
“Lepaskan Yang Mula Ratu, King Kristof atau aku akan mem----"
CRASHH..!!
Auriel kehilangan keseimbangannya, punggungnya berdenyut sangat perih serasa memotong tulang belakangnya.
Auriel jatuh ketanah lalu ia melihat kebelakang dan menatap terkejut begitu juga dengan Lezzy.
Elinna menebas Auriel menggunakan pedangnya, membuat goresan fatal yang berujung dengan luka mematikan pada titik lemah kaum Merrmaid, wajah polos dan lugu telah hilang dari kejelitaanya dan berubah menjadi penuh kelicikan dan sinis. Mata ungunya menatap dengan sangat tajam ulasan senyum penuh kepuasan tertarik dengan sangat lebar dibibirnya.
“Elinna kau seorang pengkhianat!!”
ucap Auriel disetengah kesadarannya.
“Elinna? Bukan, tapi yang benar adalah Wisteria Erca. Hahaha."
Ucapnya sinis dengan nada yang begitu bahagia, seolah puas dengan semua rencana kebohongannya.
Lezzy diam tatapannya menjadi kosong, ia melihat raut wajah kesakitan Auriel lalu berlari menghampirinya. Tubuh Lezzy bergetar melihat darah mengalir dan mewarnai beberapa bunga menjadi merah darah.
“Elinna! Bukan jika kau bukan Elinna, lalu dimana dirinya yang selama ini kukenal?”
“Kau terlalu naif Lezzy! Tidak ada yang namanya Elinna, selama ini aku menyamar dan memanfaatkan keluarga Lawier untuk bisa mendapatkan informasi mengenai Kerajaan Lucifer Kingdom. Yah kuakui Tuan Styvn sosok Kakak yang sangat pengertian, tapi dia dan keluarganya hanyalah umpan untukku.”
“Umpan? Beraninya kau !!”
Plak!!
“Memangnya kau siapa hingga berani mempermainkan kehidupan seseorang!”
Plak!!
“Apa salah mereka, hingga kau hanya menjadikannya sebagai umpanmu?!”
Plak!!
“Mereka sudah menganggapmu sebagai keluarganya sendiri, dan kau hanya memanfaatkannya, menjijikan !!”
Plak!!
Lezzy terus menampar Erca, tatapannya menjadi tajam matanya begitu pekat. Ia tidak suka dengan ucapan Erca seolah keluarga hanyalah sebuah kata yang mudah di mainkan sesuka hati.
Tapi tidak untuk Lezzy, selama hidupnya ia selalu iri dengan kehidupan lengkap sebuah keluarga.
Dia iri dengan kebersamaan, dia iri dengan kasih sayang orang tua yang selalu mereka dapatkan, dan dia iri dengan usapan lembut seorang Ibu dan Ayah.
Sudah cukup Lezzy benar-benar marah perasaannya seakan berada dibawah alam sadarnya.
“Beraninya kau menamparku, dasar wanita hina!!”
PAK!!
Lezzy menahan tangan Erca saat ia ingin menamparnya, ia cengkram kuat tangan Erca membuat Erca merintih sedikit kesakitan. Aura yang dikeluarkan Lezzy benar-benar sangat menakutkan.
“Siapa yang kau panggil dengan sebutan wanita hina, aku?”
__ADS_1
PLAK!
PLAK!!
PLAK!!!
Tamparan beruntun yang begitu kuat meninggalkan bekas merah pada kedua pipi Erca. Erca berdecak kesal dirinya seperti diperlakukan dengan begitu rendah.
Dengan sekuat tenaga Erca menggerakan pedang yang ada ditangan kirinya, lalu bersiap menikam Lezzy.
Tap!
Lezzy menahan pedang itu dengan tangannya lalu menggenggam kuat tanpa ada rasa sakit yang ia rasakan. Darah segar mengalir dari tanggannya dan menetes kedasar tanah.
Erca berusaha menggerakan pedangnya namun cengkraman Lezzy terlalu kuat, entah mengapa ada rasa takut pada hatinya saat mata ungunya menatap mata biru yang begitu pekat. Auranya seperti ketika ia sedang berhadapan dengan Lord.
‘Apa yang terjadi padanya, selama pengamatanku dia hanya Ratu yang lemah?’
“Akh!!”
Erca berteriak sakit saat dirasa tangan Lezzy menggenggam kuat hingga membuat tulang Erca hampir patah, ia membrutal dan menendang Lezzy higga membuatnya mundur kebelakang, Erca meringis sembari memegang tangan kanannya.
Auriel yang melihat itu menatap tidak percaya saat Lezzy dengan mudahnya melakukan itu.
“Wanita ja**ng !!”
“DIAM !”
Seketika tubuh Erca diam menegang merespon ucapan Lezzy yang begitu mutlak, tubuhnya tidak bisa bergerak.
“Yang Mulia Ratu, hentikan!!”
