
"Tidak, Yang Mulia Mohon Anda dengarkan hamba. Mo Chen...ah... Chen'er adalah Putra kita, dia benar-benar darah daging dan keturunan Anda yang sebenarnya," racau Duan Rongyue yang kini tampak begitu panik.
Selir Kekaisaran Duan mengatakan itu dengan sangat tergesa dan bahkan Ia juga berusaha keras untuk menyeret tubuhnya untuk menjangkau ke tempat Sang Kaisar Yun Hao Yan berdiri saat ini.
Namun, begitu Selir Duan yang hendak menggapai ujung pakaian jubah Sang Kaisar . Sang Kaisar Yun Hao Yan pun dengan sigap menghindari tangan Sang Selir yang hendak meraihnya.
"Dasar wanita murahan! Jangan pernah sekalipun kau berani untuk menyentuh bahkan seujung pakaian Zhen dengan tangan kotor mu itu. Sungguh Zhen sangat jijik melihatnya," sarkas Sang Kaisar Yun Hao Yan yang kemudian memerintahkan salah satu pengawalnya untuk mematahkan kedua tangan Sang Selir.
"Dong Shu, cepat patahkan kedua tangan kotor dari wanita menjijikan itu, sekarang juga!" tegas Sang Kaisar Yun Hao Yan yang tak ingin di bantah pada pengawal yang dirinya perintahkan itu.
"Baik, Yang Mulia," jawab seorang yang di panggil Dong Shu itu.
Dan kemudian pengawal Dong Shu pun segera melangkah ke arah Sang Selir Kekaisaran Duan Dan hendak melaksanakan tugasnya.
Namun tiba-tiba terdengar suara seseorang menginterupsinya. Dan berupaya membuatnya gagal menangani apa yang telah di perintahkan oleh Sang Kaisar.
"Tidak, Jangan lakukan itu. Lepaskan Yue'er ku, kau tak boleh menyentuh atau bahkan menyakitinya dasar pengawal sialan," teriak seseorang yang merupakan Pria selingkuhan Sang Selir Kekaisaran yang bernama Yu Jun itu.
Namun Dong Shu mengabaikan segala ucapannya itu. Dan masih berusaha meraih kedua tangan Selir Kekaisaran Duan.
Bahkan Sang Selir Kekaisaran Duan pun Kini sangat ketakutan dan terus mencoba merangkak dan menyeret tubuhnya untuk menghindari pengawal Dong Shu.
"Tidak, jangan mendekat. Pergi... pergi dari ku, atau aku akan membunuh mu. Gumam Selir Duan yang kini mulai histeris karena ketakutan dengan kenyataan bawa Sang Kaisar Yun Hao Yan benar-benar telah mengetahui rahasia terbesarnya.
Akan tetapi seberapa pun Selir Duan mengancamnya, pengawal Dong Shu bahkan tidak gentar atau takut sedikitpun.
Dia Bahkan semakin bersikeras untuk dapat segera melaksanakan tugasnya. Apalagi dirinya sendiri juga sudah jengah dengan kelakuan Selir Kekaisaran Duan yang tidak tahu malu itu.
Jadi tanpa membuang lebih banyak waktu lagi. Dan karena Selir Kekaisaran Duan tidak ingin mengalah sama sekali dan membiarkannya malakukan tugasnya dengan mudah, maka tak ada cara lain lagi. Dirinya harus bertindak jauh lebih kejam pada Wanita menjijikan itu.
Jika saja dirinya bisa langsung menggapai Selir Kekaisaran Duan itu dengan tangannya. maka itu setidaknya rasa sakit yang akan diderita oleh wanita itu tidak akan menjadi begitu parah. Atau hanya sebatas patah tulang biasa saja.
Namun Sang Selir Kekaisaran Duan justru menginginkan cara yang kejam untuk menanganinya. Jadi Dong Shu pun tidak akan seungkan ataupun segan untuk mengabulkan keinginannya.
Sehingga Dong Shu pun segera mengeluarkan senjata andalannya yang akan Ia gunakan. Yaitu sebuah cambuk yang terbuat dari kulit hewan spiritual tingkat tinggi yang di tempa secara khusus oleh para ahli.
