
Kembali pada posisi Lezzy.
Katasrofi menaikan sebelah alisnya, ternyata saat dilihat dari dekat Lezzy benar-benar sangat cantik, tapi sayang wajahnya begitu mengingatkannya dengan wajah Selini Thea.
Katastrofi mencengkram kedua pipi Lezzy dengan tangan kekarnya, membuat Lezzy sedikit menahan sakit.
“Kau benar-benar begitu mirip denganya. Selini Thea!!”
Plak!
“Akh!”
“Jika saja kau bukan Putrinya dan juga bukan orang yang terpilih, pasti kau tidak akan merasakan ini semua!”
“Putrinya, siapa yang kau maksud?”
“Sepertinya kau tidak mengetahuinya, Selini Thea seorang Dewi Bulan dan Penguasa tertinggi di Imorrtal, dunia para Dewa. Sekaligus Vasilissa pertama yang memiliki darah murni yang menyimpan sejuta kekuatan besar, dia lah Ibumu Lezzy.”
Seketika otaknya kembali menampilkan ingatan mengenai ucapan Luna dan Dewi Bulan yang juga memanggilnya dengan sebutan ‘Putriku’.
Dihari itu sepertinya Dewi Bulan ingin mengungkapkan siapa dia bagi Lezzy, tapi mungkin saja dia masih belum bisa mengatakannya secara langsung.
‘Dewi itu sungguh Ibuku? Berarti saat Ia bergumam memanggilku dengan sebutan Putriku itu bukan imajinasi?’
“Melihat dari raut wajahmu, sepertinya kau belum mengetahuinya. Sungguh malangnya dirimu.”
“Lalu kenapa jika aku Putrinya?”
“Justru karena kau Putrinya dendam ku bisa terbalaskan, aku hanya tau bahwa kau Ratu terpilih dari To Fos Tou Fengariou, tapi sungguh keberuntungan yang berlipat ganda bahwa kau adalah Putri yang selalu di sembunyikannya dariku, Vasilissa...”
‘Vasilissa.., dia tahu aku seorang Vasilissa?’
“Sepertinya kau tidak menyimak kata-kataku, Ibumu adalah Vasilissa tentu pasti akan menurun padamu, tapi takdirmu sebagai Vasilissa jauh lebih berat dibandingkan dengannya. Pertemuan yang membawa perpisahan, kebangkitan dari rasa penyesalan, dan kembali untuk bertemu. Beban hidupmu penuh dengan langkah ranjau, seolah kaulah tawanan dunia dan tidak akan pernah bisa merasakan apa itu kebebasan.”
“Vasilissa ? Memangnya apa istimewanya gelar itu, apa rencanamu sebenarnya, kenapa kau begitu membenci Ibuku?”
“Kau tidak tahu? Vasilissa adalah gelar tertinggi dari yang tinggi, terkuat dari yang kuat, dan penguasa dari yang berkuasa. Darah murni yang mengalir di dalam dirimu menyimpan kekuatan tak tertandingi, saat air bening tercampur dengan darahmu air itu akan tetap bening bahkan jauh lebih jernih.”
Ucap katastrofi sembari memainkan helaian rambut Lezzy.
“Rencanaku adalah setelahaku meminum darahmu, aku akan membuat kejadian dua ribu tahun lalu terulang kembali, dimana Lord itu akan membunuh semua rakyatnya sama seperti Ardsekar. Lalu saat itu juga kau akan melihat Dewa alam membunuh Suami tercintamu, dan aku yang akan menguasai Darkness World merubah dunia ini bagaikan lautan neraka, kemudian membunuh Ibumu dan menghancurkan Dunia para Dewa. HAHAHAHA!!!”
“Tidak!! Kau benar-benar monster, apa yang salah dengan Ibuku hingga kau harus melakukan hal sekejam ini?”
“Kau ingin tahu? Dulu dia mengusirku dari dunia Imorrtal dan mengunci setengah dari kekuatan Dewaku. Apa salahku? Aku hanya ingin sebuah keberadaan tapi aku diperlakukan seperti tidak ada oleh seluruh Dewa dan Dewi. Aku membenci mereka hingga kuputuskan untuk membunuh semuanya, dan saat itu juga Ibumu hadir membuatku seperti orang bodoh lalu mengasingkanku!!”
