
Bukan hanya mengalami cidera pada organ dalamnya yang sangat serius namun pemuda yang lebih muda beberapa bulan darinya itu juga mengalami keracunan yang disebabkan oleh racun kronik yang sangat cepat bereaksi ketika keadaan tubuhnya sedang lemah dan ditambah lagi dengan cideranya ini akan membuat racun itu semakin menggila dalam tubuhnya.
"Benar-benar kejam sekali Selir Kekaisaran Duan ini, Ia bahkan dengan mudahnya wanita itu berbuat keji dengan menghapus kekuatan internal bocah ini secara permanen. Tapi itu bagus juga, kali ini aku sangat sependapat dengan apa yang wanita iblis itu lakukan pada bocah ini. Dan sepertinya hal ini saja masih belum cukup." ucap Yun Yi Jia.
Meskipun dirinya sama sekali tidak memerikasa nadinya. Namun Yun Yi Jia mampu mendiaknosis apa yang dialami oleh Yun Shao Meng dengan sangat tepat dan akurat.
Dan saat ini Yun Yi Jia pun sudah memilikirkan rencana lain yang akan membuat keadaan Pangeran kesayangan Sang Kaisar Yun Hao Yan ini merasakan penderitaan yang lebih memalukan lagi. Dari pada menjadi seorang sampah yang tak akan perbah bisa berkuktivasi lagi untuk seumur hidupnya.
"Karena Selir Kekaisaran telah membuatmu cacat, maka kali ini aku akan berbaik hati dengan membuat kecacatan yang kau derita saat ini menjadi lebih sempurna saja. Lagi pula sepertinya kau selama ini terkenal sangat meresahkan para pelayan-pelayan muda dan juga gadis pelayan di sekitar mu itu bukan? Dan kau bahkan tak pernah sekalipun peduli dengan mereka semua yang telah kau rusak dan kau gauli secara liar seperti binatang. Benar-benar tabiat yang sangat buruk. Kau mencari kepuasan dengan tak pandangan bulu, tidak hanya gadis cantik yang kau suka tapi kau juga menginginkan perjaka untuk kau mainkan dengan kelainan yang kau miliki itu. Jadi jangan salahkan aku, jika aku harus menghentikan kejahatan mu yang sangat tidak bermoral dengan menabur benih dimana-mana itu untuk selamanya." ucap Yun Yi Jia yang mengatakan mengenai informasi tersembunyi yang hanya di ketahui oleh Sang Selir Agung Han dan kedua keturuannya itu. Yang mana Yun Shao Meng ini meski hanya seorang remaja yang terkenal sangat sopan dan lembut oleh seluruh masyarakat di luaran sana. Namun siapa sangka sebenarnya pemuda itu adalah seorang pecandu ***. Bahkan dia tidak hanya telah merusak dan menodai para gadis yang sengaja Selir Agung Han persembahkan untuk memuaskan hasrat putranya itu. Tapi Yun Shao Meng ini juga akan menuntaskan hasrat biologisnya itu pada seorang pria muda yang memiliki fitur wajah halus dan tampan.
Itulah sebabnya seluruh pengawal dan pelayan di kediamannya itu memiliki rupa yang baik, tampan dan juga cantik.
"Huhh.. Tapi sayangnya akan sangat tidak adil, jika ayahmu tersayang itu mengetahui kondisi mu yang memprihatinkan, ketika aku juga melumpuhkan keperkasaan mu itu. Dan Pria Tua itu hanya memnganggap mu sebagai korban yang sangat malang. Dan dia juga akan menjadi lebih iba dan mungkin juga menyesal akan apa yang menimpamu kali ini. Huhhh... Benar-benar tidak akan pernah ku biarkan hal itu terjadi." batin Yun Yi Jia sambil memandang orang yang terbaring tak berdaya di atars ranjang mewah itu dengan tatapan ingin membunuh.
