Putri Yang Dibuang Kekasih Sang Kaisar Dewa

Putri Yang Dibuang Kekasih Sang Kaisar Dewa
Bab. 58 Awal Ying Ning Xue Masuk Keluarga Hua dengan Identitas Hua Lian Mei


__ADS_3

Apalagi saat ini Ying Ning Xue kecil pun dapat segera mengerti situasi. Bahwasanya saat ini dirinya dan kedua orangtuanya terpaksa harus berpisah demi kebaikan dirinya sendiri.


Meskipun dirinya merasa tidak rela dan enggan berpisah dengan kedua orang tua kandungnya. Namun Ying Ning Xue kecil juga sangat pandai membaca situasi di usia yang begitu belia.


"Nyonya Muda, bolehkah aku berbicara dengan Putri ku sebentar saja?" tanya Ibunda kandung dari Ying Ning Xue saat Ia berjalan mendekat ke arah Dong Ping Yue yang saat itu tengah menggendong Putri kecilnya.


"Apa? Siapa kau? Kau pasti orang jahat yang akan mengambil putri ku kan? Tidak akan pernah aku biarkan kau untuk membawa putri ku pergi lagi. Tidak! Pergilah jangan mendekat!" teriak Dong Ping Yue dengan histeris karena ia merasa terancam.


Bahkan saat itu tanpa sadar Dong Ping Yue telah memeluk Ying Ning Xue dengan begitu erat, hingga membuat gadis kecil yang imut itu sangat kesulitan untuk bernafas. Hingga wajah putih nan kecilnya itu kini telah pucat dan membiru.


Yang membuat semua orang yang melihatnya menjadi tidak tega. Namun mereka semua benar-benar tidak ada yang menyadari jika ada kejanggalan dalam hal itu.


Namun tidak Dimata Ying Mo Huan dan juga istrinya Ding Ya Ran yang sangat menyadari dengan pandanganya. Jika apa yang dilakukan oleh Dong Ping Yue itu adalah sebuah kesengajaan dan juga ada niat licik yang tampak sangat jelas di matanya.


Terutama Ding Ya Ran, yang merupakan Ibunda kandung dari Ying Ning Xue, saat ini dia melihat semua provokasi yang dilakukan Dong Ping Yue itu. Yang membuat hatinya terasa begitu sakit dan juga merasa sangat tidak terima dengan perlakuan Dong Ping Yue terhadap Putri kesayangannya.


Meskipun dirinya sebagai seorang wanita dan juga seorang ibu, dirinya dapat mengerti betapa terpukulnya perasaan Dong Ping Yue yang baru saja kehilangan Putri nya. Dan Ding Ya Ran juga sangat bersimpati akan hal itu.


Tapi itu tidak membuat Ding Ya Ran membiarkan sikap gila yang dilakukan Dong Ping Yue. Apalagi jika itu hingga melukai putrinya sendiri. Ding Ya Ran benar-benar tidak bisa terima.


Begitu juga Ying Mo Huan, Ia seolah bersiap untuk memusnahkan keluarga Hua jika terjadi sesuatu pada Putri tercintanya yang selalu dirinya rawat dan lindungi dengan penuh cinta kasih dan kehati-hatian selama ini.


"Plakkk, dugh...," suara tamparan menggema dan suara seseorang yang jatuh tersungkur di tanah pun tak terhindarkan.


Namun untungnya Ying Ning Xue tidak ikut terjerembab, karena gadis kecil itu telah berhasil diraih oleh ibunya yang sangat mencemaskan nya.


Sehingga Ding Ya Ran yang sudah kalap dengan tindakan Dong Ping Yue yang tampak sangat ingin merenggut nyawa putrinya itu. sehingga segera maju dan menampar Dong Ping Yue dengan setengah kekuatannya yang juga sangat tinggi karena berkat suaminya. dirinya yang merupakan dari klan manusia biasa pun dapat mencapai ranah Ungu puncak.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan pada Putri ku? Beraninya kau menyakiti Putri ku!" Tidak, aku tidak bisa membiarkan putriku dirawat oleh keluarga yang memiliki menantu wanita gila dan gegabah seperti dia. Suamiku lebih baik kita bawa Xue'er kita pergi dari sini. Meskipun kita dalam bahaya, Aku tentu tidak akan pernah membuat putriku sendiri merasakan penderitaan semacam ini!" seru Ding Ya Ran yang memang sejak awal merasa tidak tega berpisah dengan Putri yang telah susah payah dirinya kandung dan juga lahir kan.


