Queen Of Rulers From Another World

Queen Of Rulers From Another World
•Carlitos Rebelled Again II•


__ADS_3

"Kami memberi hormat kepada Yang Mulia Lord!"


Fedrick menatap tajam kearah Carlitos, hawa yang begitu dingin menyeret paksa rasa ketakutan bagi seluruh makhluk yang ada disana.


senyuman penuh sindiran tercetak dengan begitu sempurna diwajah karismanya, seolah berkata.


'Diriku juga ingin bermain kematian dengan kalian, domba-domba hitam kecilku!'


Mendengar itu dengan cepat semua kaum Mirach bertekuk lutut, kelompok Carlitos terkejut melihat kehadiran Lord, belum pernah Lord turun tangan langsung dalam mengatasi mereka dilapangan.


Biasanya Lord akan mengirim tangan kanannya dan terus memantau dari kursi tahtanya saja.


Bukan karena ia malas, bukan karena juga ia lemah dan bersembunyi di Kerajaannya saja.


Tetapi selama semua masalah bisa diselesaikan tanpa dirinya, kenapa Fedrick harus repot-repot turun tangan?


Fedrick tahu anak buahnya tidaklah lemah, lagian jika ia benar-benar turun maka semua makhluk pun tahu apa yang akan terjadi nanti.


Tapi kali ini Carlitos melihat secara langsung sosok Lord yang selalu menjadi cerita legenda selama bertahun-tahun.


Fedrcik memang jarang menunjukan dirinya, ia sangat sulit untuk ditemui bahkan oleh para pelayannya sendiri, jadi terkadang banyak yang belum tahu wujud sang Lord bagi para kaum rendah seperti rakyat.


Fedrick benar-benar murka. Saat kembali, Alberd memberitahu semua yang terjadi selama dirinya tidak ada.


Mendengar itu Fefrick geram dan memutuskan untuk menunjukan sedikit dirinya sebagai Lord.


Suasana menjadi sunyi tidak ada suara teriakan semangat lagi dari Carlitos, tidak ada suara aduan senjata yang beriringan.


Semua hilang tertelan oleh kehadiran Fedrick.


“Kenapa diam, dimana semangat berapi-api kalian?”


ucap Fedrcik dengan dingin, tatapannya begitu menusuk tajam.


Lambang pengusa terukir dengan begitu jelas. Mata Iblisnya menderang dengan sangat cerah, tekanan yang diberkan Fedrick membisukan mereka semua.


Fedrick berjalan mendekat, langkahnya menderap dengan begitu menyeramkan.


Jubah kebesarannya terseret mengikuti langkah Fedrick dengan begitu gagah, hanya dengan sekali kibasan pada jubahnya mampu menghempas semua yang ada disekitarnya, ia tidak perduli jika itu prajuritnya juga.


Jika saja Briant dan Styvn tidak memfokuskan sihir pada titik pijakannya, mungkin saja mereka juga akan terhempas seperti para Carlitos dan perajurit yang lain.


Semua Makhluk yang ada disana bergetar penuh ketakutan, apa lagi saat mata tajam Fedrick menginginkan sesuatu yang lebih dari kata 'terluka' membuat nyali mereka sedikit mengecil.


“Apa yang kalian ta-- takutkan, dia tidak lebih kuat dari Yang Mulia Katastrofi, bunuh dia ini adalah kesempatan kita!”


ucap pemimpin kelompok Carlitos.


Sedikit demi sedikit Carlitos mulai bersuara dengan menghina Fedrick, mendengar itu Fedrick tersenyum dengan sinis matanya menatap dengan sadis.


Briant dan Styvn saling melirik bosan, karena hanya ada dua kata yang ada dipikiran mereka mengenai Carlitos.


‘Mereka bodoh!’


“Cih, kau hanyalah bocah Pria busuk..., terimalah ini!!”


ucap Carlitos dari kaum Elf dan memfokuskan titik sihirnya kepada Fedrick.


“MATI!”


Seketika Elf itu jatuh kedasar tanah dengan darah yang keluar dari mulutnya, kelompok Carlitos semakin tegang.


Hanya satu kata yang keluar dan dia mampu membunuh seseorang.