"Aiya...Hal ini harus ku manfaatkan sebaik mungkin. Tapi sepertinya aku merasa jika memang lebih baik bila saat ini kaisar bodoh itu bisa lebih simpati terhadap mu. Jadi di saat yang tepat suatu hari nanti dia si Pak Tua itu akan bisa merasakan kekecewaan dan juga kebencian yang mendalam pada kalian ibu dan anak. Jika saat ini aku membuat mu benar-benar tak berguna, lalu harus bagai mana cara ku untuk mempermalukan mu sampai tak berkutik di hadapan umum? Dan juga bagaimana Kau bisa mencorengkan kotoran tepat di muka Pak Tua itu?" gumam Yun Yi Jia yang kini merasa ragu untuk mengayunkan pedang yang ada di tangannya yang awalnya ingin dirinya gunakan untuk membuat Sang Pangeran Kedua Yun Shao Meng itu menjadi seorang kasim muda.
Dan segera mengubah rencananya untuk memberikan pertunjukan spesial bagi Sang Kaisar Yun Hao Yan itu dimasa depan dengan menampilkan tabiat aslinya.
Yang tentunya akan sangat heboh dan juga lebih menggemparkan dari pada kasus gunungan kepala yang dikirim bawahan Gege nya itu.
Yang akan mampu membuat mereka Ibu dan anak, terpuruk untuk selamanya. Dan bahkan mereka tidak menginginkan hidup mereka lagi.
Namun sayangnya Yun Yi Jia masih merasa jika itu akan terlalu mudah baginya untuk membuatnya sangat terpuruk dan mati.
Yang dirinya inginkan adalah memberikan penderitaan dengan perlahan namun berkepanjangan hingga mereka menjumpai ajal mereka sendiri.
Haisss... Baiklah kalau begitu, hanya ada satu cara yang dapat ku lakukan pada mu saat ini. Aku akan memberimu pil racun kemandulan ini. Dengan begitu kau tidak akan bisa memiliki keturunan untuk seumur hidup mu. Karena aku tahu jika para wanita yang telah hamil akibat kau lecehkan itu telah kau bunuh semuanya tanpa sisa." sinis Yun Yi Jia yang telah memutuskan rencana terbaiknya.
Dan setelah itu Yun Yi Jia pun segera mengeluarkan sebutir pil yang berwarna hijau gelap dengan corak kekuningan di tengahnya.
Dan segera memasukkannya ke dalam mulut Yun Shao Meng yang masih tak sadarkan diri itu. Dengan bantuan tenaga dalamnya maka dengan mudah Yun Yi Jia membuatnya menelan pil kemandulan itu.
"Baiklah sudah beres," ucap Yun Yi Jia setelah memastikan jika pilnya sudah bekerja dengan sangat efektif.
"Jadi dengan kondisi mu yang begini, selain kau tidak akan pernah memiliki kesempatan untuk posisi itu lagi. Namun juga akan membuat mu menjadi bahan lelucon dan olok-olokan semua orang." ucap Yun Yi Jia yang cukup puas dengan hasil kerjanya malam ini.
Tepat pada saat itu, Yun Yi Jia dapat merasakan beberapa aura yang menuju ke tempat itu. Dan Yun Yi Jia juga tahu siapa pemilik aura itu.
__ADS_1
"Ohh... cepat juga Pak Tua itu datang. Benar-benar dia tidak ingin mengecewakan
anak emas dan juga permata hatinya ini." sarkas Yun Yi Jia yang kemudian dirinya pun segera bersiap untuk pergi dari tempat itu. Tapi sebelum itu Yun Yi Jia melemparkan sesuatu benda tepat di bawah jendela ruangan itu.
Setelah itu Yun Yi Jia pun segera pergi meninggalkan tempat itu tanpa meninggalkan jejak apapun.
Dan menjumpai Gege nya yang telah dirinya ketahui telah menunggunya di suatu tempat yang sangat sunyi di dalam Istana Kekaisaran Bulan Perak ini.
Sesaat selepas kepergian Yun Yi Jia, kini pintu kediaman itu mulai terbuka, dan Orang yang muncul saat itu merupakan Sang Kaisar bersama seorang Kasim dan juga dua orang pengawal khusus dari Tim Elite. Juga tak ketinggalan seorang penawal yang datang melapor pada Sang Kaisar tadi.
