Putri Yang Dibuang Kekasih Sang Kaisar Dewa

Putri Yang Dibuang Kekasih Sang Kaisar Dewa
Bab. 43 Murka Kaisar Yun Hao


__ADS_3

"Lapor Yang Mulia, kami sempat menemukan benda ini di dalam ruangan Yang Mulia Pangeran Kedua beristirahat. Tampaknya ini ada kaitanya dengan pelaku penyusup kali ini," jawab salah satu pengawal Tim Elite yang dirinya bawa.


"Apakah ada hal lain yang kalian temukan? tanya Sang Kaisar Yun Hao Yan sambil menerima barang yang ditemukan oleh pengawal itu.


"Ampun Yang Mulia, setelah penyelidikan yang hamba lakukan. Hamba hanya menemukan jejak terakhir pelaku yang pergi kearah selatan dan jejak itu menghilang di kediaman Paviliun Anggrek. Dan... sepertinya saat..." ucap pengawal satunya terpotong begitu saja.


Belum sempat salah satu pengawal itu menyelesaikan laporannya. Namun tiba-tiba sudah dihentikan oleh Sang Kaisar Yun Hao Yan.


Karena saat ini terdengar suara seruan dari luar ruangan itu.


"Tuan Kepala Tabib Kekaisaran Guang telah tiba, teriak kasim dari luar pintu.


Sang Kaisar yang semula sedang mendengar laporan dari Sang pengawal pun mengalihkan perhatiannya pada arah pintu. Dan menghentikan apa yang ingin di ucapkan olrh pengawal itu selanjutnya.


" Cukup, kita bahas masalah ini setelah pemerikasaan kesehatan Meng'er selesai. Kalian berdua pergilah selidiki lebih lanjut. Apakah benda kotor ini benar-benar milik wanita itu?" perintah Kaisar Yun Hao Yan yang sebenarnya sudah memiliki tebakan kasar nengenai pelaku yang meracuni Putra Keduanya itu.


Hanya saja untuk membuktikan kebenarannya dirinya masih bisa bersabar menunggu hasil penyelidikan dari orang-orang kepercayaan nya itu.


"Siap laksanakan Yang Mulia," ucap kedua pengawal itu yang kemudian melesat pergi secepat mungkin.


Dan setelah itu kini telah tampak seorang pria tua yang memiliki rambut serta janggut dan kumis putih. Akan tetapi masih tampak begutu bugar dan juga berbadan tegab layaknya usianya itu baru menginjak empat puluhan tahun.


Bahkan matanya tampak begitu jeli dan juga cemerlang. Seolah-olah apapun masalahnya tidak akan bisa luput dari pandangan elangnya itu.


"Salam kepada Yang Mulia Kaisar, hamba Guang Tua menghadap Yang Mulia." Salam Sang Tabib Guang pada Sang Kaisar sambil membungkuk untuk menghormati.


"Berdirilah Tuan Guang, Zhen mengundang mu kemari, sebenarnya Zhen butuh batuan mu untuk menyembuhkan Putra Kedua ku yang tengah terbaring sakit." ucap Sang Kaisar Yun Hao Yan dengan sungkan, karena sebenarnya Meskipun dirinya beratatus sebagai seorang Kaisar sekalipun, dirinya masih tetap tidak berani bersikap sembrono dan sewenang-wenang di hadapan pria tua yang ada di hadapannya saat ini.


Karena Pria Tua yang kini memiliki kedudukan sebagai Kepala Tabib Kekaisaran itu benar-benar orang yang sangat misterius.


Karena konon katanya Sang Kepala Tabib Kekaisaran Guang ini sebenarnya mamiliki latarbelakang yang sangat misterius. Bahkan mendiang kakeknya atau mantan Kaisar Agung, yang memberikan posisi pada Pria Tua Yang ada di hadapannya saat ini juga tidak tahu mengenai identitas aslinya.


Karena Pria Tua itu sangat pandai menjaga dan menyembunyikan jati dirinya. Bahkan sampai sekarang pun Sang Kaisar Yun Hao Yan sama sekali tudak tau usia dari Sang Kepala Tabib Kekaisaran Guang itu.


