Putri Yang Dibuang Kekasih Sang Kaisar Dewa

Putri Yang Dibuang Kekasih Sang Kaisar Dewa
Bab. 35 Menjumpai Selir Agung Han


__ADS_3

"Yah, dengan begitu kita juga bisa sekalian mencari celah dan juga mendapatkan bukti-bukti tindak kejahatan mereka. Dan juga jangan lupakan berikan hadiah kecil bagi beberapa diantara mereka yang memang berhak," timpal Yun Yi Juan dengan ekspresi nya yang tampak sanagat normal dan murah hati itu.


"Gege, otakmu itu sungguh pencetus ide yang brilian. Aku pasti akan selalu mengandalkan mu di masa depan," ucap Yun Yi Jia yang memuji Gege nya itu yang sangat puntar membuatnya merasa senang.


"Kalau begitu, Gege mu ini akan melakukannya dengan senang hati," ucap Yun Yi Juan yang saat ini segera melesat dari tempatnya tadi sambil menggendong adiknya itu.


Hanya saja saat ini Yun Yi Jia tidak lagi berada di depan, melainkan menempel di punggung Gege nya itu dengan erat.


"Gege sekarang kau mau membawaku ke mana dulu? Apakah kita akan mengunjungi wanita yang selalu mengincat nyawa kita sejak kita dilahirkan itu?" tanya Yun Yi Jia.


"Yah, kau memang pintar. Kita akan melihat dan menyapanya sebentar. bukankah saat ini dirinya mendapatkan Istana dan temoat tinggal yang baru, yang tenang agar dirinya bisa memulihkan diri lebuh cepat dari pada di temoat yang penuh keramaian dan juga kegaduhan seperti yang terjafi di Istana Lotus pada pagi hari tadi?" sinis Yun Yi Juan ketika mengingat wanita ular semacam Selir Agung Han yang selalu memargetkan hidup mereka berdua selayaknya binatang yang menjijikan yang harus di musnahkan.


"Baiklah, kalau begitu. Maka aku akan bersikap sangat baik terhadapnya nanti. Dan aku pasti akan membuatnya ingat bagaimana dia memperlakukan kita selama ini dengan sangat perhatian. Yang begitu perhatiannya hingga dirinya tidak pernah berhenti mengirimi kita para prmbunuh bayaran serta makanan beracun. Dan bukankah dia juga telah berani menyuap pelayan yang Ibunda kita tinggalkan untuk berbalik melawan kita? Maka aku akan bersikap sangat manis ketika berjumpa dengannya nanti," gumam Yun Yi Jia yang berada di atas punggung Gege nya itu sambil merencanakan dan membayangkan hal menarik apa saja yang akan dirinya persembahkan pada Yang Mulia Selir Agung yang begitu ambisius itu.


"Kau bebas melakukan apa saja padanya Jia'er, bahkan jika kau membuatnya cacat sekalipun itu memang pantas wanita berhati krjam itu dapatkan. Hanya saja kematian terlalu murah bagi nya. Jadi masih sangat dini jika kita membunuh nya sekarang. Itu benar-benar hanya akan menguntungkan baginya." sahut Yun Yi Juan dengan enteng dan tanpa ada rasa tidak enak atau bersalah dalam hatinya.


Tak berapa lama kemudian mereka berdua pun segera tiba di sebuah halaman yang begitu sepi dan bobrok juga tampak begitu kumuh.


Namun hal itu justru membuat senyum kedua sosok rupawan itu tersenyum sangat manis dan menawan.


"Aiya... bukankah Kasar konyol itu benar-benar perhatian pada Selir nya? Pria tua itu bahkan memilihkan tempat yang benar-benar cocok bagi istrinya sendiri. Dengan harapannya agar di tempat yang begitu tenang ini akan segera membuat wanita iblis itu segera pulih dan kembali membuat keramaian yang lebih semarak lagi dalam beberapa hari kedepan," ucap Yun Yi Jia dengan sinis serta penuh dengan sindiran. Yang sangat kontradiktif dengan kenyataan yang sesungguhnya.


