Putri Yang Dibuang Kekasih Sang Kaisar Dewa

Putri Yang Dibuang Kekasih Sang Kaisar Dewa
Bab. 34 Memulai Permainan yang Menyenangkan


__ADS_3

Berbeda dengan situasi yang dialami Yun Yi Jia dan juga Gege nya. Saat ini di Istana Kekaisaran, Tepatnya di ruang aula pertempuran, yang biasanya digunakan sebagai tempat rapat setiap paginya oleh Sang Kaisar Yun Hao Yan dengan seluruh Menteri dan juga Pejabat Istana.


Namun saat ini yang berada di sana justru para tim pasukan elite kebanggaan Sang Kaisar yang saat ini masih dalam keadaan lemas dan tak berdaya. Karena mereka merasa telah gagal menjalankan tugas yang dibetikan oleh Sang Kaisar Yun Hao Yan.


Sebab dalam seharian ini mereka melakukan pekerjaan yang diberikan oleh Yang Mulia Kaisar Yun Hao Yan secara pribadi, Itu juga masih belum berhasil mendapatkan titik temu apapun yang bisa memuaskan Tuan nya itu.


Yang tidak seperti biasanya, jika tim elite mereka dikerahkan. Maka seluruh permasalahan akan dapat segera terselesaikan dengan sangat baik dalam waktu yang sangat singkat. Dan karena itulah selama ini mereka semua digadang-gadang sebagai pahlawan kematian oleh Sang Kaisar Yun Hao Yan.


Karena Sang Kaisar merasa jika para pasukan itu tidak pernah gagal dalam melakukan tugas dan misi mereka. Selain itu kekuatan meteka semua jauh lebih unggul dari pada kemampuan yang di miliki oleh pengawal biasa.


Yang sering kali membuat mereka semua terlalu percaya diri akan kemampuan diri mereka yang sebenarnya masih dibatas kata standar itu bagi kebanyakan kultivator jenius seperti kedua saudara kembar Yun Yi Juan dan juga si cantik Yun Yi Jia.


Namun pada kasus kali ini, bahkan setelah seharian mereka melakukan penyelidikan dan bahkan mengintrogasi Sang Selir Agung dan juga para pelayan Istana Lotus tidak ada hasil apapun yang mereka dapatkan dan uuga tidak ada seorang pun yang tahu seluk beluk masalah yang terjadi.


Bahkan Sang Selir Agung Han sendiri, dirinya bahkan sudah seperti orang gila, setelah sadar dari keterkejutannya itu dari teror yang dirinya terima itu.


Jadi proses introgasi terhadapnya juga dianggap gagal. Karena dirinya benar-benar tidak memberikan jawaban yang sesusi dengan apa yang mereka semua inginkan. Dan hanya bergumam tidak jelas karena perasaan takutnya yang menyerang jiwanya.


Dan semua itu semakin membuat mental para pasukan itu menjadi semakin menurun. Karena apa yang membuat mereka semua merasa bangga dan juga sombong selama ini dapat di patahkan oleh pelaku yang melakukan teror menggunakan tiga puluh buah kepala dari para pembunuh bayaran itu.


Yang sampai detik ini masih belum bisa diketahui dan bahkan sebuah petunjuk kecil pun tidak mampu mereka dapatkan.


Sehingga saat ini meteka semua Pasukan Elite yang berjumpa hampir lima puluh orang yang dikerahkan saat itu hanya dapat terdiam dan tertunduk malu di dalam ruangan rapat tersebut.


Di tambah beberapa pihak perwakilan dari Kementerian Yamen yang juga sudah berada di sana, termasuk juga Sang Komisaris Utama dan juga Wakil Komisaris Du juga telah berada di dalam ruangan yang dipenuhi oleh banyak orang, akan tetapi terasa begitu sepi dan sunyi. Seperti tak ada seorang pun yang berada di dalamnya.


Namun tak lama kemudian terdengar suara teriakan seseorang kasim dari luar aula tersebut yang memberitahukan kehadiran Yang Mulia Kaisar Yun Hao Yan.