Kesadaran Lezzy kembali jernih saat mendengar ucapan Auriel, mata biru pekat nan dingin berubah kembalih lebih cerah dan hangat.
Lezzy menjatuhkan pedang ditangannya lalu menatap bingung dengan kondisi saat ini.
Apa yang telah ia lakukan barusan?
“Kendalikan diri anda, jangan membunuh dengan hati yang dendam.”
Ucap Auriel mencoba menenangkan Lezzy.
Kristof sedari tadi diam menonton kini mulai bergairah, aroma darah Lezzy yang begitu menggoda merangsang indra penciumannya.
Matanya menyala dengan terang gigi taring putihnya mulai merunjuk dengan tajam.
Dengan sekali langkah ia berada tepat disebelah Lezzy, sembari menghirup dengan nikmat aroma darah Lezzy.
Lezzy merasakan sesuatu yang tidak baik, ia berlari namun sayang Kristof menggenggam tangannya. Lezzy terus memberontak, hingga Kristof kesal dan dengan nafsu tinggi ia merobek gaun Lezzy. Menampilkan pundak putih yang begitu mulus.
Aroma darah yang selalu menjadi incaran Katastrofi membuat Kristof sadar, kenapa ia begitu terobsesi dengan Ratu Darkness World.
“Aliki Vasilissa..., kenapa kau tidak meninggalakan Lord dan ikut bersamaku?”
“Tidak! Lepaskan, aku pun tidak pernah berniat untuk bersama dengan pria manapun!”
__ADS_1
“Walau kau menolak aku tetap menginginkanmu, akan kubunuh Lord dan menjadikanmu Ratuku lalu kita akan menguasai Darkness World.”
"Aku bilang, lepaskan!"
Lezzy menendang Krostof lalu ia berlari ke sisi Auriel, dengan tenaga yang masih tersisa Auriel membuat pelindung sihir. Kristof memandang merendahkan, ia mencoba merobek pelindung itu dengan kukunya.
Lezzy menatap khawatir, semua masalah ini karena dia. Jika saja dirinya tidak lemah mungkin saja ia bisa menyelamatkan mereka semua.
Wush!
Brak!!
Kristof terlempar jauh dan menghantam dinding dengan begitu kuat membuat dinding itu roboh. Lezzy menatap sosok yang menjadi pelaku atas kejadian barusan, kabut hitam memenuhi taman membawa hawa buruk yang menyesak, satu langkah sosok itu membawa kematian bagi tumbuhan.
“Kenapa kau begitu lama Erca?”
Nada Baritonenya begitu dingin, Erca menunduk dengan takut begitu juga dengan Lezzy dan Auriel.
Sosok itu berjalan kearah Lezzy dengan lambat namun penuh tekanan, Lezzy menggenggam tangan Auriel dan berdiri, ia tahu Pria itu adalah sosok yang di mimpinya, dengan kata lain dia adalah Katastrofi yang akan menghancurkan dunia ini.
Tidak bisa, Lezzy tidak mau Auriel terluka lagi karenanya. Dia adalah Ratu lalu kenapa harus dilindungi? Yang Katastrofi mau adalah dirinya, maka Lezzy harus bisa melindungi mereka.
“Oh lihat, kau begitu mirip dengannya...”
Tangan putih pucatnya membelai wajah Lezzy, bisa lezzy rasakan tangannya begtu dingin jika dikatakan dia kaum Vampire sepertinya bukan.
Mata merahnya yang menyerupai Ibils, rambut kuning yang acak setelan pakaian dari atas hingga bawah dominan hitam.
“Jadi kau yang bernama Katastrofi?”
Lezzy membranikan diri untuk berbicara, ia harus menjauhkan pria ini dari Lucifer Kingdom.
“Aku? Sepertinya kau sudah tahu aku terlebih dahulu, padahal aku ingin memperkenalkan diri..”
“Aku tidak butuh salam perkenalanmu, tapi bagaimana jika kau berlutut memberi hormat kepadaku?”
“HAHAHA!! Kau benar-benar memiliki humoris yang sama seperti Ibumu.”
‘Ibuku?’
“Tapi aku membecimu !!”
Drakk!!
Katastrofi mencengkram kuat leher Lezzy lalu mendorongnya hingga kesudut pohon besar, nafas Lezzy mulai tidak beraturan.
Wajah surinya mulai memerah menandakan ia hampir kehabisan nafas, Katastrofi tersenyum gentir saat melihat Putri dari musuhnya menderita.
Auriel ingin menolong tapi ia terlalu banyak mengeluarkan darah, lukanya masih belum bisa beregenasi dikarenakan Manna nya tidak cukup.
Tidak bisa Lezzy sudah hampir pada puncak batasannya, pandangannya mulai mengkabur tubuhnya mulai lemas.
“Fed\-\- Fedrick.......”
--_o0o_--
__ADS_1