
“Maaf Lezzy, mungkin aku bisa menghentikan mereka. Tapi aku sendiri tidak tahu apa kita masih bisa bertemu kembali? Jika aku tidak menemuimu maka..., lupakan aku.”
DUNG !
DUNG !
DUNG !
Fedrick kembali menatap keatas saat suara tabuk kembali terdengar. Nada yang bagaikan detingan jam penghitung mundur membuat seluruh kaum menatap resah, Katastrofi masih menatap tajam ke arah Fedrcik ia merasa beruntung karena Vasilissa telah pergi, dengan begitu satu penghalang bebannya telah hilang.
“ALEXA!!”
GRRUUOOOO
Wushh...........
Alexa terbang dengan cepat menghampiri Fedrick, mereka saling berbagi rencana melalui pikiran, lalu lapisan sihir terbuat dengan sangat besar menggantikan perisai sihir milik Lezzy yang telah hancur. Fedrick berusaha kembali bangkit, lalu terbang lebih tinggi mecoba sejajar dengan Katastrofi.
Melihat sembari tertawa bahagia, Katastrofi merasa menang dirinya memiliki keyakinan besar untuk dapat berkuasa di Darkness World.
Alexa terbang mengelilingi tubuh Fedrick diikuti kobaran api hitam dari neraka, lalu dengan cepat puluhan bola api itu turun dengan beban besar yang tak mungkin ditahan.
Melihat tindakan Katastrofi, Fedrick maupun Alexa saling melirik memberikan isyarat, bahwa dia bergerak sesuai dugaan dan rencana Fedrick.
Alexa meraung lebih keras bahkan sampai memekik telinga, tubuh Alexa bersinar merah dan emas. kulit bajanya yang berwarna hitam terselimuti api neraka, dengan mulut gagahnya yang terbuka membuat serangan sihir seperti leser mematikan. Alexa memotong puluhan bola api itu dengan berani.
DUUARR!!
BOOM!
Namun sayang tersisa dua buah yang tak sempat Alexa tangani, untungnya penghalang yang di buat Fedrcik mampu menahan serangan tersebut, walau 40% dari benturan keras itu menyapu daratan dan menimbulkan lubang besar bagaikan serangan nuklir.
CRASHH!
“Arrgh!! Beraninya kau!”
Karena terlalu fokus dengan Alexa Katastrofi tidak menyadari bahwa Fedrcik telah berada dibelakangnya, dan mencakar punggungnya membuat ukiran fatal yang mengerikan.
“Jangan pernah alihkan pandanganmu, saat berhadapan dengan musuh, Katastrofi!”
Serangan demi serangan, pekikan dari derit sihir, dan bunyi ledakan yang meraung angkasa Darkness World.
Membuat malam panjang penuh pilihan kematian, semakin membara dengan berat, untuk diteruskan.
Fedrick maupun Katastrofi sudah berkali-kali mengatur nafasnya dengan terburu-buru seolah hampir kehabisan ruang nafas kebebasan.
“Uhuk...uhuk, apa kau pernah mendengar, berfikir dulu sebelum bertindak?” tanya Katastrofi kepada Fedrick.
“.............”
“Ya! Kau seperi itu, sikap keras kepala dan emosimu selalu berhasil menguasai dirimu!! Hingga kau mulai kehilangan mereka, perlahan mahkotamu mulai menggelapkan hatimu dan membutakan diri untuk terus membunuh, tidak perduli meski itu adalah rakyat maupun...., keluarga!”
“Cih. Sayangnya aku tidak pernah menyesali membunuh mereka! Kenapa? Karena makhluk rendah yang hanya mencari perhatian seperi dirimu, tidak akan pernah bisa mengerti beban dan ringannya menjadi seorang penguasa! Dengar strategi tanpa tak-tik adalah rute lambat menuju kemenangan. Tapi, tak-tik tanpa strategi itu baru sebuah rasa kemenangan yang mampu mengklabui musuhmu sendiri.”
__ADS_1
“Apa ?”
ZTAARR...............
Katastrofi jatuh saat sambaran petir kuat memukulnya dengan begitu kasar membuatnya semakin terpuruk, perlahan kabut hitam mulai menghilang.
