
Ztarr!!
Boom!
Fedrick berhasil menghindar dari serangan beruntun yang dikerahkan Katastrofi, sesekali ia membuat bola api hitam untuk menyerangnya.
Namun, serangan itu mudah dipatahkan oleh Katastrofi menggunakan pedang hitam, seolah pedang itu dapat mematahkan segala jenis sihir.
Dalam sekejap Fedrcik berada dibelakang Katastrofi ia mencengkram kuat lehernya lalu menyeretnya membiarkan angin disekitar menyayat tubuh Katastrofi, kemudian membanting tubuhnya ke permukaan tanah yang tak beraturan.
Mereka menggila dengan menunjukan aksi hebat kekuatan yang maha dahsyat meruntuk, mencoba menjatuhkan lawannya.
Katastrofi mengusap darah di sudut bibirnya, ia menatap benci kepada Fedrick yang masih berada diatas, bahkan seluruh pengikutnya telah mati ditangan Putri Selini Thea.
Kekuatannya yang hampir seimbang dengan sang Ratu para Dewa membuat Katastrofi semakin iri. Ia ingin lebih kuat dari siapa pun.
Imorrtal harus hancur dan Darkness World harus ia kuasai. Mereka harus mati! Katastrofi selalu menyebut kalimat itu dalam benak nya.
Katastrofi membuat busur sihir dan melancarkannya ke arah Fedrcik, tapi serangan itu tidak berhasil menyentuhnya karena sebuah penghalang hitam menyelimuti Fedrcik.
Dengan liar Fedrick mencabik udara membuat tanah tempat Katastrofi terbelah bagaikan cakaran maut. Sedikit susah untuk menghindari serangan Fedrick, tapi ia cukup bersyukur karena pedang ditangannya mampu menahan cakaran-cakaran itu.
Katastrofi kembali mengangkat tangannya membuat batu-batu berukuran besar melayang dan bersiap menyerang Federick, dengan tampang yangerendahkan, Katastrofi tersenyum sadis. Tapi seketika pergerakannya menjadi kaku saat sulur-sulur tanaman merambat menahan tubuhnya untuk bergerak.
“Aku tidak akan membiarkanmu berbuat seenaknya disini, Katastrofi!”
Sapaan halus itu membuat Katastrofi menoleh dengan susah payah kearah suara. Mendapati Lezzy sudah berada dibelakang Fedrick denga sayapnya yang bercahaya.
“Lezzy?"
“Aku ingin membantumu."
Lezzy tersenyum lembut lalu berdiri menghadap Fedrick.
“AHAHAHA!! Sudah cukup main-mainnya, akan kuakhiri sekarang juga. Vasilissa dan Vasilias jangan lupa aku seorang Dewa Malapetaka, membawa kehancuran dimana pun aku berada! Lihat lah bagaimana aku menghabisi kalian, bukan. Aku akan menghabisi seluruh Darkness World lalu selanjutnya Imorrtal dan memajang jasad kalian diruangan ku!!”
Katastrofi berteriak degan suaranya yang serak, nada baritone itu seperti kutukan bagi yang mendengarnya.
Lezzy menatap cemas, ia takut rencana yang dikatakannya benar-benar terjadi, dan untuk kedua kalinya Darkness World akan hancur.
“Aku O Theos tis Katastrofis! Dewa Kehancuran dan Malapetaka, dengan nama dan gelarku, kubuka kekuatan kegelapan di dalam diriku!! Terbukalah Thyella Katastrofis!”
Petir menyambar bagaikan tirai-tairai dilangit gelap, kabut hitam semakin menutupi rembulan.
Angin beritup kencang tanah berguncang dengan liar menyeret semua yang ada dibawah terombang-ambing, bangunan-bangunan hancur tanah menjadi retak. Badai yang dikeluarkan oleh Katastrofi begitu dahsyat.
“Ini buruk!”
Lirih Fedrick saat melihat Katastrofi telah menjadi menyeramkan, tubuhnya penuh dengan urat-urat hitam yang menonjol, dikepalanya muncul dua tanduk hitam, kuku-kuku runcing yang sangat panjang rambutnya bagaikan duri landak, matanya berwarna hitam.
Bisa Lezzy rasakan bulu kuduknya merinding melihat wajah Katastrofi bagaikan monster.
__ADS_1
“Sebenarnya kaum Demon itu, kau atau dia?!”
“Kau bisa menyimpulkan, aku kaum Demon tertampan."
Lezzy melirik jijik mendengar ucapan Fedrick yang sangat percaya diri.
Katastrofi terbang jauh lebih tinggi dari mereka membuat Lezzy maupun Fedrick mendongak. Ia mngangkat pedang kebanggaannya keatas lalu tergambar pola sihir yang besar, bola sihir api dengan lahar pijarnya saling melekat dengan sangat besar diatas mereka, bahkan jauh lebih besar dari Bulan dibalik kabut hitam.
“Cih. Monster itu!”
Katastrofi tertawa dengan renyah melihat ekspresi pemimpin tertinggi Darkness World menjadi cemas. Ia menurunkan pedangnya membuat bola lahar api itu langsung jatuh kebawah.
