Putri Yang Dibuang Kekasih Sang Kaisar Dewa

Putri Yang Dibuang Kekasih Sang Kaisar Dewa
Bab. 27 Menyusun Rencana Pembalasan Dendam


__ADS_3

Dan salah satunya juga merupakan Sang Selir Kekaisaran Duan, yang menurut surat-surat yang dituliskan oleh mendiang Permaisuri Hua meninggal dan juga bukti-bukti yang telah berhasil didapatkan oleh ibunda Permaisuri mereka, selain Selir Agung Han di samping itu Selir Kekaisaran Duan juga merupakan salah satu orang yang selalu berupaya melenyapkan Ibunda mereka saat itu.


Apalagi sudah diketahui jika orang yang meracuni ibunda Permaisuri mereka berdua seketika sebelum ibunda mereka melahirkan, dia merupakan salah seorang bidan yang membantunya bersalin saat itu.


Dan terakhir diketahui oleh Ibunda mereka bahwa bidan Itu merupakan suruhan dari Sang Selir Kekaisaran Duan yang saat itu masih menjabat sebagi Selir biasa. Karena baru saja masuk harem Kaisar. Dan menjadi Selir favorit dan juga kesayangan Sang kaisar saat itu.


Sehingga hal itulah yang membuat Selir dua dapat bertindak sewenang-wenang dengan sesuka hatinya. Karena dia merasa jika Sang Kaisar tidak akan berbuat sesuatu hal yang menyulitkannya ketika dirinya ketahuan bermain trik pada Sang Permaisuri.


Sebab, Selir Duan tahu tabiat Sang Kaisar Yun Hao Yan itu sepeti apa? Apalagi Permaisuri saat itu dapat menduduki posisi nya saat itu hanya karena Sang Kaisar merasa jika Sang Permaisuri sangat cantik, dan kebetulan juga Sang Kaisar juga ingin membalas jasa Keluarga Permaisuri Hua.


Jadi tanpa adanya rasa cinta yang nyata, dan juga Sang Kaisar Yun Hao Yan yang tidak mendapatkan manfaat apapun dari Sang Permaisuri Hua, itu benar-benar membuat Sang Kaisar harus menutup mata atas perbuatan curang yang dilakukan oleh Sang Selir Duan pada Permaisuri nya.


Apalagi didukung oleh keluarga dari kediaman ibunya yang begitu kuat, dan bahkan sangat disegani oleh Sang Kaisar sekalipun.


Sang Selir Duan menjadi semakin berani untuk membinasakan Sang Permaisuri, dengan tujuan agar suatu saat dirinya dapat menduduki posisi Permaisuri utu sendiri.


Jadi setelah kematian Sang Permaisuri Hua, Meskipun Sang Kaisar tahu penyebab kematian istrinya, dan juga siapa pelakunya.


Sang Kaisar mau tidak mau dirinya harus tutup mata akan hal ini. Karena pada masa itu Sang Kaisar Yun Hao Yan masih sangat membutuhkan kekuatan Keluarga dari Selir Duan untuk menstabilkan kedudukannya sebagai seorang Kaisar.


Jadi Sang Kaisar berencana untuk mengabaikan masalah itu untuk sementara waktu.


Namun disaat seiring berjalannya waktu, Sang Kaisar Yun Hao Yan mendengar sebuah rumor yang menyatakan bahwa Permaisuri Hua sebenarnya bukanlah keturunan asli dari Klan Keluarga Hua. Dan hanya dipunggut begitu saja untuk dijadikan sebagai pengganti putri pertama Keluarga mereka yang telah tiada di usia balita.


Dan tanpa menindak lanjuti rumor tersebut, Sang Kaisar Yun Hao Yan segera mengeluarkan Dekrit Kekaisaran yang menyatakan bahwa Keluarga Hua telah melakukan kesalahan besar, sehingga harus diasingkan di wilayah yang paling terpencil di kawasan Kekaisaran Bulan Perak ini.


Bahkan hanya untuk mencari tahu kebenarannya mengenai identitas asli istrinya sekaligus Permaisuri nya, Sang Kaisar pun merasa sangat tidak sudi.


