
“Akhirnya kalian datang juga...”
Dengan sigap Fedrick berdiri di depan Lezzy menjadi perisai untuk melindunginya, saat seseorang berdiri dihadapan mereka dengan wajah yang tertutup tudung hitam.
Lezzy mengeratkan genggaman tangannya pada Fedrick dan menatap takut, mungkinkah itu sosok yang sama seperti pria yang ingin membunuhnya?
“Kalian sangat romantis, saling melindungi satu sama lain.”
Lezzy kenal dengan suara lembut ini, Fedrick menajamkan mata Iblisnya dan bersiap menerjang sosok tersebut.
“Fedrick hentikan, aku mengenalinya.”
Ucap Lezzy menghalangi aksi Fedrick.
“Kau sunggu mengenaliku, Yang Mulia Alicia?”
“Kalau tidak salah, kau adalah wanita yang terluka dimimpiku?”
Wanita itu tersenyum dibalik tudung hitamnya kemudian ia melepas jubah tudungnya, menampilkan seorang wanita cantik dengan baju bagsawan berambut hitam persis seperti dimimpi Lezzy.
“Aku senang mendengarnya, jadi mau duduk bersantai sembari minum teh?”
“Bagaimana kami bisa bersantai, jika diminuman itu nantinya terdapat racun?”
Wanita itu tertawa kecil mendengar pertannyaan Fedrick.
“Kau begitu menyayangi Ratumu hingga takut ia kenapa-napa, percayalah aku tidak akan melukai kalian, bagaimana jika membahas mengenai buku itu?”
Fedrick melirik buku yang ada ditangan Lezzy, memang masih banyak pertanyaan yang ingin ia tanyai.
Fedrick pun setuju lalu mereka duduk dihamparan rumput yang bercahaya, dengan tiga cangkir kecil berisi teh seolah dia memang sudah menunggu mereka, apa dia tinggal disini fikir Lezzy.
“Jadi, bisa kau berikan bukuku?”
“Buku?”
Tanya Lezzy kembali.
“Ya, buku yang ditanganmu itu milikku.”
“Ha! Kau pemilik---, berarti kau penulisnya?”
“Buku itu seperti catatan harianku.”
“Kau adalah Rechard Melware, serius? Kukira Rechard adalah seorang jurnalis laki-laki, Fedrick bagaimana menurutmu?”
“Em.., aku tidak pernah mencoba menebak sosoknya tapi sedikit terkejut juga jika ternyata penulisnya adalah perempuan.”
“Hahaha.., maaf jika tidak sesuai dengan harapan kalian, sebenarnya nama Rechard adalah gabungan namaku dengan Suamiku, Rechyla Ardsekar dan ditambah nama marga keluargaku Melware.”
“Ardsekar, maaf jika boleh tahu apakah nama Suamimu bernama Ardsekar Gluen Lorddark’s?”
Tanya Fedrick, memastikan dugaannya.
“Kau benar.”
“Fedrick kau kenal dengan Suaminya?” tanya Lezzy.
“Bukan tidak kenal lagi, seluruh penghuni Darkness World kenal dengannya, kau tidak menyimak kata-kataku? Diakhir marganya sama denganku Lorddark’s, yang berarti dia berasal dari kaum Demon dan juga Lord pertama di Darkness World.”
Lezzy menatap tidak percaya, jika Suamiya adalah Lord berarti dia adalah Queen pertama.
“Tapi kenapa Queen pertama yang seharusnya mati, malah berada dihutan terlarang dan masih tetap hidup?”
ucap Fedrick penuh menyelidiki.
“Aku memang sudah mati Yang Mulia, dan kini diriku menjadi penjaga dihutan ini, sebenarnya mimpi yang kau alami separuhnya adalah kenyataan, hari itu adalah hari dimana dia membunuhku.”
“Pantas saja rasanya begitu nyata.”
“Langsung kemasalahnya, jadi apa yang membuat kau bisa disalah kira sebagai Ratu yang terpilih oleh To Fos Tou Fengarou oleh Katastrofi?”
“Sebenarnya aku adalah Manusia yang sama berasal dari Bumi, saat itu sku tiba-tiba terhisap oleh portal dimensi dan terjebak di dunia ini lalu jatuh cinta dengan Ardsekar, hari itu To Fos Tou Fengariou hadir kedalam mimpiku dan mengatakan akan mengembalikanku ke Bumi, karena disini bukanlah tempat yang seharusnya kutinggali.”
“Lalu, apa kau kembali?” tanya Lezzy penasaran.
__ADS_1
“Setelah mimpi itu, aku mencoba berbicara dengan Ardsekar tapi belum selesai aku menjelaskannya, dia sudah salah menanggapi. Ia kira itu pertanda hadirnya Ratu yang menjadi Tuan dari To Fos Tou Fengariou, padahal aku hanya manusia biasa dan tanpa kekuatan khusus.
