
*Moonlight Pack,
Willayah Warewolf.
~Satu hari sebelum Lezzy Menghilang.
Duar!
Boom…..
Sihir bola api terus menghujani daerah perbukitan tinggi, melahap habis semua daerah yang ada disana.
Carlitos kembali bergerak untuk memulai aksi pembrontakan, setelah daerah Fairy kini sasaran mereka adalah daerah Warewolf.
Semua Wariorr dari penjaga Warewolf telah berganti Shift menjadi Serigala bertubuh besar.
Bertarung melawan kelompok Carlitos yang ingin menghancurkan wilayah Moonlight Pack, banyak korban yang berjatuhan darah mengalir bebas kedasar tanah.
Hari memang masih sore tapi tidak ada cahaya matahari yang bisa menembus daerah itu, membuat mereka menatap waspada kepada sekeliling mereka.
Alberd meninju kuat kedasar tanah membuat retakan dan guncangan besar disana. Semua yang tangah asik bertarung terhuyung bagaikan terseret ombak, kelompok Carlitos terjatuh kedasar jurang yang dibuat oleh Alberd.
Dirinya benar-benar marah mengetahui wilayahnya diganggu membuatnya segera turun tangan untuk membasmi hama menjijikan seperti mereka.
Melihat itu membuat kedua kelompok Carlitos menerjang Alberd bersiap membunuh Alberd.
tapi dirinya tidaklah lemah mata Serigalanya berwarna coklat keemasaan menderang tajam. Kedua tangannya mencekik kuat leher kedua pemberontak yang ingin menyerangnya, lalu dengan mudahnya membunuh mereka.
Kelompok Carlitos menatap ngeri terhadap tangan kanan terkuat Lord.
Mereka memang mengetahui isu kehebatan mereka, tapi saat berhadapan langsung membuat mereka merasakan hawa kuat yang sangat luar biasa dari mereka, mengingat Alberd adalah orang yang diakui untuk menjadi Alpha di Moonlight pack tentu kekuatannya sangat hebat.
“Apa motif kalian membuat pemberontakan kepada Lord?!”
ucap Briant yang berdiri disebelah Alberd.
“Motif? Tentu saja menggulingkan Lord dan melakukan system pemerintahan yang baru!” ucap salah satu Carlitos.
“Tidak tahu diri! Cukuplah itu sebagai alasan untuk kematian kalian!” ucap Briant.
Mata Vampire nya menyala merah, tangannya bergerak keatas lalu hembusan angin mengelilingi mereka, menggores kuat tubuh kelompok Carlitos yang berdiri tepat dihadapan mereka.
__ADS_1
Ukiran luka yang mengaliri darah segar mencekik nafas mereka, 25 anggota Carlitos terangkat ke udara lalu saat tangan Briant bergerak cepat kearah kanan, angin itu semakin menipiskan jarak hingga melukai kelompok Carlitos tanpa belas kasih.
Briant tersenyum senang dengan hasil maha karyanya, membuat Alberd menatap sinis kepada temannya.
Tersisa 6 orang lagi dari Carlitos mereka berusaha kabur dari jeratan kekejian yang dilakukan Briant dan Alberd.
Plakk!
“Tidak bisakah kau melakukannya dengan sedikit baik!”
ucap Alberd sembari memukul kepala Briant, yang sukses membuat Briant jatuh mencium tanah yang bersimbah darah.
“Apa yang kau lakukan Serigala jelek!”
“Karena ulahmu wajahku harus ternodai darah busuk mereka, Bocah Noblesz!!”
Alberd mengelap wajahnya dengan sapu tangannya lalu membakarnya menjadi abu.
“Tidak sadar diri! Aku jauh lebih baik dari pada kau!”
“Memangnya apa----"
“Hentikan! Lord menugaskan kita bukan untuk berlomba dalam menghabisi mereka!”
Seekor burung cemara terbang menurun dan hinggap dipundak Styvn, ia berkicau seolah memberi tahu sesuatu kepada Styvn lalu kembali terbang.
“Aku menemukan markas Carlitos di tepi danau daerah pesisir Moonlight Pack.”
“Apa pemimpin mereka ada disana?” tanya Briant.
“Sepertinya begitu.”
“Kalau begitu Aku duluan.”
Dengan cepat Alberd berlari secepat angin.
"Hei, jangan curi start duluan, Alberd!!" teriak Briant sebelum menyusul Alberd.
Styvn menggelengkan kepala melihat tingkah Alberd dan Briant yang tidak pernah akur, mungkin itu sebabnya klan Vampire dan Warewolf tidak bisa rukun sebelum ada Lord yang menjadi penegak kedamaian.
sesampainya mereka di sebuah gua dekat danau.
mereka mendeteksi bahwa sebuah penghalang dengan sihir tingkat tinggi melindungi sekitaran area gua itu, membuat mereka yakin memang ini markas Carlitos.
__ADS_1
Tanpa pikir panjang Alberd mengeluarkan sihir api berwarna biru yang semakin membesar, lalu melepaskan sihir itu membiarkannya menghancurkan penghalang lalu membuat ledakan besar yang sukses meleburkan gua itu.
sepuluh detik kemudian mereka mendapatkan serangan balasan, dan dengan cepat mereka mengelak dari semua serangan yang menurutnya itu hanya sihir sampah.
Hingga muncul pria bertubuh besar.
“Lagi-lagi kaum Witch -_-”
ucap Alberd merasa bosan.
“Kenapa memang dengan kaum itu?” tanya Styvn.
“Kalian tidak tahu, hampir setiap hari aku memberi makan Singa kesayangan Lord dari kaum Witch yang memberontak, mungkin kali ini dia akan menjadi sarapannya juga.”
“Ahahaha……, menyedihkan sekali menjadi dirimu, selalu sibuk mengurusi kaum Witch.”
“Diamlah, sebaiknya segera selesaikan dan bawa dia hidup-hidup kehadapan Lord, aku harus pergi!”
“Kau akan pergi dan menyuruh kami yang membereskannya? Dasar pengecut hanya seperti itu saja sudah menyerah…” ucap Briant.
“Lord baru saja memangilku lewat fikiran, atau kau mau menjadi santapan ikan Qiollea milik Lord?”
“Tidak terimakasih.”
“Kau bisa menyerahkan misi ini kepada kami.” ucap Styvn.
“Baiklah, cepat selesaikan, aku pergi dulu…”
Menatap kepergian Alberd membuat Briant semakin membara untuk segera menangkap tikus busuk itu, Briant membuat bola shir besar berwarna hitam kemerahan lalu melepaskan sihir itu dan menghancurkan apa yang ada disekelilingnya dengan sadis.
Duarr!
Boom!!
Boom!!
Styvn yang melihat Briant menjadi liar hanya menggelengkan kepala, terkadang sikap Briant terlalu kekanak-kanakan, padahal dia adalah leluhur bagsa Vampire.
“Lebih baik aku diam, dan melihat dia menyelesaikan permainan ini.”
--_o0o_--
__ADS_1