Sehingga pada saat itu juga kedua putra dan putri kembar yang dilahirkan oleh Sang Permaisuri Hua saat itu dengan bertaruh nyawa. Dan bahkan telah diabaikan oleh sang Kaisar setelah kelahiran mereka.


Yang disebabkan Sang Kaisar ingin menjaga suasana hati Selir Duan yang masih berguna untuknya.


Sehingga ditambah dengan berita yang entah benar atau tidaknya itu, membuat Sang Kaisar semakin marah dan merasa tertipu.


Sehingga membuat Sang Kaisar Yun Hao Yan merasa bahwa dirinya sudah tidak sudi lagi melihat keberadaan kedua anak kembarnya itu, jika tetap berada di dalam Istana Kekaisaran.


Jadi di saat usia Yun Yi Juan dan juga Yun Yi Jia berusia hampir menginjak usia 3 Tahun, mereka justru dikirim keluar untuk diasingkan di tempat yang sangat jauh dari kota kekaisaran.


Dan tidak diperbolehkan untuk menginjakan kaki ke Ibukota Kekaisaran selama tidak ada perintah dari Sang Kaisar.

__ADS_1


Bahkan tidak berhenti disitu saja penderitaan yang mereka Kedua bersaudara kembar itu alami. Karena dalam pengasingan, kehidupan mereka juga sangat kekurangan.


Meskipun pihak Kekaisaran kadang kala masih mengirimkan bahan makanan. Namun itu dengan kualitas yang sangat buruk. bahkan para pelayan pun enggan memakan makanan yang tidak layak sepeti itu.


Namun apa boleh buat, mereka semua saat itu masih sangat patuh dan tidak berani menolak karena takut membuat Ayahanda Kaisar mereka semakin marah pada mereka.


Jadi sebisa mungkin kedua anak kembar itu selaku bersikap baik dan menurut pada perintah yang di berikan oleh Sang Kaisar.


Hingga saat usia mereka mencapai usia tujuh tahun Sang Kaisar juga masih mengirimkan seseorang untuk menguji bakat mereka berdua, dengan tujuan Sang Kaisar ingin membuat pengaturan agar bakat mereka berdua tidak akan menjadi lebih baik dari para putra dan putri kesayangannya yang lainnya.


Hingga pada masa hasil pengujian bakat itu diketahui, dan menyatakan bahwa Sang Pangeran Yun Yi Juan hanya memiliki bakat standar layaknya kultivator biasa saja dan sedangkan untuk Yun Yi Jia, dirinya bahkan tidak memiliki bakat sama sekali.


Bahkan seluruh jalur meridian dan juga dantiannya pun tersumbat. Dan tidak diketahui alasnnya mengapa hal itu bisa terjadi. Namun sudah jelas bagi mereka jika Yun Yi Jia merupakan seorang yang cacat dan juga tidak akan daoat berkembang di masa depan.


Jadi tidak memungkinkan baginya untuk membuatnya dapat berkultivasi selama seumur hidupnya.


Disaat Sang Kaisar Yun Hao Yan yang akhirnya dapat mendengar bahwa bakat yang dimiliki oleh kedua anak kembar keturunan Permaisuri nya itu benar-benar buruk hingga bahkan ada salah satu dari mereka yang merupakan seorang pemborosan besar. Itu benar-benar membuat Sang Kaisar kembali berpikiran buruk akan kebenaran akan status kedua Putra dan Putri kandung Sang Permaisuri Hua itu.


Bahkan Sang Kaisar Yun Hao Yan pun telah beranggapan yang tidak-tidak dan sangat tidak masuk akal sama sekali. Dan menyangkal jika mereka berdua mereka adalah keturunan kandungnya.


"Zhen adalah seorang Kaisar yang sangat berbakat bahkan wanita itu yang merupakan ibu kandung kedua anak itu juga memiliki kemampuan yang sangat bagus. Mengapa kedua anak itu bahkan tidak sedikitpun memiliki bakat yang luar biasa sepeti kami? Mungkinkah jika kedua anak itu bukanlah darah daging ku. Sehingga mereka terlahir mewarisi bakat Ayah kandung mereka? Jika itu memang benar maka Zhen benar-benar tidak akan tinggal diam. Lihat apa yang akan Zhen lakukan pada kalian. Zhen pasti akan membuat hidup kalian nenjadi sangat menderita mulai sekarang." batin Sang Kaisar Yun Hao Yan yang kini justru menganggap bahwa pemikiran piciknya itu sebagai kebenaran yang mutlak.