“Lindungi mereka!!”
Titah Lezzy, sedetik kemudian para Fairys peri yang tertidur selama berabad-abad bangun kembali atas perintah sang Vasilissa, mereka berkumpul dan membuat lapisan sihir pelindung untuk seluruh Darkness World.
Bola lahar api itu bertabrakan dengan sihir pelindung, Lezzy terlihat tegang mencoba menahan serangan sihir mematikan itu.
“Hancurkan!”
Kini giliran Fedrcik yang bertitah kepada angin. sekumpulan angin menebas bola api itu membuatnya menjadi kepingan batu.
“Kalian selalu merepotkanku!!”
“Lezzy!”
Menyadari pergerakan Katastrofi dengan cepat Fedrick menarik Lezzy ke dalam pelukannya, membiarkan mereka jatuh kebawah agar menghindar dari serangan yang mengejutkan dari Katastrofi, lalu berguling diatas tanah yang telah hancur.
“Akh!”
“Kau tak apa Ratu ku?”
Lezzy menggeleng pelan sembari memegang kepalanya yang terasa sakit dan pusing, Fedrick ingin mengapai kepala Lezzy namun kembali ia urungkan.
“Kau seharusnya tidak berada disini---”
SCRAANG!
BLEDARR!!
Lapisan yang dibuat Lezzy hancur saat satu bola lahar api kembali dibuat oleh Katastrofi. Serangan itu begitu sempurna hingga sulit untuk di cegah maupun ditahan.
Fedrick mendekap Lezzy membuat pelindung sihir terkuatnya untuk bertahan dari ledakan sihir itu saat berhasil melahap daratan.
“Aku akan membuat kalian mati seperti penguasa pertama Darkness World. Lord Ardsekar dan Queen Rechyla! HAHAHA!!”
Ia menjentikan jarinya, lalu muncul tengkorak-tengkorak hidup layaknya zombie dari dalam tanah mengepung Fedrick maupun Lezzy, mereka bergerak mendekat mencoba menyerang mereka secara bersamaan.
Ztrarr.......
Wushh
__ADS_1
“Ingin melukai Lord dan Queen, hah?!”
“Lewati dulu mayat kami, tengkorak busuk!!!”
Briant, Alberd, dan Styvn berdiri menjadi perisai unutk membantu mengalahkan prajurit tengkorak.
Fedrick tersenyum sinis dan bangga dengan ke tiga tangan kanannya.
“Yang Mulia serahkan saja mereka kepada kami!”
“Hn.”
Katastrofi tertawa melihat aksi kesetiaan yang dilakukan mereka. Ia semakin benci bahkan dirinya tidak pernah memiliki seorang teman yang seitia dulu.
“Arrgghhh!! Hancurkan mereka!”
Katastrofi kembali menggila, dia menaikan pedangnya lalu puluhan bola sihir lahar api kembali dibuatnya terbang melayang diatas awan.
Fedrick kembali cemas seolah mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya, Ia menatap Lezzy lalu membawanya terbang.
“Fedrick...”
“Dengar Lezzy, kau tidak seharusnya ada disini, maksudku masih belum saatnya...”
“Tidak.., kita bisa melewati ini bersama Fe----"
“Lezzy, duniaku masih belum cukup aman untukmu..”
“Kau ingin kita berpisah?!”
“Tidak, aku yakin perpisahan ini tidak akan sampai 210 tahun lagi, mengertilah Lezzy. Aku adalah Lord terpilih oleh To iliako Fos, sekarang aku mengerti dunia ini tidak akan damai bukan karena juga kehadiran Queen. Kehidupan dan Kedamaian tidak akan pernah ada jika sang Lord tidak menjaga dan memimpin Negerinya dengan benar, Lezzy kini giliranku yang harus menghentikan semua pertikaian antar kaum dan para pemberontak.”
Fedrick menatap sendu sembari mengelus kadua pipi Lezzy, air mata kerinduan dan perpisahan mengalir lembut diwajah Lezzy.
“Bukan kah kau ingin menjadi seorang Dokter Lezzy? Maka wujudkan lah masih banyak urusan yang belum kau selesaikan di Bumi....”
“Kau akan menemuiku lagi, kan?”
“Setelah aku membereskan semua masalah disini, aku pasti akan menemuimu...”
Fedrick peluk Lezzy dengan sangat erat, menghirup aroma Wanitanya yang sangat memabukan. Dengan berat hati Fedrick kembali melepaskan Lezzy lagi, ia menciumnya, tubuh Lezzy mulai bercahaya.
“Aku mencintaimu Lezzy...”
“Kau harus menepati janjimu.”
Fedrick hanya tersenyum sendu lalu tubuh Lezzy mulai menghilang bagaikan serpihan cahaya bintang.
Saat itu juga Fedrick mencengkram kuat dadanya, sejak tadi ia berusaha menahan rasa sakit dari racun Gravos yang mulai menyerang jantungnya.
“Maaf Lezzy, mungkin aku bisa menghentikan mereka. Tapi aku sendiri tidak tahu apa kita masih bisa bertemu kembali? Jika aku tidak menemuimu maka..., lupakan aku.”
__ADS_1
--_o0o_--