Putri Yang Dibuang Kekasih Sang Kaisar Dewa

Putri Yang Dibuang Kekasih Sang Kaisar Dewa
Bab. 23 Panen Besar


__ADS_3

Namun dirinya sangat senang, karena saat Ini dirinya dapat merasakan bagaimana rasanya di sayangi, diperhatikan dan juga dilindungi oleh seorang saudara laki-laki yang tak pernah terjadi di kehidupannya dimasa lalu.


"Gege, Bagaimana pun nanti nya ketika kau mengetahui kebenaran akan diriku, Aku berjanji akan selaku memperlakukan mu dengan serulus hati ku untuk kebaikan yang kau berikan padaku kali ini." batin Yun Yi Jia yang kini justru semakin menempel layaknya anak kecil yang meminta diberikan permen oleh Sang Gege.


Yang mendapatkan balasan sebuah kecupan penuh kasih di pucuk kepalanya.


"Apakah kau begitu merindukan ku Jia'er. Karena sepertinya sedari tadi kau suka sekali memeluk ku," goda Yun Yi Juan pada adiknya itu.


"Aiya,,, tentu saja." ucap Yun Yi Jia tanpa sadar.


"Aiih tidak, itu bukan seperti itu," Yun Yi Jia mrncoba mengoreksi ucapannya yang sebelumnya dengan raut wajahnya yang memerah karena menahan malu karena sikapnya yang tak terkira olehnya sendiri.


"Benarkah?! hei mengapa wajah mu tampak begitu merah? Apakah kau demam Jia'er?" goda Yun Yi Juan yang kini merasa senang karena bisa sedekat ini dengan adik kandungnya yang selama ini terpisah dalan waktu yang lama.


"Aii... mana ada seperti itu. Kamu jangan menggodaku lagi. Ini sudah cukup," ucap Yun Yi Jia sambil memanyunkan bibirnya.


Yang membuatnya tampak lebih menggemaskan lagi. Ekspresi nya itu benar-benar seperti kelinci kecil yang sedang merajuk.


Bahkan tanpa memberikan waktu bagi Gege nya itu menggodanya lebih lanjut. Kini Yun Yi Jia pun mengalihkan topik pembahasan dengan yang lainnya.


"Gege sepertinya semua sudah aman sekarang, sudah waktu bagi kita untuk panen besar sekarang," tukas Yun Yi Jia sambil mengalihkan pandangannya pada arah dimana para Serigala Magis itu berada.


Yun Yi Jia pun segera menyeret Sang Gege yang masih tercengang dengan kelakuan Sang adik yang dengan gampangnya mengalihkan pembicaraan itu.


"Haih... baiklah hari ini memang panen besar bagi kita. Aku akan segera mengumpulkan inti kristal Mereka, Jia'er kamu tunggulah di sini," ucap Yun Yi Juan pada adik kesayanganya itu.


"Tidak, aku akan ikut dengan mu, karena aku juga akan mengambil semua kulit berbulu halus namun juga sangat tebal dan kuat yang mereka miliki itu untuk membuat mantel yang hangat untuk kita berdua nantinya," cerocos Yun Yi Jia yang melanjutkan menyeret Gege nya itu menuju ke arah para Serigala Magis yang telah tewas itu.


"Baiklah, Ayo. Tapi kau harus jauh lebih berhati-hati saat menggunakan senjata tajam nanti, jangan sampai mengenai diri mu sendiri. Lihatlah penampilan mu saat ini benar-benar menyedihkan ketika aku melihat mu dengan tampilan seperti itu." ucap Yun Yi Juan sambil menggandeng lengan adiknya itu dan menuju ke seekor serigala yang tak jauh dari tempat mereka berdiam diri ketika menyaksikan pertunjukan besar tadi.


Bahkan Yun Yi Jia sendiri juga baru kali ini dirinya dapat menyaksikan bagaimana kehebatanan sebuah granat meledakan suatu wilayah dari jarak yang begitu dekat, tanpa perlu khawatir jika dirinya juga akan ikut meledak dan mati karenanya.


