Putri Yang Dibuang Kekasih Sang Kaisar Dewa

Putri Yang Dibuang Kekasih Sang Kaisar Dewa
Bab. 38 Derita Selir Agung Han


__ADS_3

Namun Yun Yi Jia bahkan tidak menganggap ucapannya sama sekali. Bahkan saat ini Ia bahkan tengah asyik mengelilingi Sang Selir Agung itu ditempat dia duduk dengan lunglai.


"Ap..Apa yang kau lakukan? Tolong berhentilah dan jangan dekati dan juga mengganggu ku lagi. Aku mohon padamu kali ini saja, lagi pula aku yakin jika kau tidak akan bisa menyentuh ku sama sekali dengan wujud hantu mu itu. Dan kau.. Kau..." Selir Agung tak dapat melanjutkan kata -katanya. Karena dirinya takut menyinggung gadis hantu itu lebih jauh lagi.


"Tidak, aku harus bisa lepas dari jeratan hantu gadis sialan ini. Dan setelah ini aku akan berusaha untuk mencari seorang pendeta Tao yang terkenal mampu mengusir para hantu dan juga roh-roh jahat yang bergentayangan, untuk memusnahkan roh jahat gadis kecil itu," batin Selir Agung Han itu tanpa dirinya ingat, bahwa saat ini dirinya tengah di asingkan di Istana dingin.


Yang mana itu artinya tidak akan ada orang yang mau mendengarkan instruksi darinya. Dan itu sama halnya rencananya itu bahkan telah gagal sebelum dirinya bertindak.


Sedangkan Yun Yi Jia yang mengetahui dengan sangat jelas apa yang direncanakan oleh Sang Selir gila itu, dirinya masih bisa tenang dan juga santai.


Lagi pula dirinya juga tidak pernah takut jika hal itu benar-benar terjadi. Karena dirinya bukanlah seorang hantu gentayangan. Hanya saja dirinya adalah seorang transmigran yang dikehendaki oleh Penguasa para Dewa. Jadi tidak ada yang akan bisa menakuti dirinya.


"Aiya.... Mengapa kau tak melanjutkan kutukan mu itu? Dan berubah menjadi bertele-tele seperti ini padaku? Apakah kau saat ini benar-benar telah kehilangan nyali? Bukankah baru saja kau bersikap angkuh dan kau juga mengatakan bahwa dirimu itu ingin mengirimkan diriku dan juga Gege ku ke Alam Bawah? Apakah kau yakin, kau berani melakukan itu jika ada aku yang akan selalu mengawasi dan mengintai dirimu dari dalam kehampaan?" goda Yun Yi Jia pada Sang Selir Agung Han itu.


"Ingat peringatan dari ku ini. Bahkan jika dirimu berusaha sekuat tenaga untuk mengundang seorang dukun sekali pun kau tidak akan bisa menyingkirkan ku dan juga bertindak sesuka hatimu di masa depan." bisik Yun Yi Jia yang tepat di telinga kiri dari Selir Agung yang bodoh itu.


Sambil melayang dengan cepat mengelilingi Selir Agung itu berada. Yun Yi Jia pun segera mengulurkan tangan ke sebatas leher Sang Selir Agung. Namun tidak sampai menyentuhnya sama sekali.


Hanya saja meskipun demikian entah mengapa pada saat yang sama, Selir Agung Han dapat merasakan perasaan tercekik yang sangat nyata.


Bahkan saat ini lehernya yang sempat keseleo, menjadi semakin sakit. dan sepertinya menjadi jauh lebih parah lagi cidera yang dialaminya.


Selain itu Selir Agung Han juga dapat merasakan perasaan tercekik dan kehabisan napas. Dan bahkan saat ini wajahnya yang sangat mengerikan dan dipenuhi oleh darah yang mengalir itu kini tampak semakin tidak sedap di pandang karena cekikan yang dirasakan olehnya.


"Tolong lepaskan aku, se..sebenarnya ap... pa mau mu?" Selir Agung Han mengucapkan kalimatnya dengan terbata dan suaranya menjadi jauh lebih serak selayaknya orang yang tercekik sungguhan.


