Queen Of Rulers From Another World

Queen Of Rulers From Another World
•Problem ; You're a Lord ?!•


__ADS_3

Gaun putih panjang dengan paduan berwarna biru langit diujung rok yang sedikit menerawang, membalut lembut ditubuh porselin Lezzy.


Belum lagi beberapa mutiara dan hiasan bunga lady rose berwarna putih, menghias dirambut Lezzy yang tergerai lepas.


Gaunnya yang menutupi setiap langkah kakinya, mulai menyapu lantai dengan penuh keanggunan, bahkan gaun itu hanya menutupi sampai dada saja, membuat pundak dan punggung Lezzy terekspos dengan begitu indah.


Tidak jarang pelayan dan pengawal yang membungkuk memberi hormat kepada Lezzy, sesekali mencuri perhatian menatap kecantikan dan keanggunannya.


Lezzy berjalan menelusuri lorong-lorong kerajaan bagian utama. Ini pertamakalinya ia datang ke sini, karena selama ini ia hanya menelusuri kerajaan bagian barat saja.


Dan tiba-tiba saja Ariel dan Auriel menuntun jalan ke Castle utama.


Sebenarnya ia lelah belum lagi gaun ini begitu menyulitkan langkahnya, ia sering memohon untuk tidak menggunakan gaun, tapi Ariel tetap bersikeras untuk menolak dan selalu menyiapkan gaun dengan berbagai jenis.


“Sebenarnya ada apa dengan Castle utama? Apa akan ada acara?”


“Bukan acara besar, hanya anda akan sarapan pagi Putri.”


Ucap Auriel sembari tersenyum.


Lezzy masih diam, ia bingung kenapa harus kediaman utama jika selama ini ia selalu makan diaula barat.


Memangnya ada apa disana, enatahlah lebih baik ia menuruti saja.


"Kita sudah sampai Putri.”


Lezzy menatap pintu besar berwarna hitam dengan corak merah dibingkai pintu, sebenarnya orang seperti apa Lord ini?


Hingga memiliki kediaman yang sangat besar dan indah.


Pintu itu terbuka dengan sangat lebar, perlahan Lezzy melangkah maju. Matanya menerawang pada setiap sudut dilangit-langit ruangan ini, walau dari luar terkesan menyeramkan tapi dari dalam begitu sangat berbeda.


Setiap sudut terdapat bunga Lily dan Gracelia, bahkan aroma ruangan ini begitu persis dengan aroma pria itu.


Entah kenapa hanya dengan mencium aroma ini membuatnya merindukan sosok itu, hingga mata Savirenya menangkap sosok yang baru saja terlintas dibenaknya.


Fedrick tengah duduk disalah satu kursi yang mengitari meja makan. Mata merahnya yang selalu tajam dan dingin berubah menjadi hangat, belum lagi ia sedang tersenyum yang semakin menambah ketampanan pada wajah karismanya.


Tentu hal itu membuat Lezzy sedikit bersemu merah, tapi wajah kagum Lezzy seketika hilang saat mengingat kejadian tadi pagi, hingga membuatnya membalikan tubuhnya dan berniat meninggalkan ruangan.


“Kau masih marah?”


Suara baritone Fedrick berhasil membuat langkah Lezzy terhenti. Mendengar itu Lezzy menatap tajam kearah Fedrick tanpa melangkah dari posisinya, Terlihat Fedrick menghela napas.


“Lezzy, itu bukan masalah yang harus diperpanjang.”


“Kau bilang apa? Dengar Fedrick itu sudah termasuk kejahatan dan pelecehan, di duniaku kau bisa dipenjara seumur hidup atau bahkan kematian! Kau juga menyelinap ke kamar wanita dengan diam-diam dan tidur disebelahnya, sifatmu itu seperti Iblis!!”


ucap Lezzy sembari berjalan menuju meja makan.


“Aku sudah memberikan pejelasannya kepadamu, dan sayangnya kau saat ini sedang berada di Darkness World bukan di Bumi jadi peraturan di sini adalah yang paling mutlak.”


“Apa hal itu kalian anggap lumrah, tanpa ada penyesalan?!”


“Tentu saja! Kau tidak perlu khawatir tidak ada yang terjadi semalam, Aku hanya memandangimu semalaman.”


Ucap Fedrick dengan senyuman khasnya.


“Ka-- kau menyebalkan!”


ucap Lezzy sedikit menahan malunya, sedangkan Fedrick tersenyum senang.