"Hei, kau juga tahu jika penampilan ini bukanlah penampilan ku yang sesungguhnya. Bukankah kau sudah melihat dengan mata kepala mu sendiri, jika meimei mu ini sangat cantik. Apakah kau tidak bangga memiliki adik secantik diriku ini?" sahut Yun Yi Jia yang merasa diremehkan oleh Gege barunya itu.


"Baiklah-baiklah kau memang yang paling cantik dan tidak ada seorang gadis pun yang bisa menyamai kecantikan adikku ini. Bahkan jika kau bukan adik ku mungkin saja aku bisa tertarik dengan mu," gumam Yun Yi Juan yang menanggapi candaan adiknya itu dengan godaan yang membuat sang adik semakin tersipu.


"Juan'er kau menggoda ku lagi. Kalau begitu aku akan benar-benar marah pada mu sekarang," gerutu Yun Yi Jia sambil mencoba melepaskan gengaman tangan gegenya pada lengannya sambil memukul-mukulnya dengan ringan.


"Hei apa yang kau lakukan?" ucap Yun Yi Juan yang melihat tingkah adiknya yang mencoba memberontak itu.


"Aiya... lepaskan tangan ku. Aku masih harus mengurus para Serigala yang berbulu halus dan lembut itu. Dan tidak ingin dekat-dekat dengan mu lagi yang bawel," seloroh Yun Yi Jia yang kemudian berlari menghampiri serigala yang berbulu hitam legam di dekatnya.

__ADS_1


"Waaww, bulu-bulu ini sungguh mengagumkan. Pasti akan sangat indah jika di jadikan sebuah mantel musim dingin. Tapi sayang para hewan ini harus mati begitu tragis. Tapi itu salah mereka sendiri yang begitu arogan dan berusaha memangsa kami," decak kagum yang Yun Yi Jia rasakan kini berubah menjadi sebuah cibiran bagi para makhluk yang memiliki sikap sombong dan berani melawannya itu.


"Apakah kau menginginkan kulit mereka semua Jia'er?" tanya Yun Yi Juan yang kini telah berdiri di sebelahnya.


"Tentu saja, mereka semua memiliki kualitas kulit yang cukup bagus menurutku. Tapi gege kau tak perlu pikurkan itu, kau bisa urus masalah inti kristal mereka saja. Itu juga akan berguna untuk mu nantinya." ucap Yun Yi Jia sambik dirinya berkutat dengan belatinya untuk menguliti bulu serigala itu dengan sangat lincah dan hasilnya juga sangatlah rapi.


Tentunya hal itu bisa terjadi karena dirinya sudah sangat pengalaman dan ahli dalam hal menguliti binatang.


"Aku tidak menyangka jika hasil karyamu sungguh sangat rapih dan setiap potongan nya bahkan sangat menyesuaikan bentuk kulit itu sendiri. Apakah kau sering berlatih melakukan itu Jia'er," tanya Yun Yi Juan yang merasa jika adiknya itu tampak sangat terampil dan terlatih.


"Jangankan binatang. Kulit manusia saja akan tamoak sangat sempurna jika Yun Yi Jia yang cantik nan imut ini yang menanganinya.


Karena pengalaman ku dikehidupan masa lalu yang merupakan seorang agen pembunuh maka hal apa yang belum pernah diri ku lakukan? Hanya saja semua itu tidak aku lakukan dengan serta merta pada sembarang orang. Karena hanya orang-orang jahat yang memang pantas di bunuh atau diperlakukan dengan kejam seperti itu saja yang akan mengami penyiksaan mengerikan dibawah kendalinya." pikiran Yun Yi Jia kembali menerawang jauh di kehidupan masa lalunya yang kelam.


