
Bulan bersinggah dengan gagah dilangit malam Darkness World, cahayanya mencoba menghangatkan dimalam penuh kedinginan.
Semilir angin menari bebas memberikan nuansa dingin dan kelam.
Fedrick berdiri di pondok danau yang pernah ia datangi bersama Lezzy, dirinya menatap pantulan cahaya rembulan yang semakin memancarkan danau yang begitu silau, kondisinya saat ini benar-benar sudah kacau penampilannya begitu sangat berantakan.
Rasa sesak akan kerinduannya terhadap Lezzy begitu menyayat hatinya.
Kenapa 'To iliako Fos' membuatnya semakin menderita. Ia hidup selama 972 tahun dengan penuh penderitaan, tidak ada kehangatan dan kebahagiaan. Dia begitu kesepian hingga membuatnya menjadi suram dan kejam bahkan sampai ditakuti karena kekuatannya.
Namun saat To iliako Fos hadir kedalam mimpinya, dan mengatakan akan ada sosok Mate yang akan membuat hidupnya penuh dengan kehangatan serta kebahagiaan, membuat Fedrick menaruh harapan penuh.
Tapi sayang takdir membuat mereka harus berpisah selama 210 tahun, dan membuatnya terus menunggu kehadiran Lezzy di kehidupannya.
Tapi kini saat Ia telah bersama kembali, To iliako Fos kembali memisahkan mereka, sebenarnya apa yang ingin takdir tuntut dari kehidupan abadinya?
Ditengah kerenungan hati Fedrick, tiba-tiba sepasang tangan putih dengan lembut melingkar dipinggang Fedrick, menyaluri semua perasaan kehangatan.
Aroma manis dan bunga Teratai yang begitu memabukannya membuat Fedrick semakin merindukan sosoknya, ia membalikan tubuhnya perlahan dan menatap tidak percaya kepada sosok yang tadi mendekapnya.
Seakan To iliako Fos mengerti isi hati Fedrick, ia mengembalikan sosok yang begitu sangat dirindukannya.
Perasaan rindu semakin meluap, hatinya begitu sangat berkecamuk senang, tatkala saat tangan lembut itu mengusap wajah Fedrick.
“Lezzy....”
ucap Fedrick dengan nada lirih.
“Fedrick, apa kau baik-baik saja?”
tanya Lezzy dengan wajah cemas.
“Jangan khawatir, aku baik-aik saja. Kau pergi kemana saja Lezzy?”
“Maafkan aku Fed--, maksudku Yang Mulia Lord.”
Lezzy menundukan kepalanya, ia ingat faktor permasalahan hari ini.
Semua salahnya jika saja ia tahu dirinya tidak akan berbuat seperti itu, tentu Lezzy jadi malu dan tak pantas menatap Fedrick.
“Lezzy....”
“Maafkan saya Yang Mulia, atas ketidak sopananku...”
“Sudah kubilang, kau tidak perlu menundukan wajahmu saat berbicara denganku. Semua salahku, jika aku memberi tahu mu sejak awal kau tidak mungkin mengalami ini, tapi kau harus tahu aku tidak bermaksud membohongimu. Aku takut kau membenciku karena aku seorang Lord, aku yakin kau pasti telah mengetahui sosokku yang kejam disini, tapi aku tidak akan pernah menyakitimu Lezzy. Aku ingin kau mengenalku sebagai Fedrick bukan seorang Lord.”
Lezzy menatap Fedrick. Ia mencerna kata-kata Fedrick barusan.
“Ta-- tapi....”
“Kau takut?”
“Tidak, aku tidak pernah membencimu ataupun takut, yah..walau terkadang kau memang menakutkan. Tapi aku tahu kau melakukan itu unutk melindungi mereka, membuat dunia damai dan tentram memang sudah menjadi tugasmu sebagai pemimpin, dan aku yakin kau tidak akan membunuh mereka hanya karena sebuah kesenangan saja....”
“Lezzy.....”
Lezzy tersenyum, sepertinya memang benar apa yang dikatakan Styvn waktu itu. Kenapa ia harus takut dan benci jika Fedrick begitu perhatian.
Sejak dulu setelah kedua orangtuanya meninggal. Lezzy ingin dibutuhkan diperlakukan bahwa dirinya ada bukan diasingkan, dan ia juga ingin merasakan rasanya dicintai.
Pandangan Lezzy teralihkan melihat beberapa darah pada pakaian dan tangan Fedrick. Ia jadi ingat kata-kata suara itu bahwa seseorang yang sedang menunggunya kini sedang terluka.
“Fedrick, kenapa kau penuh dengan darah, apa kau terluka?”
Lezzy cemas ia mencoba menyentuh darah itu, yang ia kira terdapat sebuah luka disana.
“Jangan sentuh Lezzy, aku tidak mau kau ternodai dengan darah kotor ini. Sebuah kekerasan tidak cocok untukmu...”
“Tapi kau terluka....”
“Aku tidak terluka, ini bukan darahku.., jangan khawatir.”
“Ma-- maaf”
“Kenapa harus minta maaf? Kau tidak pernah berbuat salah kepadaku, dan kau belum menjawab pertanyaanku, dimana kau dari tadi?”
__ADS_1
“Aku-- aku tidak tahu, saat berlari aku tidak melihat sekitarku, tanpa sadar aku sudah berada ditengah hutan yang menyeramkan.”
“Apa kau terluka?”
“Emm, hanya luka saat aku terjatuh saja..”
ucap Lezzy sembari memperlihatkan lukanya.
Fedrick menyuruh Lezzy untuk duduk di ayunan, aroma darah Lezzy yang begitu manis tercium dengan begitu jelas.
Fedrick mencoba menyentuh tapi ia terhenti saat mengetahui tangan dan pakaiannya masih terdapat darah pelayan Carlitos. Lezzy menaikkan sebelah alisnya melihat sikap Fedrick yang hanya diam.
Lalu Lezzy dibuat takjub saat tubuh Fedrick diselimuti cahaya ungu dan seketika penampilannya berubah, tidak ada darah pada pakaiannya, penampilannya jauh lebih baik dari sebelumnya.
Sedetik kemudian bisa Lezzy rasakan saat cahayan ungu itu mengalir kepergelangan kakinya, mengobati luka Lezzy dan membuatnya terlihat kembali seperti semula.
“Kau yang melakukannya?”
tanya Lezzy dengan wajah penuh kagum.
“Hn, kenapa kau begitu senang?”
“Ini hebat Fedrick, kau bisa menjadi dokter yang handal di Bumi, dan aku yakin mereka akan menggajimu sangat besar.”
“Hahaha..., aku hanya akan dijadikan penelitian oleh kalian. aku bukan manusia tentu hal itu sudah wajar bagi kaum kami. Kenapa kau begitu senang dengan Dokter?”
“Karena itu adalah impianku.”
“Kenapa?”
“Emm, ada sebuah kejadian yang mendorongku untuk menjadi seorang Dokter.”
Fedrick menatap mata Savier Lezzy dengan begitu intens, ia tahu kejadian itu mengenai kedua orangtua Lezzy saat mengalami kecelakaan mobil.
Fedrick memeluk tubuh Lezzy memberikan ketenangan terhadapnya, ia menghirup aroma Lezzy dihelaian rambut dan leher putihnya. Fedrick begitu merindukannya sedari dulu ia begitu ingin memeluk Lezzy, saat Leezy menangis sendirian di kamarnya karena ulah bully oleh teman sekolahnya.
Lezzy menyandarkan kepalanya di dada bidang Fedrick menikmati kehangatan yang Fedrick berikan, hatinya begitu tenang.
Mungkinkah dia mulai menyukai sosok Lord ini?
Terdengar suara Ariel dan Auriel dari arah tepi danau, Lezzy menoleh dan tersenyum senang melihat kedua pelayannya yang seperti sedang mencari keberadaannya.
“Ariel, Auriel Aku disini......”
Lezzy melepaskan pelukannya dan berjalan setengah berlari kearah mereka. Ia memeluk kuat melepaskan rasa rindunya terhadap kedua pelayan yang sudah ia anggap seperti teman.
Ariel dan Auriel begitu terkejut mereka tidak menyangka dengan perlakuan yang diberikan oleh Putri nya ini. Belum pernah mereka rasakan saat seseorang berada diposisi lebih tinggi dan terhormat, malah turun untuk mensejajarkan derajat mereka tanpa membedakan status.
“Aku merindukan kalian, aku juga minta maaf karena membuat kalian semua khawatir.....”
“Tidak Putri semua salah Ariel, karena tidak bisa menghentikan anda...”
“Auriel juga minta maaf karena tidak bisa menolong Putri...”
Fedrick tersenyum samar, sepertinya takdir memberikannya pasangan yang begitu sangat sempurna baginya.
“Putri anda sudah kembali, apa anda terluka Putri?” tanya Styvn.
“Aku baik-baik saja, maaf merepotkan kalian karena harus mencariku...”
“Tidak Putri, justru kami khawatir jika sampai tidak bertemu anda kembali Putri...”
“Terimakasih untuk ke khawatiranmu kepadaku, Styvn^-^”
Lezzy tersenyum mata birunya semakin berkilau terang, Styvn langsung menundukan kepalanya. Rasanya tidak sopan jika melihat senyuman yang begitu menawan dari wajah calon Ratu Darkness World, terlebih saat ini dihadapannya juga terdapat Lord.
Lezzy menatap kebelakang Styvn yang tidak jauh darinya, melihat terdapat dua pria tampan yang sepertinya teman Styvn, ada rasa bingung karena suda dua minggu ia disini dan tidak mengetaui keberadaan mereka.
“Emm..., mereka siapa?” tanya Lezzy pada Styvn.
“Maaf atas ketidak sopanan kami, karena tidak memperkenalkan diri Putri...”
Ucap Briant dan Alberd bersamaan sembari bertekuk lutut.
“Nama Saya Briant Stone War, dari kaum Vampire.”
__ADS_1
“Saya Alberd Fan Wild, dari kaum Warewolf.”
“Bangunlah, aku meresa tidak enak diperlakukan seperti ini, bukan seperti itu cara memperkenalkan diri denganku, kalian seperti merendakan diri....”
Mendengar itu Alberd dan Briant langsung bangun, tapi masih menundukan kepala mereka.
“Kalau kalian menundukan kepala seperti itu, bagaimana aku bisa mempeprkenalkan diri jika kalian tidak menatapku?”
“Kami tidak bisa Putri, anda orang yang begitu terhormat.” ucap Alberd.
Lezzy menatap Fedrick bingung, sedangkan Fedrick hanya tersenyum.
“Ehem, baiklah jika kalian tidak mau biarkan aku yang melakukannya...”
Lezzy menggenggam tangan Alberd dan Briant dengan lembut, sontak mereka langsung menatap Lezzy.
“Namaku Prycilia Lezzy Crownsiamoer, maaf jika membuat kalian kerepotan hari ini. Aku harap kita bisa saling membantu, satu lagi aku tidak membutuhkan status dalam sebuah pertemanan^-^”
Angin berhembus menghantarkan perasaan hangat Lezzy kepada mereka, senyuman lembut Lezzy menyadarkan mereka bahwa Lezzy memang berbeda dengan yang lain.
Alberd dan Briant mengerti dengan perasaan kedua Pelayan dan Styvn terhadap perlakuan Lezzy yang tidak biasa, mereka saling berpandangan lalu tersadar akan sesuatu. Lalu dengan cepat mereka melepaskan genggaman Lezzy dan kembali bertekuk lutut.
“Mohon ampun Lord, kami tidak bermaksud lebih terhadap Putri Lezzy.”
Melihat itu Lezzy memiringkan kepalanya sedikit, apakah dia telah berbuat salah?
Fedrick tertawa pelan kemudian berjalan dan berhenti disebelah Lezzy. Ia tatap wajah bingung Lezzy, lalu mengusap lembut wajahnya.
“Jangan khawatir, aku tahu kalian tidak bermaksud bersikap lancang. Tapi seperti inilah Ratuku memandang seseorang, ia tidak suka saat sesorang memandang rendah dirinya, bukan begitu Lezzy?”
“Kau itu sebenarnya bisa membaca pikiran ya?”
“Menurutmu?”
tanya Fedrick dengan senyuman jail.
“Sungguh tidak sopan! Aku harap disini ada semacam sihir yag bisa memprivasi pikiran......”
“Ahahaha.., jika ada aku tetap bisa membobolnya.”
“Sepertinya kaulah orang yang paling berbahaya disini...”
“Hari susah semakin malam, sebaiknya kau segera istirahat Lezzy, atau kau mau aku menemanimu sayang?”
“Menjijikan! Jika besok aku melihatmu ada dikamarku lagi awas saja kau.”
“Aku tidak akan menyelinap lagi, tapi hanya akan mengucapkan selamat pagi saat kau bangun?”
“Pokoknya tidak boleh! Jika kau nekat aku tidak mau bicara denganmu.”
“Baiklah-baiklah..., kalian berdua antarkan Putri Lezzy kembali keruangannya..”
“Baik Yang Mulia, kami izin undur diri.”
Lezzy berjalan pergi sembari melambaian tangan kearah Fedrick yang dibalas senyuman oleh Fedrick. saat Lezzy sudah tidak terlihat lagi senyuman hangat Fedrick langsung menghilang, tidak ada lagi tatapan hangat yang dierlihatkan tadi kepada Lezzy.
Tatapannya kembali tajam, Ia melirik ketiga anak buahnya dengan intens membuat mereka kembali menundukan kepalanya.
“Katakan, berita apa yang kalian dapatkan dari wilayah Vampire!”
“Seperti dugaan anda Lord, King Kristof sepertinya memiliki hubungan dengan kelompok Carlitos.” Ucap Alberd.
“Bocah sampah itu perlu diberi pelajaran etika kesopanan dariku, berapa banyak aku telah memperingatinya tapi sepertinya dia benar-benar ingin kulenyapkan!! Kirim undangan agar bocah itu menghadapku!”
“Baik Yang Mulia.”
Seketika Fedrick menghilang tanpa suara.
melihat kejadian hari ini mereka mengerti bahwa Lord nya tidak akan pernah memberi ampun kepada siapa saja yang berniat melukai Putri Lezzy, bahkan Lord nya tidak pernah menunjukan wajah seriusnya kepada Putri Lezzy.
“Segera sampaikan salam Lord kepada generasi bodohmu Briant!” ucap Alberd.
“Hem, mungkin kali ini aku harus mencari pengantinya.”
--_o0o_--
__ADS_1