
"Kalian bertiga ayo ikuti Zhen dan kau pergi ke markas, pangil dan kerahkan sepuluh orang dari rekan Tim Elite kalian untuk menyergap ke Istana Anggrek sekarang juga" Perintah Sang Kaisar pada kedua orang pengawal Elite yang dirinya bawa tadi dutambah satu lagi pengawal yang membawa tabib Kekaisaran ke Istana Bulan milik Sang Pangeran Kedua.
Dan juga memerintahkan seorang pengawal yang tadu datang melapor padanya tadi di aula pertemuan, yang juga merupakan salah satu anggota Tim Elite kebanggaan nya itu untuk memanggil pasukan tambahan untuk meringkus ke Istana Anggrek milik Selir Kekaisaran Duan.
Dan setelah itu Sang Kaisar yang di ikuti oleh dua orang pengawal khusus itu hendak pergi ke Istana Anggrek secepat mungkin.
Namun tiba-tiba terhenti ketika Sang Kaisar Yun Hao Yan yang sangat mencintai Putra Keduanya itu mendengar sebuah kalimat yang bagaikan angin segar baginya dari Tabib Guang.
"Yang Mulia, Ada satu hal yang ingin hamba sampaikan. Dan hal ini kemungkinan besar akan membantu agar Yang Mulia Pangeran Kedua dapat memulihkan kembali basis kultivasi nya. Namun hal itu juga tergantung dengan tingkat kemampuan dan juga kemauan Yang Mulia Pangeran Kedua sendiri yang ingin pulih," ucap Sang Tabib Kekaisaran Guang yang seketika mampu membuat Sang Kaisar kembali berjalan ke arahnya.
"Apakah kau benar-benar bisa membuat Putra ku kembali untuk membangum landasan spiritual nya?" tanya Sang Kaisar Yun Hao Yan yang merasa sangat bersemangat.
"Tidak, hanya saja ada sesuatu harta yang akan mampu membuat Sang Yang Mulia Pangeran Kedua bisa kembali mengelola dan membudidayakan energi spiritualnya kembali. hanya saja... harganya tidak akan semurah itu dan untuk mendapatkannya juga tidaklah mudah," ucap Sang Tabib Kekaisaran Guang yang kini tengah mengeluarkan selembar kertas dan juga sebuah kuas kecil yang mudah dan praktis untuk dibawa kemana-mana.
Dan Sang Kepala Tabib Kekaisaran Guang pun segera menuliskan beberapa harta langka yang berupa herbal berkasiat yang berusia ratusan bahkan ribuan tahun. Dan juga satu hal yang paling langka di antara seluruh bahan yang terdapat dalam resep itu.
Yang mana hal itu adalah Mata Air Surgawi, yang begitu dan teramat sangat langka dan juga mahal. Bahkan untuk satu tetes nya saja dapat di hargai dengan jutaan tahil emas.
Jadi bagaimana jika itu Sang Kaisar Yun Hao Yan mampu untuk membayarnya. Akan tetapi jika dirinya mampu pun, keberadaan harta surgawi itu teramat sulit untuk ditemukan dan di dapatkan.
Setelah menuliskan seluruh bahan yang dibutuhkan itu pun, Sang Tabib Kekaisaran Guang segera menyerahkan selembar kertas itu pada Sang Kaisar Yun Hao Yan yang tampak sangat menantikan.
Dan ketika Sang Kaisar melihat dan juga membaca seluruh harta berharga yang ditulis oleh Sang Kepala Tabib Kekaisaran Guang yang berjumlah tujuh item barang itu pun, merasa sangat terkejut dengan apa yag tertulis di dalam satu lembar kertas itu. Apalagi saat ini bahan yang dibutuhkan baru tersedia dua bahn saja. Dan itu pun termasuk dalam harta berharga dan langka yang dimiliki oleh keluarga Kekaisaran Bulan Perak yang telah menjadi harta turun trmurun dari beberapa generasi Leluhur Kekaisaran.