"Heiii... apakah telinga ku ini bermasalah? Apakah baru saja kau memohon dan mengucapkan kata tolong pada ku? Ini sungguh sangat lucu sekali. Sejak kapan kau yang sangat angkuh selama ini menjadi begitu sungkan dan meminta tolong pada orang yang selalu kau pandang hina selama ini?" cibir Yun Yi Jia pada wanita yang tengah dirinya permainkan itu.


"Sialan, jika saja aku tahu bahwa aku harus berurusan dengan hantu gadis yang merepotkan ini setelah dirinya mati. Tentu saja aku akan lebih suka menyiksa gadis itu saat masih hidup. Dan tidak akan membiarkannya mati," batin Sang Selir Agung Han yang kini menyesali perbuatannya sendiri yang telah merenggut nyawa Yun Yi Jia.


Yun Yi Jia yang dapat merasakan bahwa Selir Agung ini memang benar-benar orang yang cukup tangguh, dan tidak mudah untuk ditaklukkan meskipun dia telah merasakan ketakutan yang nyata.


Namun berkat ambisinya yang sangat besar itu membuatnya menjadi pantang menyerah, dan mempertahankan keteguhan hatinya.


Apalagi Sang Selir Agung Han telah berusaha keras begitu lama. Jadi bagaimana mungkin dirinya bisa melepaskan dan mengubur ambisi liarnya itu, dalam sekejap mata.


Yun Yi Jia juga sangat tahu, jika. segalanya tidak akan begitu mudah untuk membuat iblis wanita itu tunduk dan menerima kenyataan dengan begitu saja.


Namun Yun Yi Jia juga tidak merasa jika itu mustahil.

__ADS_1


Karena dirinya yakin bahwa dirinya akan dapat membuat orang-orang yang selama ini menindasnya, pasti akan membayar semuanya kembali.


Jadi Yun Yi Jia pun tidak ambil pusing lagi masalah Selir Agung Han itu. Karena pada dasarnya apa yang dirinya ingin lakukan telah tercapai.


Namun sebelum dirinya benar-benar melepaskan Sang Selir Agung Han, kali ini dirinya masih belum puas untuk mempermainkannya.


"Aarrghh, uhukk uhuukkk uhuuukkk..... Hah...hahhh...haaahhhh...." suara Selir Agung Han yang dijatuhkan kembali kelantai oleh Yun Yi Jia.


Yang kemudian terbatuk-batuk serta menghirup dan membuang napasnya dengan rakus. Dirinya tak bisa berhenti dan bernafas dengan normal kembali setelah beberapa waktu.


"Apakah menurut mu, aku masih tidak dapat melakukan apapun pada mu, hah?" tanya Yun Yi Jia pada Sang Selir Agung Han ang masih mengatur napasnya yang masih terengah-engah itu.


" Kau... mengapa bisa menjadi begitu kuat? Apakah kau.... tidak mungkin! Kamu sudah di takdirkan untuk menjadi seorang sampah yang tak bisa melakukan kultivasi untuk seumur hidup mu. Jadi.... kau.....," ucap Sang Selir Agung Han tercekat.


"Aku apa? Menurut mu, apakah orang yang telah mati, masih harus mengkultivasi jiwa mereka? Tidak.... akau bahkan saat ini bisa bebas melakukan apapun yang aku suka. dan salah satu contohnya adalah seperti ini," ucap Yun Yi Jia yang kemudian kembali mengulurkan tangan kanannya ke depan dan melakukan gerakan seolah meraih sesuatu benda yang tak kasat mata.


Namun pada detik itu juga tubuh Sang Selir Agung seolah terseret oleh sesuatu hal yang begitu besar dan juga kuat. Hingga membuat seluruh tubuhnya melayang di udara.


Dan tiba-tiba Yun Yi Jia kembali mengerakkan tangan kananya ke kanan dan juga ke kiri dengan tempo yang cukup kencang, yang mana tangannya itu tampak seperti mencengkeram sesuatu benda. Namun itu tak dapat dilihat oleh mata.