Hanya saja dirinya selama ini juga tidak ambil puding akan masalah itu. karena dirinya merasa jika keberadaan pria tua itu sama sekali tidak mengancam atau merepotkan baginya.


Karena Kaisar Yun Hao Yan tahu jika Kepala Tabib Kekaisaran Guang ini sejak dulu dirinya tidak perna peduli dengan masalah duniawi.


Bahkan sudah sangat banyak orang ataupun wanita harem yang berusaha keras untuk membujuk dan menginginkannya menjadi sekutu, sama sekali tidak ada seorang pun yang berhasil melakukan rencananya tetsebut untuk membuat Sang Kepala Tabib Kekaisaran itu tunduk.

__ADS_1


Hanya saja Sang Kaisar Yun Hao Yan, sama sekali tidak mengetahui jika dirinya sebenarnya telah lama membuat Sang Tabib Kepala itu merasa terusik dan juga merasa sabgat geram terhadapannya. Atas perbuatannya selama beladan tahun ini.


Dan itu semua tentu saja berkaitan dengan perilakunya pada mendiang Permaisuri dan juga keturunannya.


Karena sebenarnya Sang Kepala Tabib Kekaisaran Guang itu memiliki hubungan yang cukup erat dengan mendiang Permaisuri Hua.


Karena sesungguhnya mereka berdua berasal dari klan Yang sama. Hanya saja Sang Tabib Kekaisaran Guang sudah sangat terlambat ketika mengetahui kebenaran itu setelah Sang Permaisuri Hua trlah meninggal dunia.


Dan selama ini dirinya masih bertahan dan juga telah memasang begitu banyak rencana jebakan untuk Sang Kaisar Yun Hao Yan itu sambil menunggu keturunan kembar dari cucu dari adik perempuan kesayangannya yang sudah sangat lama tak pernah ia jumpai itu kembali ke Istana Kekaisaran Bulan Perak ini.


Setelah mendengar suara Sang Kaisar yang tak tahu diri itu Sang Tabib Kekaisaran Guang itu sebenarnya susah sangat gatal ingin membunuh nya saat itu juga. Hanya saja dirinya masih harus bersabar untuk sementara waktu, untuk menunggu kedua cucu buyutnya kembali.


Karena sebenarnya saat ini Sang Kepala Tabib Kekaisaran Guang itu tahu keberadaan dan juga apa saja yang dilakukan kedua anak itu.


"Yang Mulia Kaisar, Anda terlalu sungkan terhadap hamba tua ini. Sekiranya ada hal apa yang bisa saya bantu, tentu saja Anda cukup memberi perintah saja, maka hamba Tua ini pasti akan berusaha sebisa mungkin untuk melakukan yang terbaik untuk melihat dan menangani masalah yang menimpa Pangeran Kedua." ucap Sang Tabib Kekaisaran Guang dengan nada yang sangat datar seperti biadanya.


Hanya saja tidak dapat diketahui jika sebenarnya hati Sang Kepala Tabib Kekaisaran itu saat ini sangat bergejolak dan merasa muak dengan seluruh penghuni Kekaisaran Bulan Perak ini.


"Terima kasih Tuan Guang. Zhen sangat berharap akan kemampuan Anda dalam...."Ucapan Sang Kaisar terpotong.


" Yang Mulia jangan membuat hamba Tua ini malu. Karena seharusnya Anda jangan lebih dulu mengucapkan terima kasih kepada hamba tua ini. Sebab hamba belum bisa memastikan akan bagaimana kondisi Yang Mulia Pangeran Kedua. Dan lebih baik hamba segera memeriksanya, jangan tunda waktu lagi." ucap Sang Kepala Tabib Kekaisaran Guang tanpa ada rasa rendah diri ataupun kesombongan.


"Ya...ya... Tuan Guang, mohon bantuan anda untuk melihat keadaan Meng'er ku." Sang Kaisar Yun Hao Yan tergagap, dan entah mengapa dirinya merasa begitu rendah dan juga kikik di hadapan Pria Tua yang sangat aneh di depannya saat ini.


Tak tunggu lama lagi Sang Kepala Tabib Kekaisaran Guang pun segera melangkah menuju ke arah Sang Pangeran Kedua terbaring lemah tak berdaya.