Dong Shu pun segera melayangkan cambukan pertamanya untuk menghancurkan bagian sendi dan engsel pada bahu Sang Selir Kekaisaran Duan.
__ADS_1
Namun sayangnya usahanya dapat digagalkan oleh Yu Jun yang tiba-tiba menerkam kearah kakinya dan mengigitnya dengan sekuat tenaga. Dengan sisa-sisa tenaganya, demi melindungi wanita yang dia cintai.
Sehingga cambuk pertama yang dilayangkan oleh Dong Shu pun meleset yang hanya mengenai lantai yang menyebabkan lantai di sekitar Selir Kekaisaran Duan terduduk itu kini telah hancur berkeping-keping. Dan bahkan juga meninggalkan sebuah cekungan yang cukup dalam.
Namun sayangnya Dong Shu tak sebodoh itu jika dirinya tidak menggunakan atribut tersembunyi untuk menghidari dan meminimalisir cidera yang di alami saat bertugas melayani Sang Kaisar.
Jadi karena Dong Shu telah mengetahui bahwa pekerjaanya memiliki resiko yang begitu besar. dan bisa saja nyawanya pun melayang begitu saja.
Maka dirinya selalu menggunakan sebuah armor dan juga sebuah pelat besi tipis untuk melindungi dirinya dari dampak serangan lawan.
Bahkan saat ini usaha Yu Jun untuk melukai Dong Shu pun sia-sia saja. Dan Dong Shu pun tidak sungkan untuk mencibir atas kenaifan Yu Jun, yang saat ini dirinya telah menjadi seorang sampah.
"Ohh.... Benar-benar anjing yang baik. kau sungguh setia, dengan berjuang sekuat tenaga untuk melindungi kekasihnya. Upsss .. Aku tidak tahu apakah kau ini adalah benar-benar kekasihnya atau justru anjing peliharaannya. Yang tugasnya adalah untuk mengigit orang-orang yang ingin mencelakai majikannya," sindir Dong Shu pada Yu Jun yang kini masih mencengeram kakinya.
"Ka..Kau...kurang ajar... Aarrrghhhh! Dhugh brakkk...! Aaaaarrhhh... uhukk...uhukkk... phuuhh..." caci maki yang hendak dilontarkan oleh Yu Jun pun terhenti, akibat dirinya telah di tendang dengan sekuat tenaga oleh Dong Shu.
Yang mengakibatkan Pria yang bernama Yu Jun itu terlempar jauh hingga menabrak dinding kediaman itu hingga jebol. Dan Yu Jun pun terkapar tak berdaya di sana. dengan rintihan kesakitan dan juga memuntahkan beberapa teguk darah.
"Ahhh...Kakak Yu Jun...! Kau benar-benar kejam. Kau juga tahu bahwa Kakak Yu Jun telah mengalami kemunduran dalam kultivasi nya. Dan kamu....kamu seorang pengawal rendahan beraninya kau menyerang dan melukai Pria ku? Akan ku bunuh kau!" teriak Selir Duan yang kini kesetanan ketika mendapati bahwa kekasihnya dianiaya di hadapan matanya.
Selir Duan segera mencoba untuk memusatkan kekuatan spiritual nya ke tangannya. Hanya saja berapa kali pun dan sekuat apapun dirinya mencoba dirinya tetap saja tak dapat melakukannya.
Namun Dong Shu pun tidak peduli sama sekali dengan Pria. Ataupun Selir Kekaisaran Duan yang kini tengah mengutuk nya. Dan bahkan berusaha menyerang dirinya.
Dong Shu pun segera melayangkan dua cambukan berturut-turut untuk menghancurkan kedua lengan tangan Selir Duan seperti apa yang diperintahkan oleh Sang Kaisar Yun Hao Yan padanya.
Xan akhirnya saat ini Sang Selir Duan benar-benar telah kehilangan kedua tangannya itu. Meskipun tangannya tidak terputus, akan tetapi kedua tendon dan juga seluruh tulang lengannya dihancurkan dengan dua cambukan yang dilayangkan oleh Dong Shu saat itu.
