Queen Of Rulers From Another World

Queen Of Rulers From Another World
•Desire ; Wedding?•


__ADS_3

*Lucifer Kingdom


Saat Lezzy sadar dari tidurnya selama dua hari, dia sudah berada di kediamannya yang ada di Kerajaan Lucifer, ia masih mengingat jelas kejadian dihari itu pertemuannya dengan Luna dan seorang Dewi yang masih membuatnya bingung, bahkan ia masih belum percaya penampilannya pun telah berubah menjadi seperti orang lain.


‘Vasilissa, Sebenarnya diriku ini siapa? Ayah, Ibu harusnya kalian jujur mengenai diriku, jika memang aku bukan Putri kalian, aku juga tidak akan membenci kalian.’


Lezzy duduk bersandar di bawah pohon persik, membiarkan angin menebarkan kelopak bunga persik yang menjadi teman Lezzy saat bersantai.


“Maaf mengganggu Putri, saat ini angin bertiup kencang sebaiknya Putri kembali, anda baru saja tersadar bagai----”


“Justru karena sudah sadar, aku ingin menikmati suasana alam ini Ariel, lagi pula Aku merindukan suasana ditaman ini.”


“Emm, baiklah Putri...”


ucap Ariel dan kembali keposisinya disebalah Auriel.


Lezzy terus menatap para pelayan dan pengawal yang selalu mondar-mandir, sembari membawa beberapa tanaman dan barang dekorasi menuju Aula Castle utama.


Sebenarnya semenjak ia terbangun tadi pagi, ia sudah melihat mereka sibuk dengan tugas mereka yang tidak seperti biasanya.


“Ariel, Auriel sejak tadi aku penasaran, kenapa mereka terlihat sangat sibuk apakah akan ada acara besar disini?”


Ariel dan Auriel saling berpandangan lalu kemudian mereka berdua tersenyum, melihat mereka seperti itu membuat Lezzy semakin penasaran, Memangnya apa yang terjadi selama ia tidak sadarkan diri?


“Putri acara itu untuk anda...”


ucap Auriel sembari tersenyum riang.


“Untukku, memangnya acara apa?”


“Itu untuk acara pernikahan anda dengan Yang Mulia”


“Oh, untuk pernikahan.., PERNIKAHANKU?!”


“Benar Putri, Yang Mulia memutuskan untuk melaksanakan pernikahan secepatnya, yang akan dilaksanakan dua minggu lagi Putri.”


Ucap Styvn yang baru saja datang.


“Styvn, kau-- kau yakin dengan perkataanmu?”


“Saya yakin Putri, dua hari yang lalu Yang Mulia mengumumkan berita pernikahan anda keseluruh wilayah Darkness world.”


“Ini-- ini.., dimana Yang Mulia? Aku sendiri yang akan bertanya kepadanya.”


“Yang Mulia ada diaula singasana, Putri”


“Tunjukan jalannya kepadaku Styvn.”


“Baik Putri, mari lewat sini”


Styvn memimpin jalan menuju aula utama, sebenarnya ada apa dengan Fedrick? Harusnya ia bicarakan masalah ini kepadanya terlebih dahulu.

__ADS_1


Meski ia telah diberi tahu kedatangannya kedunia ini untuk menjadi permaisuri Lord, tapi tetap saja rasanya itu masih terlalu cepat untuk dibahas, kan? Dia saja disini baru tiga minggu, kebetulan sejak pagi ia belum melihat sosoknya.


-o0o-


Mereka sampai di depan pintu besar berwarna emas, dengan terdapat beberapa pengawal gagah berjaga disetiap tempat.


Semenjak kembali dari wilayah Fairy Fedrick memperketat keamanan di Lucifer Kingdom, agar Carlitos tidak berkeliaran untuk melukai Lezzy.


Styvn memberikan isyarat kepada pengawal penjaga pintu, lalu mereka berdua membukakan pintu untuk Lezzy dan Styvn.


Pintu terbuka dengan begitu lebar menampilkan aula yang sangat besar, Lezzy melangkah masuk dengan tatapan penuh kagum pada aula singgasana ini.


Ini pertama kalinya ia datang ke aula utama Castle, tempat dimana Fedrick memimpin dunia ini sebagai Lord.


ia berjalan diatas red carpet yang membentang lurus hingga ke singgasana, pandangannya kini teralihkan pada sosok yang tengah duduk di singgasana.


Sedari tadi Fedrick terus menatap Lezzy membuatnya salah tingkah belum lagi aura yang dikeluarkan Fedrick begitu dingin.


Tampak sangat jelas Fedrick penuh dengan kepimpinan dan kebangsawanan.


Wajah Fedrick yang awalnya menatap tajam perlahan melembut.


Melihat Lezzy melangkah semakin dekat, lalu Lezzy berhenti tepat didepan anak tangga yang menuju singgasana Fedrick.


“Salam Yang Mulia, Putri ingin bertemu dengan anda.”


Mendengar perkataan Styvn, membuat Fedrick menaikan sebelah alisnya.


Lalu menatap Styvn memberi isyarat untuk meninggalkan mereka berdua, Styvn pun mengerti dan segera pergi. Lezzy yang melihat Styvn pergi kembali menatap Fedrick, rasanya setelah bertemu malah sedikit canggung.


