
“Tidak! Lepaskan aku..., Fedrick! Fedrick tolong aku.”
“Lezzy!"
Tubuh Lezzy langsung ditarik dan kepalanya menghantam dada bidang yang gagah. Sosok itu mendekap Lezzy dengan begitu erat.
“Jangan sentuh aku, lepaskan.”
“LEZZY INI AKU!!!”
Lezzy sejenak tertegun lalu dengan perlahan ia mengangkat kepalanya, dan matanya menatap mata merah cerah memancarkan rasa kecemasan.
Perlahan jemarinya terangkat dan menyentuh wajah sang pujaan hati, membuktikan bahwa penglihatannya tidak salah.
“Ini sungguh diriku Lezzy.....”
Lezzy bernafas lega beriringan dengan jatuhnya air mata kerinduan, ia peluk sang Suami meluapkan semua rasa ketakutan dan kegelisahannya.
“Fed-- Fedrick. Hiks.., aku merindukanmu...”
“Aku juga.., aku juga merindukanmu, Sayang.”
“Aku benar-benar takut. Kukira, aku tidak bisa bertemu denganmu lagi, hiks..”
“Semua sudah baik-baik saja. Aku disini untuk melindungimu..., maaf aku butuh waktu lama untuk bisa menemukanmu.”
Lezzy menggeleng pelan sembari tersenyum.
“Kau terluka Lezzy, jika saja aku datang lebih cepa---"
“Tidak. Kau datang tepat waktu sebelum Katastrofi datang untuk menangkapku kembali, ini hanya luka kecil.”
“Maaf....”
Angin berhembus hangat cahaya peri kecil tadi menyelimuti Lezzy mengobati semua luka pada tubuhnya, lalu kembali kewujud bunga Lily kembali.
Lezzy menceritakan semua rencana Katastrofi selama dia di dalam tahanan, lalu memberikan bunga Lily itu kepada Fedrick.
“Kau jangan khawatir, aku tidak akan membiarkan dia berbuat semaunya di duniaku!!”
“Yang Mulia.”
Teriak Briant yang baru saja datang bersama Styvn dan Luna, Lezzy tersenyum senang melihat Luna berhasil membawa mereka kesini.
Tapi karena kondisi Lezzy sedikit lemah membuat Luna tidak bisa terlalu lama dalam wujud Shift nya, dan harus kembali kedalam jiwa Lezzy agar tidak terlalu menguras energi kehidupannya.
“Seperinya aku datang terlambat.”
Fedrcik menarik Lezzy kebelakangnya saat melihat Katastrofi datang dengan membawa pasukan yang lebih banyak, sedangkan Fedrick hanya membawa dua tangan kanannya.
__ADS_1
Harlie berdiri disamping Katastrofi menatap saling mengawasi.
“Styvn jaga Lezzy.”
Mendengar perintah sang Lord, Styvn membawa Lezzy mundur kebelakang sembari menuntun sang Ratu untuk duduk, di akar pohon yang menimbul dari dasar tanah, ia melepaskan mantelnya dan memakaikannya ke bahu Lezzy guna menghalau rasa dingin dari suasana hutan disini.
“Kau mengkhianatiku Katastrofi!!” ucap Kristof yang sudah ada disana karena dibawa Fedrcik.
Katastrofi tertawa gentir melihat Kristof masih hidup padahal ia berharap dia mati ditangan Lord, dengan begitu Katastrofi hanya tinggal membunuh Lord. Yah tak perduli dia hidup atau tidak karena kekuatannya jauh lebih kuat saat ini.
“Apa kau masih ingin meminum darahnya?!"
Bentak Kristof disahuti dengan wajah yang memandang remeh oleh Katastrofi.
Katastrofi berjalan maju dengan santai membuat ketiga Pria itu saling berhadapan dengan jarak yang hanya beberapa meter saja, aura yang mereka keluarkan begitu dingin.
Briant benar-benar sangat benci melihat Kristof sudah menjadi liar, harusnya dia langsung membunuhnya saja saat peringatan pertama.
"Meminum darahnya tidak akan membuatku puas, bagaimana jika menjadikannya Ratu ku, bagaimana menurutmu Lord?"
"Bre****k!! Aku tidak akan menyerahkan Istriku kepada siapa pun!"
"Maaf menyela Lord, sebenarnya diawal aku berniat mengambil alih posisimu tapi setelah melihat Ratu, aku berubah pikiran. Bagaimana jika kau berikan Ratumu kepadaku, maka aku dengan senang hati akan kembali tunduk kepadamu!" ucap Kristof.
Dirinya benar-benar telah dibuat gila, hingga nekad tetap membiarkan bendera perang terus berkibar.