"Meng'er, bagaimana kondisi nya saat ini? mengapa masih belum ada seorang tabib pun yang datang memeriksanya?" cemas Sang Kaisar yang segera mengeruduk kearah ranjang tempat putra keduanya itu terbaring, setelah Sang Kaisar Yun Hao Yan memasuki ruangan itu.
Tepat saat itu terdengar suara yang cukup gaduh dari luar ruangan itu. dan terdengar sebuah seruan.
"Tabib Kekaisaran Hu telah tiba,"seru Kasim kecil yang berada di kediaman itu.
Mendengar hal itu Sang Kaisar pun segera memerintahkan agar Sang Tabib segera masuk dan memeriksa keadaan Putra Keduanya itu.
" Ceoat jangan tunggu waktu Yang, biarkan Tabib itu masuk dan melihat keadaan Meng'er saat ini juga." ucap Sang Kaisar dengan sangat cemas.
Dan setelah itu Sang Tabib yang juga telah mendengar perintah Sang Kau Yun Hao Yan pun tak betani menunda waktu lagi, dan betgegas berlari masuk meruang dalam dan menuju kamar Sang Pangeran Kedua Yun itu dengan tergopoh-gopoh.
"Hentikan, segeralah lajukan tugasmu sebagai seorang Tabib dan juga tenaga medis yang baik." sela Sang Kaisar Yun Hao Yan yang tidak inin berbasa-basi dan juga bertele-tele.
"Baik Yang Mulia," jawab Sang Tabib Hu itu dengan sigap.
Dan segera berbalik dan melangkah menuju keadarah Sang Pangeran Kedua Yun Shao Meng terbaring lemah.
Kemudian dirinya pun segera memeriksa denyut nadi Sang Putra Kaisar tersebut dengan cermat, setelah dirinya meletakan barang medis yang dirinya bawa dalm sebuah kotak obat.
Saat Tabib Hu memeriksa denyut nadi Sang Pangeran Kedua Yun Shao Meng dirinya benar-benar melakukannya dengan teliti dan juga cermat.
Selama beberapa waktu dirinya memfokuskan diri untuk menganalisa dan mendiaknosis kondisi Sang Pangeran Kedua Itu akhirnya dirinya menemukan sebuah penemuan yang sangat mengejutkan.
Sang Tabib Hu pun berubah menjadi lebih pucat dan berkeringat dingin dengan begitu derasnya.
Setelah melihat apa yang terjadi dan bagaimana reaksi yang ditunjukan oleh Sang Tabib Hu itu begitu besar. Itu sungguh membuat jantung Sang Kaisar seperti dipacu untuk berdetak lebih kencang.
__ADS_1
Sang Kaisar Yun Hao Yan sungguh takut dan juga khawatir Jika keadaan putranya itu benar-benar sangat buruk.
"Bagaimana? Apa yang terjadi pada Putra ku? Dia baik-baik saja kan?" tanya Sang Kaisar seketika ketika dirinya melihat jika Sang Tabib Hu telah menghentukan pemeriksaan pada putranya.
Namun setelah Sang Kaisar bertanya. Bahkan bukan sebuah jawaban akan kondisi putranya yang dirinya dengar.
Akan tetapi Sang Kaisar Yun Hao Yan justru mendengar sebuah suara yang begitu nyaring ketika lutut bertumbukan dengan lantai.
Dan di barengi dengan sebuah gerakan Sang Tabib Hu yang merosotkan tubuhnya dan segera bersujud dihadapan Sang Kaisar sambil mengetukan kepalanya sebanyak tiga kali dengan cukup keras yang memvuat lukanya memar, dan bahkan berdarah karena terdapat luka sobekan pada dahinya.
"Ampun Yang Mulia, Hamba benar-benar tidak kompeten dalam menangani masalah kesehatan Yang Mulia Pangeran Kedua untuk kali ini. Hamba mohon agar Yang Mulia mempertimbangkannuntuk mengundang Tuan Guang yang merupakab Kepala Tabib Kekaisaran, hanya beliau lah harapan yang kuta miliki saat ini. karena..... karena..." ucapan Sang Tabib Hu terhenti karena merasa sangat ragu untuk menyampaikan keadaan Sang Putra emas dari Sang Kaisar Yun itu.
