
.......
..."Jangan terlalu merasa tinggi, hanya karena kau di sambut sebagai Mate Lord."...
... . ...
...--🌷--...
Kegelapan kembali menerpa alam sadar Lezzy. Ia berdiri dengan membawa rasa bingung, rembulan yang bercahaya di tengah kegelapan menjadi satu-satunya arah yang dapat Lezzy tuju.
Keheningan yang tidak begitu menakutkan meski berada di ruang hampa---meyakini Lezzy untuk mengikuti arah rembulan. Dengan langkah penasaran Lezzy berjalan mencoba menggapai cahayanya, akan tetapi entah sejak kapan ilalang ranting pepohonan willow menutupi penglihatan Lezzy.
Lezzy yang tidak memperdulikan perubahan itu hanya terus menerobos hutan pohon willow yang hampir seluruh daun nya menjutai ke dasar tanah selayaknya tirai-tirai alam.
Langkah Lezzy semakin cepat tatkala namanya terpanggil dengan sangat lembut. Secara samar, Lezzy melihat terdapat seseorang berdiri membelakangi bulan, sehingga wajahnya tidak begitu terlihat jelas.
Sosok itu mengulurkan tangan nya, dari suaranya sudah bisa di pastikan dia seorang wanita---tapi siapa?
"Alice ..., temukan 3 buah Crystal yang telah hilang kemudian selamatkan Darkness World. Takdirmu adalah awal untuk perubahan masa depan di seluruh dunia---baik kaum langit ataupun kegelapan. bersama Mate Vasilias mu"
Wanita misterius itu tersenyum, rambut putihnya yang berkibar indah membawa prasaan hangat kepada Lezzy, seakan angin itu mengetuk hatinya untuk merindukan seseorang.
...--o. -🌷- .o--...
Terik surya meneriaki semesta dengan keagungan cahayanya di waktu fajar, beberapa cahaya temaramnya menyelinap masuk dari balik gorden merah yang terus menjadi benteng kokoh kuat, agar wanita pelita di dalam bilik kamar itu masih terlihat nyaman dalam jamuan mimpi suri nya.
Secara perlahan Lezzy membuka kedua matanya, menyambut kembali dunia nyata dan menyadarkan dirinya dari alam mimpi----berbeda? Sudah sangat lama dia tidak bermimpi hal aneh sejak kedatangan nya ke dunia ini.
Padahal aku sedang tidur, tapi rasanya sangat melelahkan.
Lezzy berniat bangkit dari posisi tidurnya, namun sesaat ia merasa ada yang aneh dengan tubuhnya, tiba-tiba saja tubuhnya menjadi berat dan seperti ada yang menahannya. Lezzy diam melihat tangan kekar memeluk tubuhnya, dengan rasa penasaran ia melirik sosok yang tertidur disebelahnya.
"Kyaa-----"
Lezzy yang terkejut dengan reflek mendorong pria yang memeluknya hingga terjatuh dari atas ranjang. Lenguhan kasar terdengar dari pria tersebut, dan mulai bangkit sembari memegang kepalanya yang sempat terbentur.
"Fedrick?" Gumam Lezzy saat menyadari pria tersebut adalah Fedrick. "Oh---Maaf, apa kau baik-baik saja?"
Lezzy buru-buru menghampiri Fedrick sembari memegang kepala Fedrick yang tadi terbentur---memastikan tidak ada luka di dahinya. Sebentar, ada yang aneh. Kenapa dia yang harus terbebani? Kan yang menyelinap masuk ke kamarnya adalah Fedrick.
"Sebentar, apa yang kau lakukan di kamar ku?"
Fedrick menatap Lezzy sembari tersenyum, "Aku sedang tidur."
"Tidur?"
"Apa ada yang salah?"
"Bukankah sudah jelas, karena ini kamar ku. Kenapa juga kau harus tidur di kediaman ku?"
"Karena ini milik ku." Ujarnya singkat.
"Hah? Kau ini semakin hari semakin suka seenaknya ya. Kemari kau, kali ini aku aka-----"
"Putri apa anda sudah bangun----"
Auriel dan Ariel, terkesikap tegang saat memasuki kamar Lezzy. Hal konyol nya mereka salah paham, saat melihat Lezzy memegang kemeja Fedrick yang ternyata tidak terikat. Hasilnya dada bidang Fedrick terlihat dengan jelas---seolah-olah Lezzy sagat bersemangat untuk membuka baju Fedrick.