“Ibuku tidak salah! Jika kau menginginkan sebuah keberadaan dengan cinta, bukankah kau harus membuatnya dengan membagi perasaan kesepianmu kepada orang lain? Jika kau membunuh, itu berarti kau sama saja dengan mereka. Kau tahu? Sebagian orang hadir dalam kehidupan kita memberikan kesan cintanya yang membekas tapi menimbulkan sifat cemburu dan kebencian. Hingga mereka semua gila akan sebuah arti keberadaan, lalu perlahan semua yang kau inginkan pergi dalam sekejap dan membutakan hati kecilmu.”
“Apa yang kau tahu ten----"
“Aku tahu!! Aku tahu perasaan bagaimana saat semua orang menjauh, aku tahu bagaimana hidup dengan kesepian, dan aku yang paling tahu saat mereka yang kusayangi pergi dariku!!”
Katastrofi tertegun mendengar pengakuan Lezzy, iris mata birunya memancarkan kesedihan seolah dialah yang paling menderita dibandingkan dengannya.
__ADS_1
“Tapi aku tidak membeci mereka.., Ibuku ingin kau belajar memahami apa yang kurang darimu. Setiap kejadian selalu membuat kita terjaga pada pemahaman baru, sembari menerima bisikan-bisikan kenaifan orang dan kedustaan pada hatinya. Kebencian selalu membunuh tapi cinta tidak akan mati, itulah yang membedakan keduanya. Apa yang diperoleh benci, akan menjadi beban hidup karena ia akan melahirkan kebencian yang baru. Hentikan semua ini kau bisa memulainya dengan cara yang baik, aku yakin di Darkness World maupun Dunia Imorrtal kau bisa diterima dengan baik.”
“AHAHAHAHA!! Sungguh sangat menarik, gelarmu sebagai Alicia Of Wisdom memang cocok untukmu, benar-benar sangat bijak. Tapi!! Pandanganku terahadap mereka tidak akan pernah berubah, aku akan tetap melanjutkan rencanaku!!”
“...........”
“Kenapa, kau takut kesepian? Jangan khawatir, seorang Vasilissa dilahirkan untuk menjadi Ratu dihati para Raja. Setelah Mate mu mati, saat itu juga aku akan mengisi kekosongan Raja dihatimu! Akan sangat mubazir jika Vasilissa sepertimu hanya dijadikan tumbal darahku saja. Aku juga akan meninggalkan kepala Ibu dan Suamimu untuk kau kenang, Hahahaa!!!”
Lezzy diam dengan ketakutan yang menyelimutinya, melihat orang yang ia cintai harus pergi dari sisinya lagi, Tidak! Itu tidak boleh terjadi. Dia harus menghentikan Katastrofi, tapi bagaimana?
Crekk!
Crekk!
Katasrofi memotong rantai yang mengikat kedua pergelangan Lezzy, ia maju dan membelai wajah surinya dengan tatapan penuh kepuasan.
“Yang Mulia, ada yang harus saya sampaikan.” Ucap Harlie yang baru saja datang.
Katasrofi melirik memberi isyarat unuk pergi ke ruangannya, lalu kembali menatap Lezzy.
“Aku akan kembali untuk meminum darahmu sayang.”
“Jangan sentuh aku!”
Katastrofi pergi dan pintu besi itu kembali menutup membuat deritan yang begitu menyeramkan.
Lezzy berjalan berbolak-balik mencoba berfikir bagaimana kelur dari sini dan bertemu dengan Fedrick. Ia harus cepat memberitahu semua rencana pria jahanam itu, sebelum Fedrick benar-benar menjadi gila.
“Luna kau bisa mendengarku? Luna.., Luna!!”
“Argh! Apa sekarang telepati pikiran harus memakai jaringan internet! Seharusnya aku menyuruh Fedrick membuat menara signal disini. Owh.., sekarang aku harus bagaimana?!”
15 menit berlalu dan Lezzy masih berfikir dengan keras mengenai rencananya, tidak adakah petunjuk mengenai hidupnya? Lezzy hampir frustasi.
Lalu tiba-tiba setitik cahaya kecil bersinar dari dalam saku gaunnya, Lezzy mengambil benda bercahaya itu dan ternyata Crystal bunga Lily yang diberikan Recyla bercahaya, mungkin benda inilah yang akan memberikan petunjuk.
“Oky akan kucoba, emm.., wahai Crystal Abadi bisakah kau membantuku untuk keluar dari sini?”
Sring...
Bunga itu menjadi peri kecil berwarna emas terbang dengan bebas mengelilingi tubuh Lezzy, lalu mengeluarkan sihir kecil membuat pintu besi itu hancur bagaikan kepingan serbuk peri.
Lezzy melangkah pelan kepalanya menengok ke kanan dan kiri, lalu berjalan menghendap dan kembali bersembunyi dibalik dinding.