Oleh Karena hal itu lah pada tujuh tahun lalu Sang Kaisar Yun Hao Yan berusaha memisahkan mereka berdua dengan dalih mengirim Yun Yi Juan untuk pergi belajar ke akademi.


Dan dengan harapan agar putranya itu segera mati oleh orang-orang yang ada di sekitarnya. Sehingga tidak akan ada lagi sebuah ancaman baginya di masa depan.


Karena menurutnya meskipun Yun Yi Juan tidak lah begitu jenius dalam kultivasi nya kelak. Namun tetap saja jika suatu saat dia akan tumbuh dan bisa membuat keributan dan masalah bagi dirinya, dan mempermalukannya di masa depan.


Oleh karena itu saat itu juga Sang Kaisar Yun Hao Yan segera membuat pengaturan untuk menyingkirkan putranya itu tanpa harus turun tangan seorang diri.


Karena Sang Kaisar tahu jika orang-orang yang ada di tempat dimana Yun Yi Juan berada itu benar-benar sangat ganas. Karena persaingan yang dilakukan serta ambisi orang-orang miskin di tempat itu sangatlah tinggi.


Sehingga mereka akan melakukan segala upaya untuk merebut atau merampas milik orang lain yang dinilai berharga. Bahkan tak jarang terjadi pembunuhan di tempat itu. Dan tidak ada orang yang akan pernah peduli atau berharap akan membantu menegakkan keadilan. Karena di tempat tersebut tidak dikenal apa yang namanya hukum.


Bagi masyarakat di sana kehidupan sangatlah kejam. Karena kebanyakan orang yang ada di sana bermata pencaharian sebagai perampok atau bahkan seorang penculik.


Karena itu lah Sang Kaisar Yun Hao Yan, sangat berupaya untuk mengirim putra sulungnya Yun Yi Juan ke sana. Bahkan tak lupa Sang Kaisar bahkan juga memberikan sebuah perbekalan yang cukup mewah selayaknya seorang keturunan bangsawan pada umumnya, yang bahkan selama ini hal itu tak pernah terjadi.


Selama ini Sang Kaisar tidak pernah sekalipun memberikan sesuatu yang begitu berharga. bahkan makanan dan pakaian yang dikirimkan Sang Kaisar Yun Hao Yan untuk mereka bahkan jauh lebih buruk dari apa yang dikenakan para pelayan istana.

__ADS_1


Jadi pada saat itu Sang Kaisar Yun Hao Hao Yan yang memberikan perbekalan pada Sang Pangeran Pertama Yun Yi Juan tentu saja tidak dengan tujuan yang baik sama sekali.


Justru sebaliknya, dengan perbekalan itu Sang Kaisar mengharapkan hal buruk akan terjadi pada Pangeran Yun Yi Juan. Terlebih lagi Sang Kaisar sangat menginginkan nyawa putra sulungnya itu agar segera berakhir.


Namun sayangnya apa yang di harapkannya itu tidak pernah terjadi. Bahkan jika hal itu terjadi maka yang terburuk terjadi pada Sang Pangeran Yun Yi Juan justru hanya merasa kelelahan karena harus menghadapi orang-orang yang selalu datang untuk mengincar nyawanya.


Namun yang terbunuh justru mereka yang diutus sang kaisar untuk melenyapkan Sang Pangeran Yun Yi Juan. Dan hal itu benar-benar membuat Sang Kaisar sanagt marah dan juga kesal.


Jadi selama ini Sang Kaisar selalu saja melampiaskan kekesalannya itu pada Yun Yi Jia yang saat itu ditinggalkan di pengasingan bersama para pelayan yang selalu berusaha untuk mencelakainya.


Dan setiap kali sang Kaisar merasa kesal Ia selalu menghentikan pengiriman persediaan makanan bagi Yun Yi Jia.