“Ma--maaf menganggu Putri, kami akan kembali lagi!!” ucap Ariel dan Auriel sembari tersipu malu merasa telah merusak momen asmara tuan nya.
“Tunggu! Kalian salah paham. Ini bu-bukan seperti yang kalian bayangkan."
"Hm?"
"---Em, pokoknya tidak seprti itu. Dan kau Fedrick cepatlah keluar." pinta Lezzy menahan malu.
“Kenapa, apa mungkin kau malu?” Fedrick menggoda Lezzy, sembari memegang tangan nya. "Kau bisa lanjutkan aksi penyerangan mu terhadap ku."
"Janga berkata seprti itu. Nanti mereka bisa salah paham. Sekarang ce-cepatlah keluar dulu Fedrick, setelah itu aku akan membuat perhitungan dengan mu." Bisik Lezzy yang langsung di tanggapi dengan tawa oleh Fedrick, seakan ia menyukai reapon ini.
"Baiklah, jika kau sudah bersiap---segera temuiku di ruang makan."
Fedrick berjalan begitu saja melewati kedua pelayan mermaid itu, seraya memberikan tatapan tajam kepada mereka agar tidak memberi hormat kepadanya dan membungkam mereka mengenai sosoknya, karena Fedrick memutuskan untuk merahasiakan sementara sosoknya. Karena tatapan peringatan tersebut mereka langsung membungkuk dengan ketakutan.
Lezzy melirik kepergian Fedrick kemudian menghampiri kedua pelayan nya. Menurut informasi Styvn, mereka sekarang telah menjadi dayang pribadinya dan melayani semua kebutuhan nya atas izin Lord.
"Ada apa dengan kalian?" Lezzy merasa khawatir ketika melihat mereka menjadi pucat.
"Kami baik-baik saja Putri. Em, apa saya boleh membantu anda melepas piyama anda Putri." Ujar Ariel sedikit gugup mencoba mengalihkan prhatian.
Sesaat Lezzy memandang curiga, namun membiarkan keanehan ini. "Baiklah."
"Kalau begitu saya akan menyiapkan pakaian anda." Uajar Auriel.
__ADS_1
...--o🌷o--...
Lezzy memandang cemberut saat melihat ruang makan ini kosong. Seperti sebelumnya, ketika Fedrick menyuruhnya untuk bertemu di ruang makan---ia kembali tidak ada di sana, apa ini deja vu. Sebenarnya dia berniat mengajak makan atau tidak?
Lihatlah bagaimana ruangan besar ini menjadi sangat hampa dan sangat sunyi karena hanya ada dia, terlebih Lezzy masih belum terbiasa dengan meja makan yang benar-benar sangat panjang dan terlihat memusingkan.
"Sepertinya sarapan anda belum siap. Saya akan coba menanyakannya kepada pelayan dapur, dapatkan anda menunggu sebentar Putri?" Ucap Auriel.
"Tidak apa, kau bisa lebih santai tidak perlu terburu-buru. Dan tolong sajikan secara sederhana seperti biasanya." Lezzy menanggapi Auriel sembari menduduki dirinya ditempat nya seakan ini telah menjadi keseharian nya.
"Tapi ngomong-ngomong, dimana Ariel?"
"Jawab Putri, Kakak sedang di panggil kepala royal istana."
"Kepala royal istana?"
" Benar, beliau adalah pemimpin yang di percaya untuk mengatur istana terlebih pada bagian pelayan istana, Nyonya Heldas Norwigen."
"Hm, aku baru mengetahuinya."
"Benar juga, kalau tidak salah Nyonya Heldas adalah pelayan yang merawat Yang Mulia Lord sedari kecil dan menjadi Ibu baptis untuk beliau-----Tapi kenapa Nyonya tidak menyapa untuk menyambut Tuan Putri ya? "
"Pasti beliau orang yang bijaksana, apa menurutmu aku bisa bertemu dengan nya?"
