Queen Of Rulers From Another World

Queen Of Rulers From Another World
•Memories Of You ; I Love U•


__ADS_3

*Australia.


~Sydney.


2 Tahun Kemudian.


Seorang wanita cantik berdiri dengan penuh pesona diatas atap Rumah Sakit. Jubah putih panjang selutut berkibar tertiup hembusan angin.


Sorot iris mata birunya yang begitu anggun, melihat kendaraan yang berlalu-lalang dibawah sana.


Hingga suara gemuruh Helikopter terdengar oleh pendengarannya, angin bertambah kencang, menghempas lembut semua yang ada dibawahnya. Helikopter itu mendarat tepat di tanda H (Heliped).


Rambut hitam pekat yang dikuncir satu ikut terhuyung mengikuti nada angin, pintu Helikopter itu terbuka menunjukan seorang pria sedang tak sadarkan diri.


“Pagi Dr. Lezzy. Saat pesawat hendak lepas landas penumpang ini mengalami serangan jantung, untungnya kabinet bala bantuan memberikan penyelamatan cepat.”


Perempuan yang dipanggil dengan sebuan Dr. Lezzy, menoleh sembari melihat kondisi pasien menganalisi setiap data yang diberikan pilot Helikopter. Bibir ranum bagaikan buah cerry tersenyum setelah menemukan penyebab dan penanganannya.


“Aku mengerti, terimakasih sudah memberikan penanganan lebih cepat.”


“Kalau begitu, kami permisi semoga harimu menyenangkan Dr. Lezzy”


Helikopter kembali bergerak meninggalkan atap Rumah Sakit. Lezzy membalikan badannya dan bergegas membawa pasien ke UGD untuk diperiksa lebih lanjut, bersama dengan asistennya Jack yang telah menyiapkan semua peralatan yang dibutuhkan.


Sesaat seelah sampai di ruang pemeriksaan. Lezzy dan seluruh team-nya menangani pasien dengan sangat hati-hati, untungnya serangan jantung yang di derita pasien masih belum terlalu parah.


Satu jam kemudian kondisi pasien sudah membaik dan bisa dipindahkan di ruang rawat inap.


Lezzy melihat jam dinding yang menunjukan pukul 10.09. Hari ini dia ada janji degan sahabatnya, kebetulan juga sekarang dia sudah tidak ada jam oprasi.


“Pastikan kau mengeceknya setiap 25 menit, Jack.”


“Baik Dokter.”


Lezzy berjalan keluar ruangan, menelusuri lorong Rumah Sakit yang sedikit sepi tapi itu sudah biasa baginya, suara hak dari sepatunya mengalun dengan nyaring.


Selama delapan bulan dia mejadi mahasiswi magang di rumah sakit ini. Hingga kemampuannya diakui oleh pihak rumah sakit bahkan dirinya sudah cukup terkenal saat ini.


Selama 1 tahun 4 bulan, ada banyak surat kabar, majalah, dan beberapa iklan memuatkan dirinya untuk lebih di kenal dunia.


Walau terkadang dia sering sibuk dengan berbagai acara, tapi itu tidak menghalangi dirinya saat bertugas. Tetap melayani masyarakat adalah pedomannya sebagai Dokter.


TAP!


Lezzy berhenti berjalan dan berdiri diam saat melihat sesuatu dipertigaan lorong. Selama 2 tahun ini kilas ingatan buram itu masih sering muncul dalam benaknya, sesekali Lezzy menceritakan itu kepada Miya, tapi anggapannya adalah Lezzy terlalu lelah dengan pekerjaannya.


Tapi 6 bulan ini dia mengalami sesuatu yang lebih janggal, sering kali dia melihat penampakan sosok bayangan hitam dengan iris mata merahnya yang berkilat tajam. Meski tidak terlalu jelas untuk dilihat, tapi saat ini dia sedang melihat sosok misterius itu kembali.