Namun semua itu Yun Yi Jia lakukan Hanya demi melindungi kebenaran dan menuntuk keadilan pada orang-orang yang bertindak bejat dan juga jahat


"Haih.... tampaknya di kehidupan ku kali ini, aku juga tidak akan pernah bisa jauh-jauh dari apa yang di namakan pertumpahan darah. Huffft...." batin Yun Yi Jia sambil menghela napas dengan kasar.


"Yah, bisa di bilang begitu Gege, karena aku selalu tidak ada makanan dirumah, maka aku akan sering berburu sendiri. lagi pula aku tidak ingin makan makanan yang telah dicampur dengan racun setiap harinya oleh para penghianant itu," jawab Yun Yi Jia sekenanya.


Namun pada kenyataannya Yun Yi Jia yang asli tidak pernah berburu sama sekali dan dia selalu makan makanan yang di sediakan oleh pelayan yang dulunya merupakan pelayan ibu kandungnya.


Hanya saja Akhirnya pelayan itu memilih untuk membelot pada pihak Selir Agung dengan iming-iming batangan perak yang tidak seberapa itu.


"Apa katamu Jia'er? Dia, Guo Lan si wanita tua itu benar-benar berani berkhianat? Sungguh keberanian yang luar bisa yang dia miliki untuk meracuni darah daging dari penyelamat hidupnya sendiri. Maka lihat saja nanti kalau aku menemukan nya maka tidak akan pernah aku melepaskannya begitu saja." geram Yun Yi Juan yang mendengar kenyataan yang begitu pahit yang dilalui oleh adiknya selama ini.


"Sudahlah Gege kita selesai semua ini dulu. baru kita bahas rencana kita selanjutnya setelah kita kembali nanti," ucap Yun Yi Jia santai.


"Huft.... baiklah Jia'er." Yun Yi Juan hanya bisa menghembuskan napas dengan berat.


Kemudian merekapun segera mengerjakan tugas mereka masing-masing.


Setelah berkutat selama hampir dua jam penuh kini mereka baru dapat menguliti sebagian dari keseluruhan Serigala Magis itu yang memiliki ukuran berat dan tinggi badan yang sangat besar hingga hampir setinggi manusia dewasa.


Akan tetapi Yun Yi Juan telah menyelesaikan tugasnya dengan sangat cepat. setelah itu dirinyapun membantu adiknya untuk menguliti para serigala magis yang telah mati itu.


Namun tepat di saat meteka hendak menyerah, karena merasa kelelahan tiba-tiba saja seluruh pengawal yang pada awalnya mereka suruh pergi kini justru telah kembali.


Dan dengan senang hati membantu mereka untuk memanen inti kristal dari para serigala magis dan juga menguliti meteka semua dengan hati-hati agar hasilnya rapi seperti keinginan Yun Yi Jia.


Hingga akhirnya dua jam kemudian dengan bantuan para pengawal bayangan yang sangat cekatan saat ini ada total dari keseluruhan Serigala mencapai tujuh puluh tujuh ekor Serigala magis yang telah Mereka ambil kulitnya dan juga inti kristal mereka.

__ADS_1


Dan saat ini masih menyisakan dua ekor Serigala magis yang merupakan Sang Raja Serigala dan juga induk Serigala yang masih belum di apa-apa kan.


Karena rencananya Yun Yi Jia akan memasukan keduanya sebagai objek penelitiannya nanti di dalan Ruang Dimensi Mawar Legendaris.


Namun, tentu saja dirinya tidak akan mengungkapkan kebenaran itu pada mereka semua.


Hingga ketika Yun Yi Juan bertanya padanya maka dirinya akan membuat alasan lain yang lebih masuk akal.


Dan benar saja, beberapa saat kemudian Sang Gege nya itu benar-benar bertanya akan diapakan kedua Serigala magis yang masih tersisa tersebut.


"Jia'er, mengapa kau ingin aku menyisakan kedua mayat serigala ini?" tanya Yun Yi Juan yang tak tak mengerti dengan apa yang akan adiknya itu lakukan pada bangkai itu.


