
"Andai saja, jika Zhen bisa menentukan salah satu Pangeran sebagai Putra Mahkota. Setelah segalanya yang terjadi kini kandidat calon pewaris sangat sulit untuk menentukannya. Namun Zhen butuh seseorang dan akan segera di nobatkan sebagai penyandang gelar tersebut. Dan dengan begitu pasti tugas-tugas ini akan segera selesai, dan Zhen juga bisa melihat apa yang dilakukan oleh orang-orang yang berambisi itu. Huhhh... Memikirkan hal itu membuat ku semakin muak dengan semuanya," gumam Sang Kaisar yang merasa sangat frustasi.
Dan entah mengapa seluruh rencana yang telah disusunnya semuanya tidak berjalan dengan lancar. Bahkan terancam gagal.
"Apa yang harus ku lakukan sekarang? Apakah jika rencana pengangkatan Meng'er dilanjutkan, bisakah semua tujuan awal ku bisa benar-benar terwujud. Tapi saat ini memang tidak ada kandidat lain yang lebih tepat selain Meng'er. Apalagi orang yang bisa menghentikan Kedua keturunan Permaisuri tercinta ku itu untuk menduduki tampik kekuasaannya itu.
"Tapi Meng'er saat ini masih sangat muda. Dia juga belum bisa membantu ku menyelesaikan masalah-masalah ini. Apalagi selama ini anak itu juga selalu dimanjakan oleh ku dan Ibunya. Bisakah dia membantu ku menangani masalah yang sulit itu." pikiran Sang Kaisar Yun Hao Yan yang semakin pusing dan membuatnya frustasi.
Meninggalkan Sang Kaisar yang sedang banyak masalah. Saat ini di Paviliun cempaka tempat tinggal Putri Pertama Yun Mai Li, terlihat sangat ramai dan juga meriah.
Namun hal itu terjadi bukan karena suatu hal yang menggembirakan yang terjadi padanya. Melainkan sesuatu hal yang sangat membuatnya murka yang Yun Mai Li dapatkan.
Karena suasana hati Yun Mai Li yang kini sedang sangat buruk. Sehingga saat ini dapat terdengar suara gaduh dan juga barang-barang pecah.
Yah, semua itu terjadi karena Sang pemilik kediaman tersebut sedang marah besar.
Akibat dirinya dan juga adik laki-lakinya turut dihukum seperti Ibundanya yang dikurung selama batas waktu yang belum ditentukan oleh ayahanda tercinta yakni Sang Kaisar Yun Hao Yan.
Selain itu dirinya juga tidak diperbolehkan mengutus siapapun untuk saling berhubungan satu sama lain, baik itu terhadap Sang Ibundanya maupun adik laki-lakinya.
Bahkan makanannya pun secara khusus akan dikirim oleh pihak dapur. Karena semua pelayannya juga di jatuhi hukuman berat karena di anggap tidak becus menjaga majikannya.
Bahkan para pelayan Sang Selir Agung Han pun juga telah dijatuhi hukuman mati semuanya, oleh Sang Kaisar Yun Hao Yan. Sebab mereka semua lalai dalan menjalankan tugasnya dan juga tidak bisa mengendalikan kelakuan majikannya.
Sehingga tidak peduli itu pelayan pribadi maupun pelayan kediaman semuanya tak ada yang selamat kecuali itu seorang pelayan kecil yang biasanya hanya sebagai tukang bersih-bersih di Istana Lotus.
Namun saat ini dirinya ditugaskan untuk mengurusi makanan Sang Selir Agung Han selama di dalam pengasingan di Istana Dingin.
"Haaahhhhh.... brengsek, ini semua pasti gara-gara Yun Mu Lan yang telah berbicara yang tidak-tidak mengenai Ibunda ku kepada Ayahanda. Dan dia juga telah memfitnah ku sehingga aku mendapatkan hukuman dan di larang keluar dari kediaman ini." teriak Yun Mai Li yang kini sedang marah-marah dan menggila membanting seluruh barang yang dirinya lihat.
Bahkan dirinya tidak kesalahannya sendiri yang sebenarnya membuat dirinya mengalami hukuman seperti saat ini.
Yun Mai Li justru melimpahkan semua tuduhan kesalahan nya pada Yun Mu Lan. Ia bahkan juga melampiaskan semua amarahnya itu dengan menghancurkan barang -barang dan juga memukuli pelayan yang berada di dekatnya.
Padahal dirinya juga tahu, jika para pelayan pribadinya itu baru saja menerima hukuman cambuk sebanyak sepuluh kali oleh perintah Kaisar.
Dan itu semua juga aku at dari ulah majikannya itu yang telah membuat Sang Kaisar Yun Hao Yan marah besar.
"Prrrakkk....pyarrrrr... Klaaangg...klontang... trass...pyarrrr....!!" suara barang-barang yang di hancurkan oleh Yun Mai Li.
__ADS_1
"Bug...bug...dugh, haahhh...plak..plak...plakkk,"suara pukulan dan juga tamparan yang dilayangkan oleh Yun Mai Li pada pelayan pribadinya.
Namun sayangnya Sang pelayan bahkan tidak berani bersuara, ataupun merintih sama sekali. Karena jika hal itu sampai terjadi. Bukanya mendapatkan belas kasihan dari Yun Mai Li yang sedang kesetanan itu. Kemungkinan besar, hal itu hanya akan menambahkan penderitaannya di bawah perlakuan kejam majikannya yang brutal dan tanpa ampun itu.
"Aaarrrrggghhhhh..... lihat saja aku akan membalas mu Yun Mu Lan. Kau dan juga Ibu mu yang ****** itu pasti akan mati di tangan ku. Dan cepat atau lambat hanya aku lah satu-satunya putri yang paling disayangi oleh Ayahanda. Dan tunggu ketika Meng'er telah diangkat sebagai Kaisar masa depan. Maka aku akan semakin mudah untuk memusnahkan seluruh Klan Keluarga Shu dan juga kediaman Perdana Menteri yang selama ini selalu menjadi pendukung terkuat kalian." teriak Yun Mai Li yang masih saja kesetanan dan tidak sadar bahwa sikapnya itulah yang membuat dirinya sendiri di kurung di dalam kediaman nya.
Betapa tidak? Tadi pagi ketika para petugas Yamen datang untuk menyelidiki kasus yang terjadi di dalam Kediaman Selir Agung Han sesuai dengan perintah Sang Kaisar.
Yun Mai Li yang selaku Putri Pertama Kekaisaran Bulan Perak ini justru menghalanginya dengan sekuat tenaga.
Agar kasus mengerikan itu tidak di selidiki dan di tindak lanjuti. Karena menurutnya itu hanya akan mencemarkan nama baik ibundanya jika terbukti di temukan jejak atau bukti Kejahatan yang dilakukan oleh ibundanya.
Bahkan Yun Mai Li juga menyeret adik laki-lakinya untuk menghalau para petugas Yamen untuk melakukan tugasnya, hingga pada akhirnya terjadi sebuah insiden.
Yang mengakibatkan Sang Adik, yakni Pangeran Kedua Yun Shao Meng mengalami cidera yang cukup serius akibat terkena serangan pukulan yang di layangkan oleh Sang Kaisar Yun Hao Yan sendiri yang sudah merasa sangat geram melihat ulah mereka berdua yang memberontak itu.
Terlebih lagi, Akibat hasutan yang Yun Mai Li lakukan untuk meyakinkan adiknya itu, Yun Shao Meng berani menyerang para petugas dari Yamen itu menggunakan senjata rahasia yang mengakibatkan beberapa petugas Yamen yang mencoba melawannya tanpa kekuatan tenaga dalamnya karena tidak ingin melukai Sang Pangeran kesayangan Kaisar Yun itu. Namun beberapa dari mereka justru terkena sabetan cambuk beracun yang digunakan oleh Sang Pangeran Kedua Yun Shao Meng.
Yang mana racun itu adalah racun khusus yang dapat membunuh orang dengan semudah melumpuhkan tulangnya dan menjadikannya hancur bagaikan butiran debu yang lembut.
Dan penawar racun itu juga sangat sulit didapatkan karena seluruh bahan yang dibutuhkan itu sangat berharga dan langka.
Jadi pihak Istana harus mengeluarkan banyak harta berharga untuk mengobati para korban cambukan Sang Pangeran Kedua Yun Shao Meng.
Yang artinya beberapa orang itu akan mengalami kelumpuhan atau cacat secara permanen dan hidupnya akan terus bergantung dengan orang lain untuk seumur hidupnya.
Dan hal itu sangat merugikan bagi Sang Kaisar dan juga Negara. Karena selain kehilangan banyak harta juga kehilangan pasukan pilihan.
Karena orang-orang yang terpilih dalam kementerian Yamen itu jelas dipastikan orang-orang yang memiliki talenta dan juga kekuatan yang sangat tangguh.
Jadi karena itulah Sang Kaisar menjadi sangat kalap sehingga tanpa pikir panjang dirinya menyerang putranya sendiri dengan kekuatan penuhnya.
Bahkan setelah itu Sang Kaisar pun segera menjatuhkan hukuman kurungan dalam kediaman. Dan tanpa ada perintah Kaisar mereka dan juga seluruh pelayan mereka berdua juga tidak diperbolehkan untuk keluar dari kediaman mereka.
Hingga saat ini Yun Mai Li masih belum bisa menerima keputusan Sang Ayah. Sehingga dirinya masih saja membuat ulah dan keributan di dalam Kediaman miliknya.
Namun yang tidak dirinya sadari, bahwa saat ini para utusan yang dikirim oleh Sang Kaisar Yun Hao Yan kini telah berada di halaman kediamannya, untuk menjaga seluruh penghuni kediaman itu tidak dapat keluar dari kediaman itu seperti yang diperintahkan Sang Kaisar.
Dan hal itu juga berlaku pada Kediaman pangeran Yun Shao Meng. Bahkan para pelayan yang handak pergi untuk memanggil tabib Kekaisaran atau bahkan mengambil obat yang dibutuhkan untuk perawatan Sang Pangeran Kedua Yun Shao Meng pun tidak diperbolehkan untuk keluar.
__ADS_1
Karena sang Kaisar telah menentukan tabib yang akan merawat putranya itu. Dan juga semua obat yang dibutuhkan akan langsung di siapkan oleh Sang tabib sendiri.
Jadi tidak ada alasan bagi mereka keluar dari kediaman itu, tanpa adanya perintah Sang Kaisar Yun Hao Yan sendiri.
Hal itu benar-benar membatasi bahkan mengisolasi kedua keturunan Sang Selir Agung Han itu dari kehidupan luar.
Namun hal itu merupakan suatu kabar dan juga hal yang paling menggembirakan bagi Selir Kekaisaran Duan. Karena selama ini kedua Selir Sang Kaisar itu, selalu saja bersaing dalam segala hal.
Apalagi dalam perebutan kekuasaan. Karena keduanya sama-sama sangat berambisi untuk bisa menduduki kekuasaan sebagai seorang Permaisuri yang baru.
Di tambah dengan kenyataan jika keduanya memiliki seorang Putra. Jadi mereka sangat berambisi untuk menjadikan putra-putra mereka sebagai penerus selanjutnya dari tahta Sang Kaisar.
Bahkan Selir Duan tak pusing-pusing memikirkan sesuatu hal yang berkaitan dengan kedua keturunan Permaisuri Hua, bahkan jika itu mengenai Yun Yi Juan yang merupakan keturunan resmi Sang Kaisar Yun Hao Yan dan juga Permaisuri Hua.
Yang mana seharusnya tahta itu akan jatuh ke tangan Sang Pangeran resmi itu. Hanya saja semua orang tahu bagaimana dengan sikap yang ditunjukan oleh Sang Kaisar Yun Hao Yan kepada kedua anaknya itu, selalu saja sangat buruk.
Jadi tidak mungkin Yun Yi Juan akan dipilih sebagai calon pewaris tahta oleh Sang Kaisar. Dan lagi, jika itu terjadi maka dirinya sangat yakin pasti akan ada orang yang akan menghentikan hal itu.
Karena pada dasarnya, Selir Kekaisaran Duan tahu kebenaran, bahwa selama ini Sang Selir Agung Han selalu berurusan dengan kedua keturunan Permaisuri Hua itu.
Bahkan dirinya juga tahu bahwa Selir Agung Han selalu berusaha menyingkirkan kedua keturunan kembar Sang Permaisuri Hua itu. Baik itu dengan mengirim para pembunuh bayaran ataupun mengutus seseorang untuk meracuni mereka dengan dalih memberikan perbekalan dan pelayan pembatu bagi kedua saudara kembar itu.
"Aiyo.... betapa bagusnya jika wanita itu segera mati membusuk di istana bagian barat itu. Jika hal ini masih belum cukup untuk membunuh Wanita angkuh itu, itu juga tidak masalah bagi ku. Karena aku masih memiliki satu cara yang pasti akan langsung menyeretnya ke neraka saat itu juga. Hanya saja sekarang belum waktunya aku melakukannya. Jika tidak, takutnya aku juga akan terseret dalam arus yang penuh gelombang ini." ucap Selir Kekaisaran Duan.
"Yang Mulia memang bijaksaja. Tapi hamba kira, meskipun Selir Agung Han tidak akan langsung mati karena hal ini. Akan tetapi dia akan menanggung kerugian yang sangat besar. Apalagi saat ini keadaan Yang Mulia Pangeran Kedua juga sedang tidak baik, bisa saja jika dia tidak tahan dan....." timpal sang pelayan pribadi Selir Kekaisaran Duan yang bernama Ning Chun.
"ChunChun kau memang cerdik dan licik. Aku benar-benar terkesan pada mu. Aku merasa jika itu bisa kita lakukan. Bahkan jika kita tudak bisa membunuhnya kita harus membuatnya cacat seumur hidupnya, agar dia yidak lagi menjadi penghalang langkah putraku di masa depan," ucap Sang Selir Kekaisaran Duan dengan sirot mata licik dan penuh ambisi.
"Ya Yang Mulia benar. Hanya Pangeran ketiga kita lah yang paling layak mendapatkan gelar dan posisi tertinggi." Ning Chun menanggapi ucapan majikannya dengan antusias.
Setelah itu Selir Kekaisaran Duan pun segera melangkahkan kakinya menuju meja, dan ia segera menuliskan sebuah surat rahasia yang akan dia kirimkan pada orang suruhannya.
"Chunchun cepatlah pergi dan kirimkan ini pada orang itu. Dan katakan padanya semua bayarannya akan setimpal dengan hasil kerjanya. Tapi ingatlah untuk berhati-hati, jangan sampai ketahuan oleh orang lain." tegas Sang Selir Kekaisaran Duan pada pelayan pribadinya itu.
"Hamba mengerti Yang Mulia, kalau begutu hamba pamit." ucap Ning Chun yang segera pergi setelah mrmdapatkan persetujuan dari majikannya.
"Emn, pergilah!" singkat Selir Duan.
Setelah kepergian pelayan pribadinya, Selir Kekaisaran Duan pun merasa bahwa apa yang terjadi hari ini pada salah satu saingan terberatnya itu, benar-benar membuatnya sangat senang bahkan Ia sampai rela memberikan hadiah pada para pelayan di kediamannya.
__ADS_1
Namun Sang Selir Kekaisaran Duan tidak pernah tahu, jika kebahagiaan yang dirinya rasakan saat ini pun akan segera berakhir.
Karena saat ini di sebuah penginapan yang berada di jalan bagian Selatan yang tidak jauh dari kompleks Istana Kekaisaran telah berkumpul dua orang kakak beradik beserta beberapa orang kepercayaannya, yang saat ini tengah merencanakan skema pembalasan dendam pada orang-orang yang kini tinggal di istana Kekaisaran Bulan Perak.