Lezzy tidak habis pikir, selama ini dia selalu beranggapan sosok itu mungkin saja penunggu rumah sakit ini, tapi semakin bertambahnya bulan sosok itu terus mengawasinya dimana ia berada.


Mmemangnya apa yang telah dilakukannya hingga di ikuti makhluk halus seperti hantu? f


“Huft.., anggap saja kau tidak melihatnya, dia tidak akan ganggu jika kau tidak mengganggunya, oky tenangkan dirimu Lezzy.”


Lezzy menarik nafas dengan sangat dalam lalu mencoba menangkan dirinya, hingga ia putuskan untuk kembali berjalan melewati sosok itu.


“Aku tidak melihatnya, aku tidak melihatnya, tidak melihatnya, tidak meliha--kyaaa!!”


Lezzy memekikan suaranya setengah tinggi lalu dengan cepat menutup mulutnya, sadar bahwa dia masih di Rumah Sakit.


Bisa dirasakan soosk itu menahan tangan kanannya, Lezzy terus berucap doa agar sosok itu tidak melakukan sesuatu kepadanya.


Tapi sayang doanya tidak terkabulkan. Sosok itu justru memeluk Lezzy dari belakang, kedua tangan kekarnya mengeratkan pelukannya dengan sangat erat.


Deru nafas hangatnya bisa Lezzy rasakan ditelinga kirinya, degupan jantungnya kian berdetak cepat tubuhnya gemetar ketakutan.


“Aku merindukanmu, .....My Queen."


DEG!


Seakan jantungnya berhenti berdetak, dan seluruh pembuluh darahnya berhenti mengalir.


Ucapannya membawa arti pesan tersendiri ke pada tubuhnya, hatinya terasa pilu seolah tersayat kerinduan. Dengan cepat Lezzy membalikan tubuhnya melihat sosok misterius itu.


Tapi sosok itu telah menghilang, ini pertama kalinya setelah 6 bulan berlalu saat sosok itu menyentuhnya, dan saat sosok misterius itu mengeluarkan suara bariton kehangatan untuk pertama kalinya juga.


Lezzy mencengkram kuat kerah bajunya, seolah hatinya masih terasa sakit.


Siapa dia?


Apa hubungan sosok itu dengannya?


Mungkinkah mereka saling mengenal?


Atau dia lah yang melupakan sosok itu?


Setetes air mata mengalir cepat menghantarkan kepedihan yang masih membingungkan, Lezzy tidak mengerti kenapa dia juga harus menangis.


Hup...


“Tidak!”


“Dr. Lezzy, anda baik-baik saja?”


Lezzy menghembuskan nafasnya dengan lega, saat seseorang yang memegang pundaknya adalah rekan kerjanya, Lezzy menghapus air mata diwajahnya dengan cepat.


“Kau baik-baik saja, apa kau sakit?” ucap Dr. Ziyo


“Aku, baik-baik saja...”


“Jika kau benar sakit, aku bisa membantumu meminta izin libur."


“Tidak perlu, aku benar baik-baik saja, maaf membuatmu khawatir.”


“Em.., aku ingin bilang temanmu sedang menunggu di Lobi.”


“Ah! Terimakasih sudah memberiahuku, maaf merepotkanmu.”


“Bagaimana jika kuantar kedepan?”


“Eh....”


Dengan cepat Ziyo menarik tanga Lezzy tanpa sepengetahuannya, hal ini membuat Lezzy terkejut dan sedikit kurang enak karena akan banyak orang yang melihat mereka. Lezzy mencoba melepas dengan pelan tapi genggaman Ziyo cukup kuat.


Di ujung lorong tadi, sepasang mata Dark Blood menatap tidak suka saat interaksi Lezzy dengan Pria itu sangat dekat. Rasa cemburu dan amarah kian bercampur aduk, lalu dengan cepat sosok itu menghilang seolah tidak suka menatap lebih lama.


--o0o--


“Miya, maaf kau harus menunggu lama.”


