Queen Of Rulers From Another World

Queen Of Rulers From Another World
•Book Darkness World•


__ADS_3

Lezzy duduk termenung di balkon kamarnya, ia menatap kebawah melihat pelayan dan penjaga yang saling berjalan mondar-mandir.


Saat selesai sarapan ia memutuskan untuk istirahat, perkataan Tetua itu tidak bisa Lezzy lupakan.


Lezzy menatap tangan kanannya, semenjak kejadian di hutan Pinus Lezzy tidak bisa menggunakan kekuatannya lagi, mungkinkah semua itu hanya kebetulan saja? Lezzy juga melihat pantulan wajahnya dikaca jendela. menatap intens lambang bulan sabit pada keningnya, melihat perubahan fisiknya semakin lama semakin memingungkan, membuat Lezzy semakin enasaran dengan jati dirinya yang sebenarnya.


Ia menghembuskan nafasnya dengan begitu dalam lalu kembali masuk ke kamar, saat hendak berbaring dikasur, suara pintu dari ruang kerja Fedrick tiba-tiba terbuka sedikit.


‘Lezzy..’


Tubuh Lezzy merinding saat mendengar suara kecil memanggil namanya, mungkinkah karena ini di Kerajaan Iblis lalu masih ada yang namanya hantu di Dunia ini?


“Lu-- Luna, kaukah itu?”


Lezzy menengok kanan dan kiri, mungkin saja itu suara Luna.


Tapi biasanya jika ia sedang bicara dengan Luna akan muncul beberapa cahaya kecil berwarna hijau kekuningan, meski hanya lewat telepati.


‘Lezzy..’


Suara itu kembali terdengar, dengan setengah berani Lezzy berjalan memasuki ruang kerja Fedrick, diatas meja kerja Fedrick terlihat cahaya merah keluar dari sebuah buku, mungkinkah buku ini yang memanggilnya.


Lezzy mencoba menyentuh buku itu dengan ragu.


“Kau sedang apa Lezzy?”


Lezzy benar-benar kaget, rasanya jantungnya dikejutkan dengan paksa. Fedrick mengangkat sebelah alisnya melihat Lezzy tengah mengatur deru nafasnya.


“Fedrick, kau mengejutkanku!”


“Kau sendiri kenapa disini, merindukanku?”


“Berhenti bercanda, aku sedang serius.”


“Aku juga serius.”


“Tadi saat aku masuk kamar, tiba-tiba ada yang memanggilku dari ruang kerjamu lalu kulihat buku itu bercahaya.”


Fedrick mengikuti arah jari telunjuk Lezzy, ia mengerutkan dahinya saat buku itu benar-benar bercahaya.


Buku kusam yang ditulis oleh Rechard Melware, Fedrick mengambil buku itu lalu buku itu terbuka dengan sendirinya dan lembaran isinya saling bergerak dengan cepat dan berhenti dikertas kosong, Lezzy dan Fedrick saling berpandangan.


“Fedrick apa di dunia ini ada kaum dari bangsa Hantu?”


"Jika benar ada, aku tetap Raja nya!”


“Dasar Iblis.., Oh bukan kah ini buku yang kujumpai di Perpustakaan. Aku ingin tanya siapa penulisnya?”


Fedrick menggeleng pelan.


“Penulisnya tidak pernah diketahui, namanya memang tertulis Rechard Melware tapi tidak ada yang tahu sosoknya. Buku ini juga tadinya hilang berabad-abad dan jika kau tidak menemukannya mungkin saja buku ini masih hilang.”


“Aku? Maksudmu aku yang menemukannya, kapan?”


“Hari dimana kau mengkritik penulis buku ini...”


Lezzy masih diam ia mencoba berfikir, lalu Lezzy mengkatubkan kedua bibirnya yang terbuka kecil, saat ia ingat hari terakhir ia memasuki kampusnya tepatnya diperpustakaan.

__ADS_1


“Jadi buku ini adalah buku yang kutemukan dibawah rak yang berdebu itu?”


“Sebelum kau kubawa kesini, satu hari penuh aku ingin melihat kegiatan terakhirmu di Bumi, tapi entah kebutulan atau memang sudah takdir aku bisa menemukan buku itu tanpa sengaja olehmu, tidak lama setelah kau pergi aku pun ngambil buku itu dan kubawa pulang berserta dirimu.”


“Dasar stalker hidup orang! Jadi apa yang membuat buku itu spesial?”


“Buku ini kunci kebebasan dunia Darkness World, sebenarnya dunia ini masih menyimpan sejuta mysteri. Aku sudah mencoba mencari tahu lewat buku ini, tapi sebagian paragraf masih sulit dipahami apa lagi sepuluh lembar terakhir malah kosong.”


“Hem, aku harap ada petunjuk...”


Sring....


Fedrick dan Lezzy menatap buku itu, ada tulisan tiba-tiba muncul dilembar kosong tadi.


'Aku bisa membantu kalian menjelaskannya.’


Mereka saling bertatapan, lalu lembar itu membalik kehalaman selanjutnya yang sama kosong.


‘Pergi kehutan terlarang yang berada di belakang Lucifer Kingdom.’


Fedrick menarik tangan Lezzy untuk segera pergi kehutan terlarang yang ada disisi timur Castle, hutan terlarang di Lucifer Kingdom adalah sebuah hal yang tabu untuk dibahas.


Dulu Fedrick pernah bertanya kepada Ratu Vexana mendiang Ibunya, tapi dengan cepat Ibunya melarangnya untuk tidak mengungkit masalah hutan terlarang.