Ia mengintip dengan hati-hati bagaikan pencuri. Lalu terdengar derap langkah kaki diujung lorong gelap, dengan cepat Lezzy dan peri kecil itu bersembunyi dibalik pilar besar, hingga saat sudah tidak terdengar lagi Lezzy kembali menelusuri lorong Castle yang begitu gelap dan sempit.
Entah kenapa penjagaan disana tidak begitu banyak atau mereka.., oh tidak baru saja Lezzy berfikir aman sudah ada empat penjaga berdiri di depan pintu keluar, dengan nekad Lezzy berlari kearah mereka.
“Jangan bergerak dan tetap diam di posisi kalian!!”
Tubuh ke-4 penjaga itu diam kaku seolah merespon titahnya, Lezzy pun nampak terkejut seperinya mereka cukup penurut. Lezzy membuka pintu kayu itu dan tersenyum lega.
Prang!
__ADS_1
Lezzy melihat kebelekang, seorang pelayan wanita telah menangkap basah dirinya.
“Ya-- Yang Mulia, tawanan telah berhasil kabur. Penjaga.., penjaga!!”
Sial! Dasar wanita pengadu.
Celetuk Lezzy lalu Ia melepas sepatu haknya dan membiarkan kaki putihnya menyentuh tanah dingin dan lembab, sembari mengangkat gaunnya ia berlari secepat mungkin memasuki kawasan hutan lebat.
Ia tidak tahu apa sekarang masih siang atau sudah malam, karena saat ini semua terlihat gelap, dan seperti kata Luna udara disini begitu sesak.
“Fedrick..., Fedrick kau mendengarku?”
“Lezzy, kaukah itu?”
Tersambung! Lezzy berhasil menghubungi Fedrick melalui pikiran batin pasangan Mate, oh syukurlah walau di hutan tapi signal disini cukup 4G rupanya, Lezzy bernafas lega.
“Fedrick cepat tolong Aku....”
“Tenanglah Lezzy.., sekarang jelaskan dengan detail apa yang kau lihat dilingkungan sekitarmu?"
“Saat ini aku berada dihutan gelap yang begitu sesak, dan aku juga sedang melarikan diri dari Castile Katastrofi, tapi mereka telah mengetahuinya...., Fedrick cepatlah!”
“Aku pasti akan menyelamatkanmu! Sebisa mungkin teruslah berlari dan jangan sampai tertangkap, aku sudah hampir dekat dan mulai bisa merasakan aromamu.”
“Hm, aku akan berusaha....”
Lezzy terus berlari tanpa berhenti, menerjang hutan suram yang menambah rasa ketakuannya.
“LEZZY! KAU TIDAK BISA LARI DARIKU!!!”
Lezzy berhenti dan menatap kebelakang saat merasakan aura kehadiran Katastrofi hampir mendekat, ia kembali berlari sekuat tenaga.
Dirinya menerobos semak belukar yang mulai menyayat kulitnya memberikan rasa perih yang begitu menyakitkan. Tapi itu sudah tidak ia pedulikan, hingga Lezzy terjatuh berguling menurun hingga tubuhnya berhenti saat menabrak sebuah batu, bajunya kotor penampilannya sangat berantakan, ia merintih sakit pada luka disekujur tubuhnya dan kepalanya terasa pusing.
Lezzy mengerti sekarang, sebagian mimpi buruknya itu adalah gambaran untuk kejadian hari ini, tapi Lezzy tidak mau mengabulkan mimpinya menjadi kenyataan.
Dengan cepat Lezzy kembali bangkit sebelum Katastrofi datang dan menikam jantungnya dengan pedang.
Dengan berlari sambil tertatih Lezzy mencoba untuk tetap kuat melarikan diri, sedikit lagi ia akan bertemu dengan Fedrick karena Lezzy mulai bisa merasakan kehadiran Fedrick.
“Kau mau kemana Lezzy?!”
Tubuh Lezzy menegang ketakutan saa dirasa sebuah tangan kekar menahan pundaknya dari belakang, dengupan jantung Lezzy berpacu dua kali lebih cepat.
Dengan reflek Lezzy memberontak mencoba lepaskan diri.
“Tidak! Lepaskan aku..., Fedrck! Fedrcik tolong aku.”
“Lezzy!”
Tubuh Lezzy langsung ditarik dan kepalanya menghantam dada bidang yang gagah. Sosok itu mendekap Lezzy dengan begitu erat.
“Jangan sentuh aku, Lepaskan!!!”
__ADS_1
--_o0o_--