Hingga lama kelamaan Sang Kaisar sama sekali tidak pernah lagi mengirimkan apapun untuk kehidupan Sang Putri.


Jadi selama ini Sang Putri Yun Yi Jia justru hidup sangat menderita dan bahkan harus mengghidupi para pelayannya.


Dengan bekerja untuk mencari sayuran dan juga buah-buahan liar yang ada di luaran hutan dekat tempat pengasingannya.


Sedangkan para pelayannya justru hidup dengan sangat nyaman dengan mengandalkan hasil kerja keras Sang Putri Yun Yi Jia.


"Gege bagaimana pendapatmu dengan hal ini?" tanya Yun Yi Jia yang kini tengah menunjukan sebuah benda yang mirip dengan kulit wajah seseorang dan mengenakannya di hadapan Sang Gege.


Hanya saja hal itu hanyalah sebuah topeng kulut palsu yang Yun Yi Jia buat menggunakan bahan latex.


Yun Yi Jia membuat banyak topeng seperti itu dengan banyak karakter wajah, ketika dirinya berada di dalam Ruang Dimensi Mawar Legendaris kala itu.


"Ji..Jia'er apakah itu kulit manusia sungguhan?" tanya Yun Yi Juan dengan ragu dan juga penasaran.


"Tenang saja Gege, ini bukanlah kulit sungguhan. Guru yang membuatnya dengan bahan yang sangat aneh. Aku awalnya juga tidak percaya dengan ucapan guru ku yang mengatakan bahwa benda ini kulit palsu. Tapi setelah aku melihat cara pembuatannya aku sangat terkejut karena benda ini di buat dari sebuah benda yang sangat lentur. bahkan bisa lebih lentur dari adonan mie," ucap Yun Yi Jia dengan penuh keyakinan.


Karena dirinya tahu akan keraguan yang terpancar dalam tatapan mata Gege nya itu.


"Hahhh... syukurlah jika bukan kulit asli," Yun Yi Juan menghela nafas lega.


"Apa maksudmu, kau ingin. menyamar menjadi orang lain saat memasuki istana Kekaisaran nanti?" tanya Yun Yi Juan yang merasa tidak mengerti tujuan adiknya itu yang mengeluarkan topeng kukut palsu itu.


"Tentu saja tidak, topeng ini akan sangat berguna untuk seseorang. Bukankah Gege tadi telah mengatakan jika di kota ini ada seseorang gadis yang berambisi untuk memasuki istana sebagai Selir Sang Kaisar, hanya saja hal itu gagal, dan bahkan rencana itu ditentang oleh para Menteri Kekaisaran hanya karena gadis itu berasal dari Keluarga yang tidak sepihak dan juga tidak kalah terpandangnya dari Keluarga Selir Kekaisaran Duan. Yang juga merupakan salah satu Keluarga perintis Kekaisaran Bulan Perak ini dari Empat Klan Perintis yang terkenal di seluruh penjuru Kekaisaran Bulan Perak ini," ucap Yun Yi Jia yang mengarah pada Sang gadis dari salah satu klan utama di Kekaisaran Bulan Perak.


Yun Yi Juan pu segera memahami maksud dari adiknya itu. Hanya saja dirinya masih tidak yakin jika Klan Keluarga Shangguan yang di maksud adiknya itu bersedia untuk mengikuti keinginan adiknya ini jika tidak ada yang dapat ditukarkan dengan kerja sama yang akan mereka jalankan.

__ADS_1


"Tapi Jia'er, bagaimana caranya agar kita dapat meyakinkan mereka dan memenangkan kepercayaan mereka agar mereka setuju dengan gagasan mu itu?" tanya Yun Yi Juan dengan sangat serius. Karena dirinya tidak akan pernah mengabaikan atau pun meremehkan pemikiran adik perempuannya itu.


"Gege, Apakah kau mengetahui apa masalah terbesar yang di alami oleh Klan Keluarga Shangguan saat ini?" tanya Yun Yi Jia lagi tanpa menjawab pertanyaan Sang Gege terlebih dahulu.


__ADS_2