Ditambah dengan tindakan wanita gila itu tadi yang benar-benar penuh kelicikan dan juga kedengkian padanya tanpa sebab. Itu benar-benar membuat Ding Ya Ran sangat marah dan sangat tidak terima.


"Ya Awalnya aku memiliki sebuah pemikiran dan juga harapan besar terhadap keluarga kalian. Tapi ku rasa semua itu sangat salah. Aku bisa mengerti perasaan kalian yang baru saja kehilangan anggota keluarga kalian. Tapi aku benar-benar tidak berharap jika aku telah menyelamatkan orang yang tidak tahu terima kasih sama sekali. Bahkan dengan gilanya dia mau mengembalikan Budi kami dengan cara membunuh Putri kesayangan kami yang paling berharga ini. Jika begitu lebih baik aku habisi saja kalian semuanya disini sebagai bayaran karena kalian telah membiarkan wanita gila itu yang hampir melenyapkan Putri ku. Dan bahkan kalian semua hanya diam saja dan menyaksikan hal itu dengan begitu tenang," geram Ying Mo Huan dengan dingin, yang kini telah mengeluarkan aura penindasan miliknya yang membuat semua orang dari keluarga Hua terasa tertekan dan merasa jika tubuh mereka hampir meledak berkeping-keping dan jangan lupakan rasa sakit yang menjalar di sekujur tubuh mereka.


"Tuan Muda, Maafkan kami. Kami tidak bermaksud demikian. Tolong lepaskan kami. Dan kami akan bersumpah jika kami akan menjaga Putri Anda dengan sangat baik dan tidak kekurangan kasih sayang maupun harta sekalipun," bujuk Patriark Hua dengan suara serak dan terbata-bata, Bahkan dirinya berusaha begitu keras hanya untuk bisa mengucapkan kalimatnya hingga selesai.


Namun Ying Mo Huan hanya diam dan menatap semua orang dengan tatapan tajam yang membuat setiap orang bergidik ngeri.


Dan akhirnya dirinya mendaratkan tatapan nya pada istri dan juga Putri tercintanya itu dengan tatapan lembut dan penuh kasih sayang.


Hanya saja Auranya masih saja menahan semua orang dan bahkan saat ini sudah banyak dari keluarga Hua yang telah meludahkan seteguk darah segar dan juga ada yang pingsan.


Dan saat itu Ding Ya Ran yang tengah menenangkan putrinya Ying Ning Xue pun juga memandang pada suaminya itu.


Setelah mendapatkan persetujuan dari istrinya, akhirnya Ying Mo Huan pun melepaskan tekanannya dan membebaskan semua keluarga Hua untuk bisa menghirup udara segar kembali.


Bahkan Ying Mo Huan pun kembali menyadarkan semua orang yang pingsan akibat aura penindasan yang menekan mereka semua.


"Sekarang kalian semua sudah sadar. Jadi dengarkan ucapan ku ini baik-baik. Aku awalnya sangat percaya dengan kalian semua. Dan bahkan aku dan juga istri ku telah merendahkan harga diri kami dengan memohon bantuan kalian semua. Namun aku benar-benar telah salah dan sangat kecewa dengan sikap kalian dan terutama menantu keluarga kalian itu...." ucapan Ying Mo Huan tiba-tiba di sergah oleh seseorang.


"Tuan tolong, maafkan istri ku. Aku yakin dia tidak sengaja ketika melakukannya. Kalian juga tahu sendiri jika kami baru saja kehilangan Putri kami, dan itu benar-benar mengguncang jiwanya. Jadi...


"Cukup hentikan Qi'er. Seharusnya kau sangat jelas dengan sifat istri mu sendiri setelah sekian lama. Kami semua tahu jika wanita yang kau pilih dan juga yang kau nikahi itu adalah seorang wanita yang gegabah dan juga disengaja. Memangnya sejak kapan keluarga kita tenang setelah kehadiran wanita itu di kediaman kita? Bahkan jika dirinya benar-benar menyayangi dan takut kehilangan Cucu ku, dia tidak akan menyerahkan begitu saja cucu ku itu untuk menyelamatkan dirinya sendiri," maki Sang Patriark Keluarga Hua yang memang telah lama mengetahui tabiat asli dari menantu perempuannya itu.


Dan Tabib Hua juga tahu benar bagaimana kejadiannya sehingga ia bisa kehilangan cucu nya itu.