Dirinya segera mebgambil denyut nadi pria muda yang tengah terbaring itu dengan seksama dan juga cermat.


Sang Kepala Tabib Kekaisaran Guang cukup terkejut akan hasil yang dirinya dapatkan dari kondisi Sang Pangeran Kedua Yun itu.


"Benar-benar racun yang sangat unik. Bahkan aku tak menyangka jika akan ada seseorang yang mampu membuat sebuah racun sejenis ini yang dapat melebar dan larut dalam darah dan menjadi tak terdeteksi setelah racun itu bekerja secara efektif. Dan ditambah dengan situasi khusus seperti ini bahkan racun ini mampu melebur menjadi satu dengan racun yang terlebih dahulu bersemayam dalam tubuh pemuda ini." batin Sang Kepala Tabib Guang dengan perasaan campur aduk.


Meskipun dirinya merasa sangt terkejut, namun ekspresi wajah nya masih saja tampak datar seperti biasanya.


"Aku bahkan tidak yakin jika ada orang yang akan menyadari jika sebenarnya ada dua jenis racun yang berada di dalam tubuh Pangeran Kedua saat ini. Tapi hal ini juga cukup baik, Aku rasa kemampuan cucu buyut perempuan dari Xia'er ku ini sangat cakap dan juga cerdas. Aku tak perlu begitu khawatir lagi akan kedua bersaudara itu." pikir Sang Tabib Kekaisaran Guang, yang tetnyata telah menhetahui jika pelaku peracunan itu merupakan salah satu cucunya sendiri.


Sedangkan Sang Kaisar Yun Hao Yan yang menyaksikan bahwa tak ada perubahan ekspresi apapun pada wajah Sang Tabib Kekaisaran Guang, ketika memeriksa denyut nadi Putra kesayangannya itu.


Kini mulai rumbuh sebuah harapan dalam hati Sang Kaisar. Agar Putra Keduanya itu yang selalu dirinya anggap sebagai Putra sulungnya itu dapat di semuhkan dan di pulihkan seperti sedia kala.

__ADS_1


Jadi Sang Kaisar Yun Hao Yan menjadi tidak sabar untuk bertanya setelah melihat Sang Kepala Tabib Kekaisaran Guang itu telah menyelesaikan pemeriksaan pada putranya.


"Bagaimana kondisi Putra ku Tabib Guang?" tanya Sang Kaisar Yun Hao Yan yang berbinar penuh harap.


Hanya saja apa yang dikatakan oleh Sang Tabib Kekaisaran Guang selanjutnya kembali membuatnya tertekan dan frustasi.


"Buruk, Seandainya Pangeran Kedua tidak mengalami cidera dan juga luka dalam yang cukup serius. Maka setidaknya kondisinya tidak akan berdampak seburuk ini. Dan racun itu akan masih bisa di tahan sementara sebelum mendapatkan penanganannedis yang tepat. Hanya saja..... semuanya sudah terlanjur menyebar begitu jauh hinga kedalam darah dan juga sumsum tulangnya," ucal Sang Kepala Tabib Kekaisaran Guang dengan menggelengkan kepalanya dan menunjukan ekspresi yang sabgat menyayangkan.


"Apa? Apakah maksudmu Meng'er Putra ku tidak dapat dipulihkan lagi?" tanya Sang Kaisar Yun Hao Yan yang sangat putus asa dan merasa sangat bersalah.


Karena sejatinya hal ini tetjadi juga akibat dirinya yang tak dapat menahan emosi dan mengendalikan diri dengan baik. Jika tidak, maka tidak akan pernah ada yang akan memanfaatkan waktu dan kesempatan ini untuk mencelakai putranya hingga sedemikian rupa.


Hanya saja sesaat kemudian Sang Kaisar Yun Hao Yan kembali mendengar ucapan Sang Tabib Kepala itu lagi.