Lezzy berjalan setengah berlari kearah Miya yang berdiri tepat disebelah mobil merah, dengan tampang berdecak kesal Miya menghampiri Lezzy juga.


“Hem, lain kali coba tepat waktu Lez---"


“Pagi Miya.”


“Zy...., ah! Maksudku pagi juga, Ziyo^^”

__ADS_1


Ucap Miya dengan manis saat melihat Ziyo berjalan dibelakang Lezzy,. Lezzy melirik bosan dia tahu kalau temannya ini naksir sama teman kerjanya, dan dia berani jamin kalau Miya sengaja menjemputnya langsung karena ingin melihat Dr. Ziyo.


“Em, apa kau sedang sibuk saat ini?” tanya Miya kepada Ziyo.


“Ya, hari ini sampai lusa jadwalku penuh dengan jam Oprasi.”


“Begitu ya...”


“Ada apa?”


“Em, aku ingin mengundangmu kerumah Lezzy, apa kau tahu dia akan pindah?"


"Kau akan pindah, Dr. Lezzy?”


Lezzy menyikut Miya lalu menatap tajam, memberi isyarat unuk membungkam mulut gosipnya.


Sedangkan Miya hanya tersenyum seolah semua tdak ada masalah.


“Mengenai itu..., ya aku berniat mencari rumah yang lebih dekat dengan Rumah Sakit.”


“Aku minta maaf, jika saja saat ini jadwalku tidak padat mung---”


“Tidak, aku tidak mau merepotkanmu. Lagi pula kau seorang Dokter yang sangat handal di Rumah Sakit ini, akan ada banyak psien yg membutuhkanmu dibandingkan aku, Ziyo."


"Kau benar, tapi aku sunghuh minta maaf."


"Jangan khawatir."


“Baiklah, sekarang kita harus cepat Dr. Lezzy.., karena malam ini aku harus lembur kerja!”


ucap Miya sembari berjalan memasuki mobil.


Lezzy berpamitan dengan Ziyo lalu menyusul Miya memasuki mobil merah milik Miya.


Terlihat Ziyo melambaikan tangan saat mobil mereka telah berjalan menjauh. Lezzy membuka sediki jendela mobil membiarkan hembusan angin menyejukan hatinya.


Perjalanan dari rumah Lezzy menuju rumah sakit hampir memakan 1 jam, terkadang juga para wartawan meliput kegiatan sehari-harinya, Lezzy tidak menyangka dia bisa menjadi Dokter yang sangat terpandang disini. Dulu dia pernah di beri tawaran masuk Rumah Sakit ternama di London, tapi ia menolaknya.


“Lezzy.., kenapa tidak kau coba menjalin hubungan serius dengan Dr. Ziyo saja?”


“Miya!”


“Dengar Lezzy, kau ini sudah dewasa dan akan terus bertambah tua! Dua minggu lalu kau kuajak ikut kencan buta tidak mau, terus kapan kau akan mencari pasangan?!”


“....Masih belum terfikirkan, lagian kau bicara seperti itu memangnya kau sendiri sudah punya calonnya, Miya!”


“Cih, bukan urusanmu! Ada atau tidak pasti aku akan segera menikah!”


“Dasar pembohong, Aku tahu sebenarnya kau itu suka dengan Dr. Ziyo, kan?”


“Tidak kok! Siapa-- siapa juga yang suka!"


“Hoo, kau mau berbohong kep----”


“Diamlah! Aku sedang menyetir.”


Lezzy tertawa renyah, lalu kembali melihat kota Sydeny dari balik kaca mobil.


Sebenarnya Miya sudah banyak mengenalinya dengan banyak teman cowo Miya, tapi entah kenapa tidak ada satupun yang mampu menarik perhatian hatinya.


Kecuali....


“Aku merindukanmu, .....My Queen.”


Hati Lezzy kembali pilu saat mengingat sosok misterius itu, mengatakan sebuah kata yang mampu membuatnya merasakan kerinduan yang sudah lama dirinya tahan.


