
*Wilayah Lucifer.
~Kota Utama Zainthor.
Teriakan penuh semangat terdengar dengan penuh berambisi, dua ribu pasukan Carlitos terus mengamuk degan liar seraya berteriak dengan berkobar. Api semangat telah menyala dan tidak mungkin padam jika bukan darah sendiri yang memadamkan mereka.
Fedrick terus bertarung dengan buas tanpa berfikir dengan jernih, apa dia terlalu memanjakan para pemberontak seperti mereka? Hingga mereka masih terus mengelunjak dengan bebas.
Bangunan kota Zainthor sudah remuk bagaikan pecahan kaca, tapi tidak menimbulkan rasa kekecewaan bagi warga disana.
Mereka terus melawan para Carlitos yang terus-menerus mengusik ketenangan Darkness World. Alberd dan seluruh pasukan Warrior Wolf Moonlight Pack membantu untuk mengalahkan mereka.
Berita mengenai penyerangan kota utama Zainthor terdengar dengan cepat keseluruh wilayah Darkness World, membuat para pemimpin ras dari berbagai kaum membuncah marah.
Tidak puas dengan mengobrak-abrik wilayah mereka kini Carlitos ingin menghancurkan jantung Darkness World.
Mereka lebih baik memilih tetap tunduk kepada Lord dibanding melawan, karena setidaknya hanya Lord Fedrick lah yang masih memikirkan kondisi keamanan wilayah mereka.
“Styvn, bagaimana dengan pintu barat?”
Tanya Briant melalui telepati pikiran.
“Kami masih bisa mengontrol, setelah disini terkendali aku akan segera ketempat kalian.”
Jawab Styvn disela bertarungnya.
Briant melihat dengan begitu antusias, ada yang aneh dipeperangan kali ini, kenapa dia tidak melihat kaum Vampire membantu melawan para Carlitos? Harusnya semua bangsanya ada untuk membantu, atau Kristof telah memaksa seluruh rakyatnya untuk memberontak.
Briant melompat dengan jauh lalu mendarat disebelah Lord dan Alberd. suasana kembali ricuh masih belum ada yang mau menyerah tapi mereka juga tidak merasa lelah.
“Apa Styvn masih belum selesai juga?” tanya Alberd.
"Saya disini..., pintu barat telah aman.”
Styvn datang dengan tiga bawahannya, Ia memberi hormat kepada Lord lalu kembali berdiri.
Fedrick menatap semua kericuhan dibawah sana, bau amis darah menyeruak ke indra penciumannya, tapi tidak ia perdulikan.
Sekarang ia harus segera menyelesaikan masalah ini dan bertemu dengan Wanitanya. Banyak mayat memenuhi setiap sisi di Ibu Kota Darkness World.
Tetesan demi tetesan darah jatuh menitik ke tanah dari tangan Fedrick. Bukan, itu bukan darahnya melainkan darah dari para korban kemarahannya, bisa dikatakan ini adalah perang menentukan siapa yang paling berkuasa dan berhak duduk dikursi sebagai Lord.
Fedrick berteriak memerintah kepada seluruh rakyatnya, lalu teriakan berkobar semangat membuncah dengan liar, menambah semangat mereka.
Fedrick menatap sinis setidaknya semua rakyatnya masih terkendali olehnya.
“Uhuk...uhuk...uhuk!!!”
Darah segar keluar dari mulut Fedrick, ia mencengkram kuat dada sebelah kiri. Terasa perih bagaikan teriris dengan sakit, tarikan nafasnya begitu menyita rasa pilu.
Ada apa dengannya kenapa dadanya terasa sakit? Lalu ia sadar, bahwa sedang terjadi sesuatu pada Istri tercintanya, Fedrick menatap Kerajaan kebanggaannya. Beberapa kebulan hasap hitam menggembul disana.
“Lezzy.....”
“Yang Mulia Lord."
“Kau?!"
Fedrick menatap Ariel yang datang dengan nafas tersengal, Fedrick berharap duganya salah mengenai Lezzy.
“Apa yang kau lakukan disini? Aku memerintahkanmu untuk tetap bersama Lezzy!”
“Mohon ampun Lord, tapi anda harus segera menolong Ratu. Sebenarnya penyerangan di Kota Zainthor hanyalah pengalihan agar anda terpisah dengan Ratu, lalu dibalik ini semua adalah King Krstof, ia berniat merebut Ratu darimu Lord.”
