Queen Of Rulers From Another World

Queen Of Rulers From Another World
•Lost ; Rose Forest•


__ADS_3

“Yang Mulia Lord, Putri Lezzy telah menghilang!”


ucap Briant yang datang dengan tergesah-gesah.


 


“Apa! Bagaimana Lezzy bisa hilang? Bukankah kau ada disisinya Briant?!”


“Ampun Lord. Beberapa jam yang lalu, Putri memutuskan untuk beristirahat saya melihat sendiri Putri tengah tertidur pulas, dan saya berjaga di depan pintu. Lalu saya mendengar suara dari kamar Putri, dan saat saya membuka pintu dirinya sudah tidak ada Lord.”


 


Briant bertekuk lutut, dirinya merasa bersalah karena tidak bisa diandalkan dalam menjaga Putri Lezzy.


 


“Lezzy.., aku tidak mau tahu cari dia sampai ketemu. Bila aku mendapatkannya dalam keadaan luka, kau harus bertanggung jawab dengan kecerobohanmu Briant!!!”


“Saya siap menerima hukuman itu Lord, dan saya jamin Putri akan kembali tanpa ada luka sedikit pun.”


 


Alberd dan Briant langsung menghilang mencari keberadaan Lezzy, Olyfia terduduk dengan lemas setelah mendengar kabar itu, ada rasa penyesalan karena dirinya tidak bisa melindungi Alice.


Sedangkan Fedrick berjalan keluar Castle dengan begitu marah, rahangnya mengeras baru saja ia mengetahui kebenarannya dan kini ia kehilangan Lezzy.


“Mau kubantu mencarinya My Lord?”


Suara itu terdengar dengan jelas dipendengaran Fedrick, suara yang menjadi pelindungnya sebagai Lord atau bisa disebut sang To iliako Fos yang sebenarnya.


Selama hidupnya Fedrick sering berkomunikasi, tapi suara itu tidak pernah terdengar lagi semenjak 210 tahun yang lalu, Fedrick kira sosok lain yang ada ditubuhnya telah pergi.


 


“Aku kira kau sudah mati, Alexa.”


 


“Jika aku mati maka kau juga akan mati, Lord.”


“Baiklah, dimana Lezzy?”


“Aku merasakan aromanya, dia ada di taman Labirin.”


“Taman Labirin? Apa yang dia lakukan?”


“Sebaiknya kita cepat, Lord.”


“Tunggu aku Lezzy..”


Dengan cepat Fedrick melesat pergi dengan kecepatan angin.


-o0o-


*Tiga Jam yang lalu.


~sebelum Lezzy dikabarkan hilang.


 


Lezzy bangun dari pura-pura tidurnya, ia berjalan mondar-mondir sudah tidak ada waktu jika ia harus pergi ke taman mawar itu besok.


 


Bisa saja Fedrick melarangnya dan akan menariknya untuk kembali ke Kerajaan Lucifer yang membosankan.


 


Ia juga tidak bisa keluar karena Briant sedang berjaga di depan pintu, bagaimana ini haruskah Lezzy menyerah?


 


Tapi mimpi mengenai mawar itu membuatnya penasaran walau diakhir mimpi sangat menyeramkan. Tapi jika ia menyelinap keluar, dia takut Fedrick khawatir dan marah lagian ia tidak tahu dimana itu Labirin Rose Forest.


“Alice...”


“Suara ini..., kau sebenarnya siapa?”

__ADS_1


“Kau akan tahu sebentar lagi, sebelum itu mau kubantu pergi kesana?”


“Kemana?”


“Labirin Rose Forest, apa yang kau cari ada disana Alice...”


“Maksudmu Mawar hitam itu?”


“Ya Alice..”


“Emm....”


 


“Putri, anda baik-baik saja, apa Putri butuh sesuatu?”


 


Lezzy tersentak dengan suara Briant, mungkinkah ia berbicara terlalu keras? Lezzy melihat pintu kamarnya sedang berderit menandakan akan segera terbuka.


“Ayo Alice tentukan, aku tidak punya waktu banyak...”


“Ba-- baiklah, aku ikut!”


Seketika cahaya kecil berwarna hijau keemasan muncul lagi seperti waktu itu, cahaya itu mengelilingi tubuh Lezzy membuatnya sedikit menyipitkan mata tatkala cahaya itu semakin bersinar terang, angin berhembus kencang menggemuruh seluruh ruangan dengan begitu kencang lalu menghilang dengan cepat.


.


.


.


 


Lezzy membuka matanya dengan perlahan, lalu menerawang lingkungan sekitarnya yang sangat gelap.


 


Ia melihat dinding berliku yang tebuat dari semak belukar seperti labirin, disetiap labirin terdapat bunga mawar berwarna-warni, Lezzy mencoba mencari jalan keluar tapi dirinya hanya menemukan jalan buntu.


"Lewat sini Alice...”


“Sudah satu jam aku tersesat, dan kau baru muncul?!”


“Maafkan saya Alice....”


“Tapi, kau menunjukan jalannya bagaimana? Aku tidak bisa melihatmu dan hanya bisa mendengarmu?”


“Kalau begitu ikuti Kupu-kupu itu Alice..”


Lezzy melihat kupu-kupu kecil dan bercahaya terbang lurus menunjukan jalan yang ingin Lezzy datangi.


Hampir 30 menit Lezzy berjalan mengikuti kupu-kupu itu dan masih memutari taman labirin, sebenarnya seberapa luas labirin ini?


Hingga Lezzy melihat pohon besar rindang dengan setengah bunga mawar mearah tapi setengahnya telah hancur akibat serangan satu minggu lalu.


