
"Yah, sekarang semua keadaanya telah berbeda. kita berdua sama- sama memiliki tugas dan juga tanggung jawab masing-masing, bukan hanya untuk Keluarga namun juga untuk negeri kita ini. Ngomong-ngomong mengenai soal Tugas Negara, Apakah mungkin kau mengundang ku, kawan lama mu ini karena ada kaitanya dengan hal yang menimpa Yang Mulia Selir Agung? Apakah kau ingin mengetahui situasi dan juga keadaan Yang Mulia Selir Agung saat ini?" tanya Sang Wakil Komisaris Du.
Yang kini berusaha untuk bersikap rasional dan juga tidak ingin bertele-tele dan banyak basa-basi yang tidak jelas. Apalagi dirinya juga telah lama mengenal Sang Jenderal Han. Jadi dirinya tahu bagaimana sikap dan juga sifat teman karibnya itu.
Apalagi jika sudah menyinggung mengenai Adik perempuannya itu yang sangat temannya itu sayangi dan lindungi, tentu saja Wakil Komisaris Du akan dengan mudah bersikap lebih santai dalam pembicaraan ini.
"Hhaaahhh.... Huffft... kau bisa mengetahuinya? Yah, aku memang tidak bisa menyembunyikan hal itu dari mu Fu Ming. Jujur saja Aku memang sangat memikirkan akan Nasib adik ku saat ini. Apalagi kau juga tahu sendiri, Jika saat ini Yang Mulia Kaisar tidak mengizinkan seorang pun untuk menjenguk atau bahkan menemuinya," ucap Sang Jenderal Han tanpa daya. Bahkan dirinya telah menghela napas dengan frustasi berualang kali.
"Yu Bao, aku bisa mengerti perasaan mu saat ini. Hanya saja kasus kali ini memang bukanlah hal yang biasa saja. Bahkan sampai saat ini pihak Yamen kami, juga masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut. Karena semua itu terjadi begitu saja dan sangat rapi tanoa meninggalkan jejak sedikitpun. Dan untuk sementara ini, kami bahkan hanya dapat menemukan apa yang memang disengaja ditinggalkan oleh pelaku pengiriman gunungan kepala dari tiga puluh anggota Organisasi Pembunuh Bayaran Kelabang Hitam itu." ucap Sang Wakil Komisaris Du dengan menerangkan garis besarnya saja, pada Sang Jenderal Han, yang memiliki nama asli Han Yu Bao.
"Apakah tidak ada bukti tau apapun yang telah ditemukan dalam Istana Lotus milik Yang Mulia Selir Agung? Ah, maksud ku adalah, jika sampai saat ini masih belum mendapatkan titik terang ataupun sebuah barang bukti atau hal yang menjadi alasan seseorang itu berani membuah hal sebesar ini, mengapa kalian tidak mencoba untuk bersikap lebih memberi Yang Mulia Selir Agung waktu untuk menenanngman diri sampai seluruh masalah ini benar-benar dapat dipastikan alasannya. Lalu Bagaimana dengan Yang Mulia Selir Agung? Apakah beliau tahu sesuatu atau mengatakan sesuatu mengenai hal itu?" tanya Sang Jenderal Han yang mulai berkeringat dingin ketika dirinya mendengar bahwa, para petugas Yamen yang sangat terkenal akan kemampuan dan juga kredibilitasnya itu sampai saat ini juga masih belum mendapatkan hasil apapun yang memuaskan atas kasus ini. Yang menandakan jika kasus ini sangat serius dan juga sangat misterius.
