
Fedrick berbaring disebelah Lezzy, beralas woll tebal dan lembut berada di bawah pohon Pinus yang sedikit rindang.
Meski banyak pohon yang mati dan tanah tandus, masih bisa Fedrick rasakan sihir alam walau sangat lemah.
Setelah memutuskan membawa Lezzy ke hutan Pinus tidak sedetik pun ia melangkah pergi dari sana.
Ia genggam kuat tangan Lezzy, kondisi tubuhnya sudah lebih baik dari sebelumnya, lima hari telah berlalu dan Lezzy masih setia tertidur belum ada tanda-tanda akan bangun.
Sebenarnya sejak hari ke tiga Fedrick sudah sangat murka karena Lezzy belum bangun juga dan hampir menyapu rata wilayah Fairy, untungnya Alberd dan Briant mencoba menenangkan Lord.
Dan hari ini Lezzy masih tertidur, hanya pohon Pinus ini yang masih kokoh dari pohon yang lain, setiap hari Olyfia, Lisza maupun Alberd dan Briant datang melihat kondisi sang calon Ratu.
Beberapa peri masih merasa sedih karena Putri Lezzy yang ceria belum kunjung terbangun.
Tapi mereka tahu hanya ada satu orang yang paling menderita dan itu adalah Lord, wajah cemas tak pernah hilang dari dirinya.
Briant yang melihat itu merasa bersalah, tapi Lord tidak mengungkit mengenai hukuman, dan itu yang paling ia takuti saat Lord tidak berbicara ataupun marah kepadanya.
“Bangunlah Lezzy, apa mimpimu begitu sangat indah hingga kau melupakanku? Aku tidak pernah pergi dari sisimu, cukup Lezzy jangan terus pejamkan matamu, aku merindukanmu...”
ucap Fedrick dengan nada penuh lirih.
Keadaan malam sunyi menyelimuti hutan itu, tidak ada hembusan angin yang membuat pohon menari, tidak ada bunga yang menghiasi alam, rumput hijau telah gugur membiarkan tanah tidak layak ditumbuhi tumbuhan.
Hanya rembulan yang menjadi teman saat ini, Alberd dan Briant sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi.
Olyfia yang selalu bertolak belakang dengan pemikiran Fedrick kini merasakan perasaan yang sama.
__ADS_1
“Mohon ampun Lord, saya tidak bermaksud mengatur anda tapi sebaiknya anda beristirahat Lord.” ucap Alberd.
“Tuan Alberd benar, saya akan menggantikan anda untuk berjaga.” Ucap Olyfia.
Tidak ada tanggapan dari Fedrick, dirinya masih diam menatap sang pujaan hati berharap ada sebuah keajaiban.
Olyfian dan Alberd saling bertatapan lalu munundukan diri dan melangkah sedikit agak jauh.
Tring...
Tring...
Tring...
Terdengar suara bell yang begitu melengking, membuat mereka yang ada disana menerawang penglihatan dan pendengaran.
Bunyi bell itu terus terdengar membuat Fedrick berdiri dan menatap sekelilingnya, hingga mereka semua menatap seekor Rusa berwarna silver Putih.
Rusa itu berjalan kearah mereka, dikuti dengan munculnya burung dan kupu-kupu kecil yang bercahaya berwarna biru.
Angin berhembus lembut membawa kesejukan dimalam sunyi, kunang-kunang mulai berterbangan disekitaran hutan.
Kemudian Rusa itu mendekat kearah Lezzy yang masih tertidur, Fedrick berjalan mencoba menghalangi Rusa itu, namun Olyfia menahannya.
“Berhenti Lord, Rusa itu tidak bermaksud jahat dia adalah Soul Of Life milik Dewi Selini Thea. Aku yakin seorang Ibu tidak akan mengabaikan Putrinya, kumohon percayalah Yang Mulia.” Ucap Olyfia.
“Soul Of life?”
__ADS_1
“Soul Of Life yang berarti Jiwa Kehidupan. Biasanya digunakan para Dewa-Dewi untuk mengamati Dunia bawah, tanpa harus turun tangan langsung, mungkin saja kehadiran Rusa itu akan membuat Putri Lezzy terbangun.”
Fedrick merasakan bahwa Rusa itu seolah berkata semua akan baik-baik saja saat mata Rusa menatap kearahnya, lalu kembali berjalan dan berbaring disebelah Lezzy sembari mengelus lembut pipi Lezzy dengan hidungnya, seolah ia memberikan ciuman sayang.
Bulan membulat dengan sempurna menerangi hutan dengan cahaya biru dan ungu muda, burung dan kupu-kupu mengelilingi tubuh Lezzy lalu terdengar nyanyian hutan oleh para Peri penjaga Alam yang disebut Fairyse.
Peri yang telah tertidur selama berabad-abad dan akan bangun bila sosok Ratu penguasa telah hadir.
Lalu Lezzy mulai terbangun dari tidurnya, ada yang berbeda dari Lezzy matanya jauh lebih tajam dan sangat biru, bibir ranumnya sangat merah seperti buah cery.
Rambutnya berubah menjadi sangat hitam Pipinya semakin cuby, bahkan dikeningnya terdapat tanda bulan sabit.
Pohon pinus yang sedikit layu itu mulai melebatkan daunnya, beberapa tumbuhan menjalar tumbuh dengan bunga Lily putih seiring Lezzy semakin terbangun.
Hembusan angin semakin kencang dengan lembut, para Peri Fairyse terbang disekeliling Lezzy.
Fedrick dan semua yang ada disana menatap tidak percaya, Lezzy terbangun dan merubah segala penampilannya.
Dirinya yang dulu memang sudah cantik, tapi penampilannya kini jauh lebih cantik dan berwibawa.
Olyfia terbang lebih dekat mencoba mencerna apa yang terjadi dengan Alice.
Malam sudah hampir menjelang pagi namun bintang dilangit masih setia menyaksikan keajaiban ini.
Lezzy melangkahkan kakinya, dan satu pijakan langkahnya menumbuhi tanah tandus dengan kehidupan tanaman baru dengan cahaya biru bagaikan kunang-kunang, para Fairyse tetap terbang mengelilingi tubuh Lezzy.
"Ku perintahkan, hidupkan kembali seluruh wilayah!"
__ADS_1
--_o0o_--