
“Berhentilah menangis, Aku tidak suka melihatmu menangis.., dimana senyuman manismu, dimana suara tawa bahagiamu. Bukankah Aku sudah bilang....bahwa Aku pasti akan menemuimu kembali Istriku Lezzy...”
Suara bariton itu menghentikan tangisanku, suara itu menghantarkan jawaban kerinduanku kepadanya, kuangkat kepalaku melihat wajah Suamiku, Kekasihku, Mate ku, dan Raja ku.
Dia memakaikan Syal merah kepadaku, menatap lembut dengan pancaran rasa rindu yang sama sepertiku, jemariku bergerak membelai wajahnya membuktikan, bahwa penglihatanku bukanlah sebuah imajinasi.
“Fedrick.......”
Ini bukan mimpi, ini bukan khayalanku, tapi ini sungguh nyata isakanku kian menjadi parau, saa jemariku berhasil menyentuh wajah putih pucat dan dingin, Aku memeluknya dengan sanga erat, bisa kurasakan belaian hanganya kepadaku saat tangan kekar itu menyentuh pucuk kepalaku.
“Jangan pergi, jangan tinggalkan Aku, kenapa Fedrick.....hiks....kenapa kau sungguh lama....hiks”
“Maaf, Aku tidak bermaksud untuk meninggalkanmu, Aku tidak pernah ingin kita berpisa lagi. Tapi Aku membutuhkan waktu lebih untuk membangun kehidupan baru di Darkness World, waktu itu setelah Aku berhasil mengalahkannya, Aku mengalami luka yang cukup parah apalagi racun Gravos terus menyebar di dalam tubuhku......”
“Ah! Aku baru ingat hari iu kau erkena serangan belati Erca, apa sekarang kau baik-baik saja Fedrick?”
“Jangan khawatir, hari itu Luna datang menyelamakanku.., semua telah kembali seperti semula mungkin masih ada beberapa wilayah yang belum membali. Tapi setidaknya Darkness World telah aman, aman untuk membawamu kembali.”
“Kembali....”
“Ya, kembali pulang bersamaku ke Kerajaan rumah tangga kita, Ratuku.”
“Lalu bagaimana dengan mereka, maksudku Mia dan semua yang ada disini?”
“Lezzy, saat kita kembali ke Darkness World mungkin mereka tidak akan mengingatmu, karena sekarang kau bukan bagian dari mereka, tempatmu bukan disini lagi Lezzy....”
“Aku...........”
“Lezzy!”
Aku membalikan badan saat suara yang begiu sangat kukenal, memanggilku dengan nada yang cukup keras, Mia.
Ya Mia berdiri didepan gerbang rumah tengah menatapku, seperinya dia elah membaca sura yang kuinggalkan dirumah saki, Mia berlari lalu memeluk denga sangat erat.
“....Pergilah Lezzy.”
“Mia..”
“Jangan khawairkan kami, jika disana kau bisa lebih bahagia maka Aku sebagai temanmu mendukungnya, Aku telah membaca dan mendengar semuanya.., mungkin masih sedikit kurang percaya dengan hal mitos seperi itu, tapi setelah kulihat kalian, kurasa yang diucapkannya adalah benar....”
“Tapi Mia itu artinya jika Aku kembali, mungkin saja kau idak akan mengingatku dan Aku juga tidak akan pernah bisa kembali ke Bumi...”
“Lezzy.., selama kau disini Aku hanya bisa melihatmu bersedih, kau mendapatkan seseorang yang begitu mengerti dirimu dibanding Aku, kau menemukan kebahagiaanmu di dunia itu, kau telah menemukan jai dirimu. Jika benar Aku akan melupaka semua kenangan tentangmu, maka kau tidak boleh melupakanku, Aku mewakili semua teman sekolah dan semua yang pernah menyakitimu dulu untuk, memina maaf...”
“Mia, Aku tidak mau seperi ini, tapi Aku juga tidak bisa meninggalkannya....”
“Kalau begitu pergilah, wah..rasanya senang sekali, akhirnya kau memiliki tempat yang bisa kau sebut dengan rumah, kau sudah tidak perlu lagi hidup sendiri karena sekarang kau memiliki keluargamu sendiri, ......dan sekarang Aku sudah merasa tenang, bahwa kau sudah memiliki seseorang untuk menjadi tempat sandaranmu, Lezzy kita sudah dewasa suatu saat kita bisa saja saling melupakan karena kesibukan hidup masing-masing.
