
Dan tanpa basa-basi lagi, Furong pun segera mengeluarkan pedangnya dari sarungnya dan dengan sangat cepat dan tangkas mengayunkan pedang itu tepat di antara kedua paha Yu Jun. Dan seketika darah segar pun merembes keluar dengan di iringi terlemparnya sebuah daging yang sangat erat kaitanya dengan masa depan pria itu.
Sehingga terlepas dari hal itu, maka mulai pada saat ini dan seterusnya Pria yang bernama Yu Jun itu sudah dapat dipastikan jika dia tidak akan mampu lagi untuk memiliki keturunan lain.
Dan setelah itu, tanpa menunggu dan menghiraukan kondisi kedua orang itu lagi Sang Kaisar Yun Hao Yan segera memerintahkan kedua bawahannya untuk menangani kedua orang mesum itu.
"Kalian berdua, bawa orang menjijikan itu ke dalam penjara bawah tanah. Tanpa menggunakan penutup apapun. Dan biarkan semua orang melihat kondisi Mereka seperti apa. Karena itulah akibat yang harus ditanggung oleh mereka yang berani menghianati Zhen," dingin Sang Kaisar Yun Hao Yan.
"Baik Yang Mulia," sahut kedua bawahannya itu dengan tegas.
Dan tanpa menunggu aba-aba lagi mereka berdua pun segera menangkap dan juga menyeret kedua pasangan mesum itu keluar ruangan begitu saja.
Bahkan mereka juga tidak melupakan perintah Sang Kaisar Yun Hao Yan sekalipun mengenai larangan bagi kedua pasangan itu untuk tidak mengenakan pakaian mereka sedikit pun.
Sedangkan sang Kaisar Yun Hao Yan pun segera pergi meninggalkan tempat itu dengan langkah yang sangat tegas dan juga tegap.
Hanya saja yidak ada yang tahu dengan pasti apa yang saat ini di rasakan dan juga dipikirkan oleh Sang Kaisar Yun Hao Yan setelah apa yang terjadi pada hari itu.
Bahkan sampai detik ini Sang Kaisar Yun Hao Yan masih belum mengambil keputusan tegas untuk mencabut status resmi yang disandang oleh Duan Rongyue dan mengeluarkan sebuah Dekrit rencana pencabutan gelar. Itu semua karena keadaan di Kekaisaran Bulan Perak ini tengah menjadi sorotan dari para perwakilan dari Kekaisaran tetangga.
Namun, bagaimanapun juga Sang Kaisar Yun Hao Yan tentu saja tidak dapat menunggu lebih lama lagi untuk segera mebarik seluruh fasilitas dan juga hak-hak sebagai Selir Kekaisaran dari Selir Duan.
Bahkan sebelum pergi, Sang Kaisar Yun Hao Yan juga telah mengeluarkan titah secara lisan untuk mencabut gelar dan juga status Selir dan keturunan bangsawannya, serta menurunkan kastanya sebagai seorang penghianatan dan juga pemberontak. Yang nantinya akan diasingkan di sebuah kota mati. Yang konon katanya kota tersebut telah dikutuk oleh seorang kultivator hitam yang sangat kuat. sehingga siapapun mereka yang menginjakan kakinya di tempat itu, maka seluruh kekuatan spiritual mereka akan hilang dan menguap begitu saja.
Dan disisi lain, dengan terpaksa Selir Duan dan juga pasangan selingkuhnya itu harus menyeret tubuh mereka yang terbuka dan juga terluka sangat parah itu untuk mengikuti kedua pengawal yang diperintahkan oleh Sang Kaisar Yun Hao Yan yang ingin menjebloskan mereka ke penjara bawah tanah yang sangat di benci oleh Sang Selir Duan
karena mereka berdua dapat mengetahui, jika kemungkinan besar penderitaan yang jauh lebih parah telah menunggu mereka berdua, di tempat itu.