Karena benar-benar dirinya belum siap menanggung konsekuensi yang harus dirinya tanggung. Ketika Sang Kaisar Yun Hao Yan mengetahui keadaan putranya itu yang sangat buruk.
" Cepat katakan apa yang terjadi pada Putra ku?! ucap Sang Kaisar dengan sangat dingin dan juga aura membunuh mulai menyebar dan menekan Sang Tabib Hu.
Karena sebenarnya Sang Kaisar Yun Hao Yan benar-benar takut dan juga memiliki firasat yang aangat teramat buruk semenjak dirinya melihat reaksi pertama yang di tunjukan Oleh Tabib Kekaisaran Hu yang tengan memeriksa keadaan Putra kebanggaanya itu.
"Ampun Yang Mulia, Hamba.... Hamba... sebenarnya Yang Mulia Pangeran Kedua... Pangeran Kedua telah mengalami keracunan. dengan racun yang bersifat sangat kronik. Yang dapat membuat Yang Mulia Pangeran Kedua mengalami ke....kek..kecacatan pada ilmu bela diri internal dan spiritualnya. Dan masih ada dampak lain yang juga sangat fatal dan itu.....itu..." ucap Sang Tabib Hu dengan nada yang sangat bergetar dan juga terbata. Bahkan ia mengucapkannya sambil memejamkan matanya serta menunduk dalam-dalam.
"Dan apa!?" seru Sang Kaisar Yun Hao Yan yang sudah tidak sabar. Dan juga dangat marah karena dirinya sudah mendengar jika putranya akan menjadi orang cacat tanpa kultivasi. Namun itu masih belum yang terburuk. Jadi dirinya harus bagaimana.
"Shan, cepat peruntahkan orang yntuk mengundang Kepala Tabib Kekaisaran Guang sekarang juga," perintah Sang Kaisar pada Kasim Shan yang berada di sampingnya.
"Baik Yang Mulia," jawab Sang Kasim.
"Cepat katakan! Apa yang menjadi lebih buruk dari putra ku yang membuat mu begitu tak berdaya?" cecar Sang Kaisar Yun Hao Yan dengan pandangan yang sangat tajam.
"Ampuni Hamba Yang Mulia, Karena sepertinya racun yang diberikan pada Yang Mulia Pangeran Kedua ini juga mempengaruhi tingkat kesuburan Yang Mulia Pangeran Kedua di masa depan," ucap Sang Tabib Kekaisaran Hu yang kian lirih dan nyaris tak terdengar oleh orang biasa.
Namun dengan kemampuan dan tingkat kekuatan Sang Kaisar Yun Hao Yan saat ini, dirinya mampu mendengar semua kalimat dan setiap kata yang diucapkan oleh Sang Tabib Hu itu dengan jelas.
"Apa kata mu? Itu tidak mungkin! kau jangan bercanda untuk masalah seperti ini. Pak Tua Hu, jangan pernah main-main dengan ku? Apa kau kira aku akan melepaskan mu dan juga Keluarga mu begitu saja jika kau melakukan kesalahan kali ini," dingin Sang Kaisar
"Ampun Yang Mulia, hamba tidak beranai. benar-benar tidak akan pernah berani. Mohon Yang Mulia Kaisar selidiki masalah ini lebih lanjut." ucap Sang Tabib Hu dengan membenturkan kepalanya berulang kali kelantai yang dingin itu.
"Hemmhhh..." dengus Sang Kaisar Yun Hao Yan yang kemudian mengaluhkan pandangannya pada putranya yang kini terbaring tak berdaya dengan tatapan nanar.
__ADS_1
"Bagaimana? Apakah kalian telah menemukan petunjuk dalam masalah kali ini? Aku ingin mendengar kabar baik sesegera mungkin!" ucap Sang Kaisar Yun Hao Yan dengan nada yang sangat dalam.