"Tentu---Aa! Maaf Putri saya akan menjelaskan nya setelah menemui pelayan dapur. Mohon tunggu sebentar."
"Baiklah, pastikan kau tidak berlari." Lezzy tertawa melihat kegelisahan Auriel yang selalu menyalahkan dirinya jika sampai tidak menyelesaikan tugasnya dalam melayaninya.
"Saya akan segera kembali, Tuan Styvn juga sebentar lagi akan datang. Jika ada yang mencoba mengajak anda pergi jangan terlalu mempercayai, karena di sini masih ada beberapa ras yang----"
"Baiklah-baiklah, kau bisa pergi sekarang, jangan khawatir."
Lezzy melambaikan tangan nya ketika Auriel kembali melihatnya dengan cemas, tapi Lezzy tidak ingin membebaninya lebih banyak, jadi Lezzy menunjukkan senyumnya seakan ia baik-baik saja jika di tinggal sendirian.
Setelah Auriel pergi, sekarang hanya tersisa Lezzy di ruang makan tersebut. Dia menghela nafas sejenak, rasanya ia seperti mendapat sebuah keajaiban dan di perlakukan layaknya orang elite yang sangat kaya raya. Pakaian mewah, pelayanan sempurna dan juga kediaman megah.
Tapi daripada itu ia lebih terusik dengan sosok yang jauh lebih sekedar berharga dari sebuah permata. Ia seperti mahkota yang tak dapat di abaikan meski tertimbun di tengah tumpukan debu. Benar, sosok Fedrick terus menjadi pertanyaan Lezzy.
Ia telah memikirkan dan menuai banyak konflik pada pikira nya. Melihat dari sikapnya yang suka seenaknya dan juga sosoknya yang sangat berwibawa, terlalu mencolok hanya untuk di katakan orang biasa. Apa benar seorang pengawal bisa bersikap bebas kepada---sebentar, bukankah aneh jika seorang pengawal biasa dapat berinsteraksi lebih kepada seorang wanita yang merupakan calon Lord.
Lezzy diam mencoba menyusun semua keterdugaan nya mengenai sosok Fedrick. Tapi apakah mungkin?
"Makanan anda telah tiba."
Melihat mata merah marun yang terkesan sangat berbahaya membuat Lezzy sadar, wanita itu tidak menyukai dirinya. Kalau di pikir dia selalu bersama Ariel dan Auriel dan tidak pernah sendirian apalagi berbicara dengan pelayan lain. Dia pasti bukan Pelayan biasa, Wanita itu terlihat arogant.
"Siapa kau?"
Pelayan itu melirik dingin kearah Lezzy "Apa, aku harus menunjukkan formalitas ku, kepada persembahan makanan Lord?"
"Apa?"
"Jangan terlalu merasa tinggi, hanya karena kau di sambut sebagai Mate Lord." Ujarnya menyindir dengan sinis.
Apa dia salah paham mengenai persembahan itu? Untunglah Styvn telah menjelaskan kebenaran nya lebih dulu. Jika saja dia tidak mengetahui nya, ada kemungkinan dirinya ketakutan. Benar, wanita ini sedang menyudutkan nya.
"Aku sedang tidak ingin berdebat dengan mu."
Lezzy tidak mau memulai prtengkaran, dia mencoba mengabaikan sikap sombong pelayan tersebut. Lagipula mereka adalah mahluk yang berbeda dengan manusia, pasti sikap sombong dari ras kegelapan jauh lebih tinggi.
Tapi aneh, kenapa Auriel belum kembali? Dan, kenapa dia yang membawa makanan nya--apa dia datang dengan maksud lain?
"Dasar lamban! cepat makan ini dan pergilah kekedian mu." Wanita itu membuka penutup sajian dan seketika Lezzy berdiri dengan kening yang berkerut menatap jijik dengan makanan nya.
Itu adalah sup basi dengan beberapa tulang sisa makanan yang menyerbak bau tak sedap. "Apa yang kau lakukan? Bagaimana bisa kau menyajikan makanan seprti itu."
Wanita yang berasal dari ras Vampire menyibak rambut panjang kebanggaan nya. "Dengar, kau tidak perlu terkejut seperti itu. Lagipula, ketika kau mati nanti sebagai prsembahan itu akan sama saja, jadi untuk apa menyediakan makanan enak kepada mu."
