
*Australia.
~Kota Sydney.
Setelah berpamitan dengan Styvn, Alberd, Briant, dan kedua pelayan Lezzy yang ada di Darkness World.
Fedrick segera membawa Lezzy melewati portal dimensi untuk ke Bumi, lebih tepatnya ke Autrslia kota Sydney.
Wushh
Tap!
Lezzy sedikit mual setelah melewati portal dimensi yang begitu sangat cepat, membuat kondisi tubuh Lezzy yang belum bisa mengimbangi energi portal, menjadi seperti berputar-putar.
Fedrick tersenyum melihat keadaan Lezzy.
“Kau baik-baik saja?”
“Em, aku..baik-baik sa..ja.”
“Kau berlebihan, nanti juga mulai terbiasa.”
“Cih, ini kan pertama kalinya aku melewati dimensi!”
Lezzy mulai menggigil saat hembusan angin musim dingin menyambut kembali Lezzy.
Untungnya Fedrick memberikan mantel hangatnya kepada Lezzy membuatnya sedikit lebih hangat.
“Aku kira sekarang sudah masuk pergantian musim.”
“Kau lupa, satu hari disini maka satu minggu disana, kau sudah tiga minggu berada di Darkness World yang berarti kau baru pergi meninggalkan rumahmu selama tiga hari.”
“Oh iya, aku baru ingat-_-“
“Sebaiknya kita masuk, sebelum kau berubah menjadi beku.”
Lezzy menatap lingkungan sekitarnya, untungnya saja mereka datang tepat di halam rumah Lezzy.
Walau dibilang baru tiga hari tapi bagi Lezzy tiga hari itu begitu sangat lama, Lezzy berjalan untuk membuka pintu.
“Seprtinya, pintu rumahku terkunci dari dalam.”
Ucap Lezzy sembari melihat Fedrick, tanpa bergeming Fedrick melangkah maju dan memutar kenop pintu, lalu pintu itu pun terbuka.
“Wah, ternyata ada gunanya juga memiliki kekuatan sihir...”
Fedrick melangkah memasuki rumah Lezzy, menatap intens setiap sudut rumah Lezzy, memang tidak seluas Kerajaannya.
Tapi, bila mengkira-kira untuk ukuran rakyat biasa, rumah ini masih dikatakan cukup layak dan luas.
__ADS_1
“Maaf, mungkin tidak sebesar Istanamu namun masih cukup nyaman.”
"....."
Fedrick tetap diam, ia masih menikmati menelusuri setiap bagian rummah Lezzy.
Hingga ia menatap beberapa bingkai foto yang terpanjang datas meja berada diruang keluarga, ia ambil satu foto ketika Lezzy masih kecil dan tersenyum samar.
‘Masih tetap sama seperti waktu itu....’
“Emm, Kamarnya sudah siap. Berhubung masih jam dua pagi sebaiknya kita istirahat saja dulu, aku sudah membersihkan kamar mendiang Ayah dan Ib--”
“Apa yang ini kamarmu?”
ucap Fedrick sembari membuka pintu yang berada disebelah kanan Lezzy.
“Iya, itu kamarku.”
“Kalau begitu, aku akan tidur disini saja..”
Fedrick berjalan masuk dan membaringkan dirinya diatas ranjang Lezzy.
“Eh, Fedrick kau tidak bisa tidur disitu..”
“Kenapa?”
“Kita tidur bersama saja.”
“Tidak mau! Lagian kasurnya hanya muat untuk satu orang saja.”
“Tidak!”
“Baiklah, aku akan tidur dikamar sebelah saja!” ucap Lezzy sembari berjalan.
Dengan cepat Fedrick menarik tangan Lezzy hingga terjatuh tepat dpelukan Fedrick .
“Kasurnya muat bila aku tidur sambil memelukmu.”
“Fedrick lepaskan aku!”
“Diamlah, jangan mencoba untuk melawan atau aku akan membawamu kembali ke Darkness World.”
Mendengar itu Lezzy hanya bisa pasrah dan menuruti keinginannya, tidak ada yang berbicara suasana berubah menjadi canggung, jarak yang begitu sangat dekat membuat Lezzy menahan degupan jantungnya yang begitu cepat.
Kedua pipinya sudah merona, aroma Fedrick kian semakin tercium dengan jelas.