Semenjak itu Fedrick tidak terlalu mempermasalahkan mengenai hutan itu, tapi kini ia adalah Lord dan mungkin saja memang hutan itu ada kaitannya dengan rahasia Darkness World selama ini.


-o0o-


Mereka sampai di depan gerbang besi besar yang telah berkarat, banyak tanaman liar dibiarkan menjalar sepanjang pagar yang menjulang tinggi.


“Fedrick kau yakin ini tempatnya?”


“Hn. Tapi aku tidak tahu cara membuka gerbangnya.”


“Hah?! Kau tinggal disini selama 972 tahun dan tidak tahu caranya, sungguh Suami yang tidak berguna..”


“Istriku sepertinya aku perlu menghukummu hari ini, jangan lupa aku belum meminta jatahku sebagai Suami!”


Lezzy meneguk ludahnya dengan berat, seharusnya ia tidak menyinggung Demon yang ini.


“Jadi.., apa ada cara lain?”


“Semenjak periode Lord ke-2 bertahta, hutan ini telah tertutup jadi tidak ada yang tahu bagaimana keadaan di dalam.”


“Apa tidak ada kunci cadangan? Kalau tidak gunakan kekuatanmu.”


“Masalahnya tempat ini dilindungi sihir penghalang tak kasat mata yang sangat kuat, makanya belum ada yang berhasil masuk kesana meskipun itu seorang Lord.”


“Oh buku, tidak bisakah kau memberikan petunjuk!”


Lezzy berbicara kepada buku Rechard sembari membolak-balik halaman kosong itu berharap ada sebuah tulisan yang muncul, namun bukan sebuah tulisan tapi setitik cahaya keluar lagi dari buku itu dan cahaya itu berubah menjadi sebuah Kunci perak.


Sekali lagi Fedrick dan Lezzy saling berpandangan.


Tanpa pikir panjang Fedrick membuka gerbang itu dengan kunci tadi, pintu terbuka menimbulkan suara deritan yang cukup besar, mereka melihat keadaan dibalik pintu besi itu, tidak ada yang spesial disana hanya ada hutan yang gelap.


Pohon-pohon menjulang lebih tinggi dari dinding gerbang, suasana sunyi dan tanah tandus tertutup dedaunan tua.

__ADS_1


Fedrick dan Lezzy terus melangkah semakin dalam tetapi tidak ada yang menunjukan sebuah tanda.


Fedrick sedikit kesal lalu ia menarik Lezzy untuk kembali tapi Lezzy tetap diam dan tangannya menunjuk kedua pohon kembar yang rindang, kedua dahannya merambat hingga kedasar tanah membiarkan daun hijau tua melebat.


“Kenapa dengan pohon itu?”


“Entahlah, tapi firasatku berkata kita harus kesana.”


Fedrick menurut kata-kata Lezzy lalu mereka mendekati dua pohon tersebut, Fedrick membuka dahan pohon bagaikan tirai, tapi dibalik dahan lebat terdapat sebuah goa gelap gulita, tiba-tiba buku Rechard kembali menuliskan kata-kata dihalaman kosong.


‘Masuk kedalam Goa dan biarkan Queen Alicia yang menuntun jalan, lalu kita akan bertemu.’


“Kau pernah kesini?”


“Tidak kok!.....serius”


Lezzy berusaha menyakinkan saat Fedrick menatap penuh menyelidik, sembari memainkan kedipan cantik kepada Fedrick.


“Tetap dibelakangku dan jangan jauh-jauh.”


Fedrick menggenggam tangan Lezzy dan memimpin jalan memasuki goa. Fedrick membuat sihir bola api sebagai penerang, hanya berjarak sekitar 100 M diujung goa mulai menunjukan sinar terang menandakan pintu jalan keluar.


*Cuit...Cuit...Cuit...


Wush*...


Fedrick diam terpaku dengan sisi lain dari tempat ini, jika dipintu masuk hanya ada hutan menyeramkan tanpa ada tanda kehidupan dari makhluk hidup. Tapi disisi lain hutan ini jauh lebih hidup, bahkan jauh lebih indah dibanding Wilayah Pixifly.


Pohon dan rumput saling bercahaya, burung-burung terbang menari beberapa rusa berlari disekitar mereka.


Lezzy diam memperhatikan hutan ini dengan bingung, sepertinya ia merasakan dejavu entah kenapa hutan ini begitu tidak asing dan sangat familiar. Lalu Lezzy tersadar akan sesuatu ia menatap kembali buku Rechard dan mengerti maksud bahwa ia yang harus memimpin jalan. Lezzy berjalan tanpa ragu sembari mengingat mengenai tempat ini.


“Lezzy, kau mau kemana?”


“Fedrick aku kenal dengan tempat ini..”


“Kau bilang tidak pernah kesini?!”


“Aku memang belum pernah kesini secara langsung, tapi lewat mimpi.”


“........”


“Fedrick ingatkah kau? bahwa aku pernah bermimpi buruk hingga ketakutan. Aku pernah bilang bahwa saat dimimpi aku berada disebuah hutan yang indah, dan hutan inilah yang kumaksud tempat ini begitu persis dengan dimimpiku..”


“Jika tempat ini persis dimimpimu, lalu bagaimana dengan sosok yang ingin membunuhmu?”


“Aku tidak ta----”


“Akhirnya kalian datang juga.”


Dengan sigap Fedrick berdiri di depan Lezzy menjadi perisai untuk melindunginya, saat seseorang berdiri dihadapan mereka dengan wajah yang tertutup tudung hitam.


Lezzy mengeratkan genggaman tangannya pada Fedrick dan menatap takut, mungkinkah itu sosok yang sama persis seperti pria yang ingin membunuhnya?


--_o0o_--


__ADS_1


__ADS_2