Dan rasanya dirinya sangat menyayangkan jika kedua barang berharga itu akan sekaligus dipakai seluruhnya. Itu tentu saja akan membuatnya rugi.
Namun harus bagaimana lagi, ini semua juga demi Sang Putra kesayangannya. Sang Kaisar harus merelakan untuk mengeluarkan harta itu. Demi kesembuhan danasa depan Putra Keduanya itu yang sangat berharga.
Akan tetapi ketika dirinya teringat, jika masih ada kekurangan setidaknya lima bahan utama yang begitu berharga itu benar-benar membuat Sang Kaisar Yun Hao Yan harus menggertakkan giginya dan juga menjadi semakin marah akan ulah orang yang telah membuat putranya yang begitu sempurna dimatanya itu menjadi seorang sampah dan juga menjadi sebuah lelucon.
Itu benar-benar semakin membangkitkan amarahnya dan juga rasa dendamnya pada sang pelaku. Yang dirinya yakini jika hal itu merupakan perbuatan dari Selir Kekaisaran Duan yang juga telah dirinya ketahui, jika wanita itu pula lah yang telah meracuni Permaisuri Kekaisaran Bulan Perak ini. Pada empat belas tahun silam.
Hanya saja saat itu dirinya masih bisa menoleransi tindakannya yang sewenang-wenang itu dan menutup matanya serta tidak pernah menindak lanjuti kasus pembunuhan itu.
Karena saat itu dirinya masih sangat membutuhkan dukungan dari Keluarga Panglima dari tiga dinasti yang merupakan Keluarga pendukung besar dari pihak ibunya.
__ADS_1
Tapi saat ini berbeda, orang yang diserang oleh wanita sombong itu adalah Putra kesayangannya dan juga darah dagingnya sendiri. Jadi bagaimana dirinya sama sekali tidak murka?
"Benar-benar Wanita Terkutuk itu sudah tidak lagi memandang diriku lagi. Maka lihat saja apa yang bisa ku lakukan pada mu kali ini. Dan aku juga akan memastikan jika dirimu tidak akan pernah lolos lagi kali ini," batin Sang Kaisar Yun Hao Yan sambil menggertakkan giginya dan mengepalkan tangannya erat-erat.
Bahkan selembar kertas catatan bahan itu pun kini telah ***** dalam gengamannya yang begitu kuat itu.
Dan setelah itu, tanpa sepatah kata pun. Namun dengan rasa amarah yang telah mencapai puncaknya dan melebihi batas sabarnya Sang Kaisar Yun Hao Yan segera pergi ke arah Istana Anggrek yang berada di arah selatan diikuti oleh ketiga pengawal khusus nya itu dibelakangnya.
Sedangkan di tempat lain yang sangat sepi, dan juga jarang di datangi oleh siapapun. Yakni di Istana Phoenix yang merupakan tempat tinggal mendiang Permaisuri Hua yang selama ini selalu terkunci rapat dan hanya di bersihkan secara berkala oleh orang-orang tertentu.
Dan tempat tinggal yang selama ini selalu di idam-idamkan oleh Sang Selir Agung Han dan juga Selir Kekaisaran Duan selama bertahun-tahun lamanya.
Namun sampai saat ini ambisi mereka itu masih saja belum bisa terwujud sama sekali. Meski Sang Kaisar Yun Hao Yan selama ini tidak mencintai mendiang Permaisuri Hua dengan tulus. Tapi entah mengapa sampai saat ini Sang Kaisar sama sekali belum pernah sekalipun berencana untuk mengambil dan meminang seorang gadis sebagai seorang Permaisuri atau mengangkat salah seorang Selirnya untuk dijadikan sebagai Permaisurinya.
Meski sudah banyak dan juga sering kali para Menteri menyarankannnya untuk menentukan seorang Permaisuri yang baru.
Hanya saja sang Kaisar tak pernah sekalipun peduli dengan hal itu sampai saat ini. Ia bahkan seolah sengaja membuat kedua Selir nya itu saling bersaing dan juga saling menekan satu sama lain.
