
“Apa yang membawamu kemari Alice?” tanya Olyfia.
"Mengeni ituu........."
"Tidak apa, katakan saja."
“Aku-- aku hanya merindukan kalian, Fed-- maksudku Yang Mulia ingin pergi kesini, dan aku memutuskan untuk ikut karena ingin melihat tempat yang kau bilang sangat indah disini.”
“Senang mendengar bahwa kau merindukan kami, tapi aku minta maaf saat ini wilayah kami sedang kacau karena musibah, kau tidak perlu khawatir masih ada tempat yang indah disini ^^”
“Emm, aku mengerti.”
Olyfia menatap Lord lalu ia sedikit menatap tajam, seolah mengerti maksud kehadiran Fedrick Olyfia memberi isyarat kepada Lisza, Lizsa mengangguk dan terbang menuju Lezzy.
“Lezzy aku ada perlu dengan Olyfia sebentar. Briant akan menemanimu, ingat perjanjian kita Lezzy.”
Ucap Fedrick sembari mengusap pipi Lezzy.
Seluruh peri menatap tidak percaya, sosok Lord yang kejam dan berhati dingin bisa bersikap lembut dan berkata seromantis itu kepada orang lain, kini mereka percaya dengan kabar angin bahwa sang Lord telah menemukan pasangan hidupnya.
kemudian Fedrick, Alberd serta Olyfia, mereka berjalan pergi meninggalkan Lezzy dan Briant.
“Kau sungguh Putri Lezzy yang itu?” tanya Peri bernama Sanca.
“Yang…itu?”
“Kau tidak tahu? Dirimu menjadi pembicaraan hangat diseluruh wilayah, sosok misteriusmu menjadikan semua penghuni Darkness World penasaran dengan calon Ratu besar.” Ucap peri yang lain.
‘Ternyata disini juga masih ada tradisi gossip ya…-_-’
“Sudah-sudah hentikan, kembalilah ketugas kalian.” Ucap Lizsa.
__ADS_1
“Hee.., kami masih ingin bermain dengan Putri Lezzy, Lizsa.”
“Lain kali saja, kita harus membangun kembali Pixifly! Cepat bubar.”
Mendengar itu mereka semua bubar dengan perasaan kecewa, Lezzy bernafas lega karena ia bisa terhindar dari sorotan dan pertannyaan yang mungkin nanti bisa membuatnya susah menjawab.
“Kau ingin melihat tempat yang menarik bukan, aku akan menunjukannya.”
“Terima kasih Lisza.”
Lezzy benar-benar terpanah dengan semua tanaman bunga yang tidak ia temui di Lucifer Kingdom, seskali ia berlari riang menelusuri padang bunga yang memiliki warna yang berbeda.
Ia juga bermain ayunan bersama para peri lainnya dan tertawa lepas membuat Briant tersenyum senang dengan tingkah Lezzy.
Lezzy memetik salah satu bunga berwarna kuning dan memberikannya kepada Briant, ada rasa bingung dan kaget dengan sikap Lezzy.
“Maaf Putri, Lord tidak akan suka jika melihat ini.”
“……”
“Aku tidak suka dibantah, kau hanya perlu menerimanya…”
ucap Lezzy sembari meletakan bunga itu ditangan Briant.
“Dan belajarlah tersenyum, dengan begitu kau akan semakin terlihat tampan^-^”
Lezzy berjalan dengan wajah tersenyum, sedangkan Briant masih diam menatap setiap tingkah Lezzy.
Ada desiran rona merah pada kedua pipinya, kata-kata tulus Lezzy menggoyahkan hatinya. Oh tidak! Jika Lord melihatnya seperti ini mungkin ia tidak akan bisa melihat dunia besok.
“Owh, ini pertama kalinya aku melihat leluhur kaum Vampire bisa tersipu malu, sepertinya kehadiran Putri Lezzy banyak merubah keadaan disini.” Ucap Lisza menggoda.
__ADS_1
“Diamlah !”
Lizsa tertawa senang dan kembali kesisi Lezzy. Tidak banyak tempat yang bisa dikunjungi karena sebagian dari Pixifly telah hancur.
Lezzy sedih karena semua tumbuhan disini tidak bisa tumbuh. Kenapa mereka sangat kejam menghancurkan makhluk hidup tidak berdosa.
“Oya, Lizsa apakah disini ada tanaman mawar?”
“Em, tentu ada Putri, tapi kita harus memasuki labirin Rose Forest terlebih dahulu.”
“Tidak masalah^^”
“Anda yakin? Sudah seharian kita berkeliling Putri, jika Lord tahu anda kelelahan kami bisa dimarahi, sebaiknya anda istirahat dulu….”
“Tapi----”
“Lizsa benar Putri, lagian hari sudah hampir malam lebih baik anda istirahat.” Ucap Briant.
“Yang Mulia bilang dia hanya sebentar disini.”
“Em, saya akan coba bicara dengan Lord, anda tidak perlu khawatir Putri..”
“Baiklah, kalian juga lelah karena mengikutiku terus, besok aku juga akan bilang kepadanya siapa tahu dia mengizinkan.”
Briant dan Lizsa sedikit bernafas lega, dengan cepat Liza mengantarkan Lezzy ke Castle dan membantu melayani keperluan Lezzy.
--*o0o*--
__ADS_1