
"Ibu, kau melamun lagi?" seru Yun Mu Lan yang merasa diabaikan oleh ibundanya.
"Ada apa dengan mu? Kenapa kau harus berteriak sekencang itu, hah?" tanya Sang Selir Kehormatan Shu pada Sang Putri.
"Bukankah aku yang seharusnya bertanya pada ibu. Ada apa dengan mu ibu? Mengapa akhir-akhir ini aku memperhatikan mu, terlalu sering melamun. Dan kau juga selalu mengacuhkan diriku setiap kali aku mengajak mu bicara. Apakah ada hal yang kau pikirkan? Atau hal apa yang mengganggu mu atau membuatmu merasa tidak senang seperti ini?" tanya Yun Mu Lan dengan bersungguh-sungguh.
Pertanyaan panjang lebar yang diungkapkan oleh putinya Yun Mu Lan itu seketika telah menyadarkan Sang Selir Kehormatan Shu, akan tindakannya yang telah lalai beberapa hari terakhir ini.
Karena persaan tersika oleh rindu yang telah begitu lama dirinya tahan dan simpan jauh di dalam hatinya pada orang-orang terdekatnya.
Terutama kepada suaminya dan juga orang tuanya yang sesungguhnya. itu benar-benar membuatnya tidak pada apapun akhir-akhir ini.
"Huufttt... aku hanya berpikir mengenai bagaimana kedaan Pangeran Pertama dan juga Putri Ketiga. Apa yang sebenarnya terjadi pada mereka? Entah mengapa sampai detik ini mereka belum juga kembali, Aku takut semua berita yang kita dengar beberapa hari ini benar-benar terjadi," ucap Selir Kehormatan Shu dengan wajahnya yang muram.
"Ibu aku tahu kau memperhatikan mereka, karena ingin membalas budi atas jasa besar Sang Permaisuri Hua padamu. Tapi dalam hal ini kau tak bisa melakukan apapun, karena ibu tidak memiliki kuasa apa-apa mengenai mereka berdua. Dan hanya Sang Kaisar saja lah yang memilikinya." Yun Mu Lan benar-benar tidak berdaya melihat ibundanya yang sepeti ini.
Meski dirinya tahu betapa ibunya memikirkan janjinya pada mendiang Sang Permaisuri Hua, tapi dirinya benar-benar tidak bisa mengerti sebesar apa jasanya. Sehingga bisa membuat ibundanya yang selama ini dia kenal sebagai orang yang acuh dan tak memiliki ambisi apapun itu. Bisa sampai berlebihan seperti ini.
Saat ini Yun Mu Lan tengah memikirkan itu sambil menatap Selir Kehormatan Shu Ibu kandungnya itu dengan tatapan penuh penasaran.
"Hai....hai... mengapa kau menatap ku sepeti itu? Aku tidak akan mrmbeti tahumu sekarang. Nanti ketika masanya telah tiba, kau akan mengetahui semuanya. Hanya saja yang perlu kau ingat adalah ketika kau berhasil bertahan hidup sampai detik ini, itu semua berkat usaha yang dilakukan Yang Mulia Permaisuri Hua pada ibu mu ini. Jika tidak maka...." Selir Kehormatan Shu tidak melanjutkan ucapannya.
Namun bagaimana Yun Mu Lan tidak tahu. karena kemungkinan besar dari ucapan ibundanya itu adalah ada seseorang yang menginginkannya tiada sebelum lahir.
Bahkan semenjak kecil pun kehidupannya tidak lepas dari incaran seseorang. Jadi bagaimana mungkin Ia tidak bisa memahaminya.
"Hhuuuhh.... aku mengerti ibu. Itu sebabnya kau sampai saat ini berusaha membantu kedua saudara kembar itu." ucap Yun Mu Lan.
"Tapi ibu, Mengapa kau tidak mebgirimkan seseorang untuk mencari dan melindungi mereka saja?" tanya Yun Mu Lan pada ibundanya.
"Apa kau kira aku tidak pernah melakukannya dan hanya berdiam diri saha di tempat ini? Aku sudah berulang kali melakukan hal itu, tapi semuanya sia-sia saja.
"Karena sampai saat ini orang-orang yang aku suruh, tidak satupun dari mereka yang kembali dan memberikan kabar mengenai mereka selama ini," ucap Selir Kehormatan Shu dengan lemah karena merasa tak berdaya.
Selain itu dirinya juga merasakan jika saat ini ada seseorang yang melangkahkan kaki menuju tempat mereka saat ini.
Yun Mu Lan yang sangat hafal dengan segala tindakan sang Ibu pun kini mengerti jika saat ini ibunya pasti tahu jika ada orang lain di sekitar sana.
__ADS_1
Sehingga dirinya pun segera bertindak selayaknya gadis biasa yang pengertian.
"Aiya, Ibu Selir kau tidak perlu risau. Kau tahu bahwa Ayahanda pasti memiliki kemampuan yang sangat besar untuk mengatasi semua masalah yang terjadi di pagi hari. Jadi tidak akan ada hal yang akan mengancam kami semua Ibu Selir tenang saja." ucap Yun Mu Lan yang mulai aksinya sebagai anak pengertian.
