
"Yu Bao, maafkan aku, sepertinya aku harus segera pergi. Dan terima kasih banyak atas jamuan makan malam ini. Jika ada waktu aku pasti akan ganti menghundang mu lain kali." ucap Du Fu Ming yang saat ini sedikit menundukan kepalanya sebagai tanda menghargai sahabat lamanya itu.
Sedangkan Sang Jenderal Han yang mendengar secara pribadi jika itu adalah panggilan untuk menghadap Sang penguasa Kekaisaran Bulan Perak ini, tentu saja tidak lagi berani untuk menahan Sang Wakil Komisaris Du itu untuk lebih lama lagi.
Sehingga dirinya pun terpaksa harus mengurungkan niatnya untuk membujuk dan juga merayu sahabatnya itu, agar berpihak kepada dirinya.
"Baiklah, hal itu bisa ku lakukan di lain waktu. Dan saat ini aku tidak akan menahannya lagi. jika itu terjafi dan membuat Fu Ming yang lembut hati ini mengalami masalah dihadapan Sang Kaisar itu tentu akan mempengaruhi penilaiannya terhadap diriku menjadi sangat buruk dan hal itu tentu akan menyulitkan diriku sendiri di masa depan," batin Sang Jenderal Han Yu Bao yang mempertimbangkan kepentingannya.
"Aiya, jangan sungkan Fu Ming, kita masih bisa berjumpa dan mengobrol di lain waktu. Sekarang ada yang lebih penting dan juga mendesak yang harus kamu lakukan, maka bergegas lah, aku juga akan mengantar mu keluar," ucap Sang Jenderal Han dengan sangat ramah.
Namun pada kenyataanya, di dalam hatinya saat ini Sang Jenderal Han justru telah mengumpat dan mengucapkan sumpah serapah pada kawannya itu, dan bahkan Sang Kaisar Yun Hao Yan pun tak luput dari umpatan dan juga makiannya.
"Baiklah terima kasih Yu Bao, aku akan bergegas. Sampai jumpa di lain waktu," ucap Sang Wakil Komisaris Du setelah sampai depan pintu tuangan itu, setelah berpamitan pada Jenderal Han.
Sedangkan Sang Jenderal Han yang ditinggalkan seorang diri di dalam ruangan tersebut pun kini juga tidak berlama-lama lagi disana. Dan dia pun segera ikut pergi dari rumah makan itu.
Namun disisi lain, saat ini Kedua Kakak beradik kembar yang sedari awal mendengar kan perbincangan mereka berdua tadi, saat ini madih dengan asyik menikmati santapannya setelah beberapa kali menambah pesanannya.
Namun lebih tepatnya hanya seorang gadis kecil saja lah yang madih setia memenuhi mulutnya itu dengan hidangan penutup yang indah dan juga manis itu. Yang membuat si gadis kecil mungil itu merasa enggan untuk berhenti makan dan meninggalkan tempat itu kang kini sudah dirinya klaim sebagai tempat favorit nya, karena di rumah makan ini menyediakan berbagai hidangan penutup yang sangat lezat dan juga sesuai dengan lidah dan juga keinginannya.
"Jia'er, apakah hidangan penutup ini seenak itu untuk mu? Mungkinkah kau akan membungkusnya untuk dibawa kembali?" tanya Yun Yi Juan yang tampak sangat menikmati pemandangan adik kecilnya itu yang sangat lucu dan menggemaskan ketika sedang menyantap banyak hidangan penutup yang ada di atas meja mereka.
"Hmmnnn... ini benar-benar lezat dan manis Gege, apakah kau tidak ingin mencobanya?" tanya Yun Yi Jia
Namun sebelum Yun Yi Juan sempat bereaksi kini kembali terdengar celotehan tak jelas dari Yun Yi Jia yang kini mulutnya dipenuhi oleh aneka kue manis.
"Gege aku akan segera menghabiskan makanan ku, dan aku sebenarnya sangat ingin membungkus kue-kue yang indah dan harum serta manis ini untuk di bawa kembali. Tapi... sepertinya tidak untuk saat ini. Karena kita masih akan mengunjungi tempat Pria tua bangka yang telah membuang kita selama ini. Jadi aku tidak ingin melewatkan kesempatan untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan bersama mereka nantinya. Jadi selain sedang menyipakan energi untuk menemani meteka semua bermain aku juga tidak ingin menyia-nyiakan makanan seindah dan selezat ini yang siapa tahu jika akan di rebut oleh mereka yang jahat dan tak pernah memberikan kita berdua makanan yang layak semenjak kita lahir," ucap Yun Yi Jia yang terdengar agak tidak jelas karena ketika dirinya berbicara mulut kecilnya itu juga madih dipenuhi oleh hidangan penutup itu.
"Jia'er pelan-pelan saja makannya. Dan juga jangan sambil berbicara ketika makan, nanti kau bisa tersedak," ucap Yun Yi Juan yang sangat perhatian sambil mengusap lembut bibir gadis kecil itu menggunakan sapu tangannya karena gadis itu sangat belepitan ketika makan.
