Putri Yang Dibuang Kekasih Sang Kaisar Dewa

Putri Yang Dibuang Kekasih Sang Kaisar Dewa
Bab. 36 Menjumpai Selir Agung Han 2


__ADS_3

Setelah itu Sang Selir Agung Han pun berusaha untuk beranjak dan berdiri, dirinya ingin beranjak dan melihat keadaan di luar ruangan dari sebuah celah kecil dari dinding yang telah bobrok, karena di Paviliun itu sama sekali tidak memiliki jendela.


Dan hanya ada satu pintu, yang saat ini dikunci dari luar. Yang meskipun saat ini tidak ada di jaga oleh seorang pengawal pun. Akan tetapi tetap saja itu tidak akan pernah ada orang yang bisa kekuar dari ruangan itu meskioun orang itu memiliki kekuatan kultivasi yang sangat tinggi.


Karena di seluruh dinding dan pintu bangunan tersebut memiliki semacam rune tersendiri yang hanya bisa dibuka oleh Sang Kaisar yang mewarisi tahta itu sendiri.


Dan bahkan jika ada seseorang yang berasal dari luar ingin mendobrak dan menghancurkan rune itu. Hasilnya akan sama saja. Justru kekuatan mereka akan tersedot habis oleh Array yang terpasang di sana.


Dan konon katanya hanya orang yang telah mencapai ranah Ungu saja yang bisa menghancurkan dan bebas dari tempat itu.


Karena Sang Leluhur Kekaisaran yang menciptakan rune pengurung itu dikatakan bahwa dia adalah sosok kultivator terkuat di seluruh Kekaisaran Bulan Perak ini. Dan semua itu memang benar adanya sebelum terlahirnya Yun Yi Juan dan juga Yun Yi Jia.


Pasalnya kekuatan mereka jauh lebih tinggi dari leluhur mereka itu yang memiliki kekuatan hingga ranah ungu menengah, sebelum beliau meninggalkan tanah Kekaisaran Bulan Perak ini untuk melakukan pertapaan dan menghilang hingga saat ini tidak ada orang yang mengetahui keberadaannya dan juga kondisi nya saat ini, apakah beliau masih hidup atau telah tiada. Setelah lebih dari setengah Abad Leluhur Kekaisaran Bulan Perak itu menghilang.


Bahkan Sang Kaisar Yun Hao Yan pun saat ini sama sekali tidak mengenal akan Leluhur nya itu.


Sebab saat Sang mantan Kaisar Agung yang merupakan pendiri Kekaisaran Bulan Perak ini dan memimpin negeri ini dengan sangat baik selama kurang lebih hampir Tiga puluh lima tahun sebelum dirinya memutuskan untuk menyerahkan kekuasaannya itu pada Putra semata wayangnya dari satu-satunya Permaisuri nya.


Dan setelah prosesi upacara penobatan tersebut beliau pun segera meninggalkan Istana Kekaisaran untuk berkelana. Karena dirinya merasa bahwa tidak ada hal lain lagi yang bisa membuatnya untuk bertahan di dalam Istana seperti burung dalam sangkar. Sedangkan Permaisuri nya sendiri juga telah wafat beberapa waktu yang lalu sebelum putranya di nobatkan sebagai penguasa Kekaisaran Bulan Perak yang baru.


Kembali pada Sang Selir Agung Han yang saat ini telah berada di dekat dinding yang memiliki celah yang sangat kecil itu.


Namun cukup bagi Sang Selir Agung Han untuk mengintip keadaan di luar ruangan. Dan ketika Sang Selir Agung telah berhasil melihat dan memastikan bahwa tidak ada keanehan yang terjadi di luar sana. Yang bahkan sama sekali tidak ada tanda-tanda akan turun hujan atau badai sekalipun.


Bahkan jika utu hanya sekedar angin biasa pun tak terlihat sama sekali olehnya. Karena pohon-pohon dan dedaunan di luar sama sekali tampak sangat tenang, dan tak ada gerakan seperti tertiup angin.