Berita itu menyebar hingga ke telinga Katastrofi lalu dia pun salah paham, dan mencoba untuk meminum darahku hingga membuat Ardsekar membunuh rakyatnya sendiri. Lalu karena diriku juga ia harus mati dipengadilan Dewa alam, kukira Katastrofi juga akan mati tapi ternyata dirinya jauh lebih licik.”
“Kalau begitu siapa Katastrofi, kenapa ia begitu terobsesi dengan darah itu?”
“Dulu kami tidak tahu dirinya yang sebenarnya dan kami bertiga menjadi teman baik, hingga akhirnya kami tahu bahwa dia adalah seorang Dewa yang diasingkan kedunia bawah, karena sebuah masalah serius oleh seorang pemimpin Ratu di Dunia para Dewa. Dia ditakdirkan sebagai Dewa pembawa Kehancuran, dendamnya kepada sang Ratu Dewi tidak hilang dan ia mendengar sebuah cerita bahwa siapa saja yang meminum darah sang Ratu yang terpilih maka akan memliki kekuatan tak tertandingi, itulah yang membuatnya terobsesi.”
“Jadi maksudmu, aku adalah targetnya saat ini?”
“Ya, Queen Alicia. Belum lagi kau seorang Vasilissa yang menambah gairahnya untuk mendapatkanmu.”
“Aku..., Fed-- Fedrick.”
“Kau tidak perlu khawatir, aku akan menjaga dan melindungimu. Akan kuhabisi semua yang berhubungan dengan Katastrofi dan pemberontak Carlitos. Dengar Lezzy kita saling terhubung aku sosok Lord terpilih dan kau Queen yang terpilih, To iliako Fos dan To Fos Tou Fengariou akan selalu melindungi kita, mereka juga yang akan menuntun takdir kita untuk tetap bersama.”
Ucap Fedrick menenangkan Lezzy.
Rechyla melihat mereka tersenyum sendu, pemandangan ini juga pernah terjadi padanya.
Lalu Rechyla memberikan sekuntum bunga Lily kepada Lezzy, melihat ini membuat Fedrick maupun Lezzy menatap heran, tapi Lezzy juga tidak menolaknya.
Saat bunga itu berpindah tangan kepada Lezzy, perlahan bunga Lily itu berubah menjadi Crystal dan berwarna emas, membuat Lezzy menatap takjub.
“Bunga itu sudah ada padaku selama berabad-abad tapi tidak pernah menunjukan sebuah perubahan, namun bunga itu berubah dalam sekajap saat kau sentuh sungguh kau memang sosok yang terpilih. Sekarang kau sudah punya dua buah Crystal yang telah hilang tinggal mencari satu lagi.”
“Terimakasih.”
“Sama-sama.”
“Lalu apa yang ingin kau sampaikan dari sebuah buku Darkness World?”
“Bagaimana mencegah Katastrofi untuk tidak menguasai dunia Darkness World dan menghancurkan dunia para Dewa, sepuluh lembar terakhir kubiarkan kosong karena itu bagian kalian untuk menulis dan menjawabnya sendiri.”
Ucapnya sembari memberkan bukunya kepada Lezzy.
“Apa manurutmu aku bisa?”
“Itu bergantung padamu, aku hanya mau memberi saran untuk kalian, pertama untukmu Yang Mulia Ratu. Tidak perduli pada siapa kau akan diperebutkan untuk menjadi seorang Ratu dihati para Raja, kau hanya perlu ingat siapa yang ada dihatimu dan jangan pernah melepasnya. Lalu untukmu Yang Mulia lord, aku tahu kau membunuh seluruh keluargamu untuk kebaikan Dunia ini, tapi jangan biarkan obsesi itu kian membesar jika tidak kau bisa kehilangan kendali dan melupakan siapa dirimu sebenarnya, baiklah sudah waktunya aku pergi kuharap kalian bisa mengunjungku dilain waktu.”
“Fedrick....”
“Semua sudah kukatakan saat dimakam keluargamu, tapi aku tidak akan pernah menyesalinya karena mereka memang harus dihilangkan, kau tidak tahu betapa kejamnya keluargaku memerintah Lezzy, bahkan setelah Ibuku mati Ayah malah berniat mengangkat Selir baru, apa sekarang kau takut?”
“Aku mengerti, lagian aku adalah cahaya bulanmu yang akan selalu menerangi suasana sunyi dan dingin di dalam gelapnya malam hidupmu, dan kau adalah cahaya matahariku yang selalu membawa kehangatan dan keceriaan ditengah badai hujan kesedihanku.”
“Aku mencintaimu Lezzy.”
“Hahaha, ayo kita berjuang bersama menghadapi mereka...”