"Aku tidak menyembunyikan apapun darimu kawan. Lagi pula Yang Mulia Kaisar Yun Hao Yan juga bahkan sudah mulai turun tangan dengan mengirimkan Pasukan Elite miliknya dan juga kebanggaan Kekaisaran Bulan Perak ini untuk membantu manangani hal ini. Namun sama seperti kami, Mereka bahkan telah menjungkir balik kan seisi kediaman Istana Lotus, guna mencari bukti atau hal yang menjadi alasan dan terkait dengan masalah Yang menimpa Yang Mulia Selir Agung Han saat ini.Namun hasilnya masih Nihil. Dan terahir kali sebelum kami semua kembali, sore ini tiba-tiba kami menemukan sebuah catatan yang berisi pesan misterius yang hanya Yang Mulia Kaisar Yun Hao Yan, Tuan Ketua Komisaris Utama, dan juga salah seorang komandan dari tim Elite milik Yang Mulia Kaisar yang mengetahui apa isinya." ucap Sang Wakil Komisaris Du Fu Ming yang menunjukan situasi dan hasil penyelidikan mereka atas kasus yang menimpa Adik perempuan dari Sang Jenderal Han.
"Namun karena hal itulah yang membuat Yang Mulia menjadi sangat ketakutan dan juga murka, ditambah lagi dengan kenyataan, Bahwa Yang Mulia Selir Agung sama sekali tidak memberikan sepatah kata pun jawaban atas siapa orang hebat yang telah beliau singgung hingga mengirimkan balasan dan ancaman seperti itu. Jadi memang tidak salah jika Yang Mulia Kaisar saat ini masih waspada dan juga takut akan musuh yang kemungkinan memiliki kemampuan yang jauh lebuh hebat, yang dapat menyerang Istana Kekaisaran Bulan Perak ini kapan saja tanpa ada yang tahu. Jadi Karena terlampau marahnya Yang Mulia Kaisar sehingga beliau bersikap untuk mengirim Yang Mulia Selir Agung Han ke Istana bagian barat jung barat itu tanpa adanya pelayan yang menjaga dan juga menemaninya disana. Dan hanya ada seorang pelayan yang ditugaskan untuk sekedar mengirim makanan sesuai perintah Yang Mulia Kaisar sendiri," lanjut Sang Wakil Komisaris Du menerangkan keadaan yang sebenarnya terjadi.
Sang Jenderal Han yang telah mendengar keseriusan dari penjelasan dari sang kawan pun saat ini menjadi jauh lebih gelisah dan juga bingung, harus berbuat apa?
Apalagi dengan mendengar jika ada sebuah pesan rahasia yang hanya diketahui oleh Sang Kaisar, dan juga dua orang penting itu. itu membuatnya semakin waspada.
Karena mungkin saja saat ini semua bukti kejahatan Sang Selir Agung dan juga dirinya yang selama ini bersekongkol untuk melakukan banyak kejahatan. Itu benar-benar telah di temukan oleh orang mistetius yang dapat dengan mudahnya menyusup ke dalam Istana Kekaisaran yang dipenuhi pengawalan yang ketat.
Maka akan sangat bahaya jika sampai orang itu juga mengirimkan seluruh bukti kejahatan dan kecurangannya yang mereka lakukan selama ini kepada Sang Kaisar Yun Hao Yan.
__ADS_1
Bisa tamat dirinya, bukan hanya akan di berhentikan dan juga dibuang ke kota pengsingan tapi juga dirinya serta seluruh keluarga kecilnya yang selama ini bahagia juga akan ikut dimusnahkan. Dengan tuduhan berlapis. Dan yang paling mengerikan adalah ketika dirinya dan juga Adik nya Sang Selir Agung dijatuhi dakwaan sebagai seorang pemberontak karena telah secara diam-diam mereka berdua telah berupaya untuk membuat pasukan pribadi yang saat inu tersembunyi untuk kelancaran Sang Pangeran Kedua Yun Shao Meng mendapatkan tahta. Selain itu dirinya juga melakukan korupsi dana militer yang digunakan untuk membiayai pasukan pribadi mereka dan juga sebagian untuk menyuap para Menteri yang saat ini telah menjadi pendukung Pangeran Kedua Yun Shao Meng sebagai kandidat terkuat sebagai ahli waris Sang Kaisar di masa depan.