Hal ini benar-benar mengejutkan bagi Sang Selir Agung Han yang saat ini semakin nerasa bingung.


"Jika tidak akan terjadi hujan dan badai, lalu apa yang membuat angin di ruangan ini terasa begitu kuat dan kencang? Apakah rumor yang sebelumnya pernah ku dengar mengenai istana ini berhantu itu memang benar adanya?" gumam Selir Agung yang sedang menerka-nerka.


"Tidak....Itu tidak benar. Itu tidak mungkin benar. Yah itu hanya lelucon....hanya lelucon! bantah Selir Agung pada pemikirannya sendiri yang membuatnya sangat panik saat ini.


Begitu Sang Selir Agung Han sekali lagi ingin menenangkan diri dan mengendalikan rasa ketakutannya itu. Tiba-tiba angin kencang itu kembali datang dan menyapu Selir Agung Han itu hingga ikut diterbangkan mengelilingi ruangan itu dengan sangat kencang.


Yang seketika membuat sang Selir Agung Han merasa sangat ketakutan dan mulai percaya jika tempat yang dirinya tinggali saat inu benar-benar berhantu.


Oleh karenanya Sang Selir Agung kembali dilanda krisis ketenangan. Dan membuatnya semakin tidak dapat mengendalikan dirinya yang akhirnya dirinya pun mulai berteriak histeris, dan juga sekuat tenaga.

__ADS_1


"Aaaarrrrgghhhhhh......tidak.... tolong, tolong aku..." teriak Sang Selir Agung Han dengan begitu keras dan memekikkan telinga.


Hanya saja tidak ada yang mendengar teriakan menyayat hati Sang Selir Agung Han itu. Andai pun ada seseorang yang mendengarnya. Orang-orang diluar hanya akan bersikap acuh tak acuh.


Karena sejak kejadian yang menggemparkan tadi pagi, sikap Sang Selir Agung memang sangat tak dapat di kendalikan.


Karena rasa takutnya itu Selir Agung Han selalu berteriak teriak dengan kencang dan juga mengigau. Dia bahkan tampak begitu gila dengan menyerang orang yang ada di sekitarnya, karena dirinya merasa selalu terancam ketika ada seseorang di dekatnya.


"Tidak..... tolong lepaskan aku, hantu! Aku tidak pernah mengusik mu, tapi kenap kau malah mengganggu ku seperti ini? Lepaskan aku dan pergilah cari orang yang telah mengusik dan membuatmu menjadi hantu gentayangan seperti itu," teriak Selir Agung yang kini masih diterbangkan oleh angin kencang itu.


Hingga seluruh penampilannya itu menjadi semakin tidak karuan dan mengerikan. Bahkan seluruh pakaian luarnya itu yang pada dasarnya sudah sangat kumal karena debu kotoran yang menempel akibat dirinya di seret dari Istana Lotus miliknya sampai ke tempat ini. Itu menjadi sangat berantakan dan bahkan telah sobek dimana-mana.


Sedangkan Yun Yi Jia dan juga Gege nya yang mendengar teriakan dan juga menyaksikan keadaan yang menimpa Selir Agung Han itu menjadi tersenyum lebih sinis lagi.


Bahkan Yun Yi Jia pun semakin menyeringai kejam setelah mendengar apa yang di ucapkan oleh Sang Selir Agung Han itu terakhir kali.


"Apakah dia tadi benar-benar mengatakan bahwa aku harus kembali dan mencari orang yang telah membuat ku menjadi hantu gentayangan seperti saat ini? Bukankah apa yang aku lakukan saat ini adalah sudah seperti apa yang baru saja dia katakan? Benar-benar...." gumam Yun Yi Jia yang merasa sangat lucu dengan ucapan Sang Selir Agung itu.