Namun dirinya tidak pernah mengira ataupun menyangka jika Sang Selir Kekaisaran Duan akan menjadi sekeji dan kehilangan perasaan seperti itu. Ia bahkan berani menyentuh dan juga berniat buruk pada Pangeran Kedua.
Padahal Sang Selir Kekaisaran Duan mengetahui bagaimana kasih sayang Sang Kaisar terhadap para putra dan putrinya.
Jadi seharusnya Selir Kekaisaran Duan tahu benar apa konsekuensi bagi dirinya yang telah berani bertindak tak tahu diri dan juga kejam itu pada Putra Emasnya.
Dan saat ini malam pun semakin larut, di dalam Istana Phoenix yang sangat sepi dua orang yang terdiri dari seorang pemuda yang tampan dan juga sesosok gadis kecil kini sedang memeriksa keadaan sekeliling nya.
Mereka tampak sedang mencari sesuatu dari dalam ruangan tersebut. Karena menurut apa yang dituliskan ibundanya dalam surat terakhir nya yang berhasil di kirim pada Paman Gu.
Di dalam istana ini Sang Permaisuri Hua atau lebih tepatnya adalah ibunda mereka berdua telah menyimpan sebuahbbenda yang sangat penting di tempat tersembunyi dalam Ruang kerja Sang Permaisuri Hua di dalam istana Phoenix itu.
"Jia'er, apakah kamu sudah menemukannya?" tanya Yun Yi Juan yang sampai saat ini dirinya sama selali belum mendapatkan sebuah petunjuk pun mengenai tempat tersembunyi itu.
Sedangkan Yun Yi Jia saat ini bukannya lanjut mencari keneradaan ruangan atau kompartemen tersembunyi di ruangan itu. Namun Yun Yi Jia justru tengah metenungkan sesuatu yang merupakan petunjuk terpenting keberadaan tersembunyi itu.
"Gege aku merasa ada sesuatu hal yang terlupakan. Apakah Gege masih mengingat apa yang Ibunda katakan dalam surat terakhir itu?" balas Yun Yi Jia yang saat ini mulai memahami dan juga mengkaji ulang setiap kata yang dituliskan oleh Ibundanya yang saat ini telah melekat erat dalam ingatannya.
__ADS_1
"Ya Ibunda mengatakan "Jika kalian bersama maka tidak akan ada yang dapat tersembunyi dari keberadaan rahasia itu. Karena sejatinya dalam darah dan jiwa kalian adalah separuh dari jiwa dan hati Ibunda. Maka pastikan lah jika jiwa dan darah kalian bersatu saat itu maka semuanya akan datang dengan sendirinya." ucap Yun Yi Juan mengucapkan ulang apa yang tertulis dalam surat ibundanya itu.
"Tepat, jadi sepertinya kita berdualah satu-satunya jalan dan juga kunci dari tempat rahasia milik Ibunda Permaisuri. Haruskah kita melakukannya sekarang Gege?" tanya Yun Yi Jia dengan menanyakan keputusan Gege nya.
"Sepertinya lebih cepat akan lebih baik bagi kita untuk mengetahui segalanya Jia'er. Setidaknya saat ini kita bisa mengambil dan mengamankan semuanya terlebih dahulu. Sebelum ada seseorang yang mengetahui mengenai semua ini. Apalagi sepertinya Kaisar bodoh itu juga tahu sesuatu hal mengenai rahasia yang tersembunyi dari tempat ini. Oleh Karena itu Dia selalu menghalangi siapapun yang ingin mendiami Istana Phoenix ini. Bahkan sampai saat ini Pak Tua itu masih tidak mengambil Permaisuri yang baru. Aku sangat yakin jika Sang Kaisar itu masih saja penasaran dan ingin mencari tahu mengenai Rahasia Ibunda yang tersimpan di dalam tempat ini," jelas Yun Yi Juan dengan penuh pertimbangan.
"Baiklah, kalau seperti itu mari kita mulai saat ini juga," ucap Yun Yi Jia menyetujui.
