Queen Of Rulers From Another World

Queen Of Rulers From Another World
•Protect Or Fight Over !•


__ADS_3

“Aku seorang Raja penguasa, berdiri diatas tahta. Tapi aku tidak dapat bersinggah di tahta hatimu, bila takdir tidak dapat memberikanmu kepadaku hari ini. Maka, biarkan cinta yang mempertemukan kita dikehidupan esok.”


-Fedrick William Lorddark’s.


~*o0o*~


Katastrofi menahan semua serangan Fedrcik bahkan sesekali ia menyerang Kristof ditengah pertarungan mereka.


Fedrick kian bersemangat, untuk pertama kalinya ada seseorang yang mampu menandingi kekuatannya, Katastrofi. Ya hanya dia yang Fedrcik anggap sebagai lawan tapi untuk Kristof, hanya dengan menjentik jari pun Fedrick mampu melemparnya hingga menabrak pohon.


Entah karena Kristof lemah atau memang Fedrick dan Katasrofi sudah terlanjur kuat, kedua penguasa keji itu menatap Kristof dengan menyindir.


Kristof terasa dihina ia mengeluarkan sihir ampuhnya hingga mampu membuat Fedrick maupun Katastrofi mundur kebelakang.


Fedrick mengaktifkan mata Dark Blood nya, lalu mengeluarkan bola api hitam bersiap membakar habis mereka.


“Lezzy kau tidak layak hidup! Semua salahmu maka matilah Vasilissa !!!”


Fedrick mendengar suara Erca yang begitu menyita perhatian, ia menatap kebelakang melihat Lezzy tengah dalam berbahaya. Sedikit lagi hanya berjarak satu meter lagi Erca bisa menghunus pisau itu ke jantung Lezzy.


"Lezzy."


CRASHH !


JLEB!!


Darah segar mengalir dari tubuhnya, pisau yang tepat menancap dan menusuk dengan sangat dalam. Semua diam melihat aksi nekad Erca yang begitu sangat cepat.


"Tidak!!”


“Yang Mulia!”


Lezzy diam dengan tubuh bergetar, wajahnya pucat deru nafasnya seakan terputus-putus keringat bercampur cipratan darah mengalir dari pelipisnya.


“Fed-- Fedrick, hiks...”


“Syukurlah kau baik-baik saja, Lezzy.”


Lezzy terisak sakit dipelukan Fedrick, menyadari bahwa belati itu tidak mengenainya melainkan Fedrick.


Sedangkan Fedrcik semakin mengeratkan pelukannya, ia tidak perduli dengan rasa sakit yang hampir menggores setengah jiwanya.


Pikirannya penuh dengan Lezzy. Fedrick tidak berhenti mengucap kata syukur, dirinya masih sempat menyelamatkan Lezzy itu sudah cukup untuknya, jika saja tadi dia tidak bergerak cepat entah bagaimana dia akan melanjutkan hidupnya nanti.


“Hiks.., Fedrick. Ki-- kita harus mengo----”


“Tenanglah, aku bukan pria yang lemah. Luka ini akan segera sem--, uhuk..uhuk!”


“Fedrick.”


Lezzy sedikit histeris melihat darah keluar dari mulut Fedrcik, wajahnya begitu sangat tersiksa.


Briant menatap dengan sangat cemas, sebelumnya Fedrick sudah terluka parah akibat menerima beban luka dari Lezzy, dan kini bisa dikatakan kondisi Fedrcik lah yang paling buruk, belum lagi tercium aroma racun dari belati Erca.

__ADS_1


GREB!


“Racun apa yang kau taru dibelati itu, Elinna!!’


Styvn memanas, dia mencengkram leher sang Adik dengan tatapan marah. Erca tertawa geli mendengar dirinya masih dipanggil dengan sebutan Elinna oleh Styvn.


“Elinna, ka-- kau masih menganggapku Adikmu Styvn? Menjijikan. Hahaha!”


“Katakan!!”


“Aku melumuri pisau itu dengan racun Gravos, karena hanya racun itu yang mampu meremukan tulang dalam pada seseorang bermental kuat. Sedikit mneyesal bukan Vasilissa itu yang mati, tapi sebuah keberuntungan jika Lord mati dengan begitu rencana Yang Mulia Katastrofi akan berja----"


GREKK


“Kau bukan lagi bagian Lawier, aku benar-benar malu pernah menerimamu sebagai Adik ku Elinna, bukan. Aku ingin kau mati Erca!”


“Akh! Le-- lepas, apa yang kau la...., arghh!”


Styvn membunuh Erca dengan pedang ditangannya, ia tidak perlu lagi berbelas kasih. meski jika benar Erca Adik kandungnya, siapa pun yang berani melukai dan menentang Lord harus dibunuh.


Harlie merasa tidak terima tapi dia juga tidak bisa bergerak, karena ditahan Briant yang juga sudah membuncah marah.


Sret!


Fedrick menarik belati itu dengan menahan rasa sakit yang begitu berat, tapi dia tidak ingin Istrinya khawatir dengan cepat Fedrick berusaha kembali pada sikap normalnya.


Lezzy sedikit memapah Fedrick, bisa dirasa tubuh Lezzy sudah gemetar saat tangan mungilnya mencengkram lengan Fedrick.


“Kau masih bertahan, Lord ?” tanya Katastrofi dengan nada menyindir.


