Putri Yang Dibuang Kekasih Sang Kaisar Dewa

Putri Yang Dibuang Kekasih Sang Kaisar Dewa
Bab. 54 Kisah Masa Lalu 2


__ADS_3

Jadi semenjak dahulu kala, sudah menjadi kebiasaan turun temurun dari keluarga Klan Ying mengutus para generasi muda dari keluarga mereka untuk menimba ilmu di akademi Dunia Atas. Yang hingga saat ini semuanya masih terus berlanjut.


Jadi tidak heran jika Klan Ying yang memiliki keistimewaan untuk bisa memasuki Dunia Atas dengan bebas itu membuat beberapa orang yang mengetahui identitas dan juga asal usul mereka, akan menganggap Klan Ying mereka sebagai makhluk yang sangat istimewa. Dan merasa begitu iri dengan keistimewaan mereka.


Selain itu, mereka yang tidak tahu dengan asal- usul mereka. Akan merasa iri dengan kecantikan yang dimiliki setiap generasi yang terlahir dari Klan Ying, bahkan mereka juga sangat iri dengan Mereka karena Klan Ying juga memiliki usia yang jauh lebih panjang dibandingkan dengan manusia fana pada umumnya.


Namun semua itu sebenarnya masih saja sangat bergantung dengan tingkat kultivasi mereka. Karena semakin tinggi tingkat kultivasi yang dimiliki oleh seseorang juga akan memperpanjang usia mereka dan mempertahankan kecantikan dan tampak selalu awet muda bahkan tidak jarang seorang kultivator yang kuat akan memiliki kecantikan bak usia remaja di saat usia mereka telah mencapai ribuan tahun.


"Itu Aku! Jadi apakah itu sudah cukup menjadi alasan bagi ku untuk membatu kalian semua?" tanya Yang Luan Ji dengan nada yang sudah menjadi tenang kembali.


Yang seketika membuyarkan seluruh lamunan Sang Patriark Klan Keluarga Ying akan kisah masa mudanya dulu.


Dan saat ini dirinya telah menjelma menjadi seorang Pria Tua. Terlebih lagi di usia yang mulai renta ini dirinya justru mendapatkan polemik yang begitu besar. Dari sosok orang yang sangat kuat dari Dunia Atas seperti Klan Liang itu.


Yang dirinya tahu akar permasalahannya itu pasti mengenai tentang sebuah ramalan mengenai sosok Wanita Takdir yang memang telah lama dirinya ketahui dari para Leluhur.


Jika suatu masa akan terlahir seorang anak perempuan yang nantinya akan mengembalikan seluruh kejayaan seluruh keluarganya dari kemerosotan dan keterpurukan. Dan itu juga lah yang dikatakan oleh leluhur mereka yang saat ini berada di Dunia Atas dan menetap disana setelah meninggalnya istri tercintanya.


Yah, leluhur yang di maksud itu adalah tidak lain dan tidak bukan sosok Dewa Alam Semesta yang telah mencapai keabadian.


Namun meskipun Dia adalah seorang Dewa, tetap saja dirinya tidak dapat bertindak sesuka hatinya untuk melakukan sesuatu walau sekedar hanya membela dan melindungi Keluarga dan keturunannya.


Karena dirinya juga terikat dengan statusnya sebagai seorang Dewa. yang tidak boleh sembarangan bertindak dan mendahului takdir.


Jadi meskipun Sang Dewa Alam Semesta tahu apa yang telah menimpa seluruh keturunannya. Dirinya tetap saja tidak dapat menghentikan atau bahkan mencegah terjadinya polemik ini.


"Ahh Yang Mulia Pangeran Kedua, Maafkan sikap hamba Tua ini yang telah lancang terhadap Anda tadi. Hamba benar-benar tidak dapat mengenali Anda dengan baik," ucap Sang Patriark Klan Ying merasa bersalah dan menjadi sangat gugup.