Sedangkan Yun Yi Juan yang berada di sudut lain yang juga sedang menyaksikan kejadian itu. Ia benar-benar telah dibuat tidak bisa berkata-kata dengan apa yang di ucapkan oleh wanita iblis yang selalu menyiksa dirinya dan juga adiknya semenjak lahir itu.


"Sungguh bodoh," sinis Yun Yi Juan yang kini lepas dari rasa tercengangnya.


"Baiklah, kalau kau memang sudah tidak bisa bersabar lagi, maka aku juga tidak keberatan jika aku harus menjumpai dirimu saat ini juga Yang Mulia Selir Agung Han. Bukankah kau sendiri yang menginginkan diri ku ini untuk mencari mu untuk meminta penjelasan dan juga pembalasan yang semestinya. Akan semua hal yang telah kau perbuat pada ku, pada Ibunda dan juga Gege ku yang membuat diriku menjadi seperti saat ini. Kalau begitu jangan pernah sekalipun dirimu menyesali kata-kata mu itu sendiri, setelah aku benar-benar menjumpai dirimu sesaat lagi," sinis Yun Yi Jia dalam hatinya.


"Aaarrhh... sialan... hantu sialan, Cepat tunjukan wujud mu di hadapan ku jika kau sungguh berani. Jangan hanya membuat hal-hal menjengkelkan seperti ini," teriak Selir Agung Han yang kini mulai dikuasai amarahnya, karena merasa sangat di permainkan.


Mendengar hal itu Yun Yi Jia pun tidak mengulur waktu lebih lama lagi.


Yun Yi Jia pun segera menghentikan serangan elemen anginnya dengan tiba-tiba dan membuat Selir Agung Han yang tidak memiliki persiapan apa-apa pun segera jatuh dan terbanting dengan sangat keras yang membuat seluruh tubuhnya terasa remuk dan tulangnya patah.


Hal itu tentu saja memang di sengaja oleh Yun Yi Jia. Karena durinya tidak akan pernah mungkin bisa untuk bersikap lunak pada musuhnya.


"Bruuukkk...Braakk....Duggh..!!!"


Suara Selir Agung Han yang terpelanting menabrak tembok dan jatuh tersungkur di lantai hingga kepalanya pun terbentur dengan sangat keras. Karena ketika jatuh yang terlebih dahulu mendarat adalah kepala dan juga wajah Sang Selir Agung Han yang langsung menghantam lantai yang diatasnya terdapat banyak serpihan beling dari piring yang berserakan hampir di seluruh lantai dengan serpihan yang kecil-kecil dan juga sangat tajam.


Dan tentu saja hal itu juga akibat ulah Yun Yi Jia yang memang sengaja merencanakan hal itu sebelumnya.

__ADS_1


"Aaaaaarrrrrrrgggghhhhh....," jerit Sang Selir Agung dengan sangat nelangsa dan juga sangat kesakitan. Karena tulang lehernya mengalami keseleo begitu juga dengan kedua lengannya yang juga retak akibat terhantam dinding dan juga lantai dengan sangat keras.


Dan jangan lupakan juga, bahwa saat ini kondisi wajah Sang Selir Agung yang semula sudah sangat kuyu dan bengkak akibat terlalu lama menangis.


Namun saat ini justru menjadi jauh lebih mengerikan lagi. Tidak hanya jidatnya yang tumbuh benjolan besar dan berdarah tapi juga seluruh wajahnya kini sangat rusak akibat pecahan beling kecil-kecil yang tajam itu kini telah menusuk dan masuk kedalam kulit wajahnya itu yang membuatnya teluka parah dan dipenuhi oleh darah.


Dan bahkan saat ini hidungnya juga telah patah bahkan tulang hidungnya. Itu benar-benar hancur yang membuatnya merasa sangat kesakitan.


"Aarrghh... ini sangat menyakitkan sekali," lirih Selir Agung Han dengan meringis kesakitan,


Dan pada saat dirinya sedang berusaha keras untuk bangun dan juga mendudukkan dirinya dengan benar, dirinya baru menyadari jika kedua lengannya juga patah.