Bahkan Yun Yi Jia kini telah memutuskan untuk memicu Sang Selir Agung Han itu menjadi gila dan memberontak untuk lepas dari tempat yang dipilihkan oleh suaminya itu sendiri.


Dengan melihat suasana yang gelap lembab dan juga sepi seperti apa yang ada di hadapannya saat ini. Bahkan tanpa adanya seorang penjaga sama sekali di sekitar tempat ini.


Itu benar-benar sebuah kesempatan besar bagi Yun Yi Jia untuk melancarkan aksinya untuk menyapa Sang Selir Agung secara langsung.


"Sepertinya waktu bermain kita sudah tiba, Maka sekarang kau bisa mengawali permainan yang menyenangkan ini Jia'er," ucap Yun Yi Juan dengan sorot mata yang kejam, bahkan saat ini kedua tangannya sudah terkepal erat hingga buku-buku jarinya itu tampak memutih.


Dan hak itu dirinya lakukan untuk menahan segala emosi dan amarahnya yang seolah ingun meluap. dan segera membumi hanguskan seluruh tempat itu bersama para penghuni di dalamnya.


"Gege, sepertinya kau harus lebih bersabar lagi. Tenang saja aku akan mengurus semua ini sendiri. Gege, akan ku pastikan jika dirimu akan mendapatkan sebuah petunjuk yang sangat menarik untuk di lihat." ucap Yun Yi Jia yang langsung mengubah prnampilannya menjafi jauh lebih kecil lagi.

__ADS_1


Itu tampak persis sama seperti saat dirinya berusia tiga tahun. Sebelum dirinya dan juga Gege nya diusir dan di asingkan keluar dari Istana Kekaisaran.


"Menurut mu bagaimana penampilan ku saat ini Gege? Apakah masih ada yang harus di benahi?" tanya Yun Yi Jia pada Sang Gege.


Yun Yi Juan yang kini mengamati bagaimana penampilan adik perempuannya itu yang tampak sama persis ketika sang adik berusia dua atau tiga tahun, dan sebelum mereka berdua di buang dari Istana Kekaisaran Bulan Perak ini oleh Ayah mereka sendiri.


Saat ini dengan melihat ke arah Sang adiknya itu, pikiran Yun Yi Juan pun segera melayang jauh pada kenangan pahitnya ketika menjalani kehidupan di dalam Istana Kekaisaran Bulan Perak ini.


Saat itu mereka yang usianya sudah menginjak hampir tiga tahun. Namun tibuh mereka begitu kecil dan lemah layaknya anak usia satu tahun.


Dan itu semua bisa terjadi Karena swlama hidup mereka tidak pernah di betikan makan hingga kenyang. Bahkan makanan yang selalu mereka dapatkan bahkan jauh lebih buruk dari makanan anjing peliharaan.


Oleh Karena itu tidak heran jik saat itu mereka terlihat sangat kurus dan kecil, bahkan pipi mereka berdua tampak begitu tirus sepeti tak memiliki daging di bawah kulit mereka berdua.


Di tambah dengan rambut mereka yang begitu kusam dan kering dengan warna kecoklatan. Sehingga meteka berdua tampak seperti boneka kayu yang sering digunakan sebagai penghalau serangga dan juga burung di lahan gandum dan padi yang di tanam oleh para petani di desa.


Selain itu Yun Yi Juan juga dapat mengingat seluruh perlakuan buruk dan juga tidak manusiawi yang selalu saja mereka berdua dapatkan dari para Selir dan juga keturunan Selir itu.