“Kau mungkin telah membuat straegi yang begitu sempurna sejak 2000 tahun lalu, tapi kau tidak memiliki tak-tik yang cukup untuk menutupinya dariku. Saat seseorang telah gila dengan strateginya dia hanya akan bisa tertuju pada satu tujuannya, tanpa sadar kau telah terkepung dimedan pertempuran, karena seorang penguasa akan membuat seribu tak-tiknya untuk menghancurka strategi lawan. Kau masih terlalu dini untuk menjadi penguasa di duniaku, Katastrofi.”
“Aku benar-benar akan mengakhiri dirimu, aku tahu kau terus menahan seragan racun Gravos, Fedrick!!”
Duarr!
Crang!!
Boom!!!
Mereka kembali mengadu kekuatan tanpa berfikir lagi dengan energi Manna yang sudah hampir pada batasnya, Fedrcik terus menggeram kesal saat semua serangan sihirnya dapat dihancurkan dengan mudah oleh pedang hitam itu.
“Lord, tenanglah jangan terlalu gegabah dengan menyerangnya menggunakan sihir. Pedang Katastrofi memiliki kekuatan yang setara dengan 3 Crystal legenda yang telah hilang.”
“Maksudmu Crystal penjaga Darkness World, tapi Crystal itu telah hancur saat Lord pertama Ardsekar, menggunakannya untuk menghancurkan Darkness World.”
“Tidak Lord, Crystal pertama ada di Queen lalu Crystal ke dua ada padamu saat ini, dan Katastrofi memiliki yang ke tiga yaitu Crystal merah yang ada di gagang pedangnya, yang berarti kematian. Semakin banyak serangan yang kau berikan, dia akan bisa menebasnya dengan mudah.”
Fedrick mencerna kata-kata Alexa, lalu memandang Crystal bunga Lily dengan seksama.
Fedrcik terbang menghindar dengan sedikit kaku saat dirasa Katastrofi menyerangnya dengan cepat, ia melihat secara bergantian pada pedang dan Crystal ditangannya, lalu memejamkan matanya seolah telah ia yakini dengan rencana terakhir, yang mungkin sangat berbahaya bagi dirinya maupun Darkness World.
“Alexa, aku perintahkanmu untuk melindungi seluruh dunia Darkness World beserta rakyatku, gunakan kekuatanmu sebagai To iliako Fos! Sudah kuputuskan, aku akan menggunakannya..”
“Apa! Lord mohon fikirkan kembali, kondisi anda sedang buruk belum lagi racun Gravos semaki----"
Sring!
Crystal bunga Lily bersinar dengan terang seolah merespon kata-kata Fedrick sebagai penguasa, dengan perubahan cepat Crystal itu berubag menjadi sebuah pedang emas, dengan ukiran tanda kepemilikan di pedangnya, ‘O Vasilias tou Igemona ou Skotadiou tou Fentek’.
Fedrcik tersenyum puas saat mengerti arti tulisan di pedang itu, bahwa seluruh dunia mengakuinya sebagai ‘Raja penguasa kegelapan, Lord Fedrick’.
“Mari kita akhiri ini semua, O Theos tis Katastrofis!!”
“Jangan sombong dulu! Ingatlah semala berabad-abad aku meminum darah para Queen dari berbagai kaum, jadi kekuatanku tetaplah yang terkuat!!”
“Kau bangga? dengar selagai bukan darah Vasilissa terpilih oleh To Fos Tou Fengariou kau hanyalah makhluk lemah, walau kau meminum darah seluruh rakyatkubus itu tidak akan merubah bahwa aku tetap seorang Lord disini!!”
“FEDRICK, KAU AKAN MENYESAL TELAH MEMBUATKU MARAH!!!”
“DIAM!! Akan kutunjukan bagaimana aku seorang penguasa tertinggi memerintah diseluruh jagat raya, Katastrofi!”
Fedrcik terbang ketitik tertinggi, dirinya berdiri diantara bulan dan matahari menatap tajam seluruh dunianya. Alexa meraung lebih keras membuat perisai terkuatnya sebagai To iliako Fos dan melindungi seluruh Darkness World.
“Aku O Vasilias tou Igemona ou Skotadiou, kuperintahkan kepada seluruh Dewa Alam untuk menghukum Katastrofi, dan memutuskan tali kehidupan penuh dendam selama berabad-abad. Hancurkan semua hama yang menodai kemakmuran Darkness World!!!”