“Jadi, apa kau bisa duduk dan sarapan bersamaku?”


Dengan cepat Lezzy duduk di depan Fedrick, entah kenapa ia bisa kalah berdebat hanya dengan kata-kata itu, perasaan marahnya seketika hilang setelah melihat senyuman Fedrick yang memang sangat menawan.


Lezzy menatap semua makanan yang begitu banyak, dan yang paling membuatnya terkagum adalah semua makanan yang tersaji adalah makanan kesukaannya di Bumi.


Tunggu, kenapa semua makanan ini bisa ada disini? Apa mereka juga makan seperti di Bumi, sepertinya tidak.


Selama di sini ia tidak pernah makan-makanan seperti di Bumi, apa semua ini Fedrick yang melakukannya?


Lezzy menatap Fedrick yang sedang tersenyum,. seperti mengetahui benak Lezzy, Fedrick tertawa kecil melihat wajah kebingungan Lezzy.


“Apa kau yang melakukannya?”

__ADS_1


“Kenapa? Kau mulai kagum denganku?”


Lezzy mentap jijik mendengar pengakuan Fedrick yang menurutnya dia sangat anarkis.


“Berhenti menatapku seperti itu, akui saja jika aku memang mempesona.”


“Menjijikan, kau itu seperti kakek-kakek yang sangat percaya diri mengenai tampangmu yang oke, padahal kau itu hanya pria tua!!”


Trank!!


Mendengar suara garpu yang dipegang Fedrick terjatuh membuat Lezzy terkejut. Ia melihat Fedrick yang sedang menatapnya juga, membuat Lezzy menaikan sebelah alisnya.


Ada apa dengannya, apa ada yang salah dengan kata-kata Lezzy?


“Aa-- apa aku terlihat setua itu?”


“Hah?”


“Aku tanya, apa wajahku terlihat sangat tua?”


Lezzy menatap heran dengan sikap Fedrick yang menurutnya aneh, memang Lezzy akui Fedrick itu tampan dan wajahnya itu seperti pria berusia 25 tahun walau usia sebenarnya sangat terlampau jauh.


Seketika Lezzy menatap geli, setelah mencerna kata-kata Fedrick barusan.


“Pruft! Ahahahahahahaha.................”


Lezzy tertawa keras hingga menggema keseluruh ruangan, membuat semua yang ada diruangan menatap heran.


“Kenapa kau tertawa?”


“Kau, kau benar-benar membuat lelucon yang sangat lucu Fedrick, hahaha...”


“Aku sedang serius Lezzy, dan berhentilah tertawa!”


“Baiklah, dengar Fedrick kau itu sudah hidup selama 972 tahun, dan kau baru sadar mengenai tampangmu yang sudah antik itu! hahaha...”


“Apa! Jadi aku memang terlihat tua?”


“Sudah kuduga harusnya kau segera dimuseumkan, ahahaha......”


“Akan apa? Memangnya kau mau apammm..”


Cup!


Seketika Fedrick sudah berada disebelah Lezzy.


Kecupan singkat yang diberikan Fedrick sukses membuat Lezzy diam. Ia masih mencerna serangan tiba-tiba itu dan dengan cepat mendorong tubuh Fedrick menjauh darinya, terlihat seringai kemenangan di wajah Fedrick.


“Aa-- apa yang kau lakukan, Fedrick!!”


“Menciummu agar kau diam.”


“Kau--, aku benar-benar ingin membunuhmu Fedrick!”


“Nona Lezzy!!”


 


Terdengar dengan begitu jelas, suara yang sangat melengking ditelinga Lezzy.


Ia menatap wanita paru baya dengan pakaian seorang pelayan, sepertinya dia adalah kepala pelayan disini.


Wanita itu melangkah maju dengan anggun, ia menatap tajam kepada Lezzy membuat Lezzy sedikit gugup.


“Nona, meski kau adalah calon Permaisuri di sini, tapi setidaknya bersikaplah dengan sopan kepada Yang Mulia Lord.”


Ucapnya membuat Lezzy tersentak.


“Lo-- Lord, siapa yang kau maksud?”


“Sungguh tidak sopan! Saat ini Yang Mulia sedang berdiri dihadapan anda, dan Nona tidak mengetahuinya?”


Lezzy diam, Ia mencerna kata-kata pelayan barusan dan setelah mengerti maksud dari pembicaraan, Lezzy menoleh pelan kearah Fedrick yang kini sedang menatapnya dengan tatapan ragu.


