
“Kau dan dia tidak berbeda kalian adalah satu bukan sebagai Aliki Vasilissa, melainkan sebagai Queen ku, Mate ku, dan juga Istriku. Aku adalah sosok Lord yang harus kau turuti dan kau hormati, ingatlah ini baik-baik di dalam dirimu Pricilia Lezzy Crownsiamoer!!”
Fedrick kembali menatap Vasilissa itu seolah menantang, mendengar ucapan Fedrick membuatnya tersenyum puas lalu kedua mata merah itu tertutup.
“Yes, My Lord!”
Fedrick tersenyum sinis, puas dengan jawaban Istrinya bahwa dia masih seorang Raja, bukan hanya Raja di dunia ini melainkan Raja yang dapat berkuasa di hatinya.
“Vasilias Tou Igemona, tidak kusangka gelar Raja penguasa di seluruh jagat raya, jatuh kepadamu Fedrick!”
Umpat Katastrofi saat melihat Fedrcik berhasil menenangkan sang Vasilissa, dia kira gelar itu akan di dapatnya jika dia berhasil menguasai Darkness World dan Imorrtal secara bersamaan.
Tapi ternyata gelar itu juga diberikan kepada orang yang terpilih untuk bersanding dengan Vasilissa.
“Sial!”
Kedua mata Lezzy perlahan terbuka memancarkan iris klorofil yang begitu damai dan sebiru laut, lambang bunga mawar yang terukir di wajah dan sebagian leher, kembali menyulur ke tempatnya dengan nama Fedrick masih terukir jelas disana.
“Fedrick...”
“Kau sudah kembali, Ratuku sayang.”
Lezzy tersenyum, sebenarnya Ia tidak sepenuhnya hilang kedali.
Bisa Lezzy lihat dan dengar dengan jelas situasi saat dirinya sebagai Vasilissa mengambil alih tubuhnya.
“Aku tidak perduli lagi, mau kau Vasilissa ataupun Vasilias. Aku tetap akan melanjutkan rencanaku !!” ucap Katastrofi.
Lalu angin kembali berhembus liar, ribuan burung gagak terbang mengelilingi tubuh Katastrofi dan seluruh wilayah Darkness World.
Ia sudah hampir sampai pada batas kemenangannya, semua yang ada di hutan kematian mendongak keatas menunggu aksi gila apa yang direncanakan Katastrofi.
Kedua tangannya terangkat mengeluarkan kekuatan sejatinya sebagai Dewa Malapetaka, kabut hitam merambat dari wilayah satu ke Wilayah lain.
Semua tumbuhan mati bagaikan abu beberapa petir menggelegar dengan dahsyat, lalu terdengar suara gendang yang begitu kuat diiringi munculnya portal besar berwarna ungu.
Semua makhluk menatap terkejut saat makhluk rendah yang tidak pernah diterima keberadaannya datang dengan jumlah tidak sedikit.
“Yang Mulia, ini bahaya Katastrofi memanggil kaum raksasa Troll dan Goblin.” Ucap Styvn.
“Ingin menghancurkan duniaku, maka lihatlah akibanya!”
Fedrick mengerakkan tangannya lalu ia lepaskan sihir merah itu ke langit membentuk lambang bendera Kerajaan Lucifer dengan sangat besar, seluruh kaum yang hampir panik kembali memasang wajah serius setelah melihat tanda dari Lord.
Bahwa Lord telah memberi perintah untuk berperang, maka pilihan mereka hanya ada satu Menang atau Mati.
"Alexa, Alberd lindungi Kerajaan!”
Perintah Fedrcik melaluli pikiran kepada Alberd dan Alexa yang berada di Kerajaan.
GRRUUOOOOO
Terdengar dengan jelas suara Alexa seolah menanggapi perintah Lord nya.
Fedrick melirik Briant dan Styvn lalu melihat Lezzy, entah mengapa biasanya Lezzy akan panik jika disituasi ini, tapi kini dia malah berwajah tenang. Fedrick kembali mengeluarkan sayap perkasanya lalu terbang rendah.
"Kalian?”
“Saya akan membantu di wilayah Elf dan Witch.” Ucap Styvn.
“Saya akan membantu di wilayah lain, tapi sebelum itu saya akan menyelesaikan tugas saya sebagai leluhur Vampire dulu Yang Mulia.” Ucap Briant sembari melirik tajam kearah Kristof.