Tanpa sadar Lezzy bersandar di dada bidang Fedrick, sedangkan Fedrick membelai lembut kepala Lezzy.
Fedrick memejamkan matanya sembari tersenyum, dulu saat Lezzy sering mengurung diri di kamar, karena sedih dan kesepian. Ingin rasanya Fedrick yang hadir untuk memeluknya, dan memberitahu bahawa dirinya masih ada Fedrick.
__ADS_1
"Fedrick, tanganmu menyentuh dibagian apa, huh?!"
Dengan cepat Fedrick menyingkirkan tangannya yang sudah mulai meraba Lezzy, sembari menunjukan deretan gigi putihnya tanpa rasa bersalah.
"Lezzy, mumpung hanya berdua tidak bisakah kita lebih serius?"
"Justru hanya kita berdua, aku harus lebih waspada terhadapmu!"
Lezzy bangun dan berdiri menghadap Fedrick, kedua tangannya melipat di depan dadanya, dengan tampang yang kesal.
"Fedrick demi keselamatanku, kau tidur di sofa saja!!"
Lezzy menunjuk sofa panjang yang tidak jauh dari ranjang tidurnya, Fedrick berdiri menantang Lezzy, postur tubuh yang berbeda jauh membuat Lezzy sedikit mengangkat kepalanya.
"Kau berani memerintahku Lezzy?"
"Oh, Yang Muliaku tersayang. Saat ini kau berada di Bumi dengan tinggal di Castle keluarga Crownsiamoer, semua peraturan berada ditanganku, maka aku lah yang ber..ku..a..sa disini!"
"Bagaimama jika aku tidak mau?"
"Maka aku tidak akan pernah mau kembali bersamamu ke Darkness World."
Fedrick menghela nafas dengan begitu berat, sebaiknya untuk kali ini saja ia menurutinya dan melupakan egonya, di Bumi menghormati perempuan lebih baik, lagian bila telah kembali Fedrick bisa mengambil alih memerintah, dan membuat Lezzy menyesali karena berani mengusik kebangsawanannya.
Dengan kesal ia tidur di sofa membelakangi Lezzy, melihat itu Lezzy tertawa kecil melihat tingkah Lord ini seperti anak-anak. Mungkin bila semua makhluk Darkness World mengetahuinya, bisa-bisa mereka jantungan.
20 menit berlalu, Lezzy telah terlelap oleh rasa kelelahannya, mengetahui itu Fedrick kembali keposisi semula, berbaring disebelah Lezzy.
tangan kanan sebagai penyanggah kepalanya, sedangkan tangan kirinya memainkan helaian rambut Lezzy.
"Kau benar-benar hampir membuatku gila Lezzy. Semua yang ada padamu adalah milikmu, aku tidak suka kau menunjukan senyumanmu kepada mereka, aku tidak suka kau berinteraksi dengan begitu santai, menatap, setiap lekuk tubuh indahmu..."
Jemari Fedrick berpindah mengusap lembut bibir ranum Lezzy yang sedikit dingin, akibat suhu ruang kamarnya yang telah menyatu dengan musim dingin.
kemuadian ia mengerakkan tamgannya pelan, sedetik kemudian muncul bola api kecil menyerupai kunang-kunang, terbang bebas memberikan kehangat di ruangan itu.
"......Walau anda adalah Mate nya, bukan berarti anda pasangan hidupnya, Yang Mulia.."
mengingat kata-kata Olyfia, Fefrick menatap tajam. memangnya dirinya masih belum bisa bersanding dengan Vasilissa? kalaupun suatu hari Pria yang ditakdirkan untuknya datang, Fedrick pun tidak akan melepaskan Lezzy.
Fedrick mengecup lembut bibir ranum bagaikan buah cerry milik Lezzy, lalu memeluknya dengan begitu erat.
"Tidak bisakah kau hanya mencintaiku saja Lezzy? Aku akan menjaga dan melindungimu.., dan aku juga yang akan membinasakan semua yang berani memisahkan kita, tidak perduli jika itu Dewa Alam sekali pun!!"
Fedrick menutup kedua matanya, meresapi kenyamanan dan kehangatan dari pelukannya bersama Lezzy, lalu terlelap tidur membiarkan semua masalah bagaikan mimpi.
--_o0o_--
__ADS_1