Lezzy...hiks kau tahu Aku merasa sahabat yang buruk untukmu, saat Aku hanya bisa melihatmu selalu merasa kesepian selama ini, saat Aku hanya bisa diam padahal Aku tahu kau sudah cukup terekan dengan kepergian Ayah dan Ibumu, maaf..”
“Tidak, kau akan selalu menjadi teman terbaikku, terimakasih untuk semuanya....”
“Em...pergilah, dan kau. Jangan pernah membuat Lezzy menangis atau meninggalkannya, Aku akan mengutukmu jika berani melakukannya!”
“Jangan khawatir, Aku akan selalu mejaga dan melindunginya, terimakasih sudah menjaga Lezzy selama di Bumi.”
“Pastikan kau menjaganya!”
Aku terawa kecil lalu berjalan kearah Fedrcik yang sudah membuka pintu portal dimensi, sekali lagi Aku melihat Mia untuk terakhir kalinya, bukan.
Aku yakin ini bukan sebuah perpisahan, karena hidup selalu memberikan kejutan yang tidak terduga dalam setiap permasalahannya.
“Kudoakan kau selalu bahagia Lezzy......”
Aku mengangguk pelan, lalu senyumku pudar saat melihat dua bayangan sedang berdiri di belakang Mia, mereka tersenyum sembari melambaikan tangan kearahku, Ya mereka Ayah dan Ibuku kedua orang tua yang telah merawatku dari bayi hingga akhirhayanya.
Senyuman kebahagian mereka memberikan arti kepadaku, bahwa mereka sudah bisa tenang karena Aku telah menemukan seseorang yang bisa menjagaku.
“Mereka adalah orang-orang yang hebat.....”
Aku meliha Fedrick yang sedang ersenyum menatap lurus kedepan, sepertinya Fedrick bisa meliha bayangan Orang tuaku, perlahan Aku tersenyum.
Hem, Fedrick benar semua Orang tuaku dan teman-emaku adalah orang-orang yang sangat hebat.
__ADS_1
Fedrick menundukan kepalanya sedikit memberi hormat kepada mending Ayah dan Ibu, mereka tersenyum lalu meghilang bagaikan butiran kilauan berlian.
“Mia, jaga dirimu baik-baik...”
“Kalian juga, Bye Lezzy..”
Aku menggenggam tangan Fedrcik, lalu kami berdua memasuki portal dimensi dengan senyum bahagia.
Namun portal dimensi ini berbeda dengan dimensi yang pernah kulewati waktu dulu, melainkan tempat ini persis seperti di mimpiku 12 tahun lalu.
Ya kami berdiri diatas air, kulihat kota Sydney tempat tinggalku di Bumi tenggelam dibawah air, saat Aku melihat ke langit pemandangannya masih sama, ada beberapa ikan berenang diudara, aurora melayang bebas dengan warna lembutnya.
“Fedrick, ini....”
“Lezzy, mimpi yang dulu kau alami selama sepuluh tahun adalah dimensi yang kubuat sendiri, agar Aku bisa melihat dan berkomunikasi denganmu, dimensi ini adalah perbatasan anara Bumi dengan Darkness World. Tapi tidak bisa menjadi perbatasan antara kau dan Aku...”
"Kau tahu, selama sepuluh tahun suaramu itu selalu membuatku penasaran, dan satu lagi saat kau ingin membawaku ke Darkness World, kau benar-benar membuat Aku hampir mati karena ketakuan dengan wujudmu itu!”
“Hahaha, bukankah kau sendiri yang bilang, ingin Aku menunjukan diri..”
“Aku memang bilang seperti itu, tapi kau tikdak perlu menunjukan diri dengan sosok yang menyeramkan, ah! Apa sekarang kau juga akan menggores wajahku lalu, kau akan bilang Manis...”
“Hahahaha. Ya, kau sangat manis...”
“Dasar...”
“Lezzy, Aku ingin tahu siapa Pria itu?”
“Pria?”
“Ya, Pria yang ingin merebutmu dariku....”
“Hem......., ah! Maksudmu Dr. Ziyo?”
“Jangan sebut namanya, selama 20 tahun kau melupakanku dan hidup senang bersamanya, apa hubunganmu dengannya?”