"Kalian semua orang-orang brengsek, dan tak beradab, Jangan harap kalian semua akan bisa menikmati hidup dengan tenang! Karena mulai saat ini, Kami akan menuntut balas dan meminta penjelasan pada kalian semua dengan setimpal. Bahkan jika itu harus menentang hukum sekalipun aku Yun Yi Juan tidak akan pernah peduli. Karena selama ini kalian sendiri yang memulai dan memberikan tekanan pada kami untuk bersikap seperti saat ini," batin Yun Yi Juan dengan sangat marah. Bahkan karena aura kemarahan yang di lepaskan oleh Yun Yi Juan itu benar-benar membuat suasana dan juga temperatur disekitarnya turun dengan begitu tajam.


Sehingga orang-orang yang ada di sekitarnya mungkin akan dapat merasakan suasana yang menjadi jauh lebih dingin. dari sebelumnya.


Yun Yi Jia yabg bisa mengerti apa yang kini telah dipikirkan oleh Gege nya itu, diapun hanya menghela nafas dengan kasar. Karena dirinya benar-benar tidak pernah menyangka jika penderitaan pemilik tubuh yang asli dan juga Gege nya itu, sudah terjadi semenjak mereka di lahirkan.


Bahkan itu lah yang membuat kebencian dan juga dendam kesumat telah tertanam sangat dalam di hati Yun Yi Juan, Sehingga tidak ada setitik celah pun yang menampung kenangan indah didal hidupnya itu terhadap seluruh penghuni Kekaisaran Bulan Perak ini didalam hatinya.


"Haihh... Gege apakah kau ingin memvuat tempat ini menjadi beku sepeti di kutub selatan?" tanya Yun Yi Jia yang hendak menyadarkan Sang Gege dari lamunannya.


"Ji Jia'er.... Melihat mu dengan penampilan seperti ini, benar-benar membuat hatiku terasa begitu sakit, apalagi ketika aku harus kembali teringat masa-masa kelam itu....


" Sssttttt..... Gege apakah kau percaya pada ku? Jika kau percaya pada ku, maka jangan perbah buat dirimu sendiri dikendalikan oleh dendam kesumat dan juga amarah mu yang meluap-luap seperti itu. Karena hal itu hanya akan berdampak sangat buruk bagi dirimu sendiri. Jadi lebih baik kita menghadapi mereka dan juga bersenag-senang diatas penderitaan mereka semuanya. Dan jangan pernah kita menyakiti atau merugikan diri kita sendiri hanya untuk memikirkan masa-masa yang sudah berlalu. Yang perlu kita lakukan sekarang adalah menjalani hidup ini dwngan cara kita sendiri. Apakah kau mengerti maksud ku Gege?" tanya Yun Yi Jia yang ingin memastikan jika Gege nya itu tidak akan pernah terjerumus dalam dendam dan juga terjebak oleh iblis dalam hatinya sendiri.


Yang akan menguasai dan mengambil alih seluruh kendali atas dirinya, dan akan mengubahnya menjadi soaok yang selalu diliputi ambisi gelap dan dendam saja, tanpa mempertimbangkan baik dan buruknya efek yang akan ditimbulkn dari setiap tindakannya.

__ADS_1


Karena jika telah dikuasai oleh Sang iblis batin itu, seseorang itu tidak akan pernah sadar akan tindakannya yang cenderung kasar dan juga menyimpang yang mengakibatkan banyak kerusakan dan jugakeburukan lainnya.


"Huffftttt..... maafka aku Jia'er. Aku benar-benar hampir dibutakan dan juga lepas kendali akan emosi. Tapi baiklah, lebih baik sekarang kau segera selesaikan tujuan kita kali ini. Dan aku akan diam dengan tenang untuk menyaksikan pertunjukan yang ingin kau persembahkan pada Yang Mulia yang ada di dalam ruangan itu," lirih Yun Yi Juan pada adiknya itu yang saat ini mereka juga telah mengintai keadaan Sang Selir Agung dari dalam Kegelapan.