“Baiklah,”
Briant melangkah pergi mengejar Kristof yang sudah melarikan diri, tapi bagi Briant itu sangatlah mudah untuk digapai.
Harlie menghilang kembali ke tempat asalnya untuk melanjutkan misinya, Lezzy melirik Harlie yang telah pergi seolah ia mengetahui rencananya.
“Lezzy aku harus menghentikan Katastrofi, bagaimana denganmu?”
“Tentu saja..., berperang.”
Fedrcik maupun Styvn menatap bingung, Lezzy tersenyum lalu mundur dua langkah dari Fedrick sembari menutup kedua matanya, sejak Fedrcik berhasil membuat jiwa Vasilissa Lezzy tenang hal itu membantu Lezzy bisa menerima dirinya sendiri sebagai Aliki Vasilissa secara sempurna.
"Aku, Aliki Vasilissa Alicia. Dengan ini membuka kekuatan sejatiku!!”
Tubuhnya langsung bersinar. Angin berhembus megelilingi tubuhnya dengan di ikuti kepingan cahaya dari bunga Lycoris yang berada di bawah ikut berputar, seolah alam ikut bereaksi dengan perebuhannya.
Penampilan Lezzy yang kusut berubah bagaikan seorang Dewi, Gaun putih yang hanya selutut berpaduan dengan warna biru dan ungu, Rambutnya kembali berwarna putih dengan rangkaian bunga mawar yang melingkar di kepalanya, belum lagi Fedrick di buat semakin terpanah saat sepasang sayap kembar berwarna putih dan emas terbentang dengan indah dipunggung mulus Lezzy.
Perlahan Lezzy membuka matanya, menampakkan iris mata Savier nya yang semakin bercahaya terang.
__ADS_1
Beberapa pohon yang sempat tumbang kembali menjadi pepohonan yang rindang dan subur, Fedrick tersenyum bangga.
“Kalau begitu kami pergi dulu.”
“Berhati-hati Yang Mulia Lord.”
“Jaga dirimu Styvn.”
“Anda juga Yang Mulia Ratu.”
Fedrick dan Lezzy saling melirik memberi isyarat bahwa mereka sudah siap, lalu secara serentak mereka mengepakan sayapnya dengan sanga kuat membawa mereka terbang ke angkasa.
Lezzy mengigit bibir bawahnya saat melihat pemandangan Darkness orld tak seindah dulu, hutan dan tumbuhan mati terbakar. Serangan kemurkaan Fedrick sudah cukup besar kini Katastrofi malah semakin memperburuk kondisi.
“Lezzy.”
“Fedrick, tugasmu sebagai Lord adalah menjaga dan menghukum para pemberontak, maka aku sebagai Queen akan melindungi rakyat dari serangan mereka, pergilah jangan khawatirkanku.”
“Baiklah, mengamuklah sesukamu Ratuku!"
“Hm!”
Fedrick menggenggam tangan Lezzy, lalu perlahan melepaskannya kembali dan terbang menuju ke tempat Katastrofi.
Lezzy meghembuskan nafasnya dengan sedikit berat, ia tatap kembali kondisi peperangan dibawahnya.
“Luna, aku mau kau melacak keberadaan Olyfia.”
“Seluruh kaum Fairy berhasil mengungsikan anak-anak dan para kaum yang tidak handal bertarung kedaerah Merrmaid, lebih tepatnya Wilayah Neptuna.”
Dengan cepat Lezzy terbang ke wilayah Neptuna dengan perasaan marah, kali ini dia harus berhasil melindungi mereka bukan menjadi Ratu yang hanya menonton.
Para Fairy mencoba membuat lapisan pelindung dan bertahan untuk menghalang seragan para Troll dan Goblin, mereka merobohkan pohon-pohon lalu melemparkannya ke sembarang arah.
Membua tanah pertiwi Darkness Wold hancur lebur meninggalkan lubang-lubang besar yang tandus.
Lezzy menggerakan jemarinya membuat akar-akar pohon merambat dari dasar tanah dan melilit seluruh Troll maupun Goblin. Mereka memberontak mencoba menarik lilitan kayu diseluruh badannya.
Lezzy terbang rendah tepat dihadapan para Fairy. Olyfia dan seluruh kaum yang ada disana menyipitkan mata saat sayap putih itu bersinar.
“Kami memberi hormat kepada, Yang Mulia Queen Alicia.”