Dan semua itu benar adanya. karrna sebelumnya Sang Kaisar Yun Hao Yan telah mengerhkan beberapa pasukan pribadinya itu untuk menemukkan beberapa preman, maupun pemulung yang kumal untuk melayani mantan Selir nya itu dihadapan Pria selingkuhannya itu yang bernama Yu Jun. Agar pria itu tahu, bagaimana rasanya ketika dirinya melihat wanitanya itu bercumbu dengan orang lain di depan mata nya sendiri.
Bahkan saat ini di dalam sebuah sel tahanan bawah tanah yang sangat lembab, dingin dan juga bau itu, telah menunggu belasan pria kekar yang menantikan kehadiran mantan Selir Kekaisaran Duan Rongyue.
Yang mana mereka semua juga telah dengan sengaja dicekoki dengan obat perangsang. Sehingga sudah dapat dipastikan jika mereka semua sudah sangat siap untuk memuaskan nafsu liar dari wanita yang bernama Duan Rongyue itu.
Sedangkan di sisi lain Yun Yi Jia dan juga Gege nya Yun Yi Juan yang kini telah menyaksikan pertunjukan yang cukup menarik sebagai awal atau sesi pembukaan balas dendam mereka pun merasa sudah cukup puas dengan hasil f
dari ulah mereka malam ini.
__ADS_1
Dan mereka berdua tidak ingin mengetahui masalah itu lebih lanjut lagi. Karena bagi mereka yang terpenting adalah mereka telah berhasil memberikan salam pertemuan kepada para musuh mereka.
Jadi mereka berdua tidak buru-buru untuk mengakhiri semua ini. Sebab kedua saudara kembar itu sangat yakin jika Sang Kaisar Yun Hao Yan tidak akan menjatuhi fonis hukuman bagi mereka secepat itu.
Sebab, pada saat ini terdapat begitu banyak mata dan juga telinga dari Kekaisaran tetangga, yang berada di Ibukota Kekaisaran Bulan Perak mereka.
Dan tentu saja Sang Kaisar Yun Hao Yan tidak akan pernah menginginkan nama baik dan kehormatannya hancur akibat beberapa kasus yang terjadi di dalam Istana Kekaisaran pada beberapa hari terakhir ini.
Bahkan jika itu mengenai kehilangan Putri Ketiga Yun Yi Jia, yang telah beredar di kalangan masyarakat pun saat ini sudah tidak lagi menjadi topik pembahasan publik.
Dan tentu saja hal itu merupakan akibat campur tangan Sang Kaisar Yun Hao Yan yang berusaha mengendalikan dan juga menghentikan seluruh sumber berita tersebut. Dengan tujuan agar tidak ada orang dari Kekaisaran tetangga yang mengetahuinya.
Namun betapa keras usaha yang dilakukan Sang Kaisar Yun Hao Yan Itu, pada akhirnya tidak akan berguna sama sekali.
Karena segalanya telah berada dibawah kendali Yun Yi Juan dan juga Yun Yi Jia. Bahkan Sang Kaisar Yun Hao Yan pun tak akan pernah menyangka sama sekali mengenai jika kedua anak yang selama ini Ia abaikan dan bahkan Ia buang karena dianggap sebagai aib dan juga sampah. Justru merekalah yang nantinya akan membuat hidupnya bagai di neraka paling kejam dan mengerikan.
Bahkan jika itu Sang Kaisar menyadari kesalahannya dan ingin memperbaiki kesalahannya di masa lalu. Tentu saja tidak akan semudah itu untuk membujuk kedua bersaudara kembar itu untuk dapat memaafkannya.
Karena apa yang telah merwka alami dan juga dapatkan selama ini telah menumbuhkan sebuah dendam yang telah mengakar hingga jauh di dalam lubuk hati terdalam mereka.