"Baiklah Gege, aku akan segera kembali," ucap Yun Yi Jia yang tiba-tiba saja menghilang dari sisi Gege nya itu.


Tak lama setelah itu, tiba-tiba saja tampak angin kencang yang menerpa ruangan yang di huni oleh Sang Selir Agung Han saat ini. Yang membuat suara bergemurub dan beberapa barang dan juga perabotan bobrok yang hanya ada beberapa yang ada di ruangan itu bergetar dan menimbulkan bunyi deritan yang tajam.


Sehingga perubahan suasana tersebut akhirnya dapat mengalijlhkan perhatian Sang Selir Agung Han yang sedari tadi tengah menangis tanpa suara di salah satu sudut tempat tidur, yang hanya terbuat dari beberapa tumpukan papan yang tampak sangat keras itu.


Dan bahkan tidak diberikan alas lain yang dapat digunakan sebagai selimut. karena bahkan disana sama sekali tidak di sediakan selimut sama sekali.


Jangankan sebuah selimut bahkan hanya sekedar bantalan saja sama sekali tidak terlihat di sana.


Dengan keadaan yang begitu memprihatinkan Sang Selir Agung Han yang semula tampak cantik dan bermartabat. Dan saat ini tidak ada kecemerlangan apapun dalam diri Sang Selir Agung Han.


Yang saat ini tampak sangat kumal, kusut dan juga berantakan. Bahkan selama ini Sang Selir Agung yang selalu terkenal dengan sangat menjaga citdanya dan juga tatanan rambutnya yang sangat indah dan elegan itu. kini juga sudah tidak ada lagi.


Karena saat ini Sang Selir Agung benar-benar tidak lagi peduli dengan penilaian orang lain dan bahkan rambutnya itu sangat berantakan dan tampak sangat menakutkan.


Apalagi dengan matanya yang merah dan bengkak, ditambah dengan rona wajah yang sangat pucat dan juga tampak kuyu itu. Benar-benar membuat seseorang yang melihat nya dengan sekilas tidak akan bisa mengenali jika orang itu adalah Sang Selir Agung yang sangat bermartabat dan juga elegan yang selama ini mereka kenal.


Karena saat ini kondisi dirinya sungguh sangat mengenaskan. Dia tampak seperti wanita usia tiga puluhan yang sangat menderita hingga membuatnya menangis tanpa suara di sudut ruangan yang bobrok dan kumuh tersebut.


"Ada apa ini sebenarnya? Mengapa tiba-tiba ada angin yang begitu kencang hingga masuk ke ruangan ini?" gumam Sang Selir Agung Han yang tercengang dengan suasana di sekitarnya saat ini yang tampak tambah mengerikan dan membuatnya bergidik merinding.


"Apakah hari ini akan ada hujan badai? mengapa angin ini datang begitu saja dengan kencang," sambung Sang Selir Agung yang kini mulai mengalihkan kesedihannya itu pada apa yang terjadi di sekelilingnya.


Saat ini dirinya dapat melihat bangku dan juga meja usang yang ada di ruangan itu semuanya bergerak dengan kencang, bahkan piring dan gelas perak yang tadi berisi makanan dan juga minuman yang dikirimkan untuknya yang sama sekali tidak dirinya sentuh. Itu telah jatuh tumpah dan berserakan di sekitar meja itu. Akibat sapyan angin yang sangat kencang.


Bahkan saat ini dirinya sendiri juga tidak lepas dari sapuan angin itu hingga seluruh pakaiannya berkibar dengan kencang yang seolah akan dapat menyeretnya terbang dari tempatnya duduk saat ini.


Dan itu semakin membuat Selir Agung menjadi semakin takut dan juga panik dengan apa yang terjadi. Hingga tanpa sadar dirinya telah melupakan apa yang baru saja dirinya alami di pagi hari, yang membuat dirinya berakhir malang di tempat yang sangat tidak layak seperti ini.

__ADS_1


__ADS_2