
*Wilayah Mirach.
~Kota Mirachle.
Semua urusan Lucifer Kingdom berada dikomando Alberd. Tapi sehari setelah Lord pergi Carlitos kembali berulah dan mengusik beberapa wilayah, dan genap di hari ke-8 Briant dan Styven masih berurusan dengan mereka.
Tiga hari yang lalu mereka menyerang wilayah Witch, dan membuat Pangeran kedua dari Kerajaan Shadow Rump terluka parah bahkan hampir kritis.
Sudah delapan hari berlalu, namun belum ada tanda kehadiran Lord dan Putri Lezzy kembali ke Kerajaan.
Briant sebenarnya sudah lama berniat untuk menjemput mereka namun Styvn menahannya, apa gunanya mereka yang telah diberi kepercayaan malah datang dan memohon perlindungan Lord.
Bukankah sudah biasa bagi mereka mengurusi para pemberontak seperti mereka, yang ada Lord malah mencaci mereka karena tidak bisa diandalkan.
“Tuan Briant, mohon anda menjaga Adik saya Cerlyn, sebagai Putra Mahkota Kerajaan Mirachle saya harus bisa melindungi Wilayah ini.” Ucap Pangeran Marthin.
“Anda tidak perlu khawatir, kami akan menjamin keselamatan Putri Cerlyn. Tapi kami juga telah dipercaya oleh Lord untuk membasmi mereka, jadi anda juga jangan terlalu memaksakan diri Pangeran.” Ucap Styvn.
“Baiklah Styvn, kuserahkan Putri Cerlyn kepadamu dan bawa dia ketempat yang aman. Disini biar aku yang mengurusnya bersama Pangeran.”
Ucap Briant yang langsung ditanggapi anggukan.
“Kakak....”
“Jangan khawatir, aku akan segera menemuimu setelah mengurusi mereka, Ayahanda dan Ibunda sedang melawan mereka digerbang utama. Mereka juga akan segera datang, jangan khawatir.”
Styvn dan Putri Cerlyn segera pergi dari hutan yang tak jauh dari Kota Mirachle, bersama beberapa prajurit Mirach dan Lucifer Kingdom.
Duarr...!!!
Dua pohon besar tumbang dan menghalangi jalan Styvn dan Putri Cerlyn, tiba-tiba muncul kelompok Carlitos yang semakin bertambah banyak jumblahnya, berkumpul untuk mengepung mereka.
“Tidak ada yang boleh pergi dari sini, sebelum kami memenggal kepala keturunan Kerajaan Mirachle.”
Ucap pemimpin kelompok Carlitos.
“Sebagai leluhur Bangsa Vampire, aku sangat kecewa dengan tindakan yang kalian ambil. Berkhianat kepada kaumnya sendiri dan memberontak kepada Lord sungguh tidak tahu diri!!”
__ADS_1
Kemarahan Briant sudah memuncak mengetahui sebagian bangsa Vampire ikut adil dalam kelompok Carlitos.
“Kami tidak perlu mendengar perkataanmu Tuan Briant! Kau seorang leluhur tinggi bangsa Vampire tapi malah menjadi budaknya Lord, sungguh menggelikan.”
“Sudah selesai bicaranya, bisa kita mulai pertarunganya?”
Briant tersenyum menyeringai menampilkan taring yang begitu runcing, matanya menderang merah jemarinya mulai gatal untuk segera mengukir pahatan karya kematian, ditubuh Carlitos.
Dengan tampang merendahkan Briant mengeluarkan pola sihir berwarna biru, lalu muncul kepingan balok es yang meruncing, jemarinya mulai memerintah dan membuat ratusan balok itu bergerak dengan sangat cepat kearah Carlitos.
Sedangkan Styvn menarik busur sihirnya menciptakan ribuan anak panah dan mendarat tepat di tubuh para pemberontak, sejak kemarin mereka selalu berperang tanpa ada rasa lelah.
Alunan suara jeritan semangat dan penderitaan menjadi musik terindah saat ini, beberapa dari mereka saling berkompetisi uji kehebatan kekuatan.