"Cteesss.. Ctaaaarr.... Chetttaaaaarrrr...." suara cambukan yang begitu kuat dan juga keras.
"Aaaaaarrrgghhhhhh.......! Aaarrrrrrgghhh!" Pekik Selir Duan yang merasa sangat kesakitan. Dan rasa sakit itu semakin mrnjalar dan juga hampir membuatnya pingsan.
Hanya saja, entah mengapa dirinya yang sudah hampir kehilangan kesadaran namun tiba-tiba saja dirinya kembali terjaga dan tetus menderita dalam kesakitan yang dirinya rasakan.
Dan itu semua tentu saja hasil dari ulah yang dilakukan oleh Yun Yi Jia yang saat inu sangat menikmati pertunjukan meski dengan kedua matanya yang tertutup oleh selembar kain hitam yang tebal yang memang sengaja di sematkan oleh gegenya Yun Yi Juan yang benar-benar tidam ingin membiarkan adik perempuannya itu ternoda sedikitpun dengan hal-hal yang tak senonoh seperti apa yang ada di hadapannya saat ini.
Namun yang tidak Yun Yi Juan ketahui adalah bahwa sebenarnya Yun Yi Jia telah melihat kejadian ini sebelumnya.
__ADS_1
Karena sesungguhnya Yun Yi Jia telah mendapatkan sebuah penglihatan dan juga kilasan kejadian yang akan terjadi selanjutnya.
Kembali pada situasi yang dihadapi Sang Selir Kekaisaran Duan yang kini betubah seratus delapan puluh derajat dari sebelumnya yang begitu Mulia dan juga dihormati oleh hampir semua orang.
Namun saat ini dirinya justru harus menelan begitu banyak pil pahit di malam ini. Dan itu pun membuat Sang Selir Duan cukup sadar dan mengakui akan segala kesalahannya. Dirinya justru masih sempat untuk mengutuk orang yang selama ini berstatus sebagai suaminya dan juga Kaisar Negeri Bulan Perak ini.
"Kau Yun Hao Yan sialan. Mengapa kau begitu kejam tethadap diriku hah? Kau tega membuat diri ku kehilangan bayiku. Kau bahkan juga membuatku cacat dan tidak mampu lagi untuk berkultivasi untuk seumur hidup ku. Dan sekarang kau juga membuat pengawal mu itu berbuat keji dengan melumpuhkan kedua tangan ku. Kau berbuat begiti banyak hal, terhadap diri ku. Apakah kamu tidak taku akan konsekuensi yang harus kamu tanggung dari keluarga Klan Duan Kami!" teriak Selir Duan yang kini disertai tangisan pilu dan menyayat hati.
Hanya saja saat ini benar-benar tidak akan ada satu orang pun yang akan berimpati pada dirinya yang telah diketahui oleh banyak orang Jika dirinya walaupun bersyatus agung sebagai Selir Kekaisaran, Ia bahkan telah menjual tubuhnya sendiri pada orang suruhannya sendiri.
Yah rumor itu semua telah terus bar ke seluruh penjuru Istana Kekaisaran. Karena banyak dari orang yang mendengarkan aksi tak senonoh yang dilakukan oleh Selir Duan itu, telah menyebarkan gosip itu pada setiap orang yang mereka kenal di seluruh kediaman di dalam Istana.
Dan hal ini lagi-lagi membuat semua orang menjadi heboh dan juga gemoar ketika mendengarkan masalah yang tengah terjadi.
Bahkan saat ini bahkan lebih banyak orang yang sangat antusias untuk melihat kenyataan itu secara pribadi. Terutama bagi mereka para wanita yang menghuni harem Kekaisaran.
Tentu saja mereka sangat bersemangat dan juga antusias untuk melihat kejatujan Selir Kekaisaran Duan yang tetkenal sangat arogan dan juga sewenang-wenang selama ini. Palagi bagi mereka yang pernah ditekan dan juga bertentangan dengan Selir Duan di masa lalu.