Untungnya jalan tidak terlalu macet hingga mampu menempuh waktu yang lumayan singkat, Miya memarkirkan mobilnya di depan halaman rumah Lezzy, lalu mereka berdua turun dari mobil, Lezzy berjalan dan membuka pintu rumahnya.


Pom..


Pom....


“Happy Birthday, Lezzy!!!”


Lezzy diam terpaku saat melihat Ayah dan Ibu Miya sudah ada di dalam rumahnya, memberikan kejutan yang sangat tidak terduga.


Miya berjalan sembari merangkul pundak Lezzy lalu tersenyum, jadi ini alasannya Miya mau membantu Lezzy membereskan barang yang mau dikemas, padahal ingin memberi kejutan.


“Ya ampun.., Paman, Bibi kalian tidak perlu repot-repot membuat kejutan seperi ini, bahkan aku sendiri hampir lupa dengan tanggal lahirku..”


“Kau tidak boleh melupakannya, Lezzy. Selama ini setiap Bibi tanya mengenai ulang tahunmu kau selalu mengelak.” Ucap Ibu Miya.


“Itu karena.....”


“Sudah-sudah, ini yang terakhir! Kami sebagai keluargamu juga harus merayakan ulang tahunmu, kau sudah seperti Putriku juga Lezzy.” Ucap Ayah Miya.


“So.., you can blow a candle on your birthday cake, Lezzy?”


Lezzy terrsenyum kearah Miya, lalu lekas meniup lilin ulang tahunya. Semua bertepuk tangan seolah senang dengan bertambahnya usia Lezzy. Sebenarnya ini pertama kalinya setelah 12 tahun, dia tidak lagi mengungkit mengenai ulang tahunnya.


Karena hari dimana orangtuanya meninggal saat musim dingin dulu, bahwa mereka pergi untuk merayakan ulang tahunnya juga, tapi sayang semua tidak berjalan lancar.


“Uh.., lihat sekarang kau sudah berusia 23 tahun. Ibu kau tidak tahu Lezzy bilang dia belum terfikirkan untuk menikah!”


Lezzy melirik tajam kearah Miya.


“Lezzy, kau harus memikirkannya.., atau mau Bibi bantu?”


“Eh tidak perlu! Mak-- maksudku, aku sudah memiliki kekasih Bibi.”


“Benarkah, siapa dia? Tunggu, Lezzy kau mau membohongiku! Selama ini kau selal---"


“Ada Miya, kau saja yang tidak tahu!”


"Itu mustahil."


“Sebenarnya tadi dia juga sempat menungguku di depan pintu ruang UGD, dia itu kekasih misteriusku."


Lezzy melirik risau sembari tersenyum kaku, bukan kekasih yang Lezzy maksud melainkan, sosok menyeramkan yang selalu mengawasi dirinya.


Mereka beritga saling menatap kemudian tersenyum, setidaknya Lezzy memiliki sosok kekasih yang bisa dia andalkan.


“Oky, karena besok kau akan pindah, kami juga akan membantu membreskan rumah ini."


“Jangan terlalu memaksakan diri Paman, setengah dari peralatan rumah sudah Lezzy bereskan, tinggal bagian dapur dan kamarku saja.”


“Baiklah, urusan dapur serahkan kepada kami, dan kalian bisa membereskan kamarmu Lezzy.”


Tanpa aba-aba Miya berjalan menaiki tangga menuju kamar Lezzy.


Di kamar, Lezzy dan Miya mengemaskan barang-barang yang tidak terlalu banyak, karena Lezzy berniat setengah barangnya masih ada disini, karena jika dia ingin kembali untuk tiggal disini, maka akan sedikit mengurangi barang bawaannya.


“Kalau gitu aku bawa ini kebawah, sisanya kau bisa memilih mana lagi yang ingin kau bawa.”


Lezzy kembali mengemasi barangnya saat Miya sudah turun kebawah. Dia berjalan lalu membuka lemari mengamati beberapa barang yang sudah lama sudah tidak dia sentuh.