Jadi bagaimana mungkin bagi Yun Yi Jia dan juga Yun Yi Juan akan menyerah dengan apa yang menjadi tujuan hidup mereka hanya karena sebuah kata maaf dari orang yang paling mereka benci.
"Emn... baiklah Gege, lagi pula pertunjukan telah selesai, dan aku tidak peduli hal buruk apa lagi yang akan menimpa mereka berdua. karena aku masih memiliki hal lain untuk mereka di laun waktu. Jadi mari kita kembali. Tapi kau harus menggendong ku, ya Gege?" ucap Yun Yi Jia manja.
"Baiklah kalau begitu ayo, Gege akan menggendong mu.
" Yeay.... kau memang Gege ku yang terbaik. Aku benar-benar senang bisa segera bertemu dengan mu setelah mengalami..." tiba-tiba Yun Yi Jia teringat akan seuatu yang membuatnya berhenti berbicara secara mendadak.
"Haihhh... hampir saja aku keceposan jika aku mengakami transmigrasi ke dumia ini dan mengambil alih tubuh Yun Yi Jia yang mana Yun Yi Jia yang asli telah mati akibat dibunuh oleh orang-orang suruhan Selir Agung Han," batin Yun Yi Jia dengan menghela napas sedikit lega karena dia belum sempat membongkar rahasia terbesarnya itu.
Jika tidak maka Gege nya itu akan curiga dan lebih mengerikannya lagi jika pria tampan nan baik hati itu akan membencinya atau bahkan menganggapnya sevagai iblis jahat yang telah membuat adiknya yang asli pergi.
"Setelah mengalami apa? mengapa kau tiba-tiba terdiam Jia'er?" tanya Yun Yi Juan yang kini mengusap kepala gadia itu dngan lembut.
"Ahhhahh... itu... setelah melewati segala macam penderitaan akibat ulah para manusia ta berhati itu," gumam Yun Yi Jia sambil menunduk karena dirinya ingin menyembunyikan kegugupannya itu.
Namun Yun Yi Juan yang mendengar apa yang dikatakan gadis kecil itu benar-benar tidak menyadari kejanggalan yang terdapt pada Yun Yi Jia. Dan menganggap bahwa apa yang dikatakan oleh adiknya itu merupakan hal yang sangat masuk akal dan dia tidak curiga sama sekali.
__ADS_1
"Bailah, jangan pikirkan hal buruk itu lagi, lebih baik kita pikirkan cara yang tepat untuk membalas mereka semua. Karena mulai sekarang, kita tidak akan pernah mengalah atau menerima apa yang mereka lakukan pada kita, begitu saja. Atau jika tidak meteka akan menjadi sombong dn tak tahu siapa diri mereka dan di mana tempat mereka yang sesungguhnya," timpal Yun Yi Juan.
"Ya, Apa yang kau katakan memang benar Gege. Jadi marinkita segera kembali," ucap Yun Yi Jia yang kini merasa telah aman karena Gege nya sama sekali tidak curiga terhadap dirinya.
"Hmn, ya ayo," balas Yun Yi Juan yang segera menggendong Yun Yi Jia yang saat ini masih dapam wujud anak kecil itu.
Kemudian kedua saudara kembar itu pun segera meninggalkan Istana Kekaisaran Bulan Perak. Dan segera kembali ke penginapan yang mereka sewa beberapa waktu ini.
Namun tanpa mereka berdua sadari. Ternyata ada beberapa sosok yang sedari awal menyaksikan semua hal yang telah mereka lakukan malam ini.
"Benar-benar gadis kecil yang begitu menggemaskan dan sangat ceria. Aku menjadi sangat penasaran, bagaimana sikapnya ketika dirinya menyadari segalanya dan mengetahui seluruh kenyataan dan juga identitas aslinya? Akankah dia akan bisa selalu bersikap begitu ceria dan juga enerjik seperti saat ini." gumam sosok tersebut dengan penuh minat ketika menyaksikan gadis kecil itu secara langsung.