Lalu bagaimana jika ia telah serius mengeluarkan kekuatan sihirnya mungkin bisa sampai meratakan Darkness World.

__ADS_1


“Mengagumkan...”


Fedrick tersenyum menyeringai melihat hasil mahakaryanya yang sempurna, aura kegelapan Fedrcik menyelimuti suasana disana, membuat beberapa pohon layu dan mati.


“Yang Mul---"


“Mundur!”


Styvn yang mendengar itu langsung diam, dan kembali pada posisinya disebelah Briant.


“Ya-- Yang Mulia Lord. Mohon ampuni kami ..., anda adalah makhluk yang agung dan penuh pengampunan...”


“Pengampunan? Jangan khawatir, karena sebentar lagi aku akan segera menikah.., tentu diriku tidak akan punya waktu untuk mengurusi makhluk rendah seperti kalian, jadi aku akan melepaskan kalian dari penderitaan siksaanku......”


“Sungguh anda sang----”


Wushh..


“Dengan KEMATIAN !!”


Brusshhh........


Tiba-tiba Fedrick sudah ada dibelakangnya, dan pria yang meminta pengampunan akan nyawanya mati mengenaskan seperti kaum Elf tadi.


Melihat itu, semua Carlitos mulai berkeringat mencoba berfikir bagaiman melepaskan diri dengan hidup-hidup.


Tapi mereka juga sadar bahwa sudah tidak ada lagi kata kabur dari sana, karena mereka sudah terjebak di dalam lingkaran sihir yang mengurung mereka semua, hingga sulit untuk kabur dari jeratan Lord.


Hanya ada satu kata dalam hati para Carlitos.


‘Gawat!!’


Sedetik kemudian Fedrick kembali menghilang tanpa suara, membuat seluruh kelompok Carlitos menatap waspada.


Lalu tangannya mulai menari dengan sangat liar, melukai mereka(Carlitos) dengan begitu ringan.


Darah merah melukis mewarnai tanah, pohon dan batu-batu yang berada disekitar.


Crashh! Crashh!!


BOOM !!!


Puluhan Carlitos terlempar dengan sangat keras hingga menimbulkan suara yang cukup besar.


Mereka semua kaget, kajadian itu begitu sangat cepat, hingga sulit untuk mereka lihat dengan mata telanjang.


Kelompok Carlitos menoleh kanan dan kiri menatap penuh waspada, sebagian berteriak saat tubuh mereka tercakar sedemikian rupa parahnya.


Fedrick menunjukan sosoknya kembali dengan wujud ibilsnya yang benar-benar seperti hewan buas, atau lebih tepatnya Monster tidak berhati.


“Kuperintahkan kepada seluruh angin, hancurkan mereka tanpa ada SATU MAKHLUK DARI MEREKA YANG HIDUP!!”


Fedrick bertitah kepada angin dengan sangat mutlak, mereka yang mendengar itu terkejut bukan main, tubuh mereka benar-benar sudah takut setengah mati.


Oh siapa saja mereka ingin sekali Katastrofi menolong mereka dari jeratannya, namun sayang nasib hidup mereka sudah berada digenggaman Lord.


Petir membeledar dengan sangat kuat, angin berhembus dengan semakin liar. Mengangkat 400 ratus kelompok Carlitos ke udara, lalu menyayat mereka hingga membuat hujan darah yang kian menderas.


Tubuh mereka yang hampir tidak utuh jatuh ke dasar tanah, bercampur menjadi satu dengan genangan darah.


Menyisahkan sedikit Carlitos yang masih sempat selamat dari pembantaian keji Lord.


Mereka semua panik dan gusar, lalu berhamburan lari berusaha menyelamatkan diri. Namun sayang saat angin kencang melewati tubuh mereka, seketika lari mereka terhenti lalu menatap takut dan kaget dengan Fedrcik yang sudah di depan mereka, dengan sepasang sayapnya yang terbentang lebar.


Tatapan dinginnya kian menikam seolah berkata.

__ADS_1


‘Jangan terburu-buru, aku tidak akan melupakan bagian kalian!’


Tangan kanan Fedrcik terangkat.


Ia menggerakan tangannya kedepan lalu mengarah cepat kekanan hingga membentuk garis lurus.


“PENGGAL..!!”


Seketika angin berhembus cepat membentuk garis horizontal, dan membunuh kelompok Carlitos seperti yang diperintahkan oleh Fedrick.


Briant & Styvn memejamkan matanya, saat melihat mayat sebangsa dari kaumnya mati dengan begitu tragis, sebenarnya mereka berdua dan Alberd selalu berayukur Lord tidak pernah turun langsung. Jika Lord sudah turun inilah yang akan terjadi, bahkan terkadang hampir menghancurkan wilayah tersebut.


Putri Cerlyn terduduk lemas dengan tubuh gemetar, seperti inikah sosok sang penguasa Darkness World, saat menghabisi lawannya tanpa ada satu makhluk pun yang terlewatkan.


Sungguh sangat keji, lalu siapakah sosok sang Ratu nanti hingga mampu bersanding dengannya? Apakah ia sosok yang sama gilanya dengan Lord?.


“Ka--Kakak..., in-- ini......”


“Jangan khawatir Cerlyn, selama kita tidak menentangnya kita akan aman bersamanya.......”


Kaum Mirach yang sedari tadi hanya menjadi penonton, hampir menahan nafasnya saat melihat tubuh kelompok Carlitos hanya tinggal cairan darah yang menggenang dibawah kaki mereka.


Bahkan mereka sendiri sudah tidak mau membayangkan bagaimana jika itu adalah mereka.


“OH, demi Dewa Alam,apa yang terjadi disini?!” ucap Queen Zeriya.


“Ibunda...”


Putri Cerlyn langsung bangun dan berlari sembari memeluk Queen Zeriya.


“Tuan Briant, Tuan Styvn. Apa yang terjadi disini? Aku merasakan tekanan kuat kebangsawanan milik Lord.”


Tutur King Arthur, setelah selesai menyingkirkan Carlitos yang ada di gerbang utama.


“Mengenai itu---”


“Kau tidak suka, aku menyelesaikan masalah di Wilayahmu King Arthur?!”


King Arthur dan Queen Zeriya, menatap tidak percaya saat seorang Lord hadir ke tempat seperti ini. Sadar akan kehadiran Lord, dengan cepat mereka bertekuk lutut.


“Hamba, memberi hormat kepada Yang Mulia Lord.”


“Mohon ampun Lord, hamba tidak bermaksud seperti itu, hanya saja Yang Mulia tidak perlu repot-repot untuk turun tangan langsung.” Ucap King Arthur.


“Tidak masalah, sudah jadi kewajbanku untuk melindungi rakyatku..., apalagi hama seperti mereka harus segera dihabisi.”


“Sungguh sebuah kehormatan atas kebaikan anda Yang Mulia, kami kaum Mirach sangat berterima kasih dan turut berbahagia untuk kelangsungan Pernikahan anda Yang Mulia.” Jawab Queen Zeriya.


“Hn. Aku menunggu kehadiran kalian..., dan untuk kalian bereskan semua mayat mereka, jika sampai aku masih mencium bau darahnya, kalian akan ikut menyusul mereka!!”


Lalu Fedrick mengepakkan sayap perkasanya, lalu terbang dan menghilang diantara kumpulan angin.


Harlie dan Erca yang sejak tadi sudah menahan degupan rasa takutnya melihat aksi Lord, langsung beranjak pergi dan melaporkan mengenai hari ini.


“Kalau begitu, Yang Mulia bisa pergi dan beristirahat, biar saya yang mengurusi Carlitos disini.” Ucap Briant.


King Arthur dan semua keluarga bergegas pergi dari tempat yang begitu sangat menyeramkan, tidak perduli sekuat apa pun mereka, tetap tidak akan merubah kenyataan bahwa kaum Mirach tergolong kaum yang lemah dari bangsa yang lain.


Melihat seperti ini saja sudah hampir merusak mental mereka, King Arthur hanya bisa terus berlindung dibalik Lord, agar kaum lain tidak mencoba mengusik mereka.


Namun melihat kejadian ini saja dirinya terkadang bisa terancam, jika sedikit saja menyinggung Lord mungkin kaum Mirach benar-benar akan dimusnahkan.


--_o0o_--


__ADS_1


__ADS_2