Petir-petir terdegar jauh lebih menyeramkan, bentuknya yang bagaikan busur panah petir Dewa Zeus terlukis dengan cepat, lautan kembali berkecamuk liar, daratan bergetar dengan dahsyat.
Katastrofi melihat bencana alam yang begitu sangat menyeramkan membuat hatinya menciut.
Ia melihat Fedrcik dalam wujud bangsawannya, lambang penguasanya terukir dan menjalar keseluruh wajahnya, sepasang sayapnya bertambah menjadi empat, dengan mata iblisnya yang berkilat penuh tekanan.
__ADS_1
Duarr!
Petir liar kembali menyerang Katastrofi tapi sepertinya pedang hitamnya masih dapat menghalau seranga, dengan gerakan lebih cepat Fedrcik mengayunkan pedangnya hingga menghantam pedang Katastrofi.
Bunyi gesekan dan hantaman pedang terdengar dengan jelas, walau sedikit sulit unutk mengikuti gerakan Fedrcik, tapi setidaknya Katasrofi mampu berahan.
“Tch! Pedangku adalah pembawa kematian, kau tidak akan bisa mengalahkanku.”
“Jangan bangga, jusru kaulah yang tidak akan bisa mengalahkan ku, karena keabadian tidak akan pernah mati!!”
Crang!
Wushh...
Byurrr!
Katastrofi jatuh ke laut saat serangan Fedrcik berhasil mematahkan pedang Katastrofi menjadi dua, dalam sekejap air laut membeku mengunci tubuh Katastrofi. Fedrick menatap kebawah melihat Katastrofi hampir tak berdaya, ia angkat pedang emasnya lalu petir kembali berbunyi membentuk busur-busur halilintar yang sangat besar.
Katastrofi memelototkan kedua matanya saat melihat ribuan busur petir terbuat dilangit malam yang hampir menyosong fajar. Katastrofi terus memekik mantra sihir Dewa nya tapi tetap tidak berhasil.
Lalu dia tersadar bahwa setengah kekuatannya telah tersegel oleh Dewi Selini Thea. Fedrick menatap dengan murka diiringi bencana alam yang kian semakin memburuk.
“Aku sudah bilang, bahwa akan kucabut keluar jantungmu! Bukan Dewa alam yang menghukummu tapi aku. Ingatlah dalamtidur panjangmu yang abadi ini!!”
“Tidak! Jangan, sedikit lagi...sedikit lagi aku akan berhasil!! Aku ti—ARRGHH!!!!!!”
Syut.....
ZTARR!!
BELEDAR!!!!!!
Dengan kecepatan kilat ribuan busur petir itu menyambar dengan sangat sadis, hingga hampir membuat tsunami yang jauh lebih dahsyat dari Lezzy.
Tubuh Katastrofi mulai hilang bagaikan butiran debu yang berkilau, peperangan singkat yang cukup memakan korban jiwa, membuat matahari melukis awan putih dengan warna oren.
Cahaya fajarnya yang begitu terang membuat suasana sunyi dan kembali tenang, semua telah berakhir.
Bencana yang di bawa Dewa Malapetaka berhasil Fedrick kalahkan. Ia menatap pemandangan langit dipagi hari seolah pertarungan kelam sekelam malam telah sirna, dan diganti kehidupan baru yang damai oleh matahari.
“Lezzy..., Ak-----”
DEG!
Fedrick mencengkram kuat dadanya disaat racun Gravos telah berhasil menggerogoti jantungnya secara perlahan, urat sarafnya seakan putus, tulang gagahnya mulai meretak seakan mau melebur.
Fedrcik sudah pada batas kemampuannya, dia sudah tidak bisa lagi menahan rasa sakit yang seakan menyayat seluruh tubuhnya, apa lagi Manna-Nya elah habis.
Fedrcik mulai jatuh, saat ke empat sepasang sayapnya telah hilang menjadi bulu-bulu yang berterbangan.
“Apa kita memang harus berpisah Lezzy?"
Pandangan Fedrcik mulai mengkabur seiring dirinya hampir menyentuh tanah, lalu terdengar dengan sangat jelas pekikan kicauan burung legenda Darkness World, terbang menghampiri Fedrick.
“Masih banyak tugas yang harus kau pimpin disini bersama Queeb, Yang Mulia Lord Vasilias.”
"Kau....."
__ADS_1
--_o0o_--