"Gege untuk sementara ini aku akan menyimpan mereka terlebih dahulu karena sepertinya waktu nya juga sudah terlalu lama kita berada di hutan ini. Aku ingin segera kembali ke Ibukota Kekaisaran dan memberikan beberapa hadiah kecil untuk orang-orang yang gatal itu." ucap Yun Yi Jia yang mencoba mengalihkan topik pada Keluarga busuk yanf mereka miliki di dalam istana Kekaisaran Bulan Perak.


"Apa yang kau katakan memang benar. Kita harus segera kembali. Atau kita akan melewatkan sebuah keseruan," Yun Yi Juan mengatakan lal itu sambil membayangkan apa yang terjadi di dalam Istana Kekaisaran Bulan Perak.


Terutama Yun Yi Juan sangat ingin mengetahui mengenai bagaimana reaksi yang Kaisar Yun Hao Yan itu bertindak setelah dirinya nlmengirimkan hadiah besar untuk salah satu Selir nya itu.


"Ah aku benar-benar tidak bisa membayangkan bagaimana rupa Kaisar brengsek itu setelah mengetahui jika Selir nya mendapatkan banyak sekali hadiah seperti itu," gumam Yun Yi Juan yang merasa sangat penasaran.


Yan Yi Jia yang tahu apa yang sedang di pikirkan oleh Gege nya pun juga ikut penasaran.


Hanya saja dirinya masih harus pura-pura tidak tahu apa-apa mengenai ulah Sang Gege yang telah menggemparkan seluruh penghuni Istana Kekaisaran Bulan Perak itu.


"Aku juga sangat penasaran dengan reaksi dari Kaisar durjana itu, dan terutama Selir Sialan itu ketika menyaksikan banyak kepala dari para pembunuh bayaran itu berada di kamarnya yang mewah itu. Haih... Kenapa kemarin Juan'er tidak sekalian mengirimkan badan milik para pembunuh itu yang sudah ditelanjangi dan di tempatkan di sisi temoat tidur Selir sialan itu sekalian? bukankah itu akan semakin menarik?" pikir Yun Yi Jia yang merasa jika idenya itu benar-benar sangat brilian. Tapi sayangnya itu tidak bisa lagi dilakukan.


"Haih.... sungguh sangat di sayangkan bukan?" batin Yun Yi Jia yang kini justru tampak sangat frustasi akibat pemikiran nya sendiri.


Namun dirinya segera memulihkan ekspresi nya seperti biasa agar Gege nya itu tidak curiga pada dirinya.


"Hai Gege apa yang kau katakan? Apakah kau memiliki hal-hal yang kau sembunyikan dari ku?" tanya Yun Yi Jia yang seolah tak tau apa-apa.


"Tidak, bukan seperti itu Jia'er, Nanti akan ku jelaskan semuanya di dalam perjalanan. Yang terpenting saat ini kita harus bergegas terlebih dahulu karena hari juga sudah sangat siang bahkan hampir menjelang sore jadi kita harus bergegas kembali sebelum hari nenjadi gelap," Yun Yi Juan menyarankan agar semua segera mempersiapkan diri untuk segera kembali.


"Kalian semua pastikan apakah semua sudah siap? Karena kita semua harus segera kembali ke Ibukota sekarang juga." tegas Yun Yi Juan pada para bawahannya.


Setelah itu dirinya kembali fokus pada adik yang baru saja dirinya temui itu.


"Apakah kau sudah siap Jia'er?" tanya Yun Yi Juan pada adiknya itu.


"Baiklah aku sudah siap. Aku juga sudah memasukan kedua mayat Serigala magis yang tersisa kedalam sini," ucap Yun Yi Jia sambil menunjukan cincin spasial nya.

__ADS_1


Yun Yi Juan pun hanya termenung sebentar dan kemudian tersenyum lembut pada adiknya itu.


Namun Yun Yi Jia tahu, bahwa banyak hal yang ingin Gege nya itu tanyakan padanya.


__ADS_2