Racun Gravos sedikit demi sediki akan membakar organ dalam lalu mencengkram kuat jantung korbannya.


“Jaga kata-katamu, kau kira aku selemah itu? apa pun jenis racunnya itu tidak akan menghambatku!”


“Ahaha.., dari semua kaum bangsa Demon hanya kau lah yang kuakui. Kuharap kau tidak membuatku kecewa seperti Ardsekar!”


“Aku memang tidak akan mengecewakanmu, tunggu dan lihatlah bagaimana aku mencopot keluar jantungmu! Karena aku ingin membunuhmu bukan karena Lezzy saja, itu juga untuk apa yang kau lakukan kepada Ibuku.”


“Cih. Maksudmu Ratu Vexana? Mau kuberitahu, bahwa rasa darah Ibumu cukup menghiburku. AHAHAHA!!”


“Kau---"


“Hentikan Fedrcik! Kau masih terluka, jangan terpancing dengan kata-katanya.”


“Tidak! Aku tidak akan membiarkannya hidup, karena dia lah pembunuh Ibuku!!”


“Tidak, Fedrcik berhenti! Fedrick..!!”


Fedrcik tidak memperdulikan suara Lezzy, dia tetap berjalan untuk kembali melanjutkan pertarungan.


Kristof mengambil pedang dan menyerang mereka dengan sangat liar, akan sangat lama untuk menggunakan sihir. Lagi pula semakin banyak sihir yang digunakan itu hanya akan mengurangi energi Manna nya.


Jadi mereka bertiga saling menyerang dengan kehebatan pedang dan tangan kosong saja.

__ADS_1


Katastrofi mengeluarkan pedang andalannya dan terus menyerang Fedrcik dan Kristof. beberapa pohon mejadi korban kegaduhan yang mereka buat.


Fedrcik menggunakan kuku tajamnya untuk mencakar Carlitos dan mengambil pedang agar pertarungan menjadi seimbang, Fedrick mengandalkan pergerakannya yang cepat untuk menguntungkan dirinya.


Hingga Katastrofi menggerakan pedangnya dengan huruf silang membuat tanah berguncang, Fedrick berhasil menghindar namun malah terpojok kepohon besar.


Pergerkannya semakin melambat efek racun itu mulai bekerja, Kristof datang dari arah samping mencoba menebas kepala Fedrcik.


Melihat itu Fedrick menahan tangan Katastrofi dan Kristof, berpijak pada pohon berputar dengan tepat lalu menendang mereka berdua hingga terlempar dengan begitu keras.


BOOM!


Crash


Diseiring larinya, Fedrcik gunakan untuk mencabik Carlitos dan kaum Vampire, tubuh prajurit itu dibuat senjata unuk menyerang Kristof.


Sesekali Fedrcik mendengar suara teriakan Lezzy namun Ia sudah tidak perduli lagi, membunuh mereka jauh lebih penting sekarang.


Bukannya tidak perduli tapi sekali ini saja Fedrcik menutup telinganya dan menghiraukan keinginan sang Istri.


“Styvn, Briant kumohon hentikan mereka!”


Mereka berdua pun tidak menggubsir perintah sang Ratu dan masih asik bertarung dengan Wilson serta Harlie.


Lezzy menggeram kesal apa semua harus delewati dengan perang dan berhenti bila salah satu diantaranya mati.


“Luna, apa kau tidak bisa menghentikan mereka?”


“Alice akan sangat bahaya jika aku keluar lagi, energi kehidupanmu tidak lah cukup.”


“Kumohon berhenti! Jangan bertarung lagi, Fedrcik!”


Suara lembut Lezzy bagaikan angin lalu yang tidak digapai oleh dedaunan pohon, semua sibuk dengan ke egoisan dan dendam.


Pertarungan begitu banyak menyita waktu, langit mengklabu mulai berubah menjadi kelam, cahaya rembulan menerobos awan-awan hitam memberikan penerangan dimalam dingin yang gelap gulita.


Suara ria semangat terdengar dengan begitu jelas dipendengaran Lezzy, udara dingin begitu terasa menusuk ditubuhnya, darah yang menjadi pedoman warna hutan terlukis jelas dimatanya.


Isakan tangisannya begitu sunyi untuk mereka dengar, suaranya begitu parau dan tersiksa untuk dijelaskan. Lezzy benci dengan dirinya bahkan saat ini dia hanya bisa menjadi penonton, menunggu melihat mereka tumbang bagaikan pohon tak berakar.


“Hentikan...hentikan, siapa saja kumohon hentikan mereka, hiks aku-- aku tidak perduli lagi dengan hidupku. Aku sungguh menyesal, kumohon hentikan mereka......”


Percuma, masih belum ada yang berhenti. Fedrick kembali menggila Ia membantai habis tubuh Carlitos dengan sadis, Katastrofi menggerakkan pedang hitamnya membuat beberapa anak buahnya ikut tertebas saat Fedrick dan Kristof berhasil menghindar.


“Hentikan!”


“AKU BILANG HENTIKAN!!”


Semua berhenti bagaikan sebuah perintah mutlak, tidak ada yang bisa bergerak dari posisi mereka.


Fedrick menatap Istrinya namun melihat dengan bingung dengan wujudnya yang begitu berbeda.


“Lezzy?”

__ADS_1


--_o0o_--



__ADS_2