"Apanya yang tenang, Kau tahu bagaimana kuatnya Yang Mulia Selir Agung. Di antara kami semua dia adalah orang yang memiliki kemampuan dan juga kekuatan kultivasi yang paling tinggi. Tapi dirinya saja masih tidak bisa menyadarinya. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana kuatnya orang yang telah berhasil menyusup ke dalam Istana Lotus itu. Semoga Ayahanda kalian bisa segera menemukan cara untuk menanganinya. Dan mengungkap semua pelaku yang membuat keributan itu. Agar kita semua bisa hidup dengan damai lagi seperti sebelumnya." ucap Selir Kehormatan Shu dengan suara lembutnya yang sangat khas. Namun tampak ada nada kecemasan dalam ucapannya itu.
Namun pada kenyataanya dirinya sama sekali tidak peduli dengan apa yang baru saja di alami oleh Sang Selir Agung Han.
Bahkan dengan kekuatan yang dirinya miliki saat ini dia juga tidak takut akan ada bahaya besar mengancam nyawanya.
Hanya saja selama ini Selir Kehormatan Shu telah menekan dan menyembunyikan basis kultivasi nya pada ranah jingga Puncak. Sedangkan Selir Agung Han berada di kuning tingkat menengah, dan kuning tingkat awal adalah pencapaian dari Selir Kekaisaran Duan.
Oleh Karena itulah Selir Han di nobatkan sebagai Selir Agung, sebab dirinya memiliki kekuatan yang hanya berada satu tingkat di bawah Sang Kaisar Yun Hao Yan.
"Aiya.... Ibu Selir walau bagaimana pun hal itu bisa terjadi padanya tentu saja ada sebabnya. Karena tidak akan mungkin seseorang akan berbuat iseng padanya, jika mereka tidak membuat masalah besar. Dan itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan kita yang selalu tinggal di kediaman ini dengan tenang. Jadi Ibu Selir kau tak perlu risau akan hal semacam itu. Dan sekarang istirahat lah. Lihatlah, terdapat lingkar hitam di bawah mata mu karena kau terlalu lelah. Kau harus menjaga kondisi tubuh mu Ibu Selir, aku takut kau akan jatuh sakit karena terlalu memikirkannya. Aku rasa jika Ayahanda Kaisar tahu jika kondisi mu seburuk ini, maka beliau juga tidak akan suka melihatnya.
Maka cepat istirahat lah, Aku akan membiarkan para pelayan menjagamu dengan baik sebelum aku kembali nanti," Yun Mu Lan sangat serius memerankan sandiwara itu.
Karena dirinya tahu jika orang yang datang dan tengah berada di ambang pintu kamar kerja Selir Kehormatan Shu itu adalah Sang Kaisar bersama Kasim Shan yang selalu melayaninya.
"Yah, ku rasa apa yang kau katakan itu memang benar Lan'er. Kau memang sangat perhatian dan juga mengerti akan Ibu Selir mu ini. Hanya saja bisakah kau menjadi lebih lembut sedikit. Apalagi dihadapan Ayahanda mu. Aku yakin dia juga akan menyayangi mu sepeti yang lainnya. Aku tak berharap apapun, hanya saja kau ini seorang gadis. Dan di masa depan kau juga pasti akan membutuhkan dukungan Ayahanda mu itu. Jadi...." ucapan Selir Kehormatan Shu terpotong.
"Hufft... baiklah, baiklah.... cepat kembalilah, aku akan segera istirahat. Aku merasa jika tubuh ku juga terasa tidak enak dan tak bertenanga," ucap Selir Kehormatan Shu yang ingin menyudahi perbincangan mereka.
Karena dirinya tidak ingin membuat Sang Kaisar curiga dengan sandiwaranya itu, jika terlalu lama.
"Emn, aku pamit dulu Ibu Selir. Kau bisa mencariku jika kau butuh apapun atau terjadi sesuatu hal. Aku hanya akan ada di kediaman ku sendiri hari ini." pamit Sang Putri Yun Mu Lan.
"Ya, baiklah. Aku tahu itu, Kau hati-hatilah saat kembali." balas Selir Kehormatan Shu.
"Emn," balas Yun Mu Lan singkat.
Dan kemudian Yun Mu Lan pun segera bergegas neninggalkan kamar kerja ibundanya itu dengan langkah tenang dan tegas.
Tepat ketika dirinya keluar dari ambang pintu, dirinya dapat melihat dengan jelas bahw Sang Ayahandanya memang berada di sana.
"Ahhh... Hormat kepada Yang Mulia Ayahanda Kaisar. Maafkan aku karena tidak sopan karens tidak mengetahui jika Ayahanda juga berada di sini," ucap Yun Mu Lan dengan keterkejutan di awal, namun dirinya segera memulihkan ketenangannya. Ia pun menunduk untuk memberikan penghormatan pada Sang Ayah.