"Tidak.... Meskipun racun ini merupakan racun yang sangat kronik, Namun dia masih tidak akan pernah mengancam kehidupan Yang Mulia Pangeran Kedua. Hanya saja efek samping racun ini sungguh sangat besar. Yang Mulia Pangeran Kedua mungkin saat ini masih memiliki beberapa jalur meridian yang dapat dipulihkan. Akan tetapi untuk masalah dantiannya yang dikeringkan dan juga di rusak secara paksa oleh racun ini akan sangat sulit dan mungkin tidak bisa pulih sama sekali. Selain itu sifat panas dan juga korosif yang dimiliki oleh racun itu juga berdampak pada tingkat kemampuan Yang Mulia Pangeran Kedua dalam bereproduksi. Meski dari luar beliau tidak akan melihat perubahan atau tampak seperti biasa. Dan tanpa menunjukan kelainan apapun. Akan tetapi hal yang paling penting dan kondisi internal nya benar-benar telah diserang dan dilumpuhkan dan akan menjadi cacat selama sisa hidupnya," jelas Sang Kepala Tabib Guang secara menyeluruh.


Sang Kaisar Yun Hao Yan yang sagat frustasi saat mendengar akan keadaan Sang putra kesayangannya yang sangat dirinya babggakan dan juga harapkan untuk bisa menjadi penerurnya itu memiliki kondisi yang sangat tragis seperti itu benar-benar merasa sangat marah dan juga murka.


Dan mengingat siapa orang yang berbicara itu juga bukan orang yang main-main dan memiliki kemampuan yang cukup kuat dan ahli medis itu pun membuatnya semakin nelangsa ketika memikirkan putra kesuanya itu.


Sehingga dirinya yang merupakan seorang Kaisar pun memiliki ambisi yang sangat besar untuk segera membalaskan dendam bagi putranya itu. Pada pelaku yang tega membuat keturunannya itu mengalami hal semacam itu.


Sang Kaisar pun menjadi sangat kedinginan dan juga sudah tidak sabar untuk mengetahui siapa pelaku sebenarnya dan segera membumi hanguskannya.


Dan seketika dirinya teringatakan sebuah botol porselen yang ditemukan oleh pengawal khusus dari tim Elite yang dirinya bawa tadi. Ia pun segera mengeluarkannya dan juga melihatnya dengan seksama dan meneliti apakah ada sebuah petunjuk di sana.


Dan benar saja, Sang Kaisar Yun Hao Yan benar-benar dapat melihat dan menemukan tanda khusus yang sangat tidak mencolok dari benda itu.


"Ternyata benar-benar milik orang itu. Tidak mungkin salah lagi, karena simbol ini hanya dimiliki oleh orang-orang yang berasal dari Kediaman Panglima perang dari tiga generasi yakni dari Klan Keluarga Marquis Duan. Jika benda ini terbukti mengandung racun terkutuk itu, Maka lihat saja aku tidak akan peduli lagi mengenai hal apapun. Zhen akan membalas semua penghinaan dan juga perkara ini. Dengan hal yang setimpal." batin Sang Kaisar Yun Hao Yan sambil memegang benda itu dengan sangat erat dan seolah ingin menghancurkannya untuk menyalurkan seluruh amarahnya.


Hanya saja sampai saat ini Sang Kaisar masih bisa mempartahankan pemikiran jernihnya, sehingga Sang Kaisar segera mengandalikan dirinya dan memberikan benda itu pada Sang Tabib Kekaisaran Guang untuk diperiksa.


"Tuan Guang tolong periksa benda itu, Apakah hal yang ada didalamnya sesuai seperti yang menjadi penyebab Meng'er ku menjadi seperti ini?" ucap Sang Kaisar Yun dengan dingin.


Dan tanpa basa basi lagi Sang Tabib Kekaisaran Guang pun melakukan apa yang diminta oleh Sang Kaisar.


Setelah beberapa saat kemudian Sang Kepala Tabib Guang pun segera menganggukan kepalanya untuk menyataka bahwa benda itu benar-benar memiliki racun yang sama.


"Sesuai dengan tebakan Yang Mulia, Memang ada racun yang sama yang terdapat pada botol ini dan apa yang ada didalam tubuh Yang Mulia Pangeran Kedua," jawab Sang Tabib Kekaisaran Guang untuk memastikannya.

__ADS_1


"Bangsat, wanita itu ternyata sangat berambisi dan memiliki mata dan juga pikiran yang sangat besar," tetiak Sang Kaisar Yang telah dikuasai oleh amarah.


__ADS_2