"Tidak, semua ini tidak boleh terungkap di hadapan Yang Mulia Kaisar sama sekali. Aku harus segera bertindak. Dan tidak ada jalan lain lagi, aku harus menarik Du Fu Ming masuk ke dalam kubu pendukungnya. Atau jika tidak maka semuanya akan sangat terlambat jika nanti orang misterius itu muncul lagi. Tapi sebenarnya siapa orang itu? Dan bagaimana bisa Han Yu Mei adik yang bodoh itu bisa menyinggung orang sepeti itu? " batin Sang Jenderal Han Yu Bao, yang merasa sangt frustasi dan juga ketakutan.
"Fu Ming, bisakah kau membantu ku untuk memastikan kasus ini aman untuk Yang Mulia Selir Agung? Aku tidak masalah jika hal ini menimpa diriku, tapi Jujur saja aku benar-benar tidak bisa melihat jika nantinya Adik ku yang malang itu akan menderita karena hal seperti ini," ucap Sang Jenderal Han dengan penuh permohonan pada Sang sahabatnya itu.
Yang tampak sangat peduli dan juga terkesan seperti dirinya adalah seorang Kakak laki-laki yang siap melindungi adiknya dalam keadaan apapun.
Padahal apa yang terbersit dalam hati dan pikirkan Sang Jenderal tidaklah semulia itu. Bahkan dirinya justru akan menjerumuskan adiknya sendiri dan membersihkan namanya dari air keruh ini.
"Apa maksud mu Yu Bao? Meskipun aku tahu kau ini seorang kakak yang sangat baik, Namun apa yang bisa aku lalukan? Semua ini bukan berada di bawah kendali ku? Bagaimana mungkin akau memiliki kemampuan dan juga wewenang seperti itu? Sedangkan pada kasus ini tidak hanya Komisaris utama harus turun tangan untuk menangani masalah ini, tapi juga tim khusus yang dikomando langsung oleh Yang Mulia Kaisar juga bekerja sama untuk menyelesaikan penyelidikan kasus ini hingga dapat terpecahkan," ucap Du Fu Ming yang tak berdaya.
"Hal itu tidak akan menjadi masalah. Kau hanya perlu membantu ku untuk menemukan bukti-bukti kejahatan yang telah dilakukan oleh Adik perempuan ku saja, dan setelah itu serahkan semua pada ku sisanya. Aku yakin akan dapat menemukan cara untuk mengetahui siapa orang yang telah berhasil membuat masalah yang begitu menggemparkan seperti itu. Bisa kan kau percaya terhadap teman baik mu ini?" bujuk Sang Jenderal Han dengan tidak tahu malunya.
Karena sebenarnya dirinya hanya ingin menyingkirkan semua bukti-bukti yang melibatkan dirinya dalam tindakan kejahatan yang dilakukan adiknya Sang Selir Agung Han itu.
Dan setelah itu dirinya juga dapat menggunakan bukti yang ada ditangannya itu untuk menekan dan juga memeras adiknya itu, yang selama ini juga selalu bertingkah sok berkuasa di hadapannya.
"Yu Bao, aku benar-benar tidak tahu apakah hal itu mungkinbhisa dilakukan atau tidak? Hanya saja aku memang tidak tahu caranya untuk dapat mememukan hal-hal seperti itu. Bahkan Sang Kaisar Yun Hao Yan sendiri juga telah turun tangan dan mencari di tempat paling tersembunyi di Kediaman Lotus itu, hanya saja masih tidak dapat ditemukan apapun di sana. Dan bahkan aku dan yang lainnya juga beranggapan jika seluruh bukti itu telah diambil atau bahkan di musnahkan oleh pihak lain yang memberikan teror besar itu." balas Sang Wakil Komisaris Du.