“Kita akan selalu bersama, aku tidak akan melepaskanmu karena kau akan selalu menjadi milikku Queen!”
Lezzy dan Fedrick berjalan keluar dari hutan terlarang, gerbang berkarat itu tertutup kembali dengan rapat. Berjalan berdampingan memsauki Kerajaan rumah tangga mereka.
“Yang Mulia, saya mencari anda sedari tadi."
Ucap Styvn dengan raut wajah cemas.
“Ada apa?”
“Yang Mulia, para Carlitos menyerang Kota Utama Zainthor dan berniat untuk memasuki Lucifer Kingdom, para kaum yang ada di Kota Utama bersikeras melawan, untuk mencegah mereka memasuki Kerajaan.”
“Beraninya Mereka!!”
Urat kemarahan sudah diujung vital, Fedrick benar-benar marah sepertinya ancamannya dihutan Mirachle, masih belum bisa mengajari mereka untuk tunduk.
Fedrick memanggil Elinna dan kedua pelayan setia Lezzy.
“Lezzy tetap dikamar dan jangan pernah keluar sebelum aku kembali, aku akan mengurusi mereka dulu, kau masih belum bisa menguasai kekuatanmu. Akan kutambah penjagaannya disekitar kamar.”
Fedrick melangkah pergi tapi tertahan saat Lezzy mencengkram baju Fedrick, entah kenapa ada sebuah firasat buruk mengenai kejadian hari ini.
“Fedrick berhati-hatilah.”
Lezzy metap dengan sangat cemas.
__ADS_1
Fedrick kembali menatap Lezzy lalu ia kecup kening Lezzy dengan perasaan sayang, semua yang ada disana hanya bisa melirik kearah lain.
(Iri dengan kemesraan mereka🤧)
“Lezzy setelah masalah Carlitos dan Katastrofi selesai, mari kita fikirkan untuk memiliki keturunan dan membuat Kerajaaku penuh dengan teriakan tawa Anak-anak kita.”
Lezzy bersemu merah apa lagi saat ini masih ada Styvn dan yang lainnya, rasanya benar-benar malu.
Padahal saat ini ada masalah yang lebih genting tapi otak mesumnya benar-benar berbeda arah.
“Jadi.., tunggu aku Lezzy.”
“Em, berjanjilah kau akan datang menemuiku.”
Fedrick dan Styvn pergi ke Kota utama, Lezzy menatap kepergian mereka. Perasaan khawatir masih belum sirna dari hatinya seolah akan ada sebuah kejadian yang sangat mengerikan nanti.
“Yang Mulia, sebaiknya kita segera ke kamar anda.” Ucap Ariel.
Dengan berat hati Lezzy melangkah pergi, ini juga resiko yang harus ia terima untuk menjadi pendamping Fedrick. Yang namanya bahaya tidak akan pernah lepas dari kehidupannya.
“Kau tidak perlu khawatir, Aku akan melindungimu Alice.”
"Terimakasih Luna."
-o0o-
Lezzy berjalan mondar-mandir dikamarnya, Ariel dan Auriel terus menatap sang Ratu. Perasaan gelisa tidak bisa hilang dari kegundahan Lezzy.
"Apa menurut kalian Yang Mulia akan baik-baik saja?”
"Jangan khawatir Ratu, Yang Mulia bukan sosok yang lemah, lebih bai---”
“ARRGGH!!”
Trang!
Lezzy menatap kedua Merrmaid kembar pelayannya, sepertinya terjadi sesuatu diluar kamar, Lezzy melangkah menuju pintu.
BRAK !!
“Salam Yang Mulia Queen Alicia, saya datang untuk menjumput anda!!”
“Kau...”
“Yang Mulia Ratu, berhati-hatilah!”
Ariel dan Auriel berdiri di depan Lezzy, lalu sihir air melindungi Lezzy.
“Jadi apa yang dilakukan King Vampire, datang dengan lancang ke tempat kediaman Ratu besar?!!”
ucap Ariel dengan nada dingin.
“Tentu saja untuk membawa wanitaku ke Castle Vodmorld. Jadi dua petarung terkuat dari kaum Merrmaid Ariel dan Auriel, ingin mencoba melawanku?”
ucap kristof merendahkan.
Sepertnya Elinna sedang mengurus beberapa penyusup diluar, tidak ada pilihan lain.
Ariel dan Auriel saling menatap seolah berkata.
‘Lindungi Yang Mulia Queeb, walau nyawa taruhannya!!’
--_o0o_--
*Author minta maaf, jika dari kemarin telat Up...
padahal mau Up tiap hari.
Author akan tetap terus semangat agar para pembaca puas dengan kisah Queen Of Ruler's From Another World.
oky tetap tunggu lanjutannya yaa.
~salam Manis~
__ADS_1
Author😘*