“Sebaiknya aku melihat satu-satu semua kotak ini, mungkin bisa kupilih barang yang masih berguna dan tidak.”

__ADS_1


Lezzy menurunkan semua kotak berukuran sedang dari lemarinya, sedikit bingung karena dia harus melihat dari kotak yang mana terlebih dahulu, hingga mata Savier birunya menangkap sebuah kotak berwarna hitam.


••‘Kotak Penyimpan Kenangan Lezzy’••


Awalnya Lezzy bingung lalu saat dibuka, dia ingat kotak ini berisi semua rahasia pribadinya selama 12 tahun ini, ada banyak barang-barang yang mengingatkannya dengan keluarganya, bahkan ada juga beberapa daun-daun kering yang ia tulis, mengenai kesepian hidupnya saat dibangku sekolah.


Lezzy mengambil buku yang sudah sangat kusam yang terutup beberapa barang. Ia membuka buku yang berjudul


‘Darkness World’.


Membaca dengan begitu fokus, selembar demi selembar terlewati dengan penuh rasa penasaran.


Entah kenapa setiap kalimat yang tertulis disana ingin memberitahukan sesuatu kepadanya.


Seolah ada sesuatu yang hilang tapi tidak tahu apa. Seperti ingin kembali tapi tidak tahu kemana, rasanya sakit tapi tidak terbuka, hingga Lezzy diam saat didepuluh lembar terakhir.


Terdapat sebuah tulisan sederhana di setiap lembarnya, sebuah tulisan yang menyatakan bahwa dirinya telah kehilangan seseorang yang sangat dia cintai, jemarinya gemetaran saat membalik tiap perlembarnya.


---🌸o0o🌸--


••| Lembar Pertama |••


“Aku seorang Raja diatas para Raja, Terkuat dari yang kuat, sang Penguasa dari yang berkuasa.


Terlahir dari sebuah keinginan untuk memimpin, seorang Lord yang selalu memerintah rakyatnya dengan tegas dan kejam."


•• | Lembar Kedua |••


“Aku hidup selama 972 tahun, menjalani sebagai Lord dengan penuh kekayaan dan kekuatan besar, tapi tidak untuk seseorang di hatiku.


Hingga To iliako Fos hadir, memberi kabar bahagia bahwa seorang penguasa kejam dan sadis, bisa memiliki Mate yang dapat memberikan cahaya dikelamnya malam.”


••| Lembar Ketiga |••


“Aku bertemu dengannya saat dia masih terlalu belia, di hutan yang penuh dengan kegelapan dan dingin, tapi yang kulihat adalah senyumannya yang menghantarkan rasa hangat, dan secercah cahaya dari matanya yang sebiru melebihi lautan samudra dan cerahnya langit."


••| Lembar Keempat |••


"Hingga aku harus berpisah dengannya selama 210 tahun, selama ratusan tahun aku menunggunya, selama ribuan hari aku melihatnya beranjak dewasa, dan selama jutaan waktu aku selalu memperhatikannya.


Hanya dapat mengawasinya tanpa berkomunikasi dengan dia, Mate ku.


Lalu.., kembali bertemu dengannya.."


••| LEMBAR KELIMA |••


"Dia Pricilia Lezzy Crownsiamoer, untuk pertama kalinya aku dapat melihatnya dari dekat, memeluknya dengan erat, dan berbicara memberitahu bahwa dia masih memiliku.


Tapi takdir cinta kami tidak sebahagia seperti dongeng khayalan."


••| Lembar Keenam |••


"Takdir yang memberikan pilihan unutuk kami, takdir yang mencoba memberi pemahaman baru, melewati perpisahan dan cobaan untuk menemukan jawaban.


Kau dan aku ditakdirkan untuk menjadi seorang penguasa, menyelamatkan mereka yang disebut rakyat, menyelamatkan tahta yang disebut Kerajaan.


