Queen Of Rulers From Another World

Queen Of Rulers From Another World
•The Pixifly Fairy REGION•


__ADS_3

Alberd dan Briant berdiri di depan gerbang besar yang menjadi perbatasan masuk ke wilayah Fairy. Saat gerbang itu terbuka mereka melangkah masuk dan memandang keadaan wilayah Pixifly yang begitu kacau.


Akibat penyerangan itu membuat beberapa pohon besar tumbang dan hancur, tanaman bunga yang selalu menjadi khas wilayah ini banyak yang rusak, bahkan ada yang sudah hangus meninggalkan sebuah tanah yang tandus tanpa ada rumput hijau.


Meski ada sebagian tanaman bunga dan daerah yang masih bisa terselamatkan tapi hanya 40% saja. Setidaknya mereka bersyukur pohon inti kehidupan Fairy dan Castile besar masih berdiri dengan kokoh.


Menandakan mereka masih punya harapan untuk membangun kembali wilayah ini, walau membutuhkan waktu yang cukup lama.


“Oh lihat, siapa yang datang berkunjung.”


ucap salah satu Fairy di sana.


“Tuan Alberd dan Tuan Briant, apa yang membawa kalian kemari?”


“Apa kalian ingin bertemu dengan kami? Oh anda sangat murah hati^o^”


Bebrapa peri berkumpul untuk menyambut tangan kanan Lord yang sangat tampan, membuat Alberd sedikit terusik dan segera berjalan menghindari keramaian yang mengusiknya. Tatapan dingin yang selalu ia keluarkan membuat peri enggan untuk menyapanya, sedangkan Briant tersenyum senang atas sambutan itu.


“Aku ingin tanya, apa Lord sudah tiba?”


tanya Alberd kepada Fairy yang sedang bekerja.


“Maaf Tuan Alberd, seharian ini saya belum melihat Yang Mulia Lord datang.”


Ucapnya sembari memberi hormat.


“Ada apa?” tanya Briant.


“Sepertinya Lord belum hadir.”


“Kau yakin? Yang Mulia selalu cepat ketika terbang.”


“Sepertinya Yang Mu……..”


Wushh!


 


Alberd, Briant dan seluruh Fairy diam saat merasakan angin aneh lalu mereka menatap langit.


Ada sesuatu yang akan jatuh ke wilayah Fairy. Mungkin saja itu serangan Carlitos, dengan cepat mereka bersiaga, siap menyerang jika kelompok Carlitos menyerbu mereka.


BOOM!!


Terjadi dentuman besar membuat suara seperti ledakan, asap dan debu mengelilingi daerah yang menjadi ledakan.

__ADS_1


Semua orang sedikit panik dan mulai menatap waspada, Alberd dan Briant memimpin paling depan menjadi perisai jika mereka (Carlitos) mulai menyerang dengan sihir.


Angin berhembus kencang menyapu asap dan debu dengan sekali desiran, mereka sedikit terhuyung dan melindungi mata dengan lengan.


Namun seketika mereka semua bertekuk lutut, saat melihat sosok yang dibalik kejadian itu adalah penguasa tertinggi Darkness World.


Fedrick berdiri di atas pola lingkaran sihir berwarna merah. Membuat pijakan agar ia tidak menghancurkan wilayah itu, saat ia mendarat dengan begitu kasar.


Sayap hitamnya terbuka lepas dengan begitu merkah, tatapan kebangsawanannya membuat mereka sedikit bergidik ngeri.


Lalu ia melihat Lezzy yang masih dalam dekapannya. Matanya tertutup dengan begitu rapat, kedua alisnya berkerut penuh ketakutan.


Bisa Fedrick dengar dengan begitu jelas degupan jantung Lezzy, ia tersenyum melihat reaksi Lezzy yang menurutnya itu sedikit berlebihan.


“Lezzy.”


Perlahan Lezzy membuka kedua matanya, pandangannya sedikit mengkabur akibat air mata yang menghiasi pelupuk matanya.


Ia menatap Fedrick yang sedang tersenyum lalu melihat lingkungan sekitarnya, Lezzy bernafas lega karena sepertinya ia tidak jadi melihat kedua orangtuanya.


“Kau baik-baik saja Lezzy?”


Mendengar kata-kata santai Fedrick membuat Lezzy kesal, dirinya sudah hampir kehilangan percaya untuk bisa hidup, rasanya jantungnya seakan copot dan entah apa yang akan terjadi lagi.