__ADS_1


Mungkin wanita itu bisa mengelabui semua orang dengan berpura-pura gila dan terpukul karena kehilangan putrinya. Agar dirinya tidak disalahkan dan justru mendapat banyak simpati dan juga dianggap sebagai korban oleh semua orang.


Hanya saja Patriark Hua yang telah memiliki pengalaman dan juga telah banyak menyaksikan berbagai macam trik dari yang biasa hingga mengorbankan nyawa selama seumur hidupnya. Jadi bagaimana mungkin dirinya tidak dapat menyadari hal sederhana seperti itu.


Mendengarkan hal tersebut Hua Yun Qi benar-benar tercengang, sehingga tidak dapat berkata apa-apa. Dan sepertinya dirinya memang tidak bisa membantah segala ucapan Ayahnya itu. Karena sejujurnya Hua Yun Qi sendiri juga telah mengetahuinya. dan dirinya juga sudah begitu sering dikecewakan oleh istri pilihannya itu. Namun apa boleh buat. Dirinya hanya bisa memaafkannya, karena rasa cintanya yang begitu besar untuk istrinya. Apalagi dirinya juga merasa sangat berhutang budi pada istrinya itu. karena tanpa diketuai oleh orang lain. Istrinya itu dulunya pernah menyelamatkan nyawanya yang saat itu tanpa terkena racun.


Dan berkat pil mujarab yang dimiliki oleh gadis yang baru pertama kali dirinya temui saat itu dirinya dapat disembuhkan.


Namun apa yang tidak diketahui oleh Hua Yun Qi adalah istrinya saat ini bukanlah orang yang sama dengan gadis penyelamat jiwanya itu. Yang merupakan kembarannya yang selama ini jarang sekali keluar dari kediaman dan lebih memilih mengurung diri setelah meninggalnya ibu mereka.


"Jadi semua sudah sangat jelas, Aku tidak bisa membiarkan Putri ku dirawat dan di asuh oleh keluarga kalian apalagi oleh wanita keji seperti dia," ucap Ying Mo Huan sambil melirik Dong Ping Yue yang sedari awal pura-pura tidak sadarkan diri.


Namun semua orang yang ada di sana benar-benar mengetahui trik itu. Mereka semua tahu bahwa wanita pembuat onar itu hanya berpura-pura pingsan.


"Tuan, Anda bisa tenang. Saya berjanji, bahwa saya sendiri yang akan membesarkan dan melindungi Putri Anda selayaknya cucu ku sendiri. Atau bahkan sebagai Putri ku sendiri. Karena aku juga sangat tidak percaya dengan menantu itu. Dan kami akan bersumpah bahwa tidak akan pernah ada orang yang berani menindas dan memperlakukan Putri Anda dengan tidak adil di kediaman kami," ucap Sang Patriark Keluarga Hua dengan bersungguh-sungguh.


"Ya, kami semua bersumpah untuk memperlakukan Putri dari penyelamat kami selayaknya Putri kami sendiri," ucap mereka semua dengan tulus.


"Bbllarrrr.. Dhuarr..." suara kilat dan Guntur menggelegar. Yang menandakan sumpah mereka telah di akui oleh surga. Sehingga siapa saja yang melanggar sumpah tersebut akan menanggung akibatnya sendiri.


Namun di sana semua orang benar-benar telah mengabaikan keberadaan Dong Ping Yue sepenuhnya.


"Hmn?" gumam Ying Mo Huan sambil menganggukkan kepala setelah melihat keseriusan dari keluarga Hua.


"Baiklah, kami telah melihat ketulusan kalian semua. Hanya saja kalian tidak boleh menyerahkan Putri kami berada di tangan dan juga pengasuhan wanita itu. Jika suatu hari nanti terjadi masalah dengannya. Maka kalian sudah mengetahui apa konsekuensinya yang harus kalian tanggung. Dan itu merupakan hukuman dari surga secara langsung." ucap Ding Ya Ran yang kini sangat terpaksa melepaskan Putri kecilnya kepada keluarga Hua.


Apalagi masih ada wanita licik seperti Dong Ping Yue di keluarga itu. Yang membuat Ding Ya Ran merasa sangat khawatirkan dan juga tidak rela.

__ADS_1


Hanya saja Ding Ya Ran tahu, bahwa semua ini adalah yang terbaik bagi Putri kecilnya itu.


__ADS_2