"Yang Mulia Kaisar Yun Hao Yan telah tiba, dan memasuki Aula Pertemuan," seru kasim kecil itu dengan lantang.


Mendengar bahwa Sang Kaisar telah tiba, semua orang yang berada di dalam ruangan pertemuan itu segera berdiri dan bersiap berlutut ketika Sang Kaisar Yun Hao Yan memasuki ruangan tersebut.

__ADS_1


"Hormat kepada Yang Mulia Kaisar, Semoga Yang Mulia panjang umur dan sehat selalu serta dikaruniai keberkahan sepanjang masa." seru semua orang yang berada di dalam ruangan itu sambil berlutut dengan satu kaki, ketika mereka melihat Sang Kaisar Yun Hao Yan telah berjalan menuju kursi singgahsananya yang megah itu.


"Berdirilah kalian semua," tegas Sang Kaisar Yun Hao Yan sambil memandang seluruh anggota Pasukan Tim Elite dan juga Pasukan dari Kementerian Yamen.


"Terima Kasih Yang Mulia Kaisar," seru mereka serempak.


Yang kemudian mereka semua segera bangkit untuk berdiri dan segera kembali ke tempat duduk mereka masing-masing.


"Tahu kah kalian semua, Mengapa di msalam yang sudah larut ini aku mengundang kalian untuk memasuki Istana?" tanya Sang Kaisar Yun Hao Yan dengan sedikit nada sindiran pada orang-orang yang kerjaannya tidak becus seperti mereka semua.


"Mohon pencerahan Yang Mulia Kaisar, kami bodoh dan tidak kompeten," cetus salah seorang yang ada di sana yang mewakili mereka semua. Dengan sikap membungkuk hormat pada Sang Kaisar Yun Hao Yan.


Dan orang itu adalah Feng Yuan Hua yang merupakan Sang Ketua, Komisaris Utama Kementerian Yamen. Yang selama ini dikenal oleh masyarakat luas karrna sikapnya yang lugas, adil dan jujur, serta tidak pernah membedakan status sosial seseorang ketika menjalankan tugasnya.


Dengan kepribadian yang terkenal baik seperti itulah yang membuatnya mendapatkan banyak repek dan pujian dari semua orang dari seluruh kalangan dan dari seluruh lapisan strata sosial merasa kagum dan juga menghormati dirinya.


Dan selain itu Feng Yuan Hua ini juga memiliki segudang prestasi yang sangat mengesankan untuk seorang pemuda yang baru berusia dua puluh lima tahun seperti dirinya saat ini.


Yang selama ini juga Sang Kaisar Yun Hao Yan sangat senang dengan bakat serta kinerja salah satu Menteri nya ini.


Kini Sang Kaisa, yang dirinya tak kuasa untuk segera mengutarakan maksud dan tujuannya mengumpulkan orang-orang yang dianggapnya cekatan dan juga mampu menangani masalah kali ini.


Namun sebelum itu Sang Kaisar Yun Hao Yan menanyakan terlebih dahulu terhadap Menteri Yamen kebanggaan mereka semua itu mengenai perkembangan penanganan kasus kali ini.


"Menteri Feng? Bagaimana menurut mu mengenai kasus kali ini? Dan apa saja yang sudah kalian temukan dalam penyelidikan yang sudah dilakukan pada hari ini?" tanya Sang Kaisar Yun Hao Yan pada Menteri nya itu.