Fedrick diam. Tidak ada responan darinya, yang terlihat malah aura kegelapan yang begitu menyeramkan.
Sudah cukup, mereka boleh megambil apa pun darinya bahkan bila mereka mau Fedrick bisa memberikan posisinya. Tapi perlu digaris bawahi dengan sangat tebal.
“Tidak ada yang boleh merebut Lezzy dariku. Wanitaku hanya boleh bersamaku!! Beraninya kau mengnginkannya Kristof, maka lihatlah bagaimana aku berkuasa di dunia ini!!”
Sayap hitam dan perkasa terbentang dengan gagah dipundaknya, lalu mengepak dengan begitu kuat membuat beberapa bangunan rubuh.
Fedrick tepat diatas menatap dengan benci kearah para pemberontak yang mengusik kehidupan dunianya. Ia mencoba membangun Darkness world menjadi dunia yang layak dan penuh harmonis, agar ia bisa membuat sebuah taman kehidupan yang bahagia bersama Lezzy, Mate nya.
Tapi kini tikus hama mulai berkeliaran, apa ia harus membantai mereka dengan lebih sadis? Seperti ia membantai dengan keji keluarganya yang tidak layak hidup.
Mata Demon nya berubah menjadi hitam kemerahan, lambang kebangsawanannya menderang dengan pekat, kini mereka telah membangunkan Raja yang tidak seharusnya mereka usik, karena Fedrick bisa membuat seluruh Darkness World berubah menjadi lautan api.
Tangan Fedrick terangkat keatas. Di siang hari yang mengkelabu, awan-awan hitam bersinggah dilangit Darkness World dan menutupi matahari yang menjadi satu-satunya penerang dikala siang.
Sebagian perairan mulai membeku karena suhu udara yang semakin turun. ia sudah tidak memerdulikan lagi dengan kaum yang lain.
Kilat menyapa, menghiasi langit yang amat gelap bagaikan malam tanpa rembulan. Diiringi gemuruh yang begitu hebat membuat seluruh Darkness World berguncang sangat dahsyat.
Alberd, Styvn, dan Briant mengerti maksud dari kegundahan alam yang berasal dari kemurkaan sang Lord.
__ADS_1
“Gawat! Lord mulai hilang kendali.” Ucap Briant.
“Semua pasukan mundur dari gar----”
GRRUUOOO !!
GRRUOOOO!!!!!
Terlambat!!
Alberd telat untuk menyuruh mundur pasukan Lucifer Kingdom.
Auman yang begitu menyita perhatian seluruh penghuni Darkness World, membuat mereka semua menatap langit.
Disela kilatan menyambar dengan gemuruh yang dahsyat, tergambar denga jelas bayangan hewan yang begitu sangat besar, membuat semua berfikir hewan apa yang sedang terbang dibalik awan dan kabut hitam.
“Aku Fedrick William Lorddrak’s. Sebagai Lord dan Tuan To iliako Fos kuperintahkan kepadamu, Alexa!! Bunuh semua rakyatku yang menentang dan mencoba mengusik ketenangan dunia Darkness World. Hancurkan semangat mereka yang bejiwa kedustaan mereka kepadaku, mengamuklah ALEXA!!”
Alexa mendengar titah Fedrick lalu menunjuka wujudnya yang begitu menyeramkam.
Seekor Naga berwarna hitam, pada kuku dan sirip lancipnya berwarna emas, ditengah kepalanya terdapat tanda yang sama persis dengan lambang kekuasaan milik Fedrick, tubuhnya diselimuti api hitam dari neraka kegelapan.
Ukurannya yang begitu sangat besar membuat kepakan dari sayapnya bagaikan angin topan yang berkecamuk.
Semua yang melihat itu mulai berhamburan lari mencoba melarikan diri dari kemarahan Lord.
Alexa menyemburkan api hitam ke seluruh kaum yang mencoba membuat dunia yang ia lindungi menjadi ricuh, membuat mereka menjerit penuh penderitaan.
Api hitam dari To iliako Fos melahap setengah dari Kota Zainthor, memberikan penjelasan apa itu hukuman dari siksaan neraka.
Rechyla melihat langit yang bergemuruh liar dari hutan terlarang. Ia menatap dengan cemas dan mengingat kejadian 2000 tahun lalu, disaat Ardsekar mengamuk dengan hati yang gelap.
Tapi kemarahan Fedrick adalah yang paling menakutkan, dirinya yang sebagai Tuan dari Dewa To iliako Fos hampir meratakan Darkness World.