“Lezzy.....”

__ADS_1


“Fedrick kau..., apa kau seorang Lord?”


“Mengenai itu.......”


“Jawab aku Fedrick!”


“Nona Lezzy, panggil beliau dengan sebutan Lord anda sang---”


“DIAM!!”


Teriak Fedrick memerintah dengan mutlak kepada pelayan paru baya itu. Bukan seperti ini yang dia inginkan, meski tahu cepat atau lambat Lezzy akan mengetahuinya.


Tapi ia tidak mau membuat Lezzy takut terhadapnya.


Mendengar suara bentakan Fedrick membuat Lezzy menegang, tubuhnya merespon rasa takutnya entah kenapa meski kata-kata itu bukan untuknya, tapi seolah ada mantra tersendiri yang membuatnya ikut diam.


Aura kebesaran yang dikeluarkan Fedrick begitu mencekat, Lezzy takut inikah sosok Lord dan kenapa Fedrick menyembunyikannya?


Lezzy masih bingung semua yang dikatakannnya begitu mengejutkan, bisa Lezzy rasakan dadanya sedikit sesak.


Ketakutan, kebingungan, cemas, semua menjadi satu.


Degupan jantungnya begitu cepat berdetak. Lezzy jadi ingat semua sikap kurang sopannya, dan ia menjadi semakin ingat kata-kata Ariel waktu itu mengenai sikap Lord disini.


“Lezzy, kau baik-baik sa---”


“Jangan sentuh aku!”


Lezzy menepis tangan Fedrick saat ia hendak memegang pundak Lezzy, entah kenapa dadanya semakin sesak.


“Lezzy Aku----”


“Ma-- maafkan saya Yang...Mulia Lord, saya-- sayaa........”


"Tunggu Lezzy !!"


Tidak tahu harus berbicara apa, dengan cepat Lezzy berlari keluar ruangan, membuat semua yang ada di sana menatap Lezzy.


Ariel dan Auriel yang melihat itu ikut menyusul Putri mereka, sedangkan Fedrick diam bisa ia rasakan dadanya berdenyut sakit saat melihat wajah ketakutan Lezzy.


Apa sekarang dia telah membencinya?


Fedrick berharap itu tidak terjadi, karena dirinya tidak berniat menakuti Lezzy.


“Beraninya kau membentak Ratuku seperti itu, Heldas!!”


ucap Fedrick menatap tajam kearah pelayan wanita parubaya itu.


“Ampun Lord, tapi bukankah Nona bersikap tidak sopan terhadap anda? Semua yang bersikap seperti itu harus diberi hukuman-----”


“Beraninya kau berkata seperti itu! Biarku pertegas kepada kalian semua, tidak ada yang boleh memperlakukan Ratuku seperti kaum rendahan. Lezzy adalah milikku! Semua kaum yang berani menghina ataupun melukainya walau hanya sehelai rambut saja, maka akan aku pastikan kalian menemui ajal yang begitu sangat menyakitkan!!”


ucap Fedrick dengan penuh penekanan.


Mata merahnya mulai berkilat, aura kebesarannya mulai mencekat ruangan membuat semua pelayan, penjaga dan bahkan Alberd, Styvn, Briant yang sedari tadi sudah berdiri dibelakang Fedrick. Mereka merasakan hawa penguasa tertinggi, yang menuntut mereka semua untuk tunduk dan patuh pada setiap titahnya.


Padahal baru sesat yang lalu mereka kagum melihat Lord bicara santai bahkan sampai tersenyum.


Tapi hanya karena melihat Putri Lezzy pergi menjauh atau ketakutan sukses membuat sang Lord marah besar, bagaimana jika sampai membuatnya terluka. Oh tidak, cukup hanya dengan membayangkannya saja itu sudah membuat mereka merinding.


"Kau harus menghormatinya, panggil dia Putri bukan Nona, jangan samakan dia dengan para wanita murahan diluar sana!!"


"Ya--Yang Mulia......."


“Lain kali pikirkan dulu siapa yang sedang kau ajak bicara Heldas, jangan kira aku sudah melupakan kejadian dulu, pergi dan jangan tunjukan dirimu dihadapanku!!!”


Mendengar itu sukses membuat tubuh Heldas gemetar ketakutan.


 


--_o0o_--


 


__ADS_1


__ADS_2