Ucap Lezzy lembut sembari membungkuk kecil dan mengangkat gaunnya sedikit.


Fedrick mengangguk dan mulai tertawa kecil.


“Kemarilah Lezzy..”


Lezzy kembali menatap Fedrick dengan bingung, lalu menurutinya dan mulai melangkah menaiki anak tangga yang lumayan cukup banyak.


Saat sampai dihadapan Fedrick, tiba-tiba Fedrick menarik tangan Lezzy membuat Lezzy menjadi duduk dipangkuannya, tentu serangan yang mengejutkan itu membuat Lezzy kaget, Lezzy mencoba bangun namun tangan Fedrick lebih dulu menahannya.


"Fed-- Fedrick, bagaiman jika ada yang melihatnya? Cepat lepaskan."


"Kenapa? bukannya malah bagus, aku juga ingin menunjukan kemesraan kita kepada kaum lain^^"


".....Dasar kekanak-kanakan."


“Hahahaha, jadi bagaimana keadaanmu Lezzy? Maaf saat aku mendengar kabar bahwa kau sudah sadar, aku tidak langsung menemuimu.”


“Aku baik-baik saja, lagian itu bukan masalah besar kau juga pasti memiliki kesibukan tersendiri sebagai Lord.”


Fedrick tersenyum mendengar perkataan Lezzy.

__ADS_1


“Jadi, apa yang ingin kau bicarakan denganku, apa kau merindukanku?”


“Aku sedang serius! Fedrick aku dengar kau merencanakan acara per-- pernikahan ki..ta?”


ucap Lezzy sedikit bersemu merah.


“Jadi kau sudah mengetahuinya. Kenapa, kau tidak mau menikah denganku?”


“Eh, bu-- bukanya Aku ti..dak mau, hanya saja itu terlalu cepat.”


“Lezzy, beberapa hari ini kau sudah membuatku khawatir, bukankah kau sendiri yang bilang bahwa kita akan selalu bersama dalam menyelesaikan semua masalah yang ada?”


“Tapi rasanya aku masih belum pantas untuk---”


Tiba-tiba Fedrick menuntun Lezzy untuk bangun dari pangkuannya, lalu berjalan membawa Lezzy menuju lorong Istana yang berada tidak jauh disebelah kursi singgasana, Lezzy terlihat khawatir apa mungkin Fedrick marah.


Lezzy melihat diujung lorong terdapat pintu besar yang berlapis kaca, lalu pintu itu terbuka dengan sendirinya.


Pertama kali yang Lezzy rasa adalah hembusan angin yang begitu sangat kencang, lalu ia mulai membuka sedikit matanya dan mata Saviernya bergemilang cahaya, saat melihat pemandangan yang begitu sangat menakjubkan.


Semua daratan dan perairan dari berbagai wilayah penghuni Darkness World terekspos dengan begitu jelas dimata Lezzy. Ia baru tahu bahwa hanya wilayah Lucifer Kingdom lah yang berada di dataran paling tinggi, Lezzy berjalan pelan dan berhenti dibatas pagar balkon.


“Kau selalu bilang, bahwa kau selalu tidak layak untukku. Apa kau masih ingat saat kau terbangun di hutan Pinus, dan mengembalikan keadaan alam Darkness World menjadi lebih baik?”


Mendengar itu Lezzy terdiam dan mencerna kata-kata Fedrick, kejadan dihari itu masih bisa Lezzy ingat dengan jelas.


Kejadian saat Luna adalah To Fos Tou Fengario dan memilihnya sebagai Ratu sejati Darkness World, kejadian saat Dewi itu berkata ia adalah Vasilissa sosok Ratu terkuat diantara Ratu, dan kejadian dirinya mengembalikan kehidupan Wilayah Fairy.


Fedrick berjalan dan memeluk Lezzy dari belakang, ia mencium aroma tubuh Lezzy yang begitu sangat memabukan, dan meninggalkan tanda merah pada jenjang leher porselin Lezzy.


“Lezzy aku pernah bilang, bahwa kau berbeda ada sesuatu yang terpendam dalam dirimu dan begitu sangat kuat. Aku percaya kaulah Ratu yang dinginkan To Fos Tou Fengario untuk melengkapi kekurangan Darkness World, Lezzy apa begitu berat hidup dan tinggal bersamaku?”


“Tidak! Bukan begitu yang kumaksud, aku tidak keberatan untuk tetap bersamamu disini..”


“Lalu apa yang masih kau khawatirkan?”


Lezzy menarik nafas dalam-dalam lalu berbalik dan menatap Fedrick.


“Baiklah Fedrick, mari kita kembalikan dunia Darkness World menjadi sempurna dan memimpin dunia ini bersama-sama..”


“Kau tidak perlu khawatir, aku akan selalu melindungimu.”


“Kau salah Fedrick, bukan aku tapi Kita yang akan saling melindungi.”


Fedrick memeluk Lezzy dengan penuh sayang, dirinya memang tidak salah akan Mate hidupnya.


“Tapi aku punya permintaan Fedrick?”


“Katakan.”


“Aku ingin kau mengizinkanku untuk kembali ke Bumi selama seminggu.”

__ADS_1


--_o0o_--



__ADS_2