Jia. Karena bahkan tanpa harus menggunakan ilmu meringankan tubuh sekalipun Yun Yi Jia ini dapat dengan sesuka hatinya untuk menginjak atau bahkan berjalan di udara.


Namun itu terlihat sangat mustahil untuk dilakukan bagi kebanyakan orang biasa ataupun kultivator hebat yang bahkan sama-sana memiliki elemen udara seperti dirinya.


Sedangkan saat ini Sang Selir Agung Han yang mendengar apa yang baru saja diucapkan oleh gadis sialan di depannya itu. Seketika itu membuatnya sangat marah dan ingin segera menghabisinya saat ini juga.


Bahkan tanpa mengingat kondisi tubuh nya sendiri yang mengalami cidera serius baik itu internal maupun luka luar yang cukup mengerikan itu Sang Selir Agung Han pun segera berteriak dengan sekuat tenaganya dan berusaha untuk menghardik Yun Yi Jia yang telah berani menghina dan juga mempermainkannya seperti sebuah lelucon.


"Kau gadis brengs....!!


Belum juga selesai mengutuk Yun Yi Jia yang saat ini terlihat sangat santai dengan posisinya yang melayang-layang di udara tiba-tiba membuat Selir Agung Han itu seketika tersadar.


Dengan sebuah kenyataan yang mana sosok yang kini berada dihadapannya itu saat ini sudah bukan lagi seorang manusia. Tapi melainkan sesosok hantu gentayangan.


Di tambah dengan kondisi tubuh sosok gadis yang dirinya hadapi ini yang sedari tadi melayang di udara tanpa menyentuh dan memijak tanah barang sedetik pun.


Itu semakin menguatkan asumsinya yang menyatakan bahwa Yun Yi Jia itu adalah benar -benar hantu sungguhan.


Jadi saat ini dirinya pun menjadi semakin gemetaran dan juga rasa takut yang sangat teramat kini kembali melanda dirinya. Ditambah dengan kondisinya yang begitu buruk yang Selir Agung Han itu yakini bahwa itu semua disebabkan oleh hantu gadis yang ada di hadapannya saat ini membuatnya menjadi semakin frustasi dan ingin segera melarikan dari tempat terkutuk ini. Namun sayangnya dirinya benar-benar tidak bisa melakukan hal itu.

__ADS_1


"Kau... Hantu lepaskan aku!!" seru Selir Agung Han yang mencoba menahan ketakutannya.


__ADS_2