".................... "
"Aku heran, sejak kembali dari tugas yang di berikan Nyonya Heldas---ada kabar kalau istana Timur milik kediaman Ratu terdahulu, telah di huni oleh Mate Lord. Kau tahu, biasanya aku yang melayani wanita prsembahan itu, tapi tugas itu di oper kepada dua mermaid menyebalkan itu! Mereka terlalu memanjakan mu---apalagi kau hanya seorang Manusia!" Uajrnya dengans angat terang-terangan membenci Lezzy.
Tentu saja baginya ini hanya lelucon. Terlebib dunia Manusia memang di ceritakan sebagai dunia yang sangat pas untuk berburu makanan, hanya saja sejak berdirinya kekaisaran Demon ini pintu dimensi antar dunia pun di tutup, bukankah sangat luarbiasa jika Lord sekarang dapat membuka dimensinya.
Dan juga dia kan seorang Putri bangsawan yang lebih terhormat daripada manusia praembahan itu, jadi menyingkirkan nya tidak masalahkan. Toh Lord juga selama ini tidak begitu perduli dengan para wanita prsembahan. Karena yang akan mengisi kedudukan itu adalah dia, itu sebabnya kenapa dia dengan senang hati mau menjadi pelayan di istana timur ini hingga mendapat kepercayaan dari Heldas---semua karena ia ingin menggoda Lord.
Bagaimana jika aku membuatnya semakin tersudut----pasti sangat menyenangkan.
"Mungkin aku bisa memperkenalkan diriku. Namaku Viona, aku adalah wanitanya Lord. Jangan terkejut karena seluruh penghuni istana ini pun tahu jika aku selau menerima kasih sayang Lord----bahkan melayani beliau disetiap malam."
Lezzy melirik dengan padangan dingin mendengar kalimat menjijikan itu dari mulut seorang jal*ng yang terlalu egois dengan sikapnya, seakan ia adalah Ratu di sini.
"Meski kau menjadi mate pun, kau hanya akan menjadi seorang Selir di kerajaan ini---Hahahaha!! Oh, sungguh, manusia yang malang." lanjutnya masih dengan pandangan merendahkan.
__ADS_1
Lezzy tidak menyukainya, dia akui bawa jika itu benar, bukankah secara logis sosoknya masih sangatlah tidak sebanding denga Lord yang memiliki segalanya. Tapi harga dirinya tidak serendah itu untuk bisa di pandang remeh oleh kaum seperti mereka.
"---Jadi, apa kau pernah melihat Lord?"
"Tentu saja, aku--aku kan kekasihnya."
Lezzy menatap lama Viona, kemudian berjalan mengabaikan wanita itu, ia menutup kembali sajian makanan sampah tersebut. "Hei, apa kau mengabaikan ku?"
Tok, Tok!
"Putri maaf membuat anda menunggu lama." Auriel datang dengan barisan pelayan membawa makanan. "Dan juga sepertinya sarapan pagi ini akan tersajikan penuh karena---Viona?" Auriel terkejut melihat dayang penanggungjwab istana timur telah kembali.
"Auriel, kau semakin berani menatapku secara langsung ya sekarang. Oh, apa karena kau telah menjadi dayang wanita itu?"
"Jaga sopan santun mu di hadapan Tuan Putri."
"Cih, Putri? Dia saja bukan bangsawan, menyedihkan----"
"Siapa yang kau sebut menyedihkan?" Fedrick memasuki ruangan bersama tiga tangan kanan nya--Alberd, Styvn, dan juga Robert.
"Oh, apa kalian dari istana utama Lord?" Sambut Viona dengan sangat berwibawa sembari mengangkat sedikit rok gaun indahnya.
"Siapa kau?" Tanya Fedrick dengan tatapan dingin.
Awalnya Viona terkejut melihat tatapan itu, namun ia mencoba membiasakan diri "Sa--saya adalah Viona Arthropoda, Putri dari Count Arthropoda dari wilayah Vampire. Saat ini saya yang bertanggungjawab atas istana timur."
"Begitu."
