
"Baik, baiklah. Terima kasih Tuan Peramal Agung. Terima kasih banyak. Dan ambillah sedikit koin dan perak persembahan ini, bawa lah bersama dengan Anda," ucap Yang Mulia Permaisuri Jin Hua Yin dengan sangat bersemangat dan juga perasaan penuh syukur mulai menguasai hatinya yang selama ini terkekang oleh kegelisahan dan ketakutan ketika memikirkan keadaan putra ketiganya yang tidak menentu.
"Kami benar-benar berterima kasih, Kami juga pasti akan datang ke Kuil untuk melakukan pemujaan untuk menunjukan rasa syukur kami, atas berkah para Dewa dan Dewi di atas Nirwan yang menjadi penguasa Alam Atas ini," Sang Kaisar Di Zhao Zhang juga ikut bersuara.
"Baiklah terima kasih, atas ketulusan Yang Mulia Kaisar dan juga Yang Mulia Permaisuri. Sebelum si Tua ini pamit bolehkah saya berbincang sedikit dengan Yang Mulia Pangeran Kedua. Karena Ini sedikit privasi," ucap Sang Peramal Agung pada kedua orang berkuasa itu. Sekaligus meminta izin pada keduanya untuk berbincang dengan Pangeran Kedua
Sang Kaisar dan Permaisuri pun segera mengerti apa yang dimaksud dengan privasi itu.
Karena, mereka sangat menyadari jika Putra Kedua mereka itu memiliki identitas lain selain sebagai putra kedua mereka yang sangat mereka sayangi. Sama seperti kedua Putra kandung nya sendiri. Sang Kaisar Di Zhao Zhang dan juga Permaisuri Jin Hua Yin juga benar-benar tulus memperlakukan Yang Luan Ji itu sebagai putra mereka dan permata hati keduanya.
Setelah itu Sang Kaisar pun segera mengangguk dan berbicara pada kedua putranya itu dengan tenang.
"Tian'er mari kita kunjungi dan lihat keadaan Ren'er. Dan Juan'er tetaplah bersama Tuan Peramal Agung. Kami akan pergi dulu," ucap Sang Kaisar Di Zhao Zhang dengan sangat bijak.
"Baik Ayahanda," balas Di Fu Tian Sang Pangeran Pertama Kekaisaran Atas Awan.
Dengan penuh pengertian dan juga rasa hormat. Karena sebenarnya dirinya juga telah mengetahui segalanya mengenai latarbelakang dari adik keduanya itu. yang bahkan memiliki usia hanya selisih beberapa pekan dari dirinya itu.
Namun meskipun begitu Sang Pangeran Pertama Di Fu Tian sudah menganggap pemuda itu sebagai adiknya sendiri.
Terlebih selama ini mereka juga tumbuh dan juga menjalani kisah hidup bersama -sama.
Jadi tak ada sedikitpun rasa tidak puas atau berprasangka buruk terhadap adik keduanya itu.
"Baiklah, Ayahanda. Aku mengerti." ucap Di Zhao Juan dengan patuh.
Dan setelah kepergian ketiga orang penguasa Kekaisaran Atas Awan itu dari ruangan. Kini Sang Peramal Agung pun segera mengatakan sebuah kata yang rancu dan tak dapat Yang Luan Ji pahami dalam beberapa waktu.
"Yang Mulia, sebagai Pewaris terakhir dari Klan Yang yang tersisa, Anda adalah salah satu kunci utama takdir saudara Angkat Anda itu. Oleh karena itu berusahalah untuk selalu mengendalikan Klan yang telah memusnahkan Klan Yang Anda, agar mereka tidak berhasil untuk menyentuh Takdir baik yang kelak akan menjadi milik Saudara Ketiga Anda saat ini. Meskipun Anda tidak bisa mempercayai kata-kata ku saat ini, Tapi suatu saat ketika masa itu tiba, maka Anda akan mengerti dan mulai mempercayai kenyataan yang membingungkan ini," tegas Sang Peramal Agung.
Yang mana setelah itu Ia pun segera pamit dan segera pergi menghilang dari hadapan Sang Pangeran Kedua Di Zhao Juan yang ada di sana.
Dan meninggalkan Sang Pangeran Kedua itu dalam kebingungannya dan juga penuh tanya dalam benaknya.
Namun Meskipun demikian Sang Pangeran Kedua pun tidak menganggap remeh ucapan Sang Peramal Agung itu. Karena semua itu juga berkaitan dengan Adik laki-lakinya yang selama ini sangat dekat dan menempel padanya setiap saat itu.
__ADS_1
Apalagi selama ini hubungan mereka bertiga memang selayaknya seorang saudara kandung.
Sambil berjalan kembali, Sang Pangeran Kedua Di Zhao Juan masih berpikir sangat keras mengenai apa yang dikatakan oleh Sang Peramal Agung.