“Hentikan ini semua, Harlie.” Ucap Lezzy dengan nada dingin kepada sosok yang berdiri dipundak Troll raksasa.
“Harlie, Bukankah dia Pangeran Kerajaan Neptuna? Kau seorang pengkhianat!”
Olyfia berteriak disebelah Lezzy, dia baru ingat hanya kaum Kerajaan Merrmaid yang mengetahui cara membaca tulisan sihir pada dinding pelindung kaum Fairy.
“Jadi penyerangan itu dipimpin olehmu?”
“Ya! Semua demi Katasrofi, semua yang berpihak kepada Selini Thea harus dibunuh!”
Harlie bergerak ia menepuk tangan lalu dari arah belakang mereka, gelombang air laut menjalar mencoba menggapai pesisir pantai.
Lezzy mengeluarkan sihirnya membuat dinding pelindung tak kasat mata, lalu melemahkan sihir pada air laut yang akan pasang dengan sangat tinggi.
Harlie turun mencoba menyerang Lezzy, namun Lezzy sudah tidak selemah dulu bebrapa seragan Harlie bagaikan angin lalu yang tidak menyentuh tubuhnya.
Harlie geram lalu ia mengambil belati pisau yang sama dengan milik Erca, danbdengan cepat menggores sedikit pipi Lezzy, jarak yang sangat dekat dan tiba-tiba tidak mampu Lezzy elak.
“Kau berani melukai wajah cantik ku?!”
Wushh
BOOM!
Lezzy menggerakan tangannya secara horizontal lalu gerakan itu berhasil melempar Harlie ke kerumunan para Troll dengan kasar. Olyfia tersenyum kaku karena saat ini Lezzy terliha sangat menyeramkan seolah mereka tengah berhadapan dengan Lord.
Harlie berteriak tidak terima dengan perlakuan Lezzy yang sangat menghinanya, padahal Lezzy tidak menyentuh tubuhnya tapi itu mampu menghempasnya dengan mudah.
Ia berdecak kesal lalu kembali menyerang Lezzy, Harlie mengeluarkan Tombak yang menjadi temurun sebagai penguasa Kerajaan Neptuna.
“Aku sendiri yang akan membunuhmu, Tombak Trisula ini diberikan oleh Dewa Poseidon sebagai anugrah-Nya kepada kaum Merrmaid, kau pasti akan mati!!”
Harlie berdiri dengan bangga, sembari memamerkan senjata andalannya. Bukannya takut Lezzy malah tersenyum sinis.
“Kau hanya memiliki Tombak-Nya saja, tapi aku memiliki Dewa nya!!”
Harlie mengerutkan keningnya, lalu Lezzy mengepakkan sayapnya dengan sangat kuat membuat hempasan angin yang merobohkan barisan pertahanan Troll maupun Goblin.
Dengan sayapnya yang merkah dan bercahaya, Lezzy terbang diatas permukaan air laut, mata birunya semakin pekat dan tajam, bulan purnama membulat dengan sangat besar dibelakang Lezzy.
__ADS_1
“Aku Aliki Vasilissa Alicia. Ratu diatas segala Ratu, penguasa tertinggi diseluruh alam semesta, dunia Darkness World maupun Imorrtal. Kuperintahkan kepadamu Dewa penguasa lautan, Poseidon. Atas namaku hancurkan mereka, bunuh semua para kaum yang berani mengkhianatiku dan Lord ! Berikan hukuman alam yang setimpal kepada mereka!!”
Suara Lezzy yang begitu nyaring penuh dengan tekanan, sedetik kemudian seluruh daratan maupun perairan berguncang dengan dahsyat memberi isyara kepada seluruh makhluk Darkness Wolrd untuk berhati-hati.
Air laut mulai berkumpul menjadi gelombang besar dengan ketinggian hingga 30 Meter, airnya bercahaya sebiru mata Lezzy lalu bergerak perlahan seolah Dewa Poseidon merespon perintahnya.
“Ya-- Yang Mulia Ratu, tenanglah apa anda ingin menghancurkan Darkness World ?"
Olyfia ketakutan saat melihat gelombang tsunami yang begitu besar hampir mencapai pesisirnya, bahkan rasa takutnya pun dirasakan juga oleh seluruh kaum.
Fedrick dan Katastrofi melihat kegaduhan yang dibuat sang Vasilissa, tapi itu tidak membuat Fedrick risau ia mengetahui semua apa yang ada dipikiran Istrinya.