__ADS_1
Sang Kaisar Yun Hao Yan yang melihat reaksi yang ditunjukan oleh Putri keduanya Yun Mu Lan tampak begutu alami dan tidak dibuat-buat. Menjadikan dirinya lebih bisa memahami kelakuan Putri nya itu dan tidak menegurnya.
"Berdirilah, tidak perlu begitu sopan. Zhen juga baru saja tiba di tempat ini. Apakah kau baru saja mengunjungi Ibu Selir mu? Apakah dia berada di dalam?" tanya sang Kaisar Yun Hao Yan yang berpura-pura baru sampai sana.
Sedangkan Sang Kasim Shan saat ini hanya menunduk sambil membatin mengenai kebohongan yang dilakukan oleh Sang Kaisar.
"Yang benar saja, Bukankah yang mulia telah tiba sedari tadi dan bahkan telah mendengarkan pembicaraan mereka ibu dan anak itu. Apa masih perlu berbohong seperti itu? batin Sang Kasim Shan.
"Menjawab Ayahanda. Ibu Selir saat ini berada di dalam, hanya saja beliau hendak pergi beristirahat. Jika Ayahanya ingin menjumpainya lebih baik Ayahanda Kaisar segera bergegas sekarang. Ananda pamit terlebuh dahulu." balas Yun Mu Lan sekalian pamit undur diri.
"Emn, kalau begitu pergilah," ucap Sang Kaisar Yun Hao Yan
Mendengar jawaban Sang Kaisar, Yun Mu Lan pu. segera membungkuk hormat dan segera pergi meninggalkan tempat itu.
Sedangkan Sang Kaisar saat ini senantiasa masih memandangi punggung dari gadis kecil yang merupakan putri keduanya Itu.
"Gadis itu tampaknya tidak begitu buruk seperti penilaianku terhadap dirinya selama ini. Mungkin karena diri ku saja yang selama ini tidak memahaminya dengan benar. Atau mungkinkah ada faktor penyebab lain. Tapi jika diperhatikan dengan jelas sikap dan perilakunya sama sekali tidak tampak seperti ibunya yang sangat lembut dan penuh kasih sayang. Dan dia justru.... mewarisi sifat ku di masa muda yang pendiam, dingin dan juga pemberani. Mungkin aku memang salah dan gagal memahami karakter Putri kedua ku itu. Bahkan Karena sikap ku sendirilah yang selalu acuh tak acuh padanya yang membuatnya jauh dariku dan berani membantah kata-kata ku." batin Sang Kaisar Yun Hao Yan.
Sedangkan Sang Kasim Shan saat ini juka mengikuti arah pandang dari tuannya itu.
Dan akhirnya Sang Kasim hanya bisa menghela nafas nya diam-diam.
"Hufttt.... gadis yang malang. Aku tahu sebenarnya jika dibandingkan dengan Putri Pertama Yun Mai Li yang tampak sangat lembut dan juga periang namun sebenarnya sangat kejam itu. Aku jauh lebih menyukai tempramen Putri kedua Yun Mu Lan ini yang begitu apa adanya. Dan tidak suka membuat masalah dimana-mana. Hanya saja Yang Mulia Kaisar tidak dapat melihat kedua perbedaaan itu dengan jelas. Dan semoga saja setelah kejadian hari ini dan juga setelah mendengar percakapan antara ibu dan putrinya kali ini Yang Mulia Kaisar Yun Hao Yan bisa melihat kedua sisi debgan lebih baik dan bijaksana.
"Apakah sudah terlambat bagiku untuk memperbaiki sikap ku terhadap gadis penyendiri itu?" gumam Sang Kaisar Yun Hao Yan ketika melihat bahwa bayangan punggung putrinya itu telah menghilang di tikungan jalan.
Dan kini Sang Kaisar jatuh dalam renungannya sendiri. Bahkan Ia tak menyadari jika gadis yang di tatanya sedari tadi kini telah benar-benar menghilang
Namun meskipun itu habya sebuah gumaman tetap saja sabg Kasim Shan dapat mendengarnya dengan jelas.
"Yang Mulia, apakah..." Sang Kasim Shan mencoba menyadarkan Sang Kaisar.
"Ayo kembali," sahut Sang Kaisar Yun Hao Yan yang kemudian segera melabgkah dengan langkah kaki yang besar dan tergesa-gesa.
Saat ini pikiran Sang Kaisar semakin kacau dan rumit. Bukan hanya masalah yang teradi di pagi hari belum selesai, selain itu pelaku yang mengirimkan kepala para pembunuh bayaran itu juga belum dapat ditemukan. bahkan tidak ada jejak maupun bukti yang bisa ditemukan.
Dan saat ini pemikirannya mengenai kesalahan yang telah diperbuat olehnya selama ini pada putri keduanya itu juga mulai menghantuinya.
__ADS_1
Hal ini benar-benar semakin membuat Sang Kaisar Yun Hao Yan tertekan.
Ditambah urusan Negara serta para tamu dari Kekaisaran tetangga yang juga belum dirinya sambut, itu juga menambah daftar panjang hal yang harus dirinya selesaikan.