“jika kubilang dia kekasihku, bagaimana?”
“Fedrick, Dr. Ziyo dan Aku hanya teman kerja saja....”
“Cih, Aku tidak perduli siapapun yang berani menyentuhmu selain Aku, pasti akan kuakhiri hidupnya..”
“Tidak bisakah kau tidak menggunakan kekerasan Fedrick?”
“Tidak.”
“Dasar menyebalkan."
Fedrick melingkarkan kedua tangan kekarnya di pinggangku, mengecup lembut keningku dengan perasaan sayang, mata merahnya yang menaatp rindu menghipnotisku dalam sekali kedipan mata.
“Aku merindukanmu, Ratuku. rasanya sakit saa kutahu kau melupakanku, Aku hampir kehilangan kesabaranku saat kubayangkan kau akan hidup bahagia bersama Pria itu, tapi Aku senang bahwa Aku masih ada di dalam hatimu Lezzy.”
“Kau akan selalu menjadi Lord di hatiku..”
“Aku makhluk yang paling bahagia karena bisa memilikimu, Aku juga bangga denganmu Lezzy, kau dapat mengabulkan impianmu sebagai seorang Dokter...menolong mereka dengan kebaikan tanpa memandang derajat mereka, peristiwa kematian orang tuamu mendorong tekadmu, untuk menolong mereka agar tidak senasip denganmu..”
“Terimakasih unuk semua yang elah kau berikan kepadaku, Fedrick.”
Perlahan bisa kurasakan air dibawah kami mulai menelan dengan perlahan, seolah ingin menenggelamkan kami.
“Pejamkan matamu....”
Aku menuruti perintah Fedrick, memejamkan kedua mata Savierku sembari bersandar di dada bidang hangatnya, menghirup lembut aroma bunga Gracelia yang begitu sangat kurindukan.
Lalu sedetik kemudian bisa kurasakan hembusan angin menyambutku dengan hangat, perlahan kubuka kedua mataku.
Aku melepaskan diri dari dekapan Fedrick, melangkah dengan perlahan berjalan lurus, Aku menghirup udara segar ini lagi, Aku melihat tempat menakjubkan ini lagi, dan Aku kembali bertemu dengan mereka yang selalu membahayakan diri, hanya unuk melindungi kami.
Kulihat Olyfia dan seluruh kaum Fairy terbang mengelilingiku, membiarkan serbuk perinya merubah penampilanku, pakaian kerjaku berubah menjadi gaun berwarna salem ke emasan dengan ukiran indah berwarna merah, rambut hitamku terias beberapa jenis bunga mawar kecil.
Aku melirik Fedrick yang sudah mengenakan pakaian kebesarannya sebaga Raja penguasa, kedua tngannya yang tersembunyi dibelakang badannya, perlahan menunjukan diri menampilkan sebuah mahkota yang sudah lama tidak kukenakan, ya mahkotaku sebagai seorang Queen Alicia.
__ADS_1
Fedrick memakaikannya diatas kepalaku, memberikan gelar Queen Of Wisdom kepadaku kembali. Ariel dan Auriel kedua pelayan kembar tersayangku memberikan bingkisan bucket bunga kepadaku, srmbari tersenum lembut.
“Lord, Queen..., semua telah menunggu kehadiran anda Yang Mulia.”
Alberd bertekuk lutut dihadapan kami, Styvn membukakan pintu kerajaan seolah mereka telah merencanakan penyambutanku kembali.
Fedrick menuntun jalanku, Aku tersenyum sembari tangan kananku memeluk lengan kiri Fedrick, kami memasuki Kerajaan dengan penuh kebahagiaan.
Seiap langkah kami, satu demi satu para pelayan dan penjaga yang berdiri di lorong Castle utama, membukuk memberi hormat.
Hingga suara derian dari engsel pintu mengalihkan penglihatanku, kulihat Briant tengah berdiri di depan pintu Aula Singgasana, dia membukuk sediki lalu berjalan mundur.
Aku dan Fedrick melangkah menelusuri karpet merah bagaikan permadani, menuju dua bangku takh-takh penguasa Darkness World.
Kulihat Wilson menundukan kepalanya kepada kami, sepertinya Briant menjadikannya sebagai Raja Vampire menggantikan Kristof, Harlie juga sama dia telah menjadi Raja di kum Merrmeid.