 


Kupu-kupu itu menuntun Lezzy untuk memasuki lorong kecil yang ada di dalam batang pohon, Lezzy sedikit ragu karena lorong itu sangat gelap.


 


Tapi suara misterius itu terus berkata semua akan baik-baik saja, dengan nekat Lezzy berjalan masuk walau sedikit takut dan mereka sampai disebuah telaga kecil, Lezzy tidak menyangka di dalam pohon besar ini terdapat telaga kecil.


Kupu-kupu itu memutari bunga mawar yang ada di atas telaga lalu hinggap di mawar merah, Lezzy sedikit bingung bukankah yang diainginkan adalah mawar hitam? Kenapa yang ini berwarna merah.


“Sentuh bunga itu Alice....”


“Kau tahu, yang aku cari bukan bunga mawar merah!”


“Aku tahu, jika kau menginginkannya kau harus menyentuhnya...”


 


Lezzy menuruti apa kata suara *itu* katakan, saat jemari lentiknya menyentuh kelopak bunga itu.


 

__ADS_1


Lezzy merintih perih dan mengalir darah dari jari Lezzy, hanya satu gores luka mampu membut Lezzy mengeluarkan darah yang cukup deras hingga darah itu menetes di atas kelopak mawar.


 


Lezzy sedikit panik dengan lukanya namun kepanikan itu hilang, saat bunga mawar itu sedikit demi sedikit kelopaknya berubah menjadi hitam dan mengkristal dengan indah, Lezzy terkejut dengan perubahan bunga itu dan sepertinya usahanya tidak sia-sia.


 


Namun saat Lezzy berusaha mendekat bunga itu mulai menjatuhkan kelopak mawar Crystal dan hancur menjadi berkeping-keping.


“Oh tidak, apa yang terjadi kena...., Akh!”


Lezzy mencengkram kuat kerah gaun tidurnya saat dirasa dadanya berdenyut sakit, kepalanya menjadi pusing lalu keseimbangannya hilang, dan terhuyung kebelakang.


Saat itu juga tangan kekar menahan tubuh Lezzy, Lezzy melihat sosok yang menangkubnya dalam pelukan sosok itu.


“Fe-- Fedrick.....”


Lalu kedua matanya tertutup membiarkan kegelapan menyapanya.


"Kau benar-benar gadis yang merepotkan, tidak bisakah kau menuruti kata kataku Lezzy? setiap hari kau selalu membuatku khawatir !!"


Fedrick yang melihat Lezzy pingsan sedikit panik saat melihat luka pada jari Lezzy hingga berdarah, lalu dengan cepat ia membawa Lezzy keluar dari sana.


Dan seketika dirinya sudah ada di salam Castle Pixifly.


 


Olyfia dan kedua tangan kanan Fedrick terkejut, saat Lord membawa Putri Lezzy yang tidak sadarkan diri. Dengan pelan Fedrick meletakan Lezzy diatas kasur ruang kamarnya, Fedrick terus menggengam tangan Lezzy yang semakin dingin.


 


“Apa yang terjadi Lord?” tanya Olyfia.


“Aku menemukan Lezzy di taman Labirin, saat aku melihat Lezzy pingsan dengan cepat Lezzy kubawa kemari. Tapi tubuhnya menjadi dingin aku juga tidak tahu apa yang terjadi, sepertinya Lezzy tidak di culik ada sesuatu yang membawanya kesana...”


Olyfia menyentuh kening Lezzy lalu terbang mundur dengan tatapan khawatir.


 


“Ini gawat, energi kehidupannya semakin hilang, aliran nafasnya menjadi lemah, kita harus segera menyelamatkannya.”


“Alberd, Briant kita kembali.”


“Tidak Lord, itu akan semakin berbahaya untuk Alice, tidak ada waktu untuk membawanya kesana.”


“Lalu aku harus melihatnya merenggang nyawa, kau ingin mempermainkanku Olyfia?!”


“Hutan Pinus, Putri Lezzy harus dibawa kesana Lord, huta Pinus menyimpan sihir alam. Itu akan membantu mengembalikan energi kehidupan Alice Lord...”


“Tidak! Tempat itu terlalu bebahaya, hutan itu juga menjadi serangan Carlitos dan membuat beberapa pohon rusak dan tumbang. Lezzy akan dalam bahaya bila ada disana, bagaimana jika ada pohon yang rentan dan jatuh mengenainya?"


“Ampun Lord, tapi di sana masih ada beberapa pohon yang masih berdiri dengan baik, sebagian hutan itu tidak terlalu parah Lord..”


“Aku tetap tidak akan membawa Lezzy kesana!”


 


Olyfia, Lisza dan Alberd, Briant saling berpandangan, jika Lord sudah berkata mereka tidak bisa membantah.


Tapi kondisi Lezzy semakin memburuk, hanya hutan itu tempat paling cepat dalam memulihkan energi kehidupan.


“Sebaiknya Yang Mulia mengikuti saran Olyfia, hilangkan sedikit rasa egoismu Lord. Anda membawa Queen ke Lucifer Kingdom tidak akan membantu kondisinya, walau hutan itu telah rusak tapi sihir alam masih menyelimuti daerah itu Lord, sebaiknya anda segera membawanya kesana sebelumYang Mulia menyesal!”


 


“Baiklah! Tapi jika kondisinya semakin memburuk, kau lihat saja aku akan meratakan seluruh wilayah Pixifly!”


 


Dengan cepat Fedrick membawa Lezzy menuju hutan Pinus, Olyfia tersentak dengan pernyataan Lord.


Tapi ia yakin Dewi Selini Thea dan To Fos Tou Fengariou akan melindungi Putri Lezzy, Alberd dan Briant menyusul Lord begitu juga dengan Olyfia dan Lisza.


--_o0o_--


__ADS_1


__ADS_2