“Kau harus ingat nasehatku Lord, jangan biarkan kegelapan dihatimu menguasi dirimu atau semua akan sama seperti dulu, jangan biarkan keinginan Katastrofi terwujud. Dewi Selini Thea, apa kau hanya akan diam saja melihat ini semua?”
“Ini takdir mereka, kau membiarkan mereka untuk menemukan jawabannya maka biarkan mereka yang menjawabnya sendiri. Tapi aku harap mereka melewatinya dengan bijaksana bukan dengan dendam.”
Ucap Rusa putih, Seoul Of Life milik Dewi Selini Thea.
-o0o-
Disisi lain, Alberd terus membantu sebagian warga dan prajurit untuk mengungsi, bahkan mereka hampir tidak memikirkan lagi mengenai perang, yang penting adalah nyawa mereka harus selamat.
Akibat serangan dari Alexa tidak sedikit rakyatnya ikut terkena dampaknya. Alberd juga tidak bisa marah karena semua perbuatan pasti ada balasannya.
“Lezzy...”
Terlambat, Fedrick tidak melihat sang Istri ada disana melainkan Auriel yang hampir merenggang nyawa.
Ia mendekati Auriel lalu mengembalikan kondisinya membantunya menyembuhkan luka pada tubuhnya.
“Yang Mulia.....”
“Lezzy, siapa yang membawanya pergi?”
“Jawab Yang Mulia, saya belum pernah melihat sosoknya, tapi Yang Mulia Ratu memanggilnya dengan sebutan Katastrofi. Saya juga ingin bilang bahwa selama ini Putri Elinna adalah seorang pegkhianat. Dia adalah tangan kanan Katastrofi dan memanfaatkan keluarga Tuan Styvn sebagai mata-matanya.” Ucap Auriel.
“Tidak mungkin, Elinna seorang pengkhianat?” Styvn mencerna kata-kata Auriel.
“Tapi itu kebenarannya Tuan......”
Fedrick tidak merespon pernyataan Auriel, melainkan mata Iblisnya melirik dengan sinis kearah dinding yang telah hancur, menatap seorang pecundang yang terus bersembunyi dengan ketakutan sejak ia datang.
Dalam sekejab Fedrick berada didepannya lalu melempar sosok itu hingga menghantam tanah dengan begitu keras.
“Kristof! Bawa aku ke markas Carlitos sekarang.”
Kristof meneguk ludahnya, lalu Fedrick kembali terbang sembari membawa Kristof dengan mencengram lehernya dengan tangan kirinya.
Fedrick terus mencari keberadaan Lezzy tapi tidak dapat terhubung dengannya, seolah seluruh indranya telah dibutakan. Atau, Lezzy berada ditempat yang memiliki penghalang sihir yang kuat.
-o0o-
DUARRR........
“Tidak!”
Lezzy membuka matanya saat ia merasakan sebuah kilasan ingatan buruk, ia menerawang ruangan tempatnya berada.
Semua terlihat gelap hanya ada satu buah lilin dujung ruangan sebagai penerang, semua dinding terbuat dari batu yang saling menumpuk dengan kokoh.
Apa lagi kedua tangannya saat ini tengah dirantai, pergelangan tangannya terasa perih padahal rantai itu adalah benda tumpul.
“Sepertinya aku masih disayang untuk dibunuh lebih cepat. Sekarang bagaimana aku bisa melepaskan diri?”
__ADS_1
“Jangan terlalu banyak bergerak, Alice...”
“Luna!! Kau benar-benar menyebalkan disaat Tuanmu hampir mati kau tidak kunjung hadir, tapi sekarang kau baru muncul! Apa benar kau selalu ada didalam diriku, hah?!”
“Maaf Alice, saat kejadian itu diriku tidak bisa terhubung denganmu..”
“Baiklah, apa sekarang kau bisa mendeteksi dimana kita?”
“Entahlah, aku tidak bisa merasakan hawa alam disini, udara disini juga angat tipis dan begitu menyesakkan.”
“Apa aku masih bisa terhubung degan Fedrick?”
“Emm...., tidak ada yang bisa kulakukan. Tempat ini dilindungi portal Azestca, tidak perduli sekuat apa pun Lord dirinya tidak akan bisa mendeteksi tempat ini jika kita tidak keluar dari sini, atau orang yang melakukannya membuka sihir portal ini.”
“Ohw!! Bagus, sekarang pemeran utama tinggal menunggu ajalnya, demi Tuhan aku seperti berada di film-film genre Romance Fantasi. Sungguh sangat hebat!!”