Dan pada saat itu juga tubuh Sang Selir Agung Han yang saat ini tengah melayang di udara, tiba-tiba


Terombang-ambing dengan begitu kencang di udara. Dan gerakan itu tampak sangat selaras dengan gerakan tangan yang dilakukan oleh Yun Yi Jia.


"Bagaimana? Apakah menyenangkan bisa bermain-main terbang-terbangan di udara, Han Yu mei?" tanya Yun Yi Jia dengan nada dinginnya.


"Cukup... cukup..! Tolong hentikan semua ini Yun Yi Jia, aku sudah tidak kuat lagi menahan ini semua. Ini sangat menyakitkan bagi diriku," ucap Selir Agung dengan suara yang lirih dan juga lemah.


Bahkan hanya untuk merintih kesakitan saja Selir Agung Han sudah tidak mampu. Karena seluruh tenaganya seolah terkuras habis akibat menahan rasa sakitnya yang sangat mendera dirinya.


"Haihhh... baru seperti ini saja kau sudah merasa tidak tahan. Bukankah katanya kau ini adalah wanita Kaisar yang paling kuat? Bagaimana mungkin kau sudah tidak tahan hanya dengan hal seperti ini?" cibir yun yi jia dengan pandangan merendahkan.


Dan hal itu berhasil ditangkap oleh pandangan Selir Agung Han meski hanya untuk sekilas. Sehingga hal itu menjadi semacam hinaan yang berhasil mengebor dan melubangi hati Selir Agung.


Yang membuatnya ingin memberontak dan mengerahkan seluruh kekuatannya. Untuk bisa menghentikan apa yang dilakukan oleh Yun Yi Jia pada dirinya, namun sayangnya masih saja tidak berhasil.


Dan Yun Yi Jia juga dapat melihat setiap tindakan yang dilakukan oleh Sang Selir kejam itu. Hanya saja Yun Yi Jia hanya diam saja. Karena dirinya sangat percaya diri, jika Selir Agung Han itu tidak akan pernah bisa terlepas dari cengkraman energi spiritual yang dirinya sembunyikan itu.


Jadi tidak akan pernah ada orang yang tahu jika dirinya sebenarnya seorang kultivator.

__ADS_1


Sehingga Selir Agung Han itu hanya akan terus menganggap bahwa dirinya itu adalah seorang hantu, dan bukan lagi manusia.


"Ah dan satu lagi, Bagaimana mungkin aku bisa menuruti keinginan mu begitu saja agar aku berhenti mempermainkan dirimu? Bukankah selama ini kau juga selalu bersikap acuh tak acuh pada ku. Bahkan kau selalu menyiksa tubuh ku hingga menjadi seperti ini. Dan kau juga tidak pernah berhenti untuk melakukannya. Jadi jangan salahkan aku jika aku pun akan bersikap sama seperti dirimu yang selalu saja tidak peduli dengan penderitaan dan juga kesakitan ku selama belasan tahun ini. Apakah kau tahu malu sekarang? Setelah apa yang kau perbuat terhadap diri ku selama ini. Dan saat ini kau memohon pada ku untuk melepaskan mu? Bukankah itu namanya sangat tidak tahu malu dan juga menjijikkan?" ketus Yun Yi Jia yang saat ini masih mempermainkan Selir Agung Han selayaknya sebuah baling-baling.


"Tidak, cepat lepaskan aku sekarang juga dasar hantu sialan," raung Selir Agung Han yang kini tanpa peduli pada rasa sakitnya lagi ketika dirinya memaksa untuk berteriak.


Karena dirinya sudah tidak dapat menahan lagi diperlakukan seperti ini. Itu benar-benar terasa lebih menyakitkan. Hingga rasanya nyawanya seolah akan ikut melayang meninggalkan tubuhnya.


Tapi sayangnya semua upaya yang dirinya lakukan tetap sia-sia saja. Dirinya hanya bisa meminta hantu itu untuk berhenti menyiksanya.