__ADS_1
"Enn..," balas Yun Yi Jia sambil mengangguk dan tersenyum ke arah Gege nya yang sangat pengertian itu.
Setelah beberapa saat akhirnya Yun Yi Jia pun segera menyudahi makannya, dan bahkan saat ini di meja hanya tampak beberapa piring kosong yang semua isinya sudah di sapu habis oleh gadis kecil itu.
"Gege aku sudah selesai, Jadi bagaimana menurut Gege mengena apa yang dikatakan oleh para antek dan punggawa Kaisar durjana itu?" tanya Yun Yi Jia pada Gege nya.
"Biarkan saja apa yang ingin mereka lakukan, selagi mereka tidak mampu untuk menemukan bukti dan juga melacak jejak dari orang-orang ku, yang ku utus saat itu. Itu tidak masalah. Lagi pula kita bisa mendapatkan bukti lain, seperti hal-hal yang akan dilakukan oleh Han Yu Bao itu untuk mengelabui Kaisar untuk menutupi kecurangannnya itu. Dan suatu saat nanti hal itu juga yang akan semakin memperberat hukuman yang harus dirinya terima." ucap Yun Yi Juan masih dengan nada dan juga ekspresi yang sangat santai. Seolah tidak pernah terjadi apapun terhadap dirinya.
"Yah, Gege kau memang jenius. Kita bisa menjebaknya untuk semakin banyak membuat kesalahan yang akan membuat dirinya sendiri membongkar aibnya itu tidak hanya di hadapan Sang Kaisar, namun juga di hadapan seluruh bangsawan, Menteri maupaun pejabat kecil serta rakyat di seluruh negeri ini akan bisa mengetahui kebusukannya dan juga saudara perempuannya itu." ucap Yun Yi Jia dengan mata yang kini menyiratkan Api yang membara yang seolah mengatakan jika dendam yang dirinya tanggung selama ini akan dirinya balas lebih dari berpuluh kali lipat pada orang-orang yang selalu menindas dirinya dan juga Gege nya di masa lalu.
Yang mana ekspresi nya kali ini terlihat sangat kontras dengan penampilannya saat ini yang selayaknya seperti anak bayi yang sanagt imut, lucu dan juga menggemaskan itu.
"Yah, apalagi yang kita dapatkan saat ini sebenarnya sudah lebih dari cukup jika hanya untuk menyeret Sang Selir Agung dan juga Kakak laki-lakinya itu mati di tiang gantungan di tengah alun-alun kota. Dan membuat seluruh keluarganya beserta keturunan nya diturunkan statusnya sebagai budak seumur hidup dalam 10 keturunan mereka," gumam Yun Yi Juan Namun masih dapat di dengar oleh Sang adiknya, Yun Yi Jia.
"Owh... bukankah itu berarti jika saat ini seluruh Klan Keluarga Han yang tersisa itu juga dalam keadaan di ambang kehancuran? Jadi itu sama halnya jika sekarang mereka akan segera kehilangan martabat mereka yang selama ini mereka banggakan karena memiliki seorang kerabat dekat seorang Selir Agung. Lalu bagaimana jika aku akan membuat nasib dari seluruh keturunan mereka menderita seperti apa yang kami alami selan ini? Bukankah hal itu juga cukup pantas?" tanya Yun Yi Jia secara retorika.
"Semua, akan terjadi sesuai keinginanmu adikku," tegas Yun Yi Juan yang menyetujui setiap apa yang adiknya itu katakan.
Dan setelah itu dirinya segera membersihkan dirinya dan merapikan pakaiannnya dari remah-remah kue yang baru saja dirinya makan.
"Jadi apakah saat ini kau sudah siap untuk melihat keramaian dan juga bermain- main dengan para binatang kecil tak berperasaan itu?" tanya Yun Yi Juan yang kini juga menampilkan keganasan serta kegarangannya ketika teringat akan dendamnya pada Keluarga Kekaisaran Bulan Perak itu.
"Aku tentu saja sudah sangat tidak sabar lagi Gege. Tapi Gege, kau harus ingat jangan bersikap gegabah dan keterlaluan terhadap mereka. Karena belum saatnya bagi kita untuk membuatnya ketakutan dan juga waspada Gege. Karena kita juga masih harus membuat mereka menderita sedikit demi sedikit siksaan. Dan kita masih harus membuat gadis dari keluarga Shangguan itu memasuki istana. Jadi kita masih harus menunggu permainan mereka semua," kata Yun Yi Jia yang saat ini sudah bersiap ingin melesat menuju Istana Kekaisaran Bulan Perak secepatnya.
"Baiklah kalau begitu, Gege akan selalu mengingatnya. Semua akan berada dibawah kendali mu Jia'er ku yang baik dan cantik ini," ucap Yun Yi Juan dengan sigap menggendong Yun Yi Jia yang saat ini berwujud anak kecil itu.