"Lagi pula aku benar-benar tidak ingin melewatkan keseruan yang terjadi malam ini," gumam Yun Yi Jia dengan tatapan mata yang berbinar-binar.
Yun Yi Juan pun yang mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh adiknya itu, benar-benar merasa tak berdaya.
"Haruskah kita kembali untuk menyaksikan ketibutan itu lagi? Bukankah tidak seharusnya bagi kita untuk menyaksikan pertengkaran orang dewasa itu?" ucap Yun Yi Juan yang sebenarnya tidak ingin jika adik perempuannya itu kembali untuk melihat perseteruan dan juga adegan panas yang menurutnya sangat tidak pantas untuk disaksikan oleh adik kesayanganya.
Yun Yi Jia tahu apa sebenarnya di pilirkan oleh Gege nya itu. Hanya saja Yun Yi Jia sana sekali tidak ingin melewatkan keseruan itu dan membantu untuk memperkeruh suasana ketika dibutuhkan.
"Hehe Gege, bukankah sangat disayangkan jika kita tidak bisa menikmati hasil dari apa yang telah kita usahakan?" tanya Yun Yi Jia denan canggung dan tersenyum kikuk.
"Haihhh, baiklah kalau begitu, kita akan pergi melihat-lihat setelah kita menyelesaikan semua urusan kita di sini," Yun Yi Juan akhirnya mengalah.
Dan menyetujui permintaan Sang adik, untuk kembali ke Istana Anggrek setelah apa yang mereka berdua cari telah berhasil mereka dapatkan.
Setelah itu tak menunggu lebih lama lagi, Yun Yi Jia pun segera membuat sebuah arai pelindung di wilayah kediaman yang dulunya di tempati oleh mendiang Ibunda mereka berdua.
Kemudian mereka pun segera mengambil sikap lotus dan juga memusatkan kekuatan spiritual dan juga kekuatan mental mereka untuk membangunkan Jiwa Ibunda mereka yang tertinggal di tempat itu untuk menyegel seluruh ruangan itu agar tak seorangpun mengetahui, apa yang sebenarnya ada di dalam Istana Phoenix tersebut selama lebih dari satu dekade ini.
Tepat setelah energi spiritual dan juga mentalitas mereka yang telah menyatu dan menyelimuti merwka berdua adik dan kakak kembar itu pun, kini tiba-tiba muncullah sebuah pola segel yang tampak sangat rumit dan juga kuat itu di antara Mereka berdua.
Mereka berdua yang kini telah menyadari akan apa yang terjadi pun segera membuka mata mereka. hanya saja mereka masih dalam keadaan fokus untuk mempertahankan kekuatan spiritualnya dan juga jiwanya untuk tetap terkontrol pada formasi segel tersebut.
Kemudian tanpa ada keraguan sedikitpun di dalam hati dan pikiran mereka. Saat ini secara bersamaan Yun Yi Juan dan juga Yun Yi Jia segera melukai telapak tangan mereka sendiri hingga darah masing dari meteka mengalir keluar dengan cukup deras.
Dan mereka segera menyatukan telapak tangan mereka agar datah mereka dapat bercampur dan akan meteka alirkan pada pusat dari fornasi segel tersebut.
Sehingga apa yang terjadi selanjutnya adalah darah mereka berdua yang telah menyatu itu kemudian mengalir hingga memenuhi seluruh segel formasi itu dengan sempurna.
__ADS_1
Yang kemudian darah meteka benar-benar terserap oleh formasi segel tersebut yang membuat mereka berdua dilingkupi dan terselimuti oleh sebias cahaya yang cukup terang yang kemudian membawa mereka berdua ke suatu tempat tersembunyi yang diciptakan oleh Ibunda mereka dati sisa kesadarannya yang masih tersisa sebelum ia menghembuskan nafas terakhirnya.
Disana ternyata Yun Yi Jia dan juga Gege nya Yun Yi Juan harus tetpisah di tempat yang berbeda.