Sehingga membuatnya merasakan kesakitan yang tak tertahankan pada kedua lengannya, saat dirinya gunakan untuk menopang beban tubuhnya.


"Ahh....aaaaaa, sakit sekali," keluh Sang Selir Agung Han yang kini tak dapat menahan tangisnya. Akibat rasa sakit yang dirinya derita itu membuatnya harus menggertakkan giginya kuat-kyat untuk menguatkan dirinya.


Namun nyatanya hal itu sama sekali tidak efektif dan tidak mengubah apapun. Karena pada kenyataanya dirinya saat ini benar-benar menderita luka yang sangat serius di beberapa tempat. Terutama di wajahnya.


Hanya saja dirinya tidak dapat melihatnya untuk saat ini. Dan Selir Agung Han sama sekali tidak dapat mengetahui betapa buruknya kondisi wajahnya itu yang lebih mengerikan dari pada monster.


Bahkan kedua tangannya juga tidak dapat meraba dan merasakan seperti apa kondisi wajahnya saat ini. Jangankan untuk meraba wajahnya. Saat ini saja Sang Selir Agung Han sama sekali tidak berani menggerakkannya. karena perasaan sakit yang tajam itu akan menyerangnya tanpa ampun.


Yang membuatnya seolah ingin segera pingsan begitu dirinya melakukan pergerakan yang nyata.


Namun saat ini, sayangnya dirinya sama sekali tidak berani untuk pingsan. Jika saja dirinya pingsan, maka Ia tidak akan pernah tahu hal apalagi yang akan dilakukan oleh hantu sialan itu padanya.


"Esssss..Ssstttt... Aaahhh, sakit sekali. Apakah setelah aku berteriak sekencang itu masih tidak ada yang bisa Mendengar nya. Mengapa tidak ada yang datang untuk membantu ku. Dan Yang Mulia, apakah dia benar-benar telah mengabaikan ku dan mencampakkan ku disini seperti dirinya mencampakkan kedua keturunannya yang sialan itu," gumam Selir Agung Han yang juga merutuki orang-orang yang ada di luar sana.


Tapi dirinya tidak akan menyangka jika saat ini tidak akan ada orang yang akan peduli terhadapnya. Kecuali Sang Putri Pertama Yun Mai Li yang saat ini juga tengah di kurung di kediamannya sendiri.


Sedangkan putranya yang selalu dirinya banggakan itu saat ini masih belum sadarkan diri juga setelah mendapatkan pelajaran dari ayahnya sendiri. Namun Sang Selir Agung Han sama sekali tidak mengetahui kejadian buruk yang menimpa Putra nya itu.


Namun ketika Sang Selir Agung ingin mengeluh lagi, tiba-tiba terdengar suara yang sangat lembut dan menyenangkan dari sosok anak kecil yang seketika menyapa pendengarannya.


"Oohh, Yang Mulia Selir Agung yang terhormat apa yang terjadi pada dirimu? Tapi tunggu dulu... Apakah kau benar-benar Sang Selir Agung Han yang terhormat dan bermartabat itu? Mengapa rupa mu tampak sangat buruk dan menakutkan sekali?" ucap sosok suara anak kecil yang misterius itu, yang tiba-tiba terdengar namun tidak ada wujudnya sehingga seketika membuat Sang Selir Agung merinding dan beringsut ketakutan.


Dirinya pun berusaha keras untuk menahan rasa sakit pada lehernya untuk memutar kepalanya untuk mencari keberadaan sosok kecil yang bersuara itu.

__ADS_1


Namun sejauh Sang Selir Agung Han mencoba menolehkan kepalanya untuk mencari sesosok yang berbicara terhadapnya tadi. Tetap saja dirinya tidak dapat melihat keberadaannya sama sekali.


Dan ditambah pencahayaan di ruangan itu yang sangat minim karena hanya mengandalkan pancaran cahaya bulan yang cukup terang dari luar.


__ADS_2