Queen Of Rulers From Another World

Queen Of Rulers From Another World
•Intructions ; Looking For Answers•


__ADS_3

“Aku harus segera bertanya kepada Olyfia mengenai Carlitos dan sosok Alice. Jika dia tidak mau membuka mulutnya, aku memberi hak kepada kalian untuk melakukan kekerasan!”


ucap Fedrick sembari berjalan menuju jalan gerbang utama.


“Baik Lord.” Ucap Alberd.


Fedrick terus berjalan dengan tampang penguasanya, membuat pelayan dan para penjaga menunduk memberi hormat dengan sedikit ketakutan, karena melihat Lord yang sepertinya nuansa hatinya sedang buruk.


Fedrick hampir sampai gerbang namun, langkahnya terhenti saat melihat sosok yang tengah asik tidur di hamparan rumput sembari membaca beberapa tumpukan buku.


Fedrick berjalan kearahnya dan berdiri tepat di sebelahnya. “Apa yang sedang kau lakukan, Lezzy?”


Lezzy tersentak lalu menyingkirkan buku yang sedang ia baca, agar bisa melihat sosok suara yang begitu ia kenal.


“Fedrick?”


“Kenapa kau tidur di sini?”


“Aku tidak tidur, tapi sedang membaca buku.”


“Buku? Memangnya kau bisa membacanya?”


“Aku sudah mempelajari beberapa tulisan latin dunia ini, kau tahu perpustakaanmu itu sangat pengap akan lebih baik jika membacanya di tama.!”


“Tapi, kalau kau membacanya disini sambil tiduran itu sangat berbahaya untukmu!”


“Hah?”


“Aku tidak mau para penjaga menatap lekuk tubuhmu dengan penuh nafsu!”


"Fedrick, sudah kubilang. jaga tutur bahasamu."

__ADS_1


"Memangnya kenapa? Apa kalian terganggu?" Ke'empat bawahannya tentu tidak mungkin merasa terganggu, karena jika salah bicara mungkin mereka akan di hukum berat oleh Fedrick.


"Lihat tidak ada yang terganggu,kan?"


"Aku jadi ragu dengan rumor tentangmu yang dikabarkan kejam -_- "


"Kau sungguh ingin aku bersikap kejam kepadamu?"


Dengan cepat Lezzy menggelengkan kepalanya. Mengetahui dia bangsa Demon saja Lezzy sudah setengah takut, apalagi dia penguasanya.


"Cepat masuk, di luar anginnya sangat kemcang."


"Tidak mau, baca di taman lebih fresh."


“Kau berani membantahku!” ucap Fedrick sembari menatap tajam membuat hati Lezzy menciut ketakutan.


Fedrick merasa bersalah karena sedikit meninggikan nada bicaranya, kemudian Ia menatap buku yang Lezzy baca.


“Apa aku juga tidak boleh membaca?"


“Aku tidak pernah melarang mu untuk melakukan aktifitas sesukamu di sini.”


“Kau mau kemana Fedrick?”


“Aku akan pergi ke wilayah Fairy.”


“Maksudmu pergi ke Castle Pixifly?”


“Apa sekarang kau takut aku tinggal sendirian? Kau tidak perlu khawatir aku hanya pergi sebentar.”


“Me-memagnya aku merindukanmu?"

__ADS_1


"Kau tidak bisa berbohong Lezzy."


"Lagi-lagi kau membaca pikiranku. Tapi, berhati-hatilah ..."


Fedrick tersenyum saat Lezzy mulai memiliki rasa khawatir kepadanya. Ia mengelus kepala Lezzy dengan sayang, " Apa kau ingin sesuatu untuk kubawakan dari wilayah Fairy?"


Lezzy terlohat tengaj berpikir. Sepertinya tidak ada, kan disini sudah banyak tanaman bunga.


“.........Ikutlah ke Castle Pixifly, disana terdapat jenis tumbuhan yang jauh lebih lengkap dan indah, dari pada disini Alice.....”


Seketika ia ingat dengan ajakan Olyfia untuk pergi kewilayah Fairy, jika di kerajaan Fedrick bunga itu tidak ada, bahkan semua buku mengenai bunga di Darkness World juga tidak ada.


Maka kemungkinan besar bunga itu ada di sana, mengingat kaum Fairy sangat menyukai bunga dan berbagai jenis tanaman, tempat itu harus Lezzy datangi.


Lezzy berjalan mendekati Fedrick, ia angkat sedikit gaun merahnya agar mempermudah jalannya. “Apa kau yakin akan pergi kewilayah Fairy?”


“Hn. Memangnya ada apa?”


"Sebenarnya, ada yang ingin kucari disana."


"Apa itu?"


"Hanya sebuah bunga saja."


"Bunga yang seperti apa? Aku pasti akan mencarikannya."


“Aku ingin melihatnya secara langsung. Em ..., Fedrick bolehkah aku ikut?"


“Tidak!!”


----,o0o,----

__ADS_1



__ADS_2