Queen Of Rulers From Another World

Queen Of Rulers From Another World
•The King Of Rulers !!•


__ADS_3

*Kerajaan Lucifer


Aula Singgasana Lord.


~Hari dimana Lezzy hilang.


Fedrick duduk di kursi singgasananya, dirinya benar-benar sangat marah.


Setelah Lezzy pergi dari ruang makan. Ia mendapat kabar dari Ariel dan Auriel bahwa Lezzy hilang saat berlari ketaman, dan seketika tubuh Lezzy terselimuti kabut hitam.


Saat Ariel mencoba memasuki kabut, dirinya seperti disengat listrik dan sukses membuatnya jatuh tidak sadarkan diri.


Sudah menjelang sore dan dirinya masih belum mendapatkan kabar mengenai keberadaan Lezzy.


Mungkinkah Carlitos telah menculiknya?


Fedrick benar-benar terlihat kacau. Ia juga sudah berusaha mendeteksi keberadaan Lezzy tapi tidak bisa terhubung, sepertinya ada sebuah sihir yang membatasinya untuk mencari keberadaannya.


“Aa--ampun Lord, kami sudah mencari Putri keseluruh wilayah tapi kami ti-- tidak bisa menemukannya." Ucap perajurit yang melapor mengenai pencarian Lezzy.


Fedrick mengepalkan tangannya, dirinya benar-benar sudah tidak bisa terkontrol.


Ia menatap tajam kesemua perajurit dihadapannya.


Melihat itu semua prajurit menunduk ketakutan, dan berdoa berharap bahwa Lordnya akan memberi mereka kesempatan hidup.


“Pergi! Cari Lezzy sampai ketemu!!” bentak Fedrick.


Mendengar itu dengan cepat mereka pergi dan kembali melanjutkan pencarian. Tidak lama masuklah 6 orang menghadap Fedrick.


Fedrick menatap benci kepada mereka semua, karena lima orang adalah para Tetua Darkness World dan satu lagi wanita paru baya yang menjadi faktor permasalahan.


“Sudah kubilang untuk pergi dan jangan tunjukan wujud mu di hadapanku, Heldas!!”


“Ampun Lord, tapi kami datang untuk mengatakan sesuatu kepada anda, mengenai Putri Lezzy.” Ucap Tetua Gresh.


“Katakan.”


“Yang Mulia Lord, saya harap anda mempertimbangkan kembali mengenai Putri Lezzy sebagai Queen anda. Dia hanyalah Manusia biasa dan sangatlah lemah, bahkan dia menghilang setelah berprilaku kurang sopan kepada anda, mohon pertimbangkan lagi Lord.” Ucap Tetua Gresh.


“Benar Lord, anda adalah seorang Lord dengan kekuatan besar tentu Putri Lezzy tidak layak dengan anda. Jika anda ingin yang lebih cantik bukankah ada kaum lain, Putri Lezzy hanya akan menjadi beban untuk anda Lord.” Ucap Heldas.


“Saya setuju dengan apa yang dikatannya, Gresh dan Heldas. Lord, Putri Lezzy sangat tidak layak menjadi Istri dan Queen penguasa tertinggi, saya juga yakin bahwa Putri Lezzy bukanlah pasangan Mate anda Lord. Seperti apa yang diramalkan.” Ucap Tetua Jems.


“Langsung intinya!"


“Ka--kami menolak kehadiran Putri Lezzy sebagai pasangan anda Lord.” Ucap Gresh.

__ADS_1


“Kalian mau mengaturku?!!”


"Lord, bukankah sejak generasi. Calon Ratu selalu di tentukan oleh kami?".


" Justru karena diatur oleh kalian, makanya tidak ada Ratu yang menyandang rembulan. Satu hal lagi, saat ini akulah Lord nya jika kalian ingin mengatur----hadapilah aku terlebih dahulu!"


“Lalu apakah Lord tidak tahu, bahwa keberadaan Putri Lezzy akan menjadi beban di Darkness Wo----”


"GRESH !!" Fedrick membentak dengan suaranya yang lantang. Satu hal yang paling di larang disini, jangan pernah menghina Lezzy! "Apa aku memintamu untuj berpendapat?! Beraninya kau menghinanya di hadapanku. Kenapa berbelit sekali hanya untuk minta di bunuh!"


"Lo-lord. Mohon ampun, hamba hanya memberikan anda nasihat sebelum anda menye----"


"Kepar*t sepertimu memberikanku nasihat?! jangan membuat lelucon. Kalian semua benar-benar brengs*k! Disaat aku tengah kehilangan Lezzy, kalian malah menghasut ku untuk melepaskannya? KALIAN CARI MATI DENGANKU?!"


"Yang Mulia, sa--saya mohon anda harus melepaskan Pu----"


Zreb!!


Seketika darah segar keluar dari mulut Tetua Gresh, Kendric benci mendengar kalimat terakhirnya, jadi ia putuskan untuk menusuk jantung Gresh menggunakan tangannya sendiri----yang terdapat sihir pembunuh.


Melihat itu para Tetua dan Haldes langsung merinding, tatapan yang dikeluarkan Lord begitu menyeramkan. Sudah cukup! Fedrick benar-benar murka saat mereka menghina dan menolak keberadaan Lezzy.


“Kuharap keluarga kalian masih ada dirumah." Mendengar tuturan Kaisar, mereka bersua menjadi yakin dengan arti kalimat tersebut, yang berarti 'Kalian ganggu, maka seluruh kepala di keluarga kalian akan Mati!