“Kau-- kau benar-benar sudah gila Fedrick!! Tidak tahukah kau, aku takut setengah mati?! Terjun bebas dengan tempat setinggi itu, kau kira aku punya sembilan nyawa!!”


“Bercanda? Aku akan segera membunuhmu pria gila!!!!”


Lezzy menjambak kuat rambut Fedrick, membuat Fedrick sedikit meringis sakit belum lagi ia sedikit kewalahan dengan pergerakan Lezzy yang sedikit brutal di gendongannya.


Alberd dan Briant hanya melirik bosan mereka mengetahui garis besar permasalahnnya, pasti karena ulah jail Lord nya yang sedikit keterlaluan.


“Turunkan, aku!!”


Fedrick menurunkan Lezzy dengan wajah kesal. Tubuh Lezzy seperti mati rasa dirinya duduk ditanah, sembari mengatur nafasnya yang sudah tidak beraturan, rambutnya berantakan tak karuan gaun merahnya sudah tak terlihat rapih.


Fedrick benar-benar membuatnya seperti mayat hidup.


“Apa yang terjadi, aku mendengar ledakan besar?!” ucap Olyfia saat sudah tiba.


Semua menatap kearah Olyfia kecuali Lezzy yang masih asik menenangkan dirinya. Olyfia terkejut saat melihat Lord ada disini, lalu pandangannya teralihkan oleh seorang wanita yang sedang terduduk di tanah dengan penampilan berantakan.


Namun ia kembali terkejut saat merasakan aroma wangi yang begitu Ia kenal, Olyfia terbang kearah Lezzy.


Dan menatap bingung, ada apa dengan Lezzy hingga membuatnya seperti merenggang nyawa?

__ADS_1


“Ada apa denganmu?”


Lezzy tersentak dengan suara lembut Olyfia, matanya berbinar seperti memohon untuk menolongnya dari jeratan Iblis.


“Kali ini apa yang kau lakukan kepada Alice kami, Yang Mulia?!”


tanya Olyfia sedikit ketus.


‘Alice?’


“Maksudmu Istriku? Kami hanya bermain terbang lalu mencoba untuk terjun, dan mendarat dengan mengagumkan.”


“Kau memang sudah gila, Fedrick!!”


ucap Lezzy sembari memukul kaki Fedrick.


Fedrick turun mensejajarkan dirinya dengan Lezzy, ia belai rambut Lezzy yang berantakan dan menyelipkannya ditelinga Lezzy.


“Baiklah, aku minta maaf, jangan marah lagi ya?”


Lezzy diam membuang muka. Fedrick menggaruk kepalanya lalu menatap Alberd dan Briant, yang sudah tidak mau menanggung resiko kemarahan Lezzy.


Olyfia menggelengkan kepalanya terkadang Lord dunia ini terlihat kejam tapi terkadang juga aneh.


“Jangan khawatir Alice, aku akan membuatmu lebih baikan.”


Olyfia menatap Lisza, seakan mengerti maksud Olyfia.


Mereka dengan cepat terbang mengelilingi tubuh Lezzy membiarkan kilauan sayap perinya menyelimuti Lezzy. Tiba-tiba gaun Lezzy berubah menjadi mini dress yang hanya panjang sampai selutut saja, berwarna putih kehijauan.


Rambut berantakannya mulai terias cantik dengan karangan bunga yang melingkar dikepalanya, sangat selaras dengan mata birunya.


Lezzy tertegun kagum dengan apa yang dilakukan Olyfia dan Lisza. Beberapa peri kecil mulai mengelilingi Lezzy, mereka terpana akan kecantikan Lezzy yang seperti Dewi bahkan mereka tidak pernah melihat sosok seimut ini di ras manapun.


“Jangan menatapnya lebih dari 1 detik!”


Kata-kata tajam Fedrick membuat semua peri yang dekat dengan Lezzy sedikit mundur, dan menundukan kepalanya, Lezzy menatap tajam kearah Fedrick.


“Jangan takut, aku juga ingin mengenal dan bermain dengan kalian.” Ucap Lezzy dengan lembut.


Mendengar itu dengan cepat para peri mengelilingi Lezzy, mereka masih kagum dengan sosok Lezzy.


“Apa yang membawamu kemari Alice?” tanya Olyfia.


"Mengenai ituu............."

__ADS_1


--*o0o*--



__ADS_2