"Baiklah apapun itu, aku bersumpah akan terus membuat orang-orang dari Klan Liang itu menanggung apapun yang telah mereka perbuat selama ini, terutama mereka juga telah membuat seluruh keluarga ku musnah, samai sekarang Aku masih berbaik hati melepaskan mereka semua. Jika aku tidak begitu peduli dengan keluarga baru ku ini, mungkin sudah sejak lama aku membuat mereka menderita dan mengalami hal serupa dengan apa yang seluruh Klan yang milik ku alami saat itu." batin Yang Luan Ji dengan rasa sesal yang sangat menusuk hatinya karena sampai saat ini dirinya masih tidak bisa memutuskan untuk melibatkan keluarga Kekaisaran Atas Awan yang sangat dirinya sayangi selama ini.
"Dan aku juga akan memastikan jika Klan Liang tidak akan bisa menyentuh orang-orang dari Klan Ying lagi. Dan jika benar, seseorang gadis keturunan Klan Ying itu akan menjadi masa depan Ren'er maka aku sangat bersedia mempertaruhkan hidup ku untuk melindungi masa depan Adik laki-laki ku." pikir Yang Luan Ji.
"Yu Sun, pergilah dan cari segala informasi mengenai Klan Liang dan hal apa yang akan dilakukan oleh mereka terhadap Klan Ying. Dan pastikan bahwa kamu mendapatkan informasi sebanyak mungkin yang berkaitan dengan Klan Ying yang di daratan mana yang menjadi incaran Klan pembunuh Liang itu saat ini!" perintah Sang Pangeran Kedua Di Zhao Juan pada pengawal bayangannya setelah dirinya kembali ke Paviliun nya sendiri.
"Baik Yang Mulia," ucap Yu Sun yang segera melesat pergi.
Namun tiba-tiba saja Yang Luan Ji terpikir akan satu hal yang sangat buruk. Sehingga dirinya segera sadar akan satu hal. Dan itu membuatnya memiliki firasat buruk.
"Yu An, pergilah dan bawa beberapa bawahan terlatih untuk mengamankan dan memperketat penjagaan di kediaman Pangeran Ketiga, Jangan biarkan satu hal pun lolos dari pengawasan kalian," tegas Yang Luan Ji pada pasukan bayangan terpercayanya.
Karena semakin dirinya memikirkannya Sang Pangeran Kedua Di Zhao Juan itu semakin merasa ada yang tidak beres.
Sebab Dalam beberapa waktu terakhir ini, banyak sekali orang luar, keluar masuk di kediaman Adik ketiganya itu.
"Jika benar Apa yang dikatakan oleh Sang Peramal Agung mengenai Wanita Takdir yang akan muncul dari Klan Ying itu benar-benar berkaitan dengan masa depan dan takdir hidup Ren'er, itu Artinya akan sangat berbahaya jika keadaan ini juga diketahui oleh Klan Liang. Karena kemungkinan besar, mereka tidak akan tinggal diam begitu saja. Apalagi dengan keadaan Ren'er yang saat ini benar-benar kehilangan kewaspadaannya itu akan sangat buruk jika mereka berusaha menempatkan seseorang untuk melukai atau bahkan membunuh Ren'er dalam keadaan yang tidak berdaya ini. Tidak... ! Hal itu sama sekali tidak boleh sampai terjadi! Aku tidak bisa tinggal diam begitu saja. Aku harus melakukan sesuatu." pikir Sang Pangeran Kedua Di Zhao Juan yang tampak semakin tertekan, bahkan raut wajahnya semakin suram dengan sorot mata yang semakin tajam dan kelam.
Ada ketegangan yang tidak dapat dihindari oleh sang Pangeran Kedua Di Zhao Juan jika itu berkaitan dengan orang-orang yang berasal dari Klan Liang.
Karena bagaimanapun dendamnya telah begitu membara di seluruh hati dan jiwanya atas apa yang terjadi pada seluruh Klan Yang miliknya di masa lalu.
"Yu Jing mari kita segera ke tempat Pangeran Ketiga berada. Kita harus segera melakukan pembersihan sampah di kediaman itu sesegera mungkin," Sang Pangeran Kedua Di Zhao Juan pun segera bergegas.
Tanpa menunggu jawaban dari bawahan yang selalu berada di sisi nya selama ini.
Begitu sampai di tempat yang dituju, yaitu kediaman Sang Adik kesayangannya Pangeran Ketiga Di Zhao Ren.
Sang Pangeran Kedua Di Zhao Juan pun dapat menemukan bahwa di sana juga telah ada Ayahanda Kaisar, Ibunda Permaisuri dan juga Gege pertamanya yang juga tengah menjaga dan melihat keadaan Adik bungsu mereka.
"Salam, Ayahanda. Salam Ibunda dan juga saudara Pertama. Syukurlah kalian semua berada di sini." ucap Sang Pangeran Kedua Di Zhao Juan pada ketiga tetuanya itu.
__ADS_1
"Juan'er kau juga Kemari? Ada apa? Apakah Ada hal penting yang ingin Kau sampaikan kepada kami?" tanya Sang Kaisar Di Zhao Zhang yang saat ini menyadari bahwa ada suatu hal yang sangat mendesak yang ingin diungkapkan oleh putra keduanya itu.