Yang juga telah mengulurkan kedua tangannya kearahnya, yang tandanya meminta untuk digendong. Karena pada dasarnya saat ini Yun Yi Jia merasa sangat keenyangan. Sehingga perutnya terasa tidak nyaman ketika dirinya bergerak, atau bahkan berjalan.
Maka mau tidak mau dirinya harus merepotkan Gege nya itu untuk menggendong dirinya menuju ke Istana Kekaisaran Bulan Perak.
__ADS_1
Namun Yun Yi Juan sama sekali tidak keberatan dengan sikap manja yang ditunjukan Yun Yi Jia terhadap dirinya itu.
"Ohh... apakah Tuan Putri ku yang cantik ini sudah mulai kelebihan berat badan sehingga tidak mampu lagi untuk berjalan?" goda Yun Yi Juan pada adik perempuannya itu yang langsung mengelus perutnya yang membuncut akibat makan terlalu banyak hidangan penutup.
"Sepertinya memang benar, apa yang kau katakan Gege. Rasanya aku sudah seperti bagi gemuk yang malas bergerak akibat terlalu kenyang," guman Yun Yi Jia sambil menyandarkan kepalanya pada sisi bahu Gege nya yang lebar dan kekar itu sambil menguap, dan aroma wangi kue osmanthus bisa tercium olehnya.
Sedangkan Yun Yi Juan yang mendengar gumaman adik perempuannya itu pun hanya bisa menggeleng dan mengusap rambut adiknya yang kini berada di gendongannya itu dengan sayang. Dan tanoa berkata apa pun. dan dia hanya tersenyum bahagia bisa melihat adiknya yang bisa dekat dan tidak menghindarinya sama sekali setelah berjumpa.
Karena Yun Yi Juan dulu sempat berpikir dan juga mengura jika adiknya itu akan membenci dan juga menjauhinya karena dirinya telah meninggalkan adiknyan itu sendirian selama hampir tujuh tahun lamanya.
"Gege mari kita juga bergegas ke tempat tinggal Pak Tua yang kejam itu, agar kita tidak ketinggalan keseruan yang akan mereka lakukan," ucap Yun Yi Jia dengan tidak sabar. dan sekaligus menyadarkan Gege nya dari lamunan.
"Apakah kau yakin? Tidak ingin ganti pakaian malam terlebih dahulu Jia'er?" tanya Yun Yi Juan yang memandangi adik kecilnya yang berada dalam gendongannya itu yang saat ini tengah mengenakan pakaian berwarna merah terang itu.
"Apa bedanya itu? Gege bukankah penampilanku saat ini sudah sangat menggemaskan? Maka siapapun orang yang melihatku seperti ini pasti akan merasa senang dan juga melunakkan hatinya. Jadi tidak akan ada orang yang akan tega melakukan hal buruk terhadap ku." ucap Yun Yi Jia dengan sangat yakin dan juga percaya diri?
"Jadi maksud mu? Kamu ingin menampakkan diri di hadapan mereka?" tanya Yun Yi Juan dengan tidak yakin.
"Mengapa tidak? Sepertinya akan sangat menyenangkan bukan? Jika kita bisa semakin mengacaukan keadaan dalam harem Kaisar durjana itu?" timpal Yun Yi Jia sekenanya.
"Apakah kau yakin? Huffftttt... baiklah, Gege akan selalu bersama dan ada di sisi mu, setiap apa yang akan kau lakukan," sahut Yun Yi Juan yang akhirnya menyerah dengan keinginan adiknya itu.
Bahkan Yun Yi Juan pun merasa sangat prnasaran dengan apa yang ingin dilakukan oleh adiknya itu. Tapi tampaknya Yun Yi Juan tahu jika adik kembarnya itu pasti tidak akan melakukan hal yang biasa saja.
"Baiklah Gege akan menunggu hal menakjubkan apa yang akan kau lakukan pada orang-orang yang betada di dalam kandang hariamau itu," batin Yun Yi Juan dengan tatapan yang penuh binar ketertarikan.
"Baiklah kita akan segera berangkat. berpeganglah yang erat pada Gege." ucap Yun Yi Juan, yang kemudian segera melesat secepat kilat keluar melalui jendela ruangan itu.
Sedangkan Yun Yi Jia justru malah merasa sangat puas bisa merasakn hal semacam ini. karena bagaimana pun dirinya yang asli juga telah kehilangan kasih sayang dan juga figur seorang Ayah sejak dirinya kecil dan dirinya juga sangat merindukan adanya seseorang yang mampu menyayanginya selayaknya orang tuanya sendiri.
__ADS_1
Dan saat ini dirinya berjumpa dengan Yun Yi Juan yang merupakan Gege kandung dari pemilik tubuh yang asli. Yang selalu memperlakukannya dengan sangat baik, selayaknya Kakak laki-laki yang selalu ingin membahagiakan adiknya dan juga terasa seperti seorang Ayah yang selalu menjaga dan juga melindunginya dari apapun juga. Bahkan Yun Yi Juan tak segan untuk berkorban apapun hanya untuk membahagiakan dan juga melindungi dirinya.