"Menjawab Yang Mulia, setelah melakukan penyelidikan yang dilakukan secaa gabungan yang kami lakukan pada hari ini, Hamba pribadi marasa jika hal ini dilakukan secara pribadi yang benar-benar menguasai krmampuan yang lebih unggul dari pihak kita. Karena setelah pihak kami melakukan penyelidikan di Istana Lotus, dan masih belum menemukan sesuatu hal yang sangat berarti. Maka saya membawa beberapa pasukan untuk mendatangi markas dari pada pembunuh bayaran kelabang hitam itu sendiri untuk mencari informasi lebih lanjut. Namun setibanya kami di sana, Kami juga sangat dikejutkan dengan keadaan yang ada di sana yang sangat bersih dan seolah tempat itu memang tidak pernah di huni oleh seseorang sama sekali. Bahkan kami juga telah mencova menyisir setiap ruangan dari reruntuhan bangunan di sana, kami juga tidak menemukan apapun yang dapat membantu kita menelusuri kasus ini hingga tuntas. Bahkan disana juga tidak ditemukan sesosok mayat satu pun atau bahkn bekas pertempuran yang nyata. Yang kami lihat hanyalah bangunan tua yang telah hancur dan tampak begitu alami seperti halnya terjadi bencana alam di sana." jawab Sang Ketua Komisaris Utama Kementerian Yamen itu dengan sedetail mungkin.


"Apakah kau benar-benar sudah memastikan semuanya? Lalu bagaimana dengan aktivitas Selir Agung Han selama ini? Apakah kau juga telah menyelidiki semua ini?" cecar Sang Kaisar Yun Hao Yan sekali lagi. karena samoai saat ini dirinya benar-benar belum mendapatkan sedikitpun gambaran mengenaiborang yang telah disinggung oleh Selir Agung Han itu.


"Menjawab Yang Mulia, Kami dan juga para pasukan elite juga telah berusaha mengembangkan penyelidikan kami mengenai segala aktivitas dan juga rutinitas yang dilakukan Yang Mulia Selir Agung selama beberapa periode ini. Dan kami juga tidak menemukan kejanggalan dalam masalah ini. Bahkan kami juga sudah bertanya pada para penjaga dan pelayan terkait, dan mereka semua menyataka hal yang sama. Bahkan kami juga telah berupaya untuk menanyakan pada para petugas patroli dan juga penjaga gerbang Istana Kekaisaran yang mencatat siapa saja yang keluar atau masuk maupun tamu yang berkunjung ke halaman Istana Lotus beberapa pekan ini. Dan semuanya tampak sangat normal. Namun memang ada satu atau dua kali waktu seseorang yang tidak diketahui didentitas lengkapnya telah memasuki Istana Lotus. Dan di dalam catatatan itu hanya trrtulis jika orang itu hanya suruhan seseorang untuk mengantarkan barang pesanan yang diinginkan oleh Yang Mulia Selir Agung. Dan menurut catatan tersebut orang yang melakukan pengiriman barang itu, juga merupakan orang yang sama dan juga dari toko yang sama. Hanya saja barang apa yang di bawa olehnya para penjaga tersebut tidak ada yang tahu dan tidak ada yang berani untuk memeriksa barang milik salah satu majikan. Apalagi dalam laporan itu juga tidak dituliskan secara rinci mengenai barang-barang tersebut. Apalagi setiap kali si pengantar itu ditanyai mengenai hal tersebut dirinya mengaku bahwa dirinya juga tidak tahu menahu mengenai barang tersebut. karena dirinya juga hanya merupakan suruhan seseorang yang diutus hanya untuk mengantarkannya saja." jawab Sang Ketua Komisaris Utama Kementerian Yamen itu dengan terperinci, dan sekaligus membawa barang bukti berupa catatan laporan dari penjaga gerbang tersebut.

__ADS_1


Dan Sang Kaisar pun segera menerimanya, disana dalam catatan tersebut Sang Kaisar Yun Hao Yan juga dapat melihat bahwa apa yang dikatkan oleh Komisaris Feng Yuan Hua itu memang benar adanya.


Dan hal itu terjadi sepekab yang lalu dan juga dua hari sebelum hal mengejutkan ini terjadi.


"Apakah hal ini ada kaitannya dengan kejadian yang menimpa Han Yu Mei ini? Atau mungkin itu memang hanya pengantar barang biasa saja?" batin Sang Kaisar Yun Hao Yan penuh dengan keraguan.


"Apakah kalian sudah menyelidiki masalah ini? Dan apakah benar orang ini memang berasal dari toko yang tercatat di alamat ini?"


tanya Sang Kaisar Yun Hao Yan memastikan.