Mereka semua sangat menantikan keputusan Sang Kaisar untuk menghukum wanita menyebalkan itu. Bahakn jika bisa, mereka semua berharap agar, Selir Duan mendapatkan hukuman yang sangat berat. bahkan jika bisa mereka menginginkan Selir Kekaisaran Duan itu segera mati.
Sedangkan di sisi Sang Kaisar Yun Hao Yan yang mendengar kesombingan yang ada di dalam diri mantan Selir nya itu membuatnya semakin menatapnya sinis dan juga penuh kekejaman. Tidak ada lagi tatapan nemanjakan dan juga penujaan seperti dahulu kala.
"Hehehh...Kau benar-benar wanita tak tahu malu dan paling menjijikkan yang pernah Zhen kenal dan temui. Zhen sungguh menyesal telah memelihara ular bermuka dua seperti mu di dalam Istana Zhen selama lebih dari satu dekade. Jika aku bisa mengulang kembali waktu. Aku pasti tidak akanpernah membiarkan mu bertindak untuk mencelakai dan juga membunuh Hua Lian Mei hanya untuk mempertahankan seirang penghianat dan juva pemberontak seperti dirimu." seru Sang Kaisar Yun Hao Yan dengan nada dingin.
Dan itu membuat Sang Selir Kekaisaran Duan itu kembali tercengang.Dengan apa yang varu saja di ucapkan oleh Sang Kaisar Yun Hao Yan.
Selir Kekaisaran Duan benar-benar tak pernah menyangka, jika ternyata selama ini Sang Kaisar Yun Hao Yan mengetahui bahwa dirinya lah dalang dari pembunuhan mendiang Permaisuri Hua.
Di saat Sang Selir Kekaisaran Duan masih terlarut dalam pikurannya sendiri. Bahkan saat inu Sang Kaisar Yun Hao Yan pun kembali membuat Selir Duan lebih tersentak dengan ucapan yang dikatakan oleh Sang Kaisar setelahnya.
"Apapun yang kau lakukan, Zhen pastikan jika semua akan terungkap seluruhnya. Oh dan mengenai apa yang Zhen perbuat malam ini pada kalian, Ini adalah permulaan yang sepadan untuk membayar hutang mu yang telah membuat putra ku Yun Shao Meng menjadi cacat akibat racun yang kalian terapkan pada Putra ku itu. Bahkan jika itu hanya membuat kalian berdua mengalami hal sepeti ini. Itu masih belum sebanding dengan apa yang telah kalian lakukan pada putra kesayangannya Zhen." ucap Sang Kaisar Yun Hao Yan dengan tatapan tajam yang seolah mampu menikam jantung dan juga sanubari Selir Duan yang kini Benar-benar merasa ketakutan. karena ternya seluruh kebusukannya telah diketahui oleh Sang Kaisar.
Belum juga Selir Kekaisaran Duan dapat menanggapi apa yang dukatakn oleh Sang Kaisar Yun Hao Yan. kini justru Kaisar Yun Hao Yan kembali membetikan pisau yang tajam untuk mekubangi hati dan jantungnya.
"Dan juga, karena kalian bisa begitu kejam membuat Meng'er ku menderita seperti itu, maka aku akan membuat kalian berdua dan juga keturunan kalian mengalami apa yang dialami oleh Meng'er ku." ucapan Sang Kaisar terhenti sejenak, dan segera mengarahkan pandangnnya pada pria slingkuhan dari Selir Duan itu.
Dan Sang Kaisar Yun Hao Yan pun segera berkata pada satu pengawalnya yang lain yang saat inu berda paling dekat dengan pria yang tersungur dan terkapar tak berdaya di sudut lain.
__ADS_1
"Furong kau dapat melakukannya sekarang juga, eksekusi bajingan itu menjadi selayaknya seorang kasim!" perintah Sang Kaisar Yun Hao Yan dengan penuh penekanan pada akhir kalimatnya.
" Baik Yang Mulia, jawab Sang pengawal yang bernama Furong itu.