"Bahkan petang ini diriku dan juga Sang Ketua Komisaris Utama, juga telah bergegas ke markas organisasi kelabang hitam itu, namun hasilnya juga Nihil. Disana bahkan sudah tidak ada orang sama sekali dan juga tidak ada hal yang mencurigakan sama sekali yang ditemukan, disana benar-benar telah bersih sepenuhnya. Tampaknya mereka semua juga mendapatkan gertakan dan teror dariborang yang sama dengan yang melakukan peneroran di kediaman Yang Mulia Selir Agung," timpal Sang Wakil Komisaris Du lebih lanjut dengan nada yang semakin terasing di bandingkan tadi ketika mereka dapat saling berbincang dengan akrab.
Jenderal Han yang juga bisa merasakan perubahan sikap orang yang ada di depannya itu pun dapat mengerti jika dirinya tidak memiliki kesempatan untuk memohon lebih lanjut.
__ADS_1
Jadi dirinya pun segera ingin mencoba menggunakan cara lain agar kawan lamanya itu bisa berubah pikiran dan juga membantunya. Dan tentu saja dirinya harus berkorban terlebih dahulu untuk menakhlukkan Sang Wakil Komisaris Du itu.
Namun di saat dirinya hendak mengungkapkan niatanya itu, tiba-tiba saja pintunya di ketuk dari luar. Dan terdengar sebuah suara salah satu pengawal Wakil Komisaris Du yang ingin memberikan laporan pada majikannya itu.
"Maaf karena hamba telah mengganggu acara Tuan dengan Jenderal Muda Han. Namun saat ini ada hal yang mendesak yang ingin hamba sampaikan kepada Tuan Wakil Komisaris," ucap pengawal itu dari luar pintu.
Setelah mendengar bahwa itu bawahannya yang ingin melaporkan sesuatu hal yang sepertinya sangat penting, maka Sang Wakil Komisaris Du pun segera melihat ke arah Sang Jenderal Han yang ada di sana.
Sedangkan Han Fu Hao yang memahami maksud dari tatapan sang kawan pun segera mengangguk.
Karena dirinya juga tidak akan mungkin bisa melarangnya. Dan lagi, jika itu memang benar-benar mengenai urusan yang sangat mendesak dirinya juga tidak boleh menyulitkannya lagi. Hingga akhirnya dirinya pun segera mengangguk setuju.
Melihat Sang Jenderal Han tidak mempermasalahkan hal itu Sang Wakil Komisaris Du pun segera memerintahkan bawahanya itu untuk masuk.
"Masuklah!" seru Sang Wakil Komisaris Du dengan singkat.
Setelah itu terdengar suara pintu yang terbuka. Dan tampaklah seorang pengawal yang segera membungkuk pada kedua orang yang ada di dalam ruangan tersebut.
"Ada apa? Segera katakan dengan jelas!" perintah Wakil Komisaris Du yang tidak ingin basa-basi dan bertele-tele.
"Lapor Tuan, di luar ada Pengawal Wan. Dia di perintahkan oleh Tuan Ketua Komisaris Utama, untuk memanggil Anda. Dan saat ini Tuan diminta untuk segera bergegas ke Istana Kekaisaran, karena ada suatu hal yang ingin disampaikan oleh Yang Mulia Kaisar Yun Hao Yan secara langsung pada para pasukan yang bertugas pada pagi hari tadi." lapor Sang pengawal itu dengan lugas dan jelas.
"Baiklah, aku akan segera kesana. dan kalian bersiaplah," balas Sang Wakil Komisaris Du dengan tegas.
__ADS_1
"Baik Tuan," setelah mengatakan itu pengawal itu segera keluar dari ruangan itu meninggalkan ruangan tersebut.
Dan saat ini Sang Wakil Komisaris Du pun segera berpamitan pada rekan lamanya itu. Karena pada dasarnya Sang Jenderal Han sendiri juga telah mendengar hal apa yang telah disampaikan oleh pengawal nya tadi.