Fedrick menggeram kesal setelah melihat dari maksud Olyfia mengenai Lezzy yang sebagai Vasilissa.
Bahkan Raja dan mantan seorang Dewa pun menginginkan wanitanya, tidak bisa. Fedrick telah bertekat bulat untuk tidak akan menyerahkan Lezzy kepada siapa pun meski itu Dewa sekali pun.
Styvn menatap sang Ratu yang mencengkram kuat gaunnya, ia tahu bahwa saat ini Lezzy sedang tertekan dengan semua kejadian hari ini, seolah takdir tengah mempermainkan kehidupannya.
Saat seseorang hadir dikehidupannya untuk mengisi kekosongan hatinya, takdir malah menyeret paksa pria lain untuk dijadikan pasangannya.
"Yang Mulia Ratu, anda baik-baik saja?"
"Kau tidak perlu khawatir, aku baik-baik saja."
Lezzy kembali melihat mereka, semua yang ada disana menatap dengan aura membunuh, bahwa bisa saja salah satu dari mereka bersedia menyerang duluan.
"Kau percaya diri sekali Kristof, padahal kau hanya sendiri disini." Ucap Harlie menyahuti sang Raja malam.
"Jangan remehkan aku Harlie, Wilson!"
Wilson dan berserta 20 bawahan Vampire Kristof turut hadir ditengah pertempuran, menentukan siapa yang paling hebat dan layak untuk bersanding dengan Vasilissa.
"Aku tidak perduli kalian membawa berapa banyak bawahan, itu tidak akan merubah apa pun kalau hanya aku yang layak, karena diriku lah Lord dan penguasa dunia Darkness World."
Lanjut Fedrick dengan nada yang begitu dingin.
__ADS_1
"Baiklah mari kita unjuk kebolehan, dia yang menang berhak menjadi Lord dan Raja dihati Vasilissa.., karena rencanaku tidak akan pernah kubiarkan berlalu. Kau dengar Ratu Lezzy?"
Katastrofi melirik kearah Lezzy yang tengah menegang. Ia mencengkram gaunnya berdoa agar impian Katastrofi tidak terwujud.
Seketila Katastrofi bergerak mundur saat Fedrick hampi mencabik wajahnya.
"Jangan menatapnya, kuterima tantanganmu!! Aku penguasa diatas segalanya akan membuat kalian menyesali setiap tutur kata kalian."
Mereka melirik lalu dengan pergerakan cepat saling menyerang dengan brutal, Fedrick menyerang Katastrofi dengan penuh kemarahan begitu juga sebaliknya.
Namun ternyata disituasi pertarungan mereka, Kristof juga ikut menyerang Fedrick. Tapi sayang semua serangan Kriatof telah terbaca dengan begitu Fedrick mudah untuk menghindarinya.
Briant tidak bisa berdiam diri ia berniat membantu tapi Harlie menahanya hingga mereka sibuk sendiri, Wilson mendapat isyarat mata dari Kristof lalu bergerak untuk menghampiri Lezzy.
Dan kali ini Styvn tidak akan membiarkan mereka mencoba membawa sang Ratu pergi lagi, kekuatannya jauh diatas dibanding Wilson hingga mampu membuatnya tersudut dan menjauh dari Lezzy.
Erca berdiri dibalik pohon besar tengah menatap penuh kebencian kepada Lezzy. Apa istimewanya Lezzy? Hanya karena dia seorang Vasilissa, lalu dengan serakahnya mengambil ketiga pemimpin berpengaruh untuk dilahapnya sendiri.
Tersirat dibenaknya sebuah ide, senyuman penuh kelicikan terlukis dengan sempurna.
Erca sangat menyukai Katastrofi tapi dia malah jatuh ke dakam pesona wanita jahanam itu, dengan begitu rencanya untuk menjadi satu-satunya Ratu Katastrofi akan sirna, jika membiarkan Lezzy tetap hidup.
Erca memanfaatkan kondisi yang sangat menguntungkannya, mumpung semua sedang sibuk dengan perkelahian, kenapa tidak ia coba membunuh sang Ratu.
Erca mengambil belati pisaunya Ialu berlari secepat angin, dengan senyuman penuh kepuasan.
"Lezzy kau tidak layak hidup! Semua salahmu maka matilah Vasilissa!!“
Semua yang ada disana berhenti berkelahi dan menatap kearah Erca, yang sudah berada di depan Lezzy dengan belati pisau mengarah ke Lezzy.
" Lezzy."
CRASHH !
JLEB!!
"Tidak!!“
--_o0o_--
*info😘
Author harap kalian tetap suka dengan cerita ini, dan jangan lupa beri Like dan Comment agar Author tetap semagat😍😍😚🤗🤗
salam manis
~Author😘*
__ADS_1