"Sudahlah Tuan, abaikan semua formalitas yang ada. Lagi pula Aku juga tahu siapa dirimu, dan seberapa besar Ayahanda Kaisar menghargai Anda selama ini," tegas Sang Pangeran Kedua Di Zhao Juan alias Yang Luan Ji.


"Terima kasih banyak Yang Mulia. Akan tetapi, apakah Yang Mulia benar-benar bersedia membantu kami dari situasi ini?" tanya Sang Patriark Klan Keluarga Ying yang sekali lagi ingin memastikan segalanya yang dirinya dengar dari Sang Pangeran Kedua Kekaisaran Atas Awan itu memang benar adanya.


"Aku tidak pernah mengingkari apa yang telah ku ucapkan. Dan aku pasti akan melakukannya sesuai dengan konsisten," balas Sang Pangeran Kedua Di Zhao Juan itu dengan tegas.


"Terima kasih atas bantuan besar yang akan ada berikan pada Keluarga Kami Yang Mulia, kami tidak akan pernah melupakan jasa besar Anda saat ini," ucap Sang Patriark Klan Keluarga Ying dengan penuh rasa syukur yang tulus.

__ADS_1


Dan singkat nya, setelah mencapai jaya sepakat diantara mereka berdua. Kini mereka segera menyusun rencana yang akan mereka lakukan sebelum Yang Luan Ji membantu mereka untuk membawa mereka ke luar dari Daratan Misterius tanpa diketahui oleh semua orang yang mengincar mereka.


Mereka tak lupa melakukan pembahasan itu dengan seluruh anggota Klan Keluarga Ying yang lainnya.


Yang mana sedari Awal banyak dari mereka yang begitu fokus untuk mengamankan seluruh kediaman mereka dari serangan Orang-orang serakah dan berusaha mengambil keuntungan secara pribadi ataupun menangkap para anggota Keluarga Ying mereka untuk dipersembahkan pada Klan Liang.


Karena dalam beberapa ini, tindakan para masyarakat yang menginginkan kehancuran Klan mereka bertindak semakin intens dan juga sangat tidak tahu malu. Sehingga mereka semua seluruh keluarga harus saling bahu membahu untuk menghalau dan juga melindungi keluarga mereka.


Namun kali ini mereka benar-benar tidak bisa tinggal diam saja dan menerima seluruh perlakuan buruk dari seluruh penduduk Ibukota Kekaisaran yang bersikap keterlaluan pada mereka.


Jadi mereka memutuskan untuk melakukan perlawanan pada para masa yang sedari kemarin telah berupaya menerobos masuk ke dalam kediaman mereka tanpa izin.


Namun meskipun begitu Klan Ying masih saja tudak berniat untuk membalas atau membunuh orang-orang itu. Karena Keluarga Ying mereka masih sangat menghargai sumpah yang dibuat oleh leluhur mereka.


Oleh Karena itu kali ini Sang Patriark Klan Keluarga Ying pun segera memutuskan untuk menciptakan sebuah Formasi Array pelindung dan penyerang di sekeliling kediaman mereka yang tampak seperti sebuah kubah besar yang menutup seluruh kediaman Klan Keluarga Ying.


Yang mana jika array tersebut menerima sebuah serangan dari orang yang berada di luar kubah array tersebut, maka formasi array tersebut akan secara otomatis memantulkan kemabli serangan itu pada seseorang yang melakukannya.


Jadi jika seperti itu maka tidak dapat dikatakan bahwa Klan Ying yang telah menggertak mereka. Karena pada dasarnya mereka hanya melakukan hal itu hanya untuk perlindungan diri dari seluruh tekanan dan juga serangan yang mereka semua terima selama beberapa waktu terakhir ini.