Dari sudut pandang Lezzy yang dapat melihat cara Viona memperkenalkan diri kepada Fedrick menyadari sesuatu---bagaimana jika dia memanfaatkan keadaan ini untuk memastikan dugaan nya dan juga ia ingin sekali memberi pelajaran kepada Viona atas hinaan sebelumnya.
"Sepertinya Lady Viona sangat mengerti tugasnya, jika melihat anda ada disini bersama Tuan Putri."
"Iya? Oh, benar saya datang melayani Putri." Ucapnya dengan senyum palsu kepada Robert. Viona melirik kearah Fedrick dengan bingung ----siapa dia?
"Lezzy," Panggil Fedrick dengan ramah sembari menghampirnya. "Ada apa dengan mu?"
Lezzy kembali melihat Fedrick yang telah berdiri sangat dekat dengannya sehingga secara sepontan Lezzy mundur selangkah namun di tahan oleh Fedrick ketika melihatnya hampir terjatuh. "Apa kau masih marah soal yang tadi pagi?"
Mendengar bisikan halus itu membuat Lezzy semakin terbuai dengan sosoknya dan dengan cepat mendorong Fedrick agar menjauh karena disini terlalu banyak mata yang melihat.
"Kau terlalu dekat."
Fedrick tersenyum melihat tingkah lucu Lezzy saat terlihat malu. "Maaf membuatmu menunggu, bagaimana jika kita makan sekarang."
"Sebentar----" Lezzy berjalan mendekati Fedrick. "----Apa boleh jika kita makan bersama dengan Mereka?"
Fedrick mengangkat sebelah alisnya kemudian melirik para bawahan nya. "Tidak masalahkan jika mereka juga bergabung, lagipula kau kan satu rekan dengan mereka." lanjut Lezzy.
Meski ini di luar dugaan nya tapi makan dengan bawahan tidak begitu masalah baginya apalagi jika itu ermintaan Lezzy hanya saja---kenapa dia meminta hal ini. "Tentu"
"Apa Lady Viona boleh juga?"
Semua menatap heran kepada Lezzy yang terlihat punya maksud lain tapi tidak begitu terbaca rencananya. "Lakukanlah jika kau merasa nyaman."
"Terimakasih Fedrick." Lezzy melihat kearah Styvn dan dua wajah baru yang tidak begitu ia kenal. "Terimakasih atas kemurahan hati anda Putri." Ucap Alberd.
Melihat Lezzy begitu mendapat respon baik, Viona justru semakin mengumpat kesal. Lezzy memperhatikan segalanya, dari sejak Fedrick duduk di kursi paling depan tidak ada satupun bawahan nya duduk sebelum Lezzy duduk atau di perintah.
"Kemarilah Lezzy, " Fedrick menepuk pelan kursi kosong di sebelahnya. Lezzy berjalan mendekati Fedrick namun ia kembali berhenti dan memulai penyelidikan nya.
"Oh, Fedrick kau tidak bisa duduk di sana?"
"Maksudmu?"
"Karena Lord tidak ada di sini, tidak ada yang pantas untuk duduk di kursi pemimpin---meski aku tidak begitu paham maner table kekaisaran. Hanya saja, aku berfikir akan lebih baik seseorang yang paling dekat dengan sosok Lord yang memimpin sarapan pagi ini."
Semua saling berpandangan tidak mengerti, tapi mereka juga tidak bisa berkata karena saat ini Lord itu sedang merahasiakan identitasnya, jadi tanpa izin Fedrick tidak ada yang boleh membongkar nya.
"Maaf saya menyela, apa maksud Putri----anda ingin memimpin jamuan pagi ini?"
"Benar juga, Putri kan calon permaisuri-----"
"Bukan untuk ku, karena aku tak sepantas itu."
"Iya?" Alberd terlihat kebingungan. Tapi Lezzy berjalan menghampiri Viona lalu berdiri di belakang Viona dengan maksud tertentu.
"Bukankah kau yang lebih pantas?" bisik Lezzy.
"Apa?"
...--_o•°🌷°•o_--...
...ATTENTION!! ...
__ADS_1
...Mohon janganembaca bab selanjutnya karena sedang dalam tahap REVISI CERITA ...
......Terimakasih......