"Ampun Yang Mulia, sebelumnya petugas kami telah mencari tahu dan menyelidiki hal ini. Namun hasilnya benar-benar tidak terduga oleh kami. Dan ternyata orang itu sama sekali tidak dapat ditemuakan di tempat tersebut, bahan seluruh karyawan dan pekerja leoas di sana tidak ada yang mengenai orang dengan ciri-ciri yang sesuai dengan yang disebutkan oleh sang pengawal penjaga gerbang Istana Kekaisaran," jawab Sang Ketua Komisaris Utama Kementerian Yamen itu dengan lugas dan juga sangat jelas.


Setelah mendengar penjelasan Menteri nya itu, kini Sang Kaisar pun segera memerintahkan salah satu dari pasukan elite miliknya itu, untuk mencari dan menanyakan pada penjaga gerbang tersebut dan tanyakan ciri-ciri orang tersebut secara detail dan membuatkan sketsa gambar orang itu sebanyak mungkin guna untuk membatu penyelidikan dan pencrian orang asing yang tak diketahui itu.


Sedangkan di sisi lain terdapat dua sosok yang memiliki paras yang menawan, saat ini tengah menyaksikan betapa tak berdayanya Sang Kaisar Yun Hao Yan dan juga para anak buahya itu akibat masalah yang terjadi pada pagi hari sebelumnya.


"Gege, lihatlah. Akibat ulah yang Gege lakukan itu, membuat Pak Tua durjana itu merasa pusing dan kebingungan seperti ini. Tidakkah Gege merasa bersalah dan juga kasihan padanya?" ucap Yun Yi Jia dengan nada bergurau.


"Heehhh.... untuk apa mengasihani nya? biarkan saja Tua bangka itu frustasi menangani masalah itu sampai mati. Lagi pula Dia memang pantas mendapatkan itu. Bukankah selama ini dia selalu saja kurang kerjaan, Sehingga dirinya memiliki waktu untuk menyiksa dan menyengsarakan kita? Oleh Karena itu aku sudah berbaik hati untuk membarinya pekerjaan padanya untuk beberapa waktu ke depan." tukas Yun Yi Juan yang acuh tak acuh dan terkesan sanga menikmati pertunjukan yang tengah dirinya saksikan secara langsung itu.


"Haahahha... kau benar-benar Gege. Tapi apa yang Gege katakan memang benar. Kita memang harus memberinya pekerjaan yang tepat, dan sepertinya kita juga harus menambah sedikit lagi pekerjaan kecil untuk nya, sebagai bonus bukan?" tanya Yun Yi Jia sambil memiringkan kepalanya dan tersenum jahil.


"Apa yang ingin kau lakukan Jia'er?" tanya Yun Yi Jia sambil mengernyitkan alisnya.


"Tidak ada, aku hanya sedang memikirkan mengapa aku tadi tidak memenuhi saran Gege yang akan membungus camilan lezat itu. sanfat membosankan melihat sebuah keseruan sepeti ini hanya dengan tangan kosong," gumam Yun Yi Jia sambil cemberut.


Yun Yi Juan yang mendengar gerutuan adiknya itu pun merasa gemas sekaligus lucu melihat ekspresi nya yang tampak sangat kecewa dan tak berdaya itu.


"Hei, bukankah kedatangan kita kali ini ke sini adalah untuk jalan-jalan dan juga menemukan keseruan? Jadi kita tak perlu lagi mengurusi Pak Tua itu. Biarkan saja dia mengurusi masalah itu sampai selesai. Dan lebih baik kita sekarang jalan-jalan saja di Istana para wanita ular itu?" tanya Yun Yi Juan yang mengalihkan perhatian adiknya itu.


"Benar juga, sudah saatnya kita memulai permainan yang menyenangkan, bersama para wanita mikik Tua bangka itu dan juga anak-anak nya yang lain," seru Yun Yi Jia antusias.

__ADS_1


__ADS_2