Pohon-pohon yang dulunya berdiri kokoh kini tumbang dan hancur tanpa ada harapan untuk hidup kembali, bercak dan genangan darah menjadi warna paling mencolok diarea pertarungan.
Sudah banyak tumpukan mayat dari berbagai kedua belah pihak berguguran tanpa nyawa.
Bunyi senjata pedang yang saling bersautan begitu nyaring dipendengaran, para prajurit terus memukul mundur untuk membuat Carlitos menyerah, namun bukannya menyerah malah semakin membuat mereka menjad liar.
Kelompok Carlitos membagi mereka dengan sejenis kaum ras mereka masing-masing, membuat barisan pertahanan terkuat.
Walau saat ini team Briant dan Styvn kalah banyak jumblah, tapi tidak membuat mereka gentar justru semakn menikmati permainan yang telah lawan berikan.
Kaum Witch yang berasal dari Carlitos bersatu merapalkan mantra, membuat bola sihir listrik yang besar dan melepaskan sihir itu kearah lawan.
“Tuan Briant menyingkirlah dari sana!”
Teriak Pangeran Marthin disela bertarungnya, setelah melihat Briant menjadi sasaran.
“Menyingkir? Kau mau mencoreng namaku, cih. Aku sendiri sudah cukup untuk membunuh mereka!”
Dengan bangga hati, Briant membuat pola sihir yang tak kalah besarnya dengan sihir bola listrik itu, dirinya tidak akan takut hanya karena jumblah mereka.
Duarr!!
Ctarr!!
__ADS_1
Para penyihir kaum Witch terkejut saat Briant tetap berdiri bahkan Styvn, Putri Cerlyn dan para prajurit yang lain tidak ikut terluka.
Lapisan pelindung sihir Briant jauh lebih kuat dibanding sihir gabungan milik Carlitos.
“Sial! Aawuuuuuu......”
Lolongan dari Serigala hitam memberi isyarat, untuk menambah jumblah dan semakin membuat mereka terdesak dengan kepungan Carlitos.
Seringai penuh kekejian terukir diwajah kelompok Carlitos merasa menang karena jumblah mereka.
Langit mulai gelap, awan hitam menutupi cahaya matahari dikala siang hari yang sangat memanas, teriakan penuh makian terlontar dengan begitu kasar dari mulut Carlitos.
Tidak jauh dari area pertempuran, berdiri Harlie dan Erca yang sejak kemarin terus menonton aksi liar bangsa Carlitos, sebenarnya Katastrofi belum memberi perintah mengenai penyerangan satu minggu ini.
Namun mereka juga tidak berniat untuk menghentikan mereka, jika pertarungan ini bisa membawa keuntungan bagi sang Dewa bencana, kenapa tidak tetap dilanjutkan? Dan melihat hasilnya nanti.
BLEDAARR!!!
BOOM!!
Ledakan besar terjadi ditengan pertempuran, membuat tanah berguncang bagaikan terseret ombak.
Menghancurkan barisan terkuat Carlitos, mereka yang terkena sambaran petir kuat mati terkapar dengan kondisi tubuh hampir menjadi abu.
Ditengah-tengah kejadian sambaran petir, berdiri seseorang dengan pakaian kebesarannya sebagai penguasa tertinggi yang begitu menarik perhatian.
Alberd, Styvn, dan seluruh prajurit Lucifer Kingdom langsung bertekuk lutut, sedangkan Pangeran Marthin dan Putri Cerlyn hanya menatap bingung.
“Kami memberi hormat, kepada Yang Mulia Lord!!”
Fedrick Menatap tajam keara Carlitos, aura yang begitu dingin menyeret paksa rasa ketakutan bagi seluruh makhluk yang ada disana, senyuman penuh sindiran tercetak dengan begitu sempurna diwajah karismanya, seolah berkata.
'Diriku juga ingin bermain kematian dengan kalian, domba-domba hitam kecilku!'
--_o0o_--
__ADS_1