Dan jika kita telah menemukan jawabannya, maka hanya ada dua pilihan yang menanti kita, bahwa takdir hanya memberikan pilihan.


PENGORBANAN atau KEMATIAN."


---🌸o0o🌸--


Rasanya sakit, rasanya sesak, rasanya ingin marah. Tapi apa Lezzy berhak marah? Apa Lezzy berhak bertanya pada takdir yang selalu memberikan labirin kenyataan.


Setetes demi tetes lembaran terakhir terbasahi oleh air mata kerinduan dan penyesalan, hanya tinggal empat lembar yang masih kosong.


Empat lembar terakhir yang menunutnya untuk menjawab, dan melanjutkan dari jawaban takdir yang terasa tidak adil.


Lezzy terduduk di lantai, lalu cahaya kecil berwarna hijau kekuningan terbang menari di dalam kotak hitam, seolah ingin menunjukan sesuatu kepadanya.


Isakan tangis yang semakin perih terdengar dengan lembut, saat tiga lembar foto dirinya bersama ‘dia’ saat datang bersama di sebuah foto box.


Ya dia yang selalu membuat Lezzy merasa aman, dia yang selalu memberikan rasa kasih penuh sayang pada hatinya, dia yang sangat Lezzy cintai.


“........Ikutlah denganku, lupakan Bumi aku akan menjaga dan melindungimu Queen...........”


“Lezzy, kau tidak perlu takut masih ada aku yang akan melindungimu”


“Mari kita hadapi semua masalah ini, bersama-sama....”


“Aku tidak perduli, Vasilissa atau Vasilias kalian berdua pasti akan kubunuh lalu Aku akan berkuasa di Darkness World....”


“Kau seharusnya tidak berada disini........, dengar duniaku masih belum cukup aman untukmu Lezzy............., maksudku masih belum saatnya kau disini.”


“Berjanjilah bahwa kau akan menemuiku............”


“Aku mencintaimu Lezzy....”


Kepingan ingatan mulai kembali menyusun bagaikan potongan Puzzle secara sempurna, Lezzy telah ingat semuanya.


Kenapa, kenapa dia bisa melupakan sesuatu yang sangat berharga baginya, bahkan dia masih harus berpisah selama dua tahun, bukan! Jika di Bumi dua tahun berarti di Darkness World sudag dua puluh tahun.


“Fed-- Fedrick....hiks, Fedrick......”


“Oh! Lezzy kau kenapa?”


Miya berlari dengan cepat saat melihat sahabat baiknya, terduduk dilantai dengan air mata yang terus berlinang di wajah surinya.


“Lezzy, kenapa kau menangis..., apa yang terjadi?!”


“Miya.., aku-- aku melupakannya..., aku hampir mel-- melupakannya hiks....”


“Melupakan siapa?”


“Aku hampir melupakan...Fedrick! kenapa, kenapa aku tidak bisa mengingatnya dengan cepat.....”


“Fedrick! Siapa Fedrick, Lezzy tenangkan dirimu.........”


“Tidak! Ini terlalu lama......, kenapa dia tidak menemuiku atau Katastrofi telah...telah, Miya Aku harus pergi menemuinya.....”


“Lezzy, kumohon tenanglah! Ada apa denganmu?”



“Miya Aku.., Akh!!”


Lezzy mengerang sembari memegang kepalanya, terasa sakit dan pusing saat berbagai banyak pertannyaan dan ingatan memenuhi raganya, nafasnya terengah-engah kemudian tanda di leher porselin Lezzy kembali terukir dengan sangat jelas.


Tanda yang menuliskan nama Fedrick dan dilingkari dengan suluran bunga mawar hitam, seolah tanda itu mengembalikan kehidupannya yang hilang.


“Le-- Lezzy kau baik-baik saja. Lezzy, Lezzy! Ayah, Ibu cepat panggil ambulan!!”


Miya panik saat meliha Lezzy tidak sadarkan diri dipelukannya.


--_o0o_--


__ADS_1


__ADS_2