“Istriku benar-benar hebat!”
“Apa yang mau dilakukannya?!”
“Menurutmu?”
Melihat senyuman penuh hinaan membuat Katastrofi mengetahui akal rencana mereka, ia menggeram kesal lalu berniat menghentikan serangan Lezzy, tiba-tiba deruan angin topan menghalangi jalan Katastrofi.
“Kau hanya punya urusan denganku!”
“Kalian semua pasti akan kubunuh!!!”
GRUUOOO!!
Alexa memasang sihir pelindung disekitar Kerajaan.
Alberd, Briant, dan Styvn tidak habis pikir dengan kejadian yang mau dibuat sang Ratu aura kepemimpinannya terasa dengan sangat kuat, membuat jiwa maupun raga gemetar ketakutan.
Mereka bertiga saling mengumpat di dalam hati mengenai aksi Ratu.
“Yang Mulia Ratu, sama mengerikannya seperti Lord!”
Lalu gelombang itu menerjang daratan dengan kasar menyapu habis semua yang ada disana, tapi air laut itu hanya melukai para musuh saja.
Olyfia megerti kenapa Lezzy berani melakukannya, saat dirasa air laut itu hanya bagaikan hembusan angin bagi mereka, malah justru sebaliknya rakyat setia Darkness World merasakan semua kekuatan mereka kembali dan luka pada sekujur tubuhnya telah sembuh.
Lezzy juga tidak akan membiarkan rakyatnya ikut menjadi korban kemurkaannya. Ia melihat wajah tersiksa Troll, Goblin dan Carlitos dengan puas.
Mata Savier nya menangkap pergerakan Harlie, dengan lembut Lezzy menggerakan kembali tangannya, membuat tanaman bunga mawar hitam mengikat tubuh Harlie menggunakan Crystal kehidupan yang ada di dalam dirinya.
Lalu turun berdiri diatas permukaan air laut, matanya menatap tajam kearah Harlie menuntutnya untuk segera tunduk.
“Akan kutunjukan bagaimana menggunakan Tombak Trisula Poseidon!”
Air laut dibawah Lezzy terangkat membentuk sebuah Tombak Trisula berwarna emas dan hijau tua, bersiap memenggal kepala Harlie.
“Hentikan Yang Mulia!”
Lezzy menghentikan aksinya, saat meliha dua sosok berdiri di depan Harlie.
“Kalian, King dan Queen Kerajaan Neptuna.”
“Kami memberi hormat kepada Yang Mulia Queen Alicia.” Ucap mereka bersamaan.
“Hamba memohon untuk berbelas kasih anda, Yang Mulia mohon ampuni Putra kami.” Ucap Queen Karollin.
“Tidak kah kalian tahu apa yang telah ia perbuat?!”
“Ya! Kami baru mengetahui semuanya hari ini, tapi anda adalah Ratu yang bijaksana, tidak kah Yang Mulia mau mempertimbangkan kembali hukumannya? Hamba masih belum siap kehilangan Putra pertama kami..”
“..............”
“Yang Mulia.., mohon berikan satu kesempatan untuknya agar bisa memperbaiki diri.”
“Haa..., baiklah. Aku akan mengambil semua kekuatan Manna mu, menjadikan mu sebagai Makhluk yang tidak akan pernah bisa menggunakan ilmu sihir, tapi aku akan tetap membiarkanmu menggunakan Tombak Trisula agar kau bisa memimpin kaum Merrmaid dengan bijak, tapi dalam batasan tertentu. Disaat kau hilang kendali kau tidak akan bisa menggunakannya.”
“Kami mengucapkan rasa terimakasih atas kemurahan hati anda Yang Mulia.” ucap King Grimod.
Lezzy menatap kedepan, melihat lingkungan sekitar.
“Kembali ke perairan!”
Perlahan air laut yang sudah merendam daratan mulai surut dan kembali ke posisi mereka, tidak ada yang hancur akibat terjangan tsunami tadi melainkan banyak mayat Carlitos, Troll, dan Goblin berhamburan dimana-mana.
Lezzy menatap lanngit menampilkan secercah kilat cahaya menandakan Fedrick dan Katastrofi masih bertarung, Lezzy kembali terbang menuju tempat mereka.
“Fedrick."
--_o0o_--
__ADS_1