"Sepertinya aku menag tidak bisa menghadapi hantu jahat yang penuh dendam yang brengsek ini, Aku harus pikiran cara lain agar bisa segera lepas dari makhluk jahat ini," pikir Selir Agung


Tanpa rasa bersalah, ataupun mengakui bahwa dirinya juga lah yang membuat Yun Yi Jia memiliki dendam dan juga kedengkian sebesar itu. Dan membalasnya dengan cara seperti ini. Muncul di hadapannya sebagai sosok hantu hanya untuk menakuti dirinya.


Namun sebelum dirinya belum bisa memikirkan cara untuk membuat hantu Yun Yi Jia mau mengampuninya kali ini.


Akan tetapi Selir Agung Han tidak tahu jika Yun Yi Jia sendiri yang sudah menyerah menghadapi dirinya.


Hanya saja tidak mungkin bagi Yun Yi Jia untuk benar-benar melepaskannya begitu saja tanpa ada sesuatu hal yang lainnya.


Pasti akan ada hal buruk lainnya yang telah direncanakan oleh Yun Yi Jia untuk membuat Selir Agung Han itu mengalami nasibnya yang semakin mengenaskan.


"Aiya... kau benar-benar sangat lemah dan membosankan sekali bermain-main dengan mu. Baiklah aku akan melepaskan mu kali ini," ucap Yun Yi Jia yang seketika itu juga Yun Yi Jia langsung melemparkannya dengan kuat ke lantai yang membuat beberapa tulang pada tubuhnya telah patah.


Bahkan Kini tidak hanya wajahnya saja yang mengalami luka yang mengerikan karena bahkan bagian tangan dada dan perutnya juga terkena pecahan beling yang masih tersisa di lantai.


Dan bertapa rasa sakit yang di derita Sang Selir Agung Han saat ini. Bahkan saat ini Sang Selir Agung itu hingga tak dapat berteriak ataupun hanya sekedar merintih kesakitan.


Karena begitu dirinya menyentuh lantai dirinya bahkan telah pingsan karena sudah tidak mampu lagi menahan rasa sakit yang dirinya derita.


"Chihh..., ternyata kau sudah pingsan. Benar-benar tidak sesuai harapan ku. Sayang sekali kau tidak memberi ku kesempatan untuk mendengarkan lolongan mu yang sangat merdu, ketika kau merasakan betapa tak tertahannya rasa sakit ketika kau kembali memeluk lantai yang dipenuhi pecahan beling itu," sesak Yun Yi Jia yang sangat menyayangkan harus melewatkan hal bagus seperti itu.


"Tapi itu tidak masalah. Karena kau juga tidak begitu mengecewakan ku. Jadi aku bersedia untuk berhenti menyiksamu kali ini. Dan tunggu kali lainnya sewaktu diriku kembali ke Istana ini yang tidak akan lama lagi," gumam Yun Yi Jia dengan sedikit cibiran pada Sang Selir Kaisar itu.


Tapi bukan Yun Yi Jia namanya jika dirinya langsung pergi begitu saja dari sana. Tentu saja masih ada hal lain yang ingin Yun Yi Jia lakukan untuk memastikan jika Selir Agung Han itu akan merasakan penderitaan itu untuk waktu yang lama.


Jadi tepat saat ini, dengan memanfaatkan Sang Selir Agung yang sedang tidak sadarkan diri itu.


Yun Yi Jia segera menggunakan kemampuan pengubah wujud yang dirinya miliki untuk membuat Sang Selir Agung Han yang saat ini sudah babak belur dan dipenuhi luka yang dalam serta mengerikan itu.

__ADS_1


Yun Yi Jia menggunakan kemampuannya itu untuk membuat penampilan Sang Selir Agung Han, kembali seperti sedia kala yang tampak baik-baik saja dan juga tak terlihat sedikitpun luka pada dirinya. Supaya tidak ada yang mengetahui kondisinya yang sebenarnya.


__ADS_2