Bahkan jika biasanya dirinya akan selalu menatap dengan tatapan tajam dan diswrtai rasa jijik ketika melihat setiap wanita yang ditemuinya.
Namun saat ini justru sebuah tatapan cerah dan dipanuhi dengan penantian yang ada dalam sorot mata nya yang gelap dan memikat itu.
Dan hal itu sungguh membuat kedua orang yang bersamanya merasa behitu takjub dan seolah tak menyangka dengan reaksi yang ditunjukan oleh sosok misterius itu. Yang merupakan majikan mereka yang selama ini terkenal dengan sikapnya yang begitu dingin dan tak tersentuh.
Dan bahkan baru kali ini mereka merasakan jika majikannya itu bisaerasa tertarik dengan makhluk yang dinamakan wanita.
Namun meskipun begitu kedua Orang yang mepupakan pengawal kepercayaan dari sosok tetsebut, saat ini juga merasa cukuk lega dan bahkan bahagia, jika majikannya itu benar-benar bisa membuka hatinya untuk seseorang.
Yang memungkinkan bagi tuannya itu akan menjalani kehidupan yang lebih baik dan menyenangkan di kehiduannya di masa depan.
"Kalian harus pastikan bahwa gadis kecil ku itu hidup dengan damai. Jika aku tahu kalian lalai, Maka tanggung sendiri akibatnya," ucap soaok itu yang kini kembali fokus pada kedua bawahannya yang saat ini masih berada di sana.
"Kami mengerti Yang Mulia, Kami pasti akan menjalankan tugas kami sebaik mungkin." ucap kedua pengawal bayangan itu dengan penuh hormat.
"Bagus! Jadi bagaimana dengan Sang pelindung takdir itu sekarang? Apakah dia benar-benar telah bertemu dengannya?" tanya sosok misterius itu yang merupakan Sang Kaisar Dewa Di Zhao Ren.
"Menjawab Yang Mulia, Sang pelindung memang sudah bertemu dengan Nona Muda, hanya saja kondisi dirinya saat ini madih dalam pengaruh segelnya. Sehingga dirinya sama sekali belum mengetahui jati dirinya dan juga identitasnya yang sebenarnya. Apalagi tampakanya pria itu kini mengalami gejala hilang ingatan semenjak dirinya kecil. sehingga dia tidk mengenali siapa keluarganya dan apa alasannya mengapa dirinya bisa terlantar dan ditemukan oleh mendiang Ibunda Nona Muda Yun Yi Jia itu." lapor salah satu pengawal bayangan itu yang adalah Zu chu yang telah di tugaskan oleh sang Kaisar Dewa untuk mencati keberadaan Sang pelindung takdir beberapa waktu yang lalu.
"Begitu kah? Kalau begitu bawa aku ke sana. Dan jangan biarkan siapapun tahu akan keberadaan kita." tegas Di Zhao Ren pada pengawal bayangan itu.
"Dan kamu, sebaiknya segera kembali ke sisi gadis kecil itu, jaga dia baik-baik Dia, untuk ku," ucap Sang Kaisar Dewa itu pada pengawal yang satunya yang adalah Zuge
"Baik Yang Mulia, hamba pamit," ucap Sang pengawal bayangan Zuge, yang kemudian kembali dan menyusul ke arah kepergian Yun Yi Jia dan juga Gege nya.
__ADS_1
Sedangkan Sang Kaisar Dewa bersama salah satu pengawal bayangan yang lainnya, kini juga segera melesat kearah dimana pasukan Yun Yi Juan bersembunyi saat ini.
Sesampainya di temoat yang di tuju, saat ini Di Zhao Ren bersama pengawalnya yang bernama Zu Chu itu pun segera melihat tampilan seorang pemuda yang memiliki kisaran usia delapan belas atau sembilan belas tahun yang kini tengah bermeditasi.