Kejadian peperangan waktu itu telah merubah kami semua, untuk bisa memahami apa itu kedudukan.
Aku menarik nafas dalam-dalam, lalu perlahan menaiki tiap anak tangga, yang menyusun bagikan tingkatan permasalahan beban yang ditanggung seorang penguasa.
TAP!
Aku mengerti, Aku telah menemukan jawabannya. Takdir yang berkata ‘Kebangkitan dari rasa Penyesalan’, ya Aku pernah menyesali diriku sebagai Vasilissa, Aku pernah menyesali diriku sebagai seorang Ratu terpilih, dan Aku pernah menyesali untuk hidup sebagai seorang yang mereka padang sempurnah sebagai Ratu Vasilissa.
TAP!
Tapi justru penyesalan itu memberikan pengajaran arti dari sebuah kebangkitan, menjadi Ratu penguasa Vasilissa diseluruh jagat raya, kebangkitan yang menyadarkanku bahwa pertikaian yang terjadi adalah konflik nasehat untuk seorang penguasa, agar dia memahami setuap perbedaan pada rakyatnya.
TAP!
Lalu taksdir yang selalu berkata ‘Pertemuan yang membawa Perpisahan’, pertemuanku dengannya, Mate ku. Tidak pernah berjalan dengan lembut, pertemua pertama kami yang menjadi perpisahan selama 210 tahun hanya untuk awal perkenalan.
Pertemuan kedua kami yang menghubungkan hati yang tidak tersampaikan, memilin benang merah yang begitu rentan dengan kerapuhan, hingga menuntut kami kembali berpisah selama 20 tahun.
TAP!
Bahwa kami masih harus mengkaji kembali apa yang ingin takdir sampaikan, apa isi pesan yang tersira dalam perpisahan yang selalu menjadi benteng antara Aku dengan Fedrick, perpisahan agar kami bisa menjadi seorang penguasa sempurna dengan memahami setiap konfliknya, dengan bijaksana bukan dengan sebuah dendam.
TAP!
Dan takdir yang berkata ‘Kembali untuk bertemu’.
Tepat pada posisi teringgi, Aku dan Fedrcik berdiri diatas takh-takh untuk ‘kembali’ menjadi penguasa, yang kami sebuat dengan memimpin Kerajaan.
Lalu kami menatap mereka untuk ‘bertemu’ dengan seluruh makhluk Darkness World, yang kami sebut dengan Rakyat dibawah perlindungan kami.
Aku Pricilia Lezzy Crownsiamoer dan Fedrick William Lorddark’s, kami telah mengerti untuk semuanya, berkorban untuk melindungi mereka sebagai Lord atau pun Queen, dan membiarkan kematian sendiri yang akan melepaskan mahkota akh-takh kami, sebagai penguasa Darkness World.
“Kami memberi hormat kepada, Yang Mulia Lord Fedrick.”
“Kami memberi hormat kepada, Yang Mulia Queen Alicia.”
Kami menundukan kepala melihat seluruh rakyat, bertekuk lutut dengan kepala yang menatap keatas, seorang pemimpin harus selalu melihat kebawah agar bisa mengerti setiap masalah rakyatnya, barulah kedamaian akan ada.
Tapi bila seorang pemimpin menatap keangkuhan seolah menantang dunia, dia hanya bisa melihat sebuah peperangan, karena hanya di medan perang mereka harus mengangkat kepalanya, berlomba menjadi terkuat dari yang kuat dan akan berakhir dengan kematian penyesalan.
“Ini hadiahku untuk hari ulang tahunmu Lezzy, kau suka?”
“Ya, Aku suka dan sangat bahagia, semua doaku untuk hari ulang tahunku telah mereka kabulkan, dengan mempertemukan dan mengembalikanmu kepadaku, Fedrick.”
“I Love you, My Queen.”
“Yes My Lord, I Love you to..”
Fedrick memelukku kemudian menciumku dengan lembut dan kembali melihat seluruh rakyatnya, dia maupun Aku sendiri sangat bahagia, karena kami telah melewati seluruh masalah konflik dengan bijaksana, seperi To iliako Fos dan To Fos To Fengariou inginkan.
-Sebagai Vasilias & Vasilissa Darkness World-
--_o0o_--
Eit, masih ada Epilog ya....
__ADS_1
yuk scroll lagi atau geser kekanan😘.