“Kata-katamu terdengar aneh Alice.”
GRRUUOOOO
GRRUUOO!!
“Suara apa itu, begitu sangat menyeramkan?”
“Ini gawat Alice, Lord telah melepaskan Alexa!”
“Alexa?”
“Alexa adalah nama asli dari To iliako Fos, dia sosok yang sama denganku. Tapi jika Lord sudah melepaskannya dari belenggu jiwa maka dia pasti akan mengamuk dan tidak terkendali. Aku takut Lord menjadi tidak terkendali ”
“Emm, kau harus menghentikan Alexa!”
“Aku?”
“Jika Alexa bisa dilepas berarti kau juga bisa kulepas, kan? Jadi aku akan melepaskanmu lalu kau coba bujuk Alexa untuk tenang, setelah itu bawa Lord kesini. Aku yakin kita masih bisa saling berkomunikasi dan terhubung.”
“Kurasa itu bukan rencana yang bagus. Alice jika aku meninggalkanmu aku takut mereka mulai melukaimu, lagian Lord pasti tidak menyukainya.”
“Sebenarnya Tuanmu itu Aku atau Fedrick, lagi pula sejak tadi kau sudah meninggalkanku dan aku juga sudah terluka! Luna berdiam disini dan menunggu kedatangan Fedrick, hanya akan menimbukan kata terlambat dalam benak mereka. Untuk bisa melepaskan diri dari tempat yang paling tidak mungkin bukan berarti tidak ada cara. Kita hanya butuh kata nakad!”
“Lalu bagaimana denganmu, apa yang akan kau lakukan untuk bisa melepaskan diri dari cengkramannya?”
“Emm, aku harus mencoba keluar dari ruangan ini lalu mencari cara untuk bisa menghubungkan diriku dan Fedrick, tunggu. Apa penandaan Mate memiliki perasaan yang sama?”
“Em, maksudmu?”
“Jika aku terluka atau merasakan apa pun, apa Fedrick akan merasakannya juga?”
“Ya Lord akan merasakannya, karena kalian sekarang adalah satu.”
“Bagus, jika aku terluka Fedrick akan merasakannya juga dengan begitu darah dan aromaku akan semakin terhubung.”
“Alice apa tidak ada rencana lain?”
“Justru karena tidak ada makanya kugunakan cara ini, sebaiknya kita harus cepat sebelum mereka datang.”
“Hem, Dewi pasti tidak akan menyukai ini...”
“Baiklah sekarang bagaimana caranya melepaskanmu?”
“Ikuti kata-kataku Alice.., tutup matamu biarkan kau merasakan energi kehidupanmu sebagai Vasilissa yang ada didalam dirimu, lalu ucapkan : Aku Aliki Vasilissa Alicia. Dengan namaku kulepaskan kau, Luna. Dan terangilah dunia kegelapan ini dengan cahaya rembulan.”
Lezzy mengikuti semua kata-kata Luna, dia memejamkan matanya membiarkan lambang bulan sabit bersinar lalu menarik nafas dalam-dalam.
“Aku Aliki Vasilissa Alicia dengan namaku kulepaskan kau, Luna. Dan terangilah dunia kegelapan ini dengan cahaya rembulanmu.”
Tubuh Lezzy bersinar, beberapa cahaya kuning kehijauan mengelilingi tubuhnya.
Angin berhembus semakin kencang membawa perasaan hangat diseluruh Darkness World, lalu Lezzy kembali membukan matanya dengan perlahan.
Sudah tidak ada lagi cahaya kecil yang menjadi tanda kehadiran Luna, ruangan gelap dan pengap itu berubahmenjadi sepi menandakan pelepasan telah berhasil.
“Semoga rencana ini berhasil.”
Drieet......
Suara dari engsel pintu berderit dengan keras, Lezzy mencoba tenang saat dirasa sosok hitam itu mencoba masuk keruang sekapnya. Ia membuka tudung hitamnya menampilkan helaian rambut reven berwarna kuning.
“Kau sudah sadar Ratu Alicia?” ucap Katastrofi sembari menggenggam pedang yang sama seperti dimimpinya.
Pedang panjang berwarna hitam dengan Crystal merah diujung gagangnya.
Ingatan mimpi itu terlihat dengan jelas dikepalanya, degupan jantungnya begitu cepat nafasnya sedikit sesak.
'Kuharap kau datang tepat waktu, Fedrick.'
__ADS_1
--_o0o_--