" Tidak! "


Tetua Jems menjatuhkan dirinya dengan memohon merendahkan diri, untuk mendapat belas kasih dari Lord Demon. Ia memejamkan matanya menahan rasa takut yang teramat sangat menyeramkan.


Ke-4 Tetua dan Haldes bergidik ngeri, bahkan kepada Tetua sekalipun Lord tidak akan segan-segan membunuh mereka yang menentangnya.


“Aa-- ampun Lord, mohon anda ti-tidak menyeret keluarga hamba." Ucap Tetua Jems memohon belah kasih.


“Biarku beri tahu! Aku tidak butuh kalian untuk mengurusi kehidupanku, aku yang memimpin sebagai Lord, dan aku yang berkuasa disini. Sekali lagi aku dengar kalian berulah, aku benar-benar akan membantai habis Castle menara sihir kalian!! Sekarang pergilah dari sini dan bantu para prajurit mencari keberadaan Ratu ku!"


Ke-4 Tetua itu langsung mengangguk, dengan penuh ketakutan. Mereka tidak akan berani melanjutkan kata-kata mereka, bisa keluar dari jeratan Lord itu sudah hal yang patut disyukuri jika masih sayang dengan nyawa.


Sejak dulu mereka tahu dari semua generasi Lord, hanya Fedrick lah yang paling kuat. Bisa dikatakan saat masa ia berkuasa jauh lebih baik dari pada Lord terdahulu.


“Dan kau Heldas, kesabaran ku telah habis! Mari kita bertemu secara pribadi diruang bawah tanah!”


Heldas mengerti maksud perkataan Lord nya. Ia langsung bertekuk lutut memohon ampun untuk nyawanya, dirinya berjanji tidak akan mencoba menganggu Putri Lezzy. Tapi saat Fedrick berkata maka itu akan terlaksana.


“Styvn! Bawa wanita tua ini ke penjara bawah tanah, aku sendiri yang akan menentukan kehidupannya!” ucap Fedrick dengan senyuman penuh ke sinisan.


“Tidak! Lord mohon ampuni saya...., Lord!!”


Heldas berusaha memberontak saat dibawa Styvn. Tapi dirinya tidak lah cukup kuat untuk bisa lepas dari cengkraman Styvn, sedangkan ke-4 Tetua itu masih bertekuk lutut. Hawa kegelapan masih menyelimuti ruangan membuat suasana begitu tegang.

__ADS_1


“Kenapa kalian masih disini? CEPAT PERGI!"


Dengan cepat mereka undur diri dan segera pergi dari sana. Fedrick masih menatap tajam kepergian mereka, hingga pandangannya teralihkan saat Alberd dan Briant datang sembari membawa seorang pelayan wanita.


“Kami menghadap Yang Mulia Lord.” Ucap Briant dan Alberd bersamaan.


“Lord, pelayan ini adalah mata-mata Carlitos yang membuat kabut untuk melakukan sihir portal, agar putri Lezzy bisa dikirim ketempat lain.” Ucap Briant sembari mendorong kuat pelayan itu hingga terjatuh dihadapan Lord.


“Kau kirim kemana Ratuku!!”


“Sa-- saya tidak ta-- tahu Lord. Sepertinya portal itu tidak mem-- membawawa Putri Lezzy kemarkas Carlitos....” ucapnya penuh dengan nada ketakutan.


Plak!!


“Akh! A-- ampun Lord....”


“Beraninya kau ingin menculik Ratuku, katakan dimana markas itu!!”


“Sa-- saya sungguh tidak tahu Lord. Saya hanya diberi kertas berisi mantra untuk membuat kabut portal itu, mohon ampuni saya Lord....”


Fedrick menggenggam kuat leher pelayan itu dengan tangannya, hilanganya Lezzy benar-benar membuatnya hampir gila.


Jika dia tahu kalau Lezzy ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa atau terluka, bisa dipastikan bahwa Fedrick akan menghancurkan Lucifer Kingdom dan sekitarannya.


Fedrick mengangkat tubuh pelayan itu. Matanya kembali menyala merah tubuhnya terselimuti api hitam yang sangat panas, tanda kebangsawanan sebagai seorang Lord terukir dikeningnya berwarna mereh sepekat darah, kuku-kukunya meruncing tajam.


Pelayan itu menatap takut dan berusaha memberontak dari cengkraman Lord. Ini kah penampilan sosok Lord yang sebenarnya, sangat mengerikan dirinya terlihat seperti monster yang haus akan darah. Api itu menjalar ke seluruh tubuh pelayan itu membuatnya berteriak penuh kesakitan.


“Arghh!! Am-- ampun Lo--AKH!!”


“Kau tak layak hidup di duniaku, maka MATILAH!!”


Crash!


Crash!!


Fedrick membunuh pelayan itu dengan keji, hingga membuat tangan dan bajunya ternodai dengan darah. Fedrick adalah sosok Lord yang menghukum seseorang tanpa pandang bulu, laki-laki, perempuan, tua ataupun muda.


Jika mereka memang menentangnya maka akan lebih baik dibunuh saja, dari pada menjadi hama di dunianya.


“Buang jasadnya, atau bahkan gantung dia di kota utama, agar menjadi peringatan kepada seluruh kaum untuk tidak mencoba memberontak!!”


Kemudian Fedrick berjalan keluar ruangan. Sedangkan Alberd dan Briant yang menjadi saksi bisu kekejian Lord, hanya bisa mengangguk menuruti semua titahnya.


Inilah balasan yang akan mereka dapatkan jika berani melawan Lord.


--_o0o_--

__ADS_1



__ADS_2