"Baiklah karena kalian semua telah berkumpul disini, Aku tidak akan banyak basa basi lagi dihadapan kalian semua. Saat ini situasi kita semakin terpojok dan tidak memiliki pilihan lain selain untuk meninggalkan tempat ini sesegera mungkin. Jadi saat ini Aku mengumpulkan kalian semua disini adalah untuk memberi tahukan kepada kalian semua untuk segera bersiap dan mengemasi seluruh kebutuhan yang kalian butuhkan. Dan kemudian setelah itu kita bisa segera pergi dari tempat ini dengan bantuan Tuan Yang Luan Ji ini. Dan Beliau akan memastikan bahwa tidak akan ada orang yang akan mengetahui kepergian kita semua," ucap Sang Patriark Klan Ying yang berpidato didepan seluruh anggota klan yang berkumpul disana.


"Gege benar, Dan kita juga tidak dapat pergi dengan orang sebanyak ini kan? Jika tidak maka akan sangat mencolok dan juga membuat orang-orang sekitar di tempat yang kita datangi maka akan mencurigai keberadaan kita. Dan itu juga dapat membuat satu masalah yang baru," terang Putri bungsu dari Patriark Keluarga Ying.


"Kalau begitu kalian dapat membuat beberapa kelompok dan juga siapa saja orang yang akan pergi bersama kalian dan juga tentukan tempat yang akan kalian tuju. Dengan begitu Aku kira itu tidak akan begitu menarik perhatian orang-orang," saran Yang Luan Ji dengan bijaksana.


"Baiklah, semua sudah diputuskan seperti pengaturan Tuan Yang. Dan kalian segeralah tentukan dan juga berkemas. Sehingga setelah itu selesai kalian bisa segera pergi meninggalkan tempat ini," tegas Sang Patriark Keluarga Ying itu.


"Baiklah Ayah/Patriark," serempak seluruh anggota keluarga Klan Ying menjawabnya.


"Tapi tunggu, Ayahanda. Lalu bagaimana dengan Yang Mulia Permaisuri? Akankah dia akan menanggung segalanya karena kita yang tiba-tiba menghilang?" Sang putri bungsu yang bernama Ying Shi Lan kembali bertanya pada Ayahnya.


Karena bagaimana pun dirinya sangat peduli dan juga sangat khawatir akan nasib jie jie pertamanya.


"Kalian tak perlu memikirkan hal itu, serahkan masalah itu pada ayahmu ini. Jadi lebih baik kalian segera bersiap dan meninggalkan tempat ini sesegera mungkin. Dan aku akan dengan tenang bisa berusaha menyelamatkan Putri tertua ku dengan segala daya yang ku bisa," teguh Sang Patriark Keluarga Ying.

__ADS_1


"Kalian bergegaslah, Aku rasa jika untuk saat ini saudari perempuan kalian itu akan aman dan baik-baik saja di tempat itu. Bahkan aku bisa menjamin jika posisi nya di dalam Harem justru akan semakin stabil akibat masalah ini. Karena aku yakin bahwa Sang Kaisar Penguasa kalian itu cukup cerdas dalam membaca situasi saat ini. Jadi dia pasti akan baik-baik saja dibawah lindungan Sang Kaisar. Terlebih lagi Kaisar juga memiliki sebuah harapan yang sama seperti yang dimiliki oleh orang-orang dari Klan Liang," ucap Yang Luan Ji yang kini menganalisis situasi dengan sangat cermat.


"Itu, bagus. Setidaknya aku masih memiliki sedikit waktu untuk membebaskan putriku dari Istana Kekaisaran. Dan aku sangat berharap jika aku bisa segera membawanya pergi juga," gumam Sang Patriark Keluarga Ying.


Setelah itu semua, mereka pun segera bergegas melakukan semua hal yang diperlukan dan akhirnya sesaat sebelum Sang Kaisar Penguasa dari Daratan Misterius itu menurunkan Dekrit Kekaisaran, mereka semua telah berhasil meninggalkan Daratan Misterius dengan aman, dan mereka pun saat ini terpencar di seluruh Daratan yang ada, bahkan beberapa diantara mereka memilih untuk tinggal di daratan terkecil dan tertinggal di daratan Yuan Ying yang hanya di huni oleh para kultivator tingkat rendah saja.


Dan menyisakan Sang Patriark Keluarga Ying saja yang saat ini masih bertahan di Daratan Misterius itu.


Karena selain dirinya ingin menyelamatkan Putri pertamanya yang kini menjadi Permaisuri dari Kaisar Penguasa Daratan Misterius.


Sang Patriark juga masih membutuhkan waktu untuk menyegel dan mengamankan seluruh harta leluhur yang telah menjadi warisan turun temurun dan juga ada satu benda yang memang harus mereka jaga dan simpan sebaik mungkin hingga pemiliknya benar-benar terlahir.


Dan datang untuk mengambilnya. Jadi dirinya benar-benar berusaha sangat keras untuk melakukan tugas yang diamanahkan oleh para leluhur kepada setiap pewaris Klan. Dan saat ini berada di tangannya.


Oleh karena itulah legenda Gunung Yinshu yang berada di Kota mati Shanggong itu muncul.


Karena sejatinya di dalam inti Gunung Yinshu itulah Sang Patriark Keluarga Ying menyegel harta yang hanya dapat dimiliki dan digunakan oleh seseorang yang ditakdirkan saja.


Sehingga setelah semalam penuh, akhirnya Sang Patriark Ying berhasil menyegel tempat tersebut serta seluruh kawasan yang berada di sekitarnya itu. Dengan menggunakan metode rahasia Kultivasi Dewa yang Klan mereka kuasai selama ini.


Dirinya pun berhasil menjadikan kawasan tersebut menjadi tempat larangan di Daratan Misterius itu. Bahkan tidak akan ada seorang manusia fana dan juga kultivator hebat yang memiliki hati dan jiwa yang penuh ambisi dan juga kedengkian tidak akan pernah bisa memasuki kawasan tersebut walau hanya di lapisan terluarnya saja.


Bahkan seorang dari Klan para Dewa pun tidak akan mungkin bisa menembus segel itu, selama di dalam hati mereka memiliki keinginan sekecil apapun untuk mendapatkan keuntungan dari apa yang berada di dalam kawasan segel tersebut.


Dan hanya orang yang ditakdirkan dan juga orang-orang yang memiliki keterkaitan dengan harta dan segel itu saja lah yang dapat menembus dan melewati seluruh kawasan larangan itu.


Bahkan selama ribuan tahun, banyak orang yang mencoba untuk memasuki dan menjelajahi tempat itu, hanya berakhir dengan kematian yang tragis dan mengenaskan.


Setelah melakukan tugasnya itu, Akhirnya Patriark Keluarga Ying, itupun segera kembali ke kediamannya yang kini telah benar-benar ditinggalkan oleh para penghuninya.


Dan saat ini yang dirinya lihat dan saksikan hanyalah ribuan pasukan bayangan yang dimiliki oleh Sang Pangeran Kedua Atas Awan.


Namun tak seberapa lama setelah keterkejutannya dengan pemandangan yang ada di hadapannya itu. Sang Pangeran Kedua Atas Awan atau Juga satu-satunya keturunan dan pewaris Klan Yang dari Dunia Atas Yang Luan Ji tiba dan menyapanya.


"Tuan Patriark Ying, Seperti dugaan kita sebelumnya Pria penguasa itu akhirnya menurunkan titah resminya. Lalu apa yang akan Anda lakukan Saat ini? Apakah anda memerlukan bantuan untuk membebaskan Putri mu dari Istana?" tanya Yang Luan Ji dengan tulus menawarkan bantuan.

__ADS_1


"Terima kasih atas tawaran dan niat baik Yang Mulia. Saya benar-benar merasa sangat tersanjung. Hanya saja..." ucapan Sang Patriark Keluarga Ying terhenti sejenak untuk menghela nafas panjang.


Yang menandakan dirinya dalam suasana hati yang sangat buruk saat ini.


__ADS_2