Queen Of Rulers From Another World

Queen Of Rulers From Another World
•Greedy Feeling•


__ADS_3

“Aku menghargai kehadiran kalian semua, kuperkenankan kalian untuk menikmati pesta pernikahanku dan penobatan Ratuku pada malam ini, bersenang-senanglah.”


Mendengar itu semua para hadirin kembali membaur, bercanda dan tertawa. Musik kembali terdengar menuntun mereka melakukan dansa dengan bahagia, seolah kekacauan yang terjadi beberapa hari yang lalu tidak pernah terjadi atau pun membuat mereka risau.


Satu demi satu para King & Queen dari berbagai kaum memberi salam kepada Fedrick dan Lezzy, yang sedang duduk di takhta penguasanya.


Semua bergilir memberi hormat, sesekali mereka mencuri perhatian untuk melihat kecantikan Lezzy, lalu dengan cepat kembali menunduk saat dirasa aura kegelapan yang keluar dari tubuh Fedrick.


King Kristof berjalan menaiki anak tangga dengan penuh pesona, sudah gilirannya untuk memberi salam, ia membungkuk dengan tangan kanan diarahkan ke dada sebelah kiri.


"Saya Kristof Dandelion King Vampire Ke III, Kerajaan Vodmorld. Memberi hormat kepada, Yang Mulia Lord dan Yang Mulia Queen Alicia.”


"Angkatlah wajahmu, ku ucapkan terimakasih telah menyempatkan diri untuk hadir dan terimakasih juga atas perhatiannya, King Kristof Dandelion."


Ucap Lezzy sembari tersenyum sedangkan Fedrick sejak awal sudah berwajah dingin sembari memainkan segelas Wine ditangannya.


Kristof kembali berdiri tegak, tidak sengaja mata merahnya menatap mata biru yang hangat dan sejuk, bila dilihat dari dekat ternyata wajah sang Queen jauh lebih cantik dan penuh karisma.


Selama semenit Kristof diam entah kenapa dirinya seperti tersihir, ada perasan sebuah obsesi untuk terus menatap Lezzy.


"Jangan menatapnya lebih dari 1 detik, atau aku akan membutakan kedua matamu!"


Kristof tersadar lalu kembali membukuk.

__ADS_1


"Maaf atas ketidak sopananku Yang Mulia, jika anda berkenan saya pamit undur diri Yang Mulia."


"Pergilah!"


Ucap Fedrick dengan nada dingin.


Sebelum Kristof melangkah mundur, untuk sekali lagi ia melirik Lezzy lalu berjalan menuruni anak tangga.


Kristof pergi keluar balkon membiarkan angin malam menemaninya, ia mengambil segelas Wine merah yang dibawa pelayan saat berjalan melewatinya, dan tinggalah dia sendiri dibalkon.


"Apa semua sudah beres?"


"Semua sesuai keinginan anda, Yang Mulia."


"Melihat parasnya yang begitu indah, membuatku semakin bersemangat untuk melawan Lord, dan aku menginginkan juga Yang Mulia Queen Alicia untuk menjadi milikku. Kecantilannya benar-benar membuatku gila belum lagi aroma darahnya yang begitu memabukkan!!"


Wilson tersentak kaget mendengar ucapan terakhir Kristof, ini sudah terlalu jauh.


"Yang Mulia, bukankah ini sudah berlebihan, anda menginginkan menjadi Lord saja Yang Mulia sudah mulai menunjukan taringnya, tapi jika anda bersikeras menginginkan Queen juga. Saya-- saya takut anda benar-benar tidak akan diampuni, melihat Lord begitu posesif kepada Queen Alicia, bukankah itu berarti Queen begitu sangat Lord sayangi? Yang Mulia masih belum terlambat untuk menghentikan ini saya----"


PLAK !!!


"Bre***k! Berani sekali kau membantahku. Dengar Wilson aku tidak pernah mau Lord mengampuniku, lagian dia adalah sosok Ratu yang spesial seperti yang dikatakan Katastrofi, jika Aku seorang Lord maka aku menginginkannya untuk menjadi Ratuku! Apa yang kuinginkan pasti akan terjadi. Maka dari itu kau cukup fokus pada tugasmu !!"

__ADS_1


Kristof melepas tangannya yang sejak tadi mencengkram kuat leher Wilson, lalu ia kembali membaur di dalam pesta.


Wilson sedikit terengah-engah saat dirasakan lehernya berdenyut perih, sebenarnya sejak awal ia tidak pernah mau memberontak.


Ia juga tidak suka sikap tamak Kristof, sudah berapa banyak kaum Vampire mati karena ulahnya hanya untuk menjadi Lord.


Padahal harusnya ia lebih memikirkan kondisi kaum Vampire, bagaimana jika Lord benar-benar lebih serius.


Tapi ia juga tidak bisa menolak karena perjanjian darah kepada King terdahulu, Ayah Kristof untuk selalu membatu Kristof dan melindunginya.


Tanpa sadar pembicaraan mereka telah terdengar oleh sosok wanita cantik yang bersembunyi di balik kegelapan bayangan malam.


Erca menjentikan jemarinya membuat cahaya sihir lalu muncul seekor burung gagak yang berdiri di jari telunjuknya.


"Sampaikan pesanku kepada Yang Mulia Katastrofi, bahwa misi telah selesai sang Raja malam telah terpancing dengan umpannya."


Lalu burung gagak itu terbang unyuk menyampaikan pesannya, Erca menatap kedua pasangan penguasa Darkness World yang tengah berbahagia.


Senyuman penuh kelicikan semakin terukir di bibir ranumnya.


"Ini masih permulaan Yang Mulia Lord, tunggulah hadiah yang telah disiapkan oleh Yang Mulia Katastrofi untuk kalian."


--_o0o_--

__ADS_1



__ADS_2