"Ayah, sebenarnya memang ada satu hal yang sangat penting," jawab Di Zhao Juan dengan begitu lugas dan juga dengan temperamennya yang begitu tegas.
Sehingga secara singkat Sang Kaisar Di Zhao Zhang pun segera tahu jika apa yang ingin dibahas oleh putranya itu bersifat rahasia.
Jadi tak tunggu waktu lebih lama lagi sehingga Sang Kaisar Di Zhao Zhang pun segera membubarkan seluruh pengawal dan pelayan yang masih berada di dalam kediaman putra ketiganya itu.
"Kalian semua bisa kembali lebih awal dan beristirahatlah. Kali ini biarkan kami yang menemani putra kami di sini," ucap Sang Kaisar Di Zhao Zhang dengan tegas namun tetap saja dengan nada yang bijaksana sebagaimana karakter nya selama ini.
"Baik Yang Mulia, hamba semua pamit undur diri, Salam Yang Mulia Kaisar, salam Yang Mulia Permaisuri dan juga Yang Mulia Pangeran Pertama dan Yang Mulia Pangeran Kedua," balas beberapa pelayan dengan serempak.
Bahkan saat ini seorang tabib yang selama ini selalu siap sedia di sisi Sang Pangeran Ketiga pun ikut undur diri bersama beberapa orang pelayan itu.
Setelah memastikan semu orang telah pergi dari ruangan tersebut Sang Pangeran Kedua Di Zhao Juan pun segera membuat perlindungan terkuat dengan formasi array yang selama ini menjadi rahasia Klan Yang.
Dan karena hal ini pula lah yang menjadi alasan Klan Liang memusnahkan Klan Yang. Mereka semua berupaya sangat keras untuk merampas seluruh warisan leluhur Klan Yang yang sangat unggul dalam jurus dan juga mantra formasi array.
Namun sayangnya meskipun mereka semua telah memusnahkan seluruh keluarga besar Klan Yang mereka masih saja gagal mendapatkan apa yang selama ini mereka inginkan.
Karena semua prasasti dan juga harta. warisan itu telah tersimpan di tempat yang paling tidak mereka sangka.
Yakni di dalam ruang jiwa dari sosok bayi jenius yang berhasil selamat dari peristiwa pemusnahan kala itu.
Bahkan Klan Liang sampai saat ini pun masih belum menyadari jika Sang Pewaris terakhir dari Klan Yang masih hidup hingga saat ini.
Setelah memastikan bahwa seluruh penghalang telah terpasang. Kini akhirnya Sang Pangeran Pertama sudah tidak tahan lagi menahan rasa penasarannya.
"Sebenarnya apa yang ingin kau katakan Juan'er? Mengapa kau tampak begitu berhati-hati sekali? Apakah ini sangat serius?!" tanya Sang Pangeran Pertama Di Fu Tian pada adik keduanya itu.
"Ayah, Ibunda, dan juga Gege. Ini sangat penting. Dan seperti apa yang telah disampaikan oleh Sang Peramal Agung, Di masa depan Ren'er telah ditunjuk sebagai sosok yang paling berkuasa di Alam Nirwan dari seluruh Dunia Atas ini. Dan saat ini ramalan lain dari Sang Peramal Agung ini juga menunjukan akan kehadiran sosok takdir yang akan terikat dengan Ren'er di masa depan kelak. Dan dalam hal ini entah mengapa akan ada kaitannya pula dengan diriku di masa depan. Hanya saja sampai saat ini aku juga masih belum bisa mengerti apa maksud Sang Peramal Agung. Hanya saja aku memiliki tugas yang mengharuskan ku untuk pergi dan turun ke Dunia Dana untuk sementara waktu. Karena aku harus melindungi dan juga memastikan keberadaan sosok takdir yang akan berkaitan dengan Ren'er. Namun sayangnya Aku masih tidak bisa tenang meninggalkan Ren'er yang masih dalam kondisi seperti ini," ucap Sang Pangeran Kedua Di Zhao Juan dengan sangat serius dan bahkan raut wajah tertekan sangat terlihat jelas di wajah tampannya.
"Jadi apa yang membuatmu menjadi begitu tertekan dan juga tampak begitu gelisah, Nak? Masih ada kami di sini yang akan menjaga dan memastikan bahwa adikmu itu tidak akan kenapa-kenapa," ucap Sang Kaisar Di Zhao Zhang mencoba menenangkan putra keduanya itu.
Karena Sang Kaisar menduga bahwa putranya itu enggan meninggalkan adiknya dalam keadaan yang tidak stabil seperti ini.
__ADS_1
"Yah, apa yang dikatakan oleh Ayahanda adalah benar. Lagipula masih ada Aku juga yang akan selalu ada di sisi Ren'er. jadi kau tak perlu khawatir untuk menjalankan